
Kini mereka telah tiba di Padang pasir nan luas. Padang pasir yang pada awalnya juga menjadi jalan mereka.
Langkah-langkah kaki mereka terhenti, saat mereka tiba di perbatasan antara lembah hijau dan Padang pasir yang luas.
Sang Modi terlihat sedih, karena ini adalah akhir dari segalanya. Pertemanan dan pengabdian dirinya pada Andrea akan berhenti sampai di sini.
Andrea memeluk Modi nya dengan erat, mencoba membuat beruang besar itu tegar dengan pelukannya.
"Kau jangan sedih, aku tidak akan pernah melupakan kamu, kau tetap Modi ku yang paling aku cintai!"
Cup!
Mencium kepala Modi yang masih tertunduk sedih.
"Apa aku tidak boleh ikut pergi denganmu?" tanya Si Beruang besar dengan polosnya.
"Bukannya tidak boleh, hanya saja, di tempatku, semua orang akan ketakutan saat berjumpa dengan beruang besar seperti kamu, hehehe... ayolah, kau terus menangis sepanjang hari, apa kau tidak ingin mencari seorang gadis untuk berteman denganmu!"
"Gadis?" tanya Modi dengan bingung.
"Kalau kau ikut denganku, aku tidak bisa mencarikan kamu seorang gadis, tapi kalau kau di sini, aku yakin, akan ada gadis yang datang untuk menemani kamu.."
"Aku tidak pernah jatuh cinta seperti kamu dan Lucifer, jadi jangan mencoba membujuk aku dengan kata-kata seperti itu, ya.." jengkel.
"Ahahaha.. aku tidak mencoba membujuk kamu, hanya saja, aku benar-benar tidak bisa membawa kamu untuk ikut bersamaku.." Ucap Andrea sambil mengelus kepala Modi.
"Baiklah, aku mengerti, tolong jaga diri anda Nyonya, aku akan merindukan kamu di siang dan malamku, kau yang terbaik untukku, andai kata kau bukan manusia, dan juga bukan kekasih Lucifer, aku pasti akan menikahi kamu, tapi sayangnya, aku hanya seekor beruang.."
"Jangan bersedih, bagiku, semua makhluk hidup itu sama, jangan bandingkan aku yang manusia, dan kamu yang beruang."
"Apa sudah selesai acara perpisahan nya?" tanya Lucifer menimbrung.
"Lucifer, kau sungguh kejam! aku sedang sedih karena Nyonya mau pergi dariku, tapi kau sungguh tidak peduli akan hal itu!"
"Ayolah, Modi, jangan begitu, dia hanya merindukan ayahnya saja, sama seperti aku yang harus pulang karena merindukan ayah dan ibuku," kelembutan yang di berikan oleh Andrea memang membuat siapapun merasa sangat nyaman, termasuk juga Modinya, yang merasa nyaman setiap kali di usap kepalanya oleh Andrea.
Andrea beranjak dari hadapan Modi, dan mulai mendekati kawan-kawannya.
__ADS_1
"Baiklah, kami harus pergi, kau jaga diri baik-baik, ya...." Ucap Andrea sambil melambaikan tangan tanda perpisahan.
"Tolong jangan lupakan aku, ya, Nyonya.." Jawab sang beruang dengan sedih.
"Tidak akan!!" wanita itu terlihat berjalan kembali, meninggalkan Modi di sana sendirian, "kau berjanjilah, untuk tidak kesepian, aku yakin akan ada gadis yang mendatangi kamu.."
"Baiklah, aku janji, aku akan melepas Nyonya pergi dengan gembira.." Ucap beruang itu dengan lirih, sambil membersitkan senyuman tulus di bibirnya.
Ini adalah perpisahan yang menyesakkan bagi beruang itu. Seumur hidup berada di hutan yang gelap, seorang diri, dan tidak ada gadis seperti yang di bicarakan Andrea barusan.
Lalu setelah itu, datang Andrea, mengalirkan sungai yang membentang luas, merubah hutan yang di penuhi kabut tebal menjadi hijau dan penuh dengan tanaman.
Bahkan mungkin sekarang dia tidak akan kesulitan untuk mendapatkan makanan lagi, ia senang, karena sekarang hidupnya jauh lebih baik di banding sebelumnya.
Kretak!
"Ouw.."
Hingga suara seseorang terjatuh terdengar di telinga Modi, dia menoleh, dan mendapati beruang betina yang cantik jelita, tengah mencoba keluar dari semak-semak.
Ia mengulum senyuman lagi..
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Mereka berjalan di tengah Padang pasir. Tak bisa di bayangkan betapa lamanya mereka akan berjalan, tanpa kuda, tanpa makanan, mungkinkah mereka akan bertahan sampai di tempat pemukiman?
Kuda mereka lari saat pertempuran di pesisir pantai antara Vincent dengan Jayden, menyisikan satu kuda yang menjadi kawan baik Andrea.
Dan karena itulah, mereka hanya bisa pulang dengan jalan kaki saja, tidak bisa menggunakan tunggangan.
Untung saja Wilson yang cerdas bertindak. Sebelum mereka memasuki wilayah Padang pasir yang luas, anak itu lebih dulu mengambil air untuk persediaan selama beberapa hari ke depan.
Ia pun tak lupa menggunakan keahlian memanah dia untuk berburu, dan di bawalah pula hasil buruan itu di atas kudanya.
Selama ada Wilson bersama mereka, mereka akan tetap kenyang, meskipun harus melalui Padang pasir hingga beberapa hari ke depan.
"Kita sudah jalan setengah hari di padang pasir, kalau menggunakan kuda, mungkin kita hampir sampai di hutan," ucap Wilson pada kakaknya.
__ADS_1
"Ya, setidaknya kita masih bisa pulang sekarang.." Jawab sang kakak dengan singkat.
"Bagaimana kalau kita istirahat sebentar? cuacanya sangat panas, aku jadi berhalusinasi kalau terus berjalan seperti ini.." Ucap Wilson lagi.
"Baiklah, kita akan terbakar kalau diam di sini, karena kita tidak punya apapun untuk tempat berteduh," jawab Lucifer lagi.
"Aaahhh, aku lupa, aku sungguh lupa kalau kita tidak membawa perbekalan apapun, bagaimana kita bisa berteduh di sini?" anak itu memang sangat cerewet.
Sementara tiga wanita di sana nampak diam saja, berjalan sesuai arah yang mereka tuju. Nampak wajah sedih dan amarah masih bergejolak di sana.
Rosella yang mungkin masih menyimpan dendam pada Jayden, dan Manora yang juga ikut marah pada pria itu.
Tidak tahu nantinya apa yang akan terjadi pada Jayden kalau sampai dua wanita ini menggabungkan kekuatan mereka untuk melawan Jayden.
Hingga pada suatu waktu, Lucifer berhenti di sebuah tempat, dia ingin mencoba merubah dirinya menjadi harimau, dan berpikir dengan begitu perjalanan akan jauh lebih cepat.
Tapi pada kenyataannya, Lucifer bahkan tidak bisa merubah dirinya, dia tetap menjadi manusia biasa, dengan wajahnya yang tampan.
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Andrea pada Lucifer.
"Aku hanya sedang mencoba berubah, tapi kenapa rasanya sulit sekali.." Bingung sendiri.
"Apa maksud kamu?" tanya Andrea pada kekasihnya.
"Entahlah," menatapi tangannya, "aku sungguh tidak bisa berubah jadi harimau!"
"Jangan main-main, kak!"
Semua orang pun akhirnya berhenti, mengerubungi Lucifer yang terlihat membingungkan.
"Aku tidak bohong, aku tidak bisa berubah! apa yang salah dariku?" tanya Lucifer pada dirinya sendiri.
"Oh, apa mungkin karena kamu menceburkan diri ke dalam kawasan Ratu Laut?" tanya Rosella mengemukakan pemikirannya.
Semuanya berpikir, termasuk juga Lucifer, dia kemudian teringat kata-kata William sebelum dia menceburkan diri ke dalam lautan.
"Aku tidak percaya ini, aku bahkan tidak merasa ada sisi harimau di dalam diriku! bagaimana aku bisa kehilangan semua kekuatanku?"
__ADS_1
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜