Kamulah Jodohku

Kamulah Jodohku
Eps 86...


__ADS_3

Siang itu Ayana pergi ke Supermarket dekat rumah setelah mendapatkan ijin dari Billy untuk membeli beberapa kebutuhan rumah yang sudah habis.


Setelah sampai di tempat tujuan Ayana langsung masuk dan mencari beberapa barang yang dia butuh kan. Setelah semua yang Ayana butuhkan sudah masuk kedalam troli, Aya pun langsung berjalan menuju kasir untuk membayar semua belanjaan nya. Saat Ayana akan keluar dari Supermarket, dia bertemu dengan Maudi yang akan keluar juga dari Supermarket juga.


"Hey Aya." Sapa Maudi.


Ayana terkejut melihat Maudi yang ada di sana. "Astagfirulloh, kenapa kok ada dia disini." Ucap Ayana dalam hati.


"Eh... mbak Maudi." Jawab Ayana dengan tersenyum walau sedikit terpaksa.


"Gimana kabar mu? kamu masih ingatkan tentang peringatan ku kan. Ingat Aya aku gak akan membiarkan kamu hidup tenang dengan suami mu." Ucap Maudi dengan senyum liciknya.


"Maksud mbak apa?." Tanya Ayana menatap Maudi.


"Aku akan menghancurkan Billy, seperti apa yang dilakukan dia kepada ku." Ancam Maudi.


Ayana mulai merasa kesal dengan ucapan Maudi. "Ingat mbak sampai terjadi sesuatu yang buruk terhadap mas Billy aku gak akan segan-segan berbuat sesuatu kepada mbak, dan ingat Alloh gak tidur." Ucap Ayana.


"Cih.....lihat saja nanti." Ucap Maudi yang langsung meninggalkan Ayana.


Ayana menarik nafas panjang, dadanya berdetak dengan kencang.

__ADS_1


"Astagfirulloh... Astagfirulloh... Astagfirulloh." Ucap Ayana pelan sambil mengelus perutnya.


Tak lama supir yang mengantarkan Ayana pun datang menjemput dan membantu Ayana membawakan belanjaannya kedalam mobil.


Didalam mobil Ayana terdiam dan memikirkan apa yang diucapkan oleh Maudi sehingga membuat perut Ayana menjadi kram, supir yang melihat muka Ayana pucat pun kawatir.


"Mbak Ayana sakit?." Tanya pak supir.


"Perut ku sedikit kram pak, mungkin kecapean belanja tadi." Jawab Ayana.


"Kalau mbak Ayana sakit, gimana kalau kita ke rumah sakit dulu saja mbak sebelum pulang." Ucap pak supir.


"Baik mbak." Jawab pak supir.


Sesampai Ayana di rumah, diqlangsung masuk kedalam kamar dan sebelum masuk kedalam kamar Ayana meminta pak supir untuk menurunkan belanja dan memberikan kepada bibik.


Sore itu Billy yang sudah pulang dari kantor merasa sedikit berbeda karena dia tidak melihat Ayana yang biasa menyambut kepulangan dirinya dari kantor.


"Bik Ayana kemana kok gak kelihatan?." Tanya Billy.


"Mbak Ayana di kamar dari tadi belum keluar sejak pulang dari belanja, mas." Jawab bibik.

__ADS_1


"Ya sudak bik makasih, tolong buatkan lemontea dan tolong antarkan ke kamar." Ucap Billy dan langsung masuk kedalam kamar kawatir istrinya.


Billy masuk kedalam kamar melihat Ayana duduk disofa masih menggunakan mukena dan sedang membaca Al-Quran. Billy berjalan menghampiri dan duduk disebelah Ayana tetapi tetap menjaga jarak karena takut mengganggu Ayana.


"Sodaqollahul adzim." Ucap Ayana mengakhiri membaca Al-Quran dan sedikit melirik kerah Billy.


"Sayang." Sapa Billy sambil menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Ayana.


"Iya mas, mau langsung mandi atau aku bikin kan kopi dulu." Ucap Ayana sambil melepas mukenanya.


"Gak aku ingin duduk santai disini ditemani istri dan anak ku." Ucap Billy yang menarik tangan Ayana dan langsung duduk dipangkuan Billy lalu mengelus perut yang buncit Ayana.


"Gak capek mas?." Tanya Ayana sambil mengelus kepala dan memijat pelan.


Billy hanya mengangguk kepalanya. "Capek tapi setelah melihat istri ku rasa capeknya hilang." Ucap Billy.


Ayana yang mendengar hanya tersenyum manis.


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA

__ADS_1


__ADS_2