Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Apa Kalian Juga Makan Yang Lain?


__ADS_3

Tangannya gemetar hebat tatkala hampir tiba di luka yang terlihat mulai membengkak.


Hampir seluruh tubuh Jayden di penuhi oleh luka cakaran harimau, dan sudah bisa di bayangkan bukan, bagaimana rasa sakitnya?


Manora hanya bisa memaksa diri untuk mengobati luka di tubuh Jayden yang terlihat semakin parah dari hari ke hari.


Kondisi yang demikian sungguh membuat Manora merasa iba pada pemuda ini. Namun sekali lagi, dia tidak punya kuasa untuk mengatur kehendak Jayden.


Kini yang bisa dia lakukan hanyalah, mencoba bertahan dan menopang Jayden di dalam masa terpuruknya.


"Arkh!!!! Aaaaaarrrkkhhh!!" pemuda itu sungguh memekik dengan kerasnya, bahkan hingga membuat para burung-burung yang bertengger di pepohonan memilih untuk terbang menjauh.


"Tahanlah sebentar! aku hampir selesai mengobati lukamu!" ucap Manora bergetar.


Sang sahabat, Vincent, di sampingnya hanya bisa menunduk saja, tak mampu melihat keadaan Jayden yang semakin parah akibat luka di sekujur tubuhnya yang hampir mengeluarkan nanah.


"Sakit sekali! benar-benar sangat sakit!" ucap Jayden lirih.


Manora memilih berhenti memberinya ramuan, dan membiarkan Jayden istirahat sejenak.


Manora terduduk di sisi Vincent, hingga akhirnya, cemas di wajah Manora semakin terlihat jelas di sana.


Melihat wajah yang semakin memucat, dengan luka yang semakin terlihat membiru, dan mengeluarkan nanah yang sangat berbau.


Dia ingin menangis, meratapi nasib pilu Jayden yang harus hidup dengan keadaan semacam ini.


Ingin sekali dua orang itu memberi saran pada Jayden untuk pergi saja dari ayahnya, tapi, Arkh.. untuk apa di bicarakan lagi? toh! anak itu tidak pernah mau mendengarkan orang lain.


Jika ini yang sudah di ambil oleh Jayden, maka tidak akan ada satu orang pun yang bisa menghentikannya. Termasuk Manora dan Vincent sekalipun.


"Aku bawa rusa, harus membakarnya.." ucap Vincent, sekedar ingin menutupi rasa cemas di antara mereka.


Manora terlihat mengangguk, dan mengiyakan ucapan Vincent, "pergilah! aku ingin tidur sebentar!"


"Ya!"


Pemuda itu terlihat mulai pergi dari gua tersebut, dan terlihat melakukan pembakaran.


Tapi Manora, wanita itu nampaknya tidak bisa memejamkan kedua matanya. Entah mengapa semua yang runyam di otaknya serasa membuat rasa kantuk akibat semalaman tidak tidur, semakin lama semakin hilang.


Sekali lagi dia mencoba terpejam, tapi lagi-lagi dia tidak mampu untuk larut dalam tidur yang nyenyak.


Arkh!

__ADS_1


Soal sekali nasib wanita itu. Bangkitlah dia dari tempatnya, lalu mulai berjalan mendekat ke arah Jayden.


Dia bahkan begitu cemas pada pemuda ini. Tapi pemuda ini? apa dia pernah menyadari akan ketulusan darinya?


Hahh?!


Tidak akan pernah! selamanya Jayden tidak akan pernah tahu, betapa tulus dan sucinya cinta yang telah tertanam di hati Manora untuknya.


Sayangnya, Manora juga bodoh, hingga tetap memilih mencintai pemuda bajingan seperti dia.


Kau sudah dua malam seperti ini, tapi aku bahkan tidak mampu berbuat apapun, aku sungguh sangat berdosa padamu!


Bahkan di hatinya hanya terlukis betapa penyesalan dia yang tidak mampu dan tidak memiliki cukup kekuatan untuk melindungi pria ini.


"Manora! kau mau makan?" tanya Vincent padanya, membuat Manora beranjak dari duduknya.


"Oh!? ya! aku akan segera keluar.." ucapnya agak lirih.


Vincent terlihat keluar lebih dulu, dan terlihat asik menyantap satu ekor rusa bakar bersama dengan rekan mereka yang lain.


"Jay! aku harap, kau akan terbuka suatu hari nanti.."


Ucap wanita itu, sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi dari sisi Jayden yang tengah tertidur.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Akhirnya semuanya telah selesai. Rumah-rumah yang berantakan akibat angin semalam, kini kembali terlihat seperti semula, bahkan terasa jauh lebih baik.


"Kerja bagus, Dre!?" ucap Rosella membuat Andrea seketika memasang wajah aneh.


"Apa katamu barusan? Dre? kau memanggilku dengan sebutan Dre?" tanyanya seolah tidak percaya dengan kedus telinganya, "ahahahahahaa......" tertawa yang sangat puas.


"Apa kau tidak menyukai panggilan dariku?" tanya Rosella padanya.


"No! no, no, aku, aku sangat menyukainya.. panggilan itu terdengar lucu, iya kan Wilson?" tanya Andrea menoleh ke arah Wilson berdiri.


Si pemuda nampak bingung dengan situasi ini. Lebih tepatnya, karena dia memang tidak terlalu memperhatikan topik pembicaraan dua wanita ini.


"Ah?" bingung, "ah, iya, iya, ya lucu sekali.." jawaban ala kadarnya.


"Baguslah, aku suka memanggilmu Dre, ini sungguh panggilan yang sangat menggemaskan.." ucap Rosella seolah menganggap Andrea bak bayinya, "kau adalah bayi kecil kami, iya kan Will?"


"Tunggu dulu!" mendadak menimbrung, "seharusnya yang mendapat julukan bayi kecil kalian itu aku, kenapa dia?" nada kesal yang sungguh luar biasa.

__ADS_1


"Hey, Wil!? apa kau sedang cemburu padaku? ah, yang benar saja...." ledek Andrea pada pemuda itu.


"Ah? tentu saja aku cemburu, aku lebih muda darimu, harusnya aku yang mendapat julukan bayi kecil mereka, bukan kau!"


"Hey, Wilson, kita juga harus melihat, seperti apa wajah yang cocok menjadi bayi kecil kami, kau paham maksudku?" tanya Rosella pada Wilson, "ah! sudahlah! ini hanya masalah panggilan, aku akan tetap memanggilmu, Dre! dan kau akan tetap menjadi bayi kecil kami, iya kan Will?" tanya Rosella pada William.


Yang di tanya hanya tersenyum saja. Ish! dia bahkan sangat tampan saat membersitkan senyuman. Andai saja Lucifer juga tersenyum seperti itu, huhh... sudah pasti hati Andrea langsung mencair di buatnya.


"Baiklah! apa ada yang lapar?" tanya Rosella.


Dan tak di sangka, ternyata tiga orang di sana nampak mengacungkan jari mereka semua.


"Ah? kalian semua lapar? kita bahkan belum mendapat santapan makan siang, bagaimana kalau kita cari buah-buahan di hutan? aku ingin sesekali libur makan daging!" ucap Rosella pada mereka.


"Ah? benar juga apa katamu, aku juga merasa tidak enak setiap hari makan daging terus." Sahut William.


"Ah? aku jadi bingung sama kalian, bukankah kalian ini harimau? kenapa merasa tidak nyaman saat setiap hari harus makan daging? bukankah daging memang makanan kalian para harimau?" tanya Andrea pada semua yang ada di sana.


Namun pertanyaan darinya mendapat respon yang cukup membingungkan lagi. Semua yang ada di sana tertawa cukup puas karena mendengar pertanyaan dari Andrea yang terkesan konyol.


Hahaha...


Hahaha.......


"Kenapa kalian malah tertawa? apa aku salah bertanya?" tanya Andrea bingung.


"Kau tidak salah bertanya, tapi kami merasa lucu dengan pertanyaan itu, huaaaa!!" jawab Wilson, "kami juga bisa makan sayur, buah, atau kalau ada makanan lain, kami juga mau.."


"Oh, jadi kalian bisa makan apa saja? tidak melulu harus daging begitu?" wajah gadis itu masih saja terlihat bingung.


Tiga orang lainnya terlihat mengangguk, memberikan jawaban iya pada Andrea.


"Aku baru tahu, ini salahku yang tidak pernah berbaur dengan alam.." gumam Andrea.


"Ah, sudahlah, kalau terus bicara di sini, kapan mau ke hutannya?" tanya Rosella.


"Baiklah! sekarang kita pergi!"


Mereka berjalan menuju arah hutan, hendak mencari makanan. Begitulah hidup sebagai petualang. Hanya makan saja, masih harus di buat repot!


Pertanyaannya, apa sepulang dari sini nanti, Andrea akan berubah menjadi petualang hebat?


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

__ADS_1


__ADS_2