Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Keluar dari Rumah Sakit


__ADS_3

"Tidak bisa! kau harus datang menemui dia! kau harus menemui cinta lamamu, dia sudah ada di depan matamu, apa kau masih berani untuk kembali melepasnya? kau hanya akan menemui dia satu kali lagi saja, dan Setelah itu, kau tidak akan bisa menemui dia lagi di kehidupan selanjutnya!" ucap Sam panjang di kali lebar, "dengar, kakek tua! kau mungkin sudah berusia empat abad lebih, tapi seseorang yang mencintai kamu, tidak akan berpikir kau adalah seorang kakek-kakek, dia tetap mencintai kamu!"


Mendengar seuntai penjelasan dari sang sahabat, membuat Lucifer terdiam. Antara dia yang bingung apa harus mendatangi Andrea, dan memunculkan wajahnya di sana, atau bagaimana, dia tidak bisa mengambil sebuah keputusan.


Lalu bagaimana cerita ini akan berakhir? akankah Andrea dan Lucifer kembali di pertemukan, dan bersatu lagi menjadi cinta yang abadi, atau keduanya memang di takdirkan untuk berpisah seumur hidup?


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Yeayy! akhirnya kau pulang juga! aku senang sekali melihat kamu yang sudah sembuh!" ucap Siska pada Andrea sambil memapah sang sahabat untuk masuk ke dalam mobilnya.


"Terima kasih kau telah menemaniku selama aku di sini, Sis, aku sangat bersalah padamu, diam dan acuh padamu untuk waktu yang sangat lama, aku sungguh menyesalinya, kaulah sahabat terbaik untukku.." Ucap Andrea dengan tulusnya.


"Andrea, jangan buat aku menangis lagi, aku sudah cukup kau buat menangis, saat aku tahu kau terluka parah akibat si Gilbert itu, jadi lebih baik diamlah, dan jangan buat aku bertambah sedih.."


Ibu dan ayah Andrea tengah mengemas semua barang-barang mereka ke dalam taksi, ya, sekarang mereka juga bangkrut, karena perusahaan yang memecat Jack hanya karena alasan ingin pulang menemui putrinya yang terluka, padahal seumur hidup Jack, ia abdikan untuk perusahaan itu, tapi ya begitulah, kadang air susu di balas dengan air tuba, mungkin itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan situasi yang di alami oleh Jack saat ini.


"Sudah selesai," ucap Jack saat dia berhasil mengemas semua barang-barang putrinya masuk ke bagasi taksi, "maaf, ya, sayang, kita tidak lagi punya mobil, ayahmu ini terlalu mengkhawatirkan putrinya, sampai harus melepas jabatan ayah demi bisa berjumpa denganmu..." ucap Jack dengan senyuman di bibirnya yang terlihat songar.


Mendengar penuturan Jack, Andrea nampak sedih, ada rasa yang sangat menyesal di hatinya, menyesal karena bisa-bisanya dia mengabaikan ucapan dari ayah dan ibunya, dan malah memilih untuk pergi bersama dengan Gilbert, yang pada akhirnya menjadi permulaan sebuah tragedi menakutkan dalam hidupnya.


"Ayah, maafkan Andrea, Yah... Kalau saja Andrea mendengarkan apa kata ayah, mungkin semua ini tidak akan terjadi.." Ucap Andrea dengan penuh sesal.


Sang ayah dan ibunya terlihat mengusap lengan Andrea satu orang satu, dan menampilkan terharu di wajah mereka.


"Sudah cukup kau membuat dia sedih, Jack! jangan buat dia merasa sedih lagi, aku ingin dia segera pulang, dan makan camilan yang banyak, lihatlah tubuhnya! baru beberapa hari saja dia koma, aku sudah bisa memastikan kalau anak kita mengalami penurunan yang amat drastis, iya kan?" sang ibunda terlihat tidak baik-baik saja, dia teramat sedih melihat nasib putrinya yang amat malang.


"Ayolah ibu, aku baik-baik saja, hanya sedikit turun, bukan berarti aku ini akan kurus, baiklah, jika itu mau ibu, aku akan pulang, dan makan camilan yang banyak! ibu puas?"

__ADS_1


"Hahaha.. baguslah, mari kita belanja camilan yang banyak untuk kamu!"


"Bergegaslah, bibi, aku sudah tidak tahan! kalau untuk soal camilan, aku paling tidak tahan untuk mengundur nya! ayo kita belanja!"


"Baiklah, ayo kita belanja!!"


Semua orang tersenyum, masuklah mereka ke dalam taksi, dan melesatlah taksi yang mereka tumpangi menuju ke arah tempat perbelanjaan.


Di sisi lain, seorang pria tengah menatapi kepergian mereka, dengan senyum manisnya. Dia juga merasa senang, karena akhirnya Andrea menyesali perbuatannya di hari lalu, ia senang karena pada akhirnya Andrea pulang dengan kebahagiaan.


Meski kebahagiaan yang di rasakan oleh Andrea masih belum juga tentang dia. Kapan dia akan menunjukkan wajahnya, atau kapan dia akan mengakui segalanya, dia tak tahu, hanya saja, apa dia benar-benar akan menunjukkan identitasnya atau tidak.


Aku senang, saat kau kembali dengan selamat, dan bahagia lagi bersama ayah dan ibumu, meski aku harus menunggu selama empat ratus tahun hanya untuk hari ini, dan kau masih tidak juga melihat keberadaan ku, tapi aku tahu, cintamu yang abu-abu itu, seharusnya menjadi jelas saat aku benar-benar memunculkan wajahku, dan mengatakan semua yang kau alami bukanlah sebatas mimpi!


Drrrttt Drrrttt


Mendadak ponsel di tangannya berbunyi, ada sebuah panggilan yang masuk di sana, dan itu dari nomor yang ia gunakan untuk menghubungi keluarga Andrea.


"Aku merasa ada yang patut aku curigai.."


Dengan berat hati, Lucifer mengangkat panggilan dari Jack, yang untuk pertama kalinya setelah kejadian itu, dia menghubungi lagi.


Bip!


"Hallo!" dengan nada yang ragu, di tambah suara yang serak, membuat dia merasa semakin berat saat harus mengucapkan kata-kata sapaan pertama pada Jack itu.


"Pak polisi! syukurlah kau mengangkat panggilan dariku.."

__ADS_1


"Ada keperluan apa menghubungi saya?" tanya Lucifer masih dengan sikap dinginnya.


"Hanya ingin mengabarkan, kalau putriku pulang dengan selamat, kami ingin berterima kasih yang sebesar-besarnya pada kalian yang telah membantu menyelamatkan putriku."


Lucifer menarik nafasnya dalam-dalam, lalu mengeluarkannya dengan kasar, "tidak perlu merasa sungkan, ini memang tugas kami.."


"Tapi, pak! kalau boleh, malam ini saya akan mengadakan acara, sebagai bentuk syukur atas kembalinya putri kami dengan selamat, jadi, bisakah Anda datang ke tempat kami, dan bergabung bersama kami?"


Mendengar tawaran itu, Lucifer terdiam cukup lama, memikirkan apa yang harus dia lakukan.


Menolak?


Mana mungkin, dia tidak mungkin bisa membuat Jack meeasa kecewa padanya, tapi apakah dia harus menerima tawaran dari Jack, yang itu artinya, dia harus bersiap untuk bertemu kembali dengan Andrea?


"Baiklah, akan aku pikirkan!"


"Terima kasih, Pak! kami sangat mengharap kedatangan Anda.."


"Ya!"


"Kalau begitu, saya tutup dulu.."


"Ya!"


Bip!


Ponselnya dia kembalikan ke dalam saku jaket tebal yang dia kenakan, dan kemudian dia lanjut berjalan menuju arah mobilnya, lalu bergegas menuju ke rumahnya yang nyaman.

__ADS_1


Dia mendapat izin cuti untuk dua Minggu ke depan, seharusnya izin cuti ia ambil kemarin setelah perayaan tahun baru, tapi ya begitulah, beberapa kasus yang harus ia tangani memaksa dia untuk tidak menikmati libur akhir tahun di rumahnya..


Dan kali ini, dia sedang dibuat bingung, haruskah dia datang, atau dia akan menunggu waktu untuk menunjukkan segalanya?


__ADS_2