
Bisik Lucifer dengan lirih di telinga Andrea, hingga membuat gadis itu menggeliat karena sentuhan nafasnya yang terasa menggelikan.
"Lucifer!" panggil Andrea sambil menatap wajah tampan di atasnya.
Tubuh keduanya masih bergoyang, dan masih dalam permainan antara dua kenikmatan yang di adu menjadi satu.
"Um!?"
"Aku benar-benar mencintai kamu!" ucap Andrea membuat aktivitas Lucifer terhenti sejenak.
Dia terkejut mendengar kata-kata yang barusan keluar dari mulut Andrea. Dia terpaku tak berdaya saat telinganya menangkap secarik kalimat yang begitu membuat dirinya mati gaya.
"Kenapa kau berhenti? apa kau tidak pernah mencintai aku?" tanya Andrea dengan lirih.
Sejenak Lucifer terdiam, dia bingung memikirkan kalimat apa yang harus dia keluarkan untuk menjawab pertanyaan dari gadis ini.
"Jawab aku! kau mencintai aku atau tidak?" tanya Andrea lagi, berharap dia mendapat jawaban yang dia inginkan.
Lucifer mendekat ke arah telinga Andrea lagi, lalu dengan lirih membisikkan sebuah kalimat di sana.
"Aku juga mencintaimu..."
Cup!
Kembali lagi dia mencium leher jenjang gadis itu, dan menghisapnya, hingga kini tak terhitung berapa jumlah noda yang terlukis dengan indah di sana.
Keduanya tenggelam dalam permainan lembut nan nikmat itu, hingga tak terasa keduanya telah melaluinya cukup lama.
Api unggun yang pada mulanya berkobar dengan gahar, kini hanya tinggal arangnya saja, memercikkan cahaya yang tak lagi menembus wajah keduanya, sehingga di antara mereka sama-sama hanya samar saja kelihatannya.
Mereka masih asik bermain, hingga akhirnya Lucifer merasa lahar panasnya pun akan segera keluar dengan brutal.
"Ugh! Dre! bolehkah aku melakukannya lebih cepat? aku, Arkh!"
Pria itu bahkan terus saja memejamkan matanya menikmati rasa nikmat di ujung adiknya.
Andrea hanya mengangguk saja, mengizinkan dirinya di gempur dengan keras oleh Lucifer.
Mendapat persetujuan dari Andrea, sontak membuat Lucifer merasa senang. Di kocok saja gua kenikmatan Andrea dengan lihainya, dan pada kesempatan kali ini, dia ingin memainkan segalanya yang ada pada tubuh Andrea, mulai dari dua bola kembar di dada, lalu mulut Andrea yang dia sumpal dengan lidahnya sendiri.
Satu tangan berada di bagian bola kenyal, dan satu tangan lagi menumpu dirinya, sementara lidahnya pun ikut bergoyang di dalam mulut Andrea, menari-nari dengan lihai, menambah nilai kenikmatan hingga terjadilah permainan ganas yang sesungguhnya.
"Uhm, agh! ugh!"
Des*han dan rintihan Andrea semakin keras saja, apa lagi saat Lucifer semakin mempercepat gerakan senamnya, huhh! rasanya seluruh tubuhnya benar-benar bergerak mencari kenikmatan sendiri.
Di pejamkan saja dua mata Andrea. Sementara dua bola kenyal itu terlihat bergerak dan terguncang akibat si jumbo milik Lucifer yang menghujam dan menggoyangkan tubuhnya.
"Agh! Dre! Uhhh!!!"
"Aaahhhh!!"
Suara yang di hasilkan karena keadaan basah di bibir guanya membuat rasa nikmat itu semakin menjadi, hingga akhirnya, si kental itu memuncah jua.
__ADS_1
"Arkh!!"
Permainan berakhir dengan keduanya yang saling berpelukan, melepas kepenatan, bahkan hingga tertidur, meski keduanya terlihat polos, tak tertutup satu helai benang pun.
Permainan di bawah rembulan, dengan sentuhan angin malam nan menusuk, di tambah lagi suara khas dari hutan saat malam hari.
Ya, agaknya kenangan ini akan menjadi kenangan yang tak akan pernah bisa terlupakan.
Hingga pada pagi harinya, mereka masih tidur dalam keadaan berpelukan, di samping api unggun.
Untunglah di antara kawan-kawan mereka belum ada yang membuka matanya.
Lucifer tersadar, dan terbangun dari tidurnya. Mendapati Andrea yang masih pulas tertidur di sampingnya, dia tak tega membangunkan gadis itu.
Tapi malam sudah berakhir, bahkan matahari pun terlihat telah terbit di ufuk timur. Bagaimana dia akan membiarkan gadis ini polos saat teman-temannya bangun nanti?
Arkh!
Lebih baik dirinya dulu yang dia urus.
Bangunlah dia dari tidurnya, dan dengan cepat memakai kembali semua pakaian yang berserakan di atas tanah.
Sementara itu, dia tak punya pilihan lain selain membangunkan Andrea dari tidurnya.
Dia berbaring di sisi Andrea sebentar, lalu mengelus wajah Andrea dengan lembut, dengan begitu Andrea akan segera bangun dari tidurnya.
Cup!
Sekilas dia mengecup bibir ranum Andrea, berharap gadis itu akan segera bangun.
Benar saja, gadis itu langsung terbangun dan membuka matanya. Dia hendak berbicara, namun Lucifer lebih dulu membungkam mulutnya, dan menyuruh Andrea untuk diam.
"Luc!"
"Shuttt!"
Andrea hanya menurut, meskipun dia sendiri sedikit bingung dengan maksud Lucifer.
"Cepat kenakan pakaian kamu, sebelum mereka semua bangun!" ucap Lucifer dengan lirih, sambil membersitkan senyumannya.
Andrea melepas tangan Lucifer yang membungkam mulutnya, dan terlihat lah senyuman terlukis di sana dengan indah.
"Kau takut orang lain melihatku?" tanya Andrea meledek.
"Aish! cepatlah! sebelum mereka bangun!" ucap Lucifer, sambil memberikan kembali dres panjang milik Andrea.
Andrea pun menurut saja, sambil terus tersenyum karena sikap lucu yang di tunjukkan oleh Lucifer barusan, dia bangkit dan mengenakan kembali semua pakaian miliknya.
"Sudah selesai?" tanya Lucifer.
"Sudah!"
"Kalau begitu, ikutlah denganku!" laki-laki itu terlihat menggandeng tangan Andrea dengan mesra.
__ADS_1
"Kemana?"
"Mumpung matahari belum sepenuhnya terbit! kita harus menyaksikannya dari atas bukit!" ucap Lucifer dengan senyuman manisnya.
"Baiklah, mari kita lihat, seberapa indah pemandangan yang harus aku lihat!" Jawab Andrea.
Mereka berdua terlihat mulai berjalan meninggalkan tempat perkemahan, dan bergerak menuju bukit yang tak seberapa tingginya.
Namun dengan langkah yang hanya secepat itu, tidak akan mungkin bagi mereka untuk mendapatkan sunrise terbaik pagi ini.
"Aku akan memberimu tumpangan!" ucap Lucifer sambil melepas pegangan tangannya pada Andrea.
"Apa kau taksi keliling?" tanya Andrea meledek.
"Apa itu taksi keliling?" wajah manusia purba yang polos.
"Hahaha.. tidak jadi, lagi pula kau tidak akan paham apa yang aku bicarakan!" ucap Andrea sambil terus melebarkan senyumannya.
Lucifer tidak mau ambil pusing. Di abaikan saja ledekan Andrea padanya, lalu berubahlah dia menjadi si loreng berwarna oranye bercampur garis hitam dan putih nan gahar.
"Wow! untuk pertama kali dalam hidupku, melihat taksi dari harimau! hahaha..." Agaknya dia sangat puas meledek Lucifer.
"Kau masih tidak ingin naik?" tanya Si harimau loreng itu.
"Baiklah, aku akan naik," ucap Andrea lalu dia pun terlihat naik ke atas punggung harimaunya, yang tingginya mencapai hampir dua meteran.
Huhh!
Bisa di bayangkan betapa tinggi dan gagahnya Lucifer saat dia berubah menjadi si loreng?
Ya, Andrea pun kagum pada sosok itu.
"Kau sudah siap?" tanya Lucifer.
"Aku sudah siap!"
"Pegangan yang erat!"
"Baiklah!" wajah gugup namun terlihat gembira.
Lucifer mengambil ancang-ancang dan kemudian berlarilah dia sekencang yang dia bisa, hingga membuat gadis di belakangnya terlihat amat senang.
"Wohowwwwwww!!!"
"Aku naik taksi harimau!!!!"
"Huuuuuu!!"
"Cepat sedikit! taksi harus lebih cepat dari ini!"
"Hahh! dasar gadis konyol!"
Woshhh!
__ADS_1
"Woooooooooo!!!!!!"
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ