
"Apa katamu? kau pikir kami akan meninggalkan kamu sendirian hanya karena kehausan di tanah lapang begini!? dasar gila!" jawab Rosella dengan kesalnya.
"Lucifer," William terlihat bergerak mendekat ke arah Lucifer.
Pria yang di dekati William hanya terlihat menoleh saja.
"Aku tahu kau mencemaskan gadis itu, bukan mencemaskan segelnya!" ucap William, seolah tahu saja betapa risaunya hati Lucifer yang kehilangan Andrea, iya, bukan segelnya, dia benar, William berkata benar, Lucifer tidak cemas pada segelnya, tapi hanya pada gadis itu.
"Tidak apa-apa, kami bersamamu sekarang, tidak ada yang bisa membuat kami mundur, malam ini kita istirahat dulu di sini, kita akan melanjutkan perjalanan besok saja," ucap Rosella pada mereka semua.
Malam semakin larut saja. Kini di gurun pasir itu hanya terlihat Lucifer dan kawan-kawan yang sedang menghangatkan badan di sekeliling kobaran api.
Entahlah!
Wilson memang selalu banyak otak, dan selalu banyak cara, dia tahu mungkin saja akan sedikit membutuhkan kayu bakar dan makanan, karena dia sendiri tahu perjalanan ini akan sangat rumit, karena itulah, dia membawa persediaan banyak seperti itu.
Ada kayu bakar, beberapa rusa, dan hasil panahan dia sejak dalam perjalanan di hutan yang lalu.
Bahkan bisa terlihat dengan jelas, pemuda itu memiliki barang bawaan yang lebih banyak di banding dengan ketiga kawan lainnya. Dia sungguh sangat jauh memikirkannya.
Brrrrrtttttt!!
Suara api unggun yang terkena angin sepoi-sepoi di malam hari yang tepatnya berada di tengah gurun membuat tubuh mereka semakin hangat saja. Tiupan angin itu makin lama makin membuat api menyala cukup besar, hingga akhirnya, kayu bakar mereka terlihat hampir habis di lalap si jago merah.
"Aku bingung dengan tempat ini!" ucap Rosella sambil memandang di seluruh tempat yang tertuju oleh kedua matanya, "bukankah kita baru saja melalui hutan rimbun yang sangat gelap, tapi, kenapa tiba-tiba saja langsung menemui tempat tandus semacam ini!? mustahil sekali bagiku, tempat yang subur, lalu tempat yang tandus seolah hidup berdampingan!" dia terlihat merecoh sendiri, bertengkar dengan kebingungan di dalam otaknya.
"Bak negeri dongeng, itulah yang bisa aku katakan untuk menggambarkan bagaimana tempat ini," sahut William menyambung perkataan Rosella.
Namun terlihat dengan jelas, kalau Lucifer sama sekali tidak menggubris mereka berdua. Dia tetap saja menyantap daging rusa yang telah matang, lalu setelah itu membuang tulangnya ke sembarang tempat. Hal itu membuat adik kandungnya merasa kesal.
"Hei, kau!" panggil adiknya.
"Um!?" dia hanya terus mengunyah daging dalam mulutnya saja.
"Apa kau sungguh sangat jorok dan tidak berpendidikan!? dasar monster!" umpat adiknya merasa kesal.
"Monster katamu!? jika aku monster, lalu apa bedanya kau denganku!?" perkataannya agak keras, "adik monster! ck! hahahaha... adik monster!" dia terus tertawa terbahak-bahak.
"Dia kenapa!?" tanya Rosella pada William.
"Apa kau lupa siapa dia? dia kan kadang waras, kadang bisa juga gila! dia pasti sedang stres sekarang!" jawab William.
"Aku bahkan lupa kalau dia bisa saja gila!" Rosella hanya terlihat menatap Lucifer dengan aneh.
Hahahaha...
__ADS_1
Hahahaha..
Terus saja tertawa, Lucifer! setidaknya kau jauh lebih tenang, dari pada harus terus mengingat wajah Andrea, buatlah dirimu bahagia dengan caramu sendiri!
Benak Lucifer memberi saran pada dirinya sendiri.
"Aku harap kau segera waras kak!" ucap Wilson pada sang kakak.
"Ya, aku takut dia akan terus tertawa seperti itu, bagaimana kalau dia benar-benar stres!?" tanya Rosella pada dua orang di sampingnya.
"Aku yakin dia memang sudah stres!" jawab William.
Hahahaha..
Hahaha..
"Baiklah," tapi mendadak wajah Lucifer berubah sangat serius, "sekarang kita tidur!"
"Ya, setidaknya kau tidak lagi gila!"
"Tidurlah, ini sudah malam," ucap Lucifer sambil mencoba memejamkan matanya bersandar di kudanya.
Sementara tiga orang lainnya nampak ikut tertidur, dan mulai larut dalam mimpi masing-masing.
Ini sungguh sangat menyulitkan!
Otaknya terus saja memikirkan Andrea, meski dia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melupakan gadis itu meski hanya sejenak, tapi nyatanya, seisi kepalanya hanya ada kecemasan untuk Andrea saja.
Bagaimana aku akan tidur? sedangkan dalam otak dan kepalaku, hanya ada ingatan tentangmu saja! kau sungguh menyiksaku, Andrea! aku ingin segera menemukan kamu! aku tidak mau membiarkan kamu sendirian dengan kawanan serigala itu!
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
"Ah!?" mendadak Andrea di buat terkejut oleh pikirannya sendiri.
Ada selintas pemikiran tentang seseorang yang mendadak muncul di otaknya. Tapi dia sungguh tidak mengingat siapa orang itu, dan bahkan tidak terlihat dengan jelas, bagaimana wajah orang itu.
Siapa dia!? apa dia seseorang yang pernah hadir dalam hidupku!?
"Andrea!!"
Bahkan seolah-olah, ada sebuah suara yang memanggil namanya dengan lirih, dan dengan penuh kecemasan.
Dia semakin di buat resah, tatkala seluruh tubuhnya mendadak gemetar hebat, berkeringat, dan terasa panas.
Hatinya berdebar cukup kencang, seolah hawa panas itu semakin membuat dirinya tak lagi mampu bertahan pada malam itu juga.
__ADS_1
Sementara itu, Jayden dan dua kawan lainnya sudah tertidur dengan pulas, ada yang di atas batu, ada pula yang memilih tidur dengan kudanya, iya, itu si Jayden.
Sementara Andrea terlihat berbaring dengan nikmat di satu lembar daun, yang sengaja dia jadikan alas di atas bebatuan.
Namun ingatan yang datang menghantui itu terasa membuat dirinya tak bisa tertidur.
Siapa yang terus memanggil namaku? apa ada seseorang yang mengikuti kami!?
Dengan rasa takut yang luar biasa, Andrea memilih untuk mendekati Jayden, dan membangunkan pria itu.
"Jay!?" panggilnya dengan suara yang agak lirih.
Namun pria itu pun tidak terlalu mendengarnya.
"Jay, bangunlah!"
Hingga akhirnya, pria itu terbangun, dan mencoba membuka matanya untuk melihat lebih jelas wajah Andrea yang ketakutan.
"Uhm....." mencoba membuka mata, dan merentangkan kedua tangannya.
"Jay!?"
"Ada apa!?" tanya pria itu sambil berusaha terduduk.
"Aku takut," ucap Andrea penuh ketakutan, dan semakin gemetar hebat.
"Kau takut!? baiklah, kemarilah!" menengadahkan kedua tangannya, "tidur di sini! kau tidak akan merasa takut!" ucap Jayden memberi penawaran khusus.
Wow!
Apa yang akan terjadi selanjutnya!?
Apa Andrea akan datang ke pelukan Jayden, dan malah tidur bersama dengan pria itu? atau dia masih punya sedikit kewarasan untik menolak dan lebih baik ketakutan sepanjang malam!?
Andrea terlihat bimbang, bingung apa yang harus dia lakukan sekarang? mana mungkin dia berani tidur dengan Jayden, sedangkan, di hatinya sejujurnya ada pria lain, hanya saja, otaknya sedang terpengaruh oleh mantra itu.
Akankah mantra yang mengendalikan otaknya mampu membuat Andrea terbius, dan menuntun dirinya untuk tidur dengan Jayden!?
Atau hati kecilnya masih mampu melawan mantra itu, dan masih bisa berpikir jernih!?
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Jangan sampe deh, Andrea tidur sama Jay! bisa berabe ini, kalau sampai kejadian π
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
__ADS_1