
"A-apa kau -kau sungguh pernah berciuman dengannya?" kenapa dia mendadak jadi gelagapan?
"Hei, aku pernah mengintip kau dan Rosella saat sedang bergulat di rumahmu, jadi jangan pura-pura polos lagi di depanku, dasar kau!"
"Ah? apa kau yakin pernah melihatnya? ba-bagaimana kau bisa melihatnya? aku bahkan tidak mendes*ah sedikitpun untuk berjaga-jaga supaya tidak ketahuan olehmu.."
"Cih! dasar bodoh! aku dan Andrea melihat sendiri bagaimana bodohnya kau saat mempermainkan Rosella saat itu.."
"Apa? kau sedang berusaha meledek aku?"
"Ayolah, Will! untuk apa membicarakan hal seperti itu, kita berdua sedang dalam masa puber, mungkin memang harusnya mendapat sentuhan semacam itu, aku juga tidak tahu pasti.."
"Jangan bilang kalau gadis itu juga membuat dirimu tidak bertahan lama?"
"Aku belum menyentuh bagian yang lain, hanya bibirnya saja, itu pun membuat aku mabuk, baru aku tahu kenapa para pria menyukai wanita, ternyata dia memang seperti anggur," penjelasan yang aneh.
"Terserah apa katamu, aku tahu kau pun sedang di mabuk cinta dengan gadis itu, aku sarankan, cepatlah buat dia berada dalam pelukanmu, seharusnya dia memang menjadi milikmu, kan?"
"Cih! aku sendiri tidak terlalu yakin, entah suka atau memang benci karena wajahnya yang terlalu mirip dengan mendiang ibuku, aku mungkin hanya mengagumi dia karena kemiripannya dengan mendiang ibuku, tidak lebih dari itu.."
"Tapi soal ciuman, kau tidak bisa membohongi aku, dasar aneh!"
"Sudahlah! tidak perlu membahas hal seperti itu, aku tidak terlalu memikirkannya.."
Prok! Prok! Prok! Prok!!
Riuh tepuk tangan menggema, meramaikan suasana malam itu penuh kemeriahan. Semua orang terlihat tersenyum senang dan mengakhiri nyanyian mereka dengan meminum anggur.
Tak terkecuali Andrea. Dia yang tidak pernah mabuk, jangankan mabuk, melihat bentuk anggur saja dia tidak pernah.
Tapi dia bahkan menenggak anggur pemberian Rosella padanya, dan menikmatinya dengan asik.
Gluk!
"Arkh!"
"Kenapa rasanya segar sekali? minuman apa ini?" tanya Andrea dengan polosnya pada Rosella.
"Itu anggur, kau tidak pernah meminumnya?" ucap Rosella padanya, membuat dia terkejut.
"Apa kau baru saja berkata kalau ini anggur?"
"Iya, ini anggur, bagaimana rasanya?"
"Ini sangat enak, apa bisa membuat seseorang mabuk?"
"Iya, dan kau sudah minum banyak malam ini, mungkin kamu juga akan di buat mabuk oleh anggur ini.." Rosella terkekeh melihat sang sahabat yang mulai terlihat aneh.
"Kemari!" dia datang dan mengambil minuman di tangan Andrea, "jangan terlalu banyak minum! kau akan mabuk nanti!" ucapnya.
"Kau terlambat, Lucifer! dia sudah minum terlalu banyak!" ucap Rosella.
"Hahh! dasar kau!" umpat Lucifer pada Andrea.
Pria itu terlihat terduduk di hadapan Andrea, lalu menatap mata Andrea yang semakin menciut saja akibat pengaruh anggur yang dia minum barusan.
"Dasar payah! kau bahkan tidak pernah meminumnya.."
__ADS_1
"Bagaimana kau tahu?" tanya Rosella pada Lucifer.
"Aku hanya menebak saja.."
Tubuh Andrea perlahan mulai tumbang, dan jatuhlah dia dalam pelukan Lucifer.
"Ups! kau sungguh sangat merepotkan!" pria itu kembali bergumam.
"Bisakah kau mengantarnya menuju ke rumahku? dia harus istirahat sejenak.." Ucap Rosella pada Lucifer.
"Hahh! sungguh merepotkan sekali gadis ini! awas saja kalau sudah sadar!"
"Shuttt!" mendadak jari Andrea terlihat membungkam mulut Lucifer, membuat semua orang di sana terlihat bingung, "jangan banyak bicara, aku ingin tenang.." ucap Andrea setengah sadar.
"Hah, baiklah, akan aku antar kau ke peristirahatan mu!!" ucap Lucifer lalu mengangkat tubuh Andrea yang di buat lemah akibat mabuk.
Kriett!
Di bukalah pintu rumah Rosella, dan masuklah dia ke dalam rumah berpetak kecil itu, lalu membaringkan Andrea di kasur tempat tidur Andrea.
"Kau juga harus tidur, sayangku.." ucap William pada kekasihnya.
"Sayang, kau tahu, kan, ada kalanya kita harus mengalah demi tugas yang sangat langka.."
"Aku sungguh tidak mengerti apa maksud ucapanmu!"
"Aku ingin tidur denganmu malam ini, bisakah kita kembali melakukannya?" percaya diri yang sangat tinggi.
"Ah? me-mela-melakukan apa?" gugup yang tidak bisa di kendalikan.
"Yang itu, masa kamu lupa, si?" bergelayut di lengan William.
"Ah kau ini! pura-pura polos! mau aku ajari lagi!?" gadis ini terlihat sangat ekspresif.
"Ah, tidak, tidak," tolak William agak halus, "kau kan tahu kita belum menikah, bagaimana kalau, kau hamil?"
"Ya kita nikah!"
"Ah?"
"Kenapa dengan dirimu? ayolah! hanya sedikit sentuhan saja, kau pun mau kan?" dia sangat memaksa.
Aku tidak menyangka ternyata dalam cerita ini malah pemeran wanita yang jauh lebih agresif.
Wanita itu terlihat menarik paksa tangan William, dan mengajak pria itu menuju ke rumahnya.
Sekarang di luar sudah sangat sepi. Bahkan para pria yang tadinya berkumpul dan meminum bir bersama sudah bersih, seolah semuanya hilang entah kemana.
Sepasang kekasih itu menuju rumah William, dan menutup pintunya diam-diam. Mereka tidak menunjukkan suara apapun, hanya kemudian, terdengar lah nafas mereka yang memburu, bersamaan dengan keduanya yang saling mem*gut, dan bermain dengan lidah.
Suara nafas yang pada mulanya hanya terdengar memburu, makin malam makin di ganti dengan des*han dan lenguhan kenikmatan.
Pertempuran ganas yang kembali terjadi antara keduanya, membuat malam itu kembali terasa panas, kembali terasa memabukkan, dan kembali terasa bergejolak.
"Umh..."
Mari kita tinggalkan pasangan figuran kita, dan coba kita intip keseruan pasangan utama kita!!
__ADS_1
Di rumah Rosella, Lucifer masih di buat bingung bagaimana caranya membaringkan wanita ini tanpa harus terbangun.
Ia memulai secara perlahan, membaringkan dengan hati-hati, lalu akhirnya, tubuh Andrea berhasil di baringkan di atas kasurnya.
Namun, ada sedikit masalah yang dia dapat.
Tangannya malah tertahan, terjebak di bagian punggung Andrea, dan itu sungguh sangat menyusahkan dirinya.
"Bagaimana aku akan melepasnya?" gumamnya dengan lirih.
"Melepas apa?" gadis itu mulai merecoh tanpa sadar.
"Ah? maaf! tanganku, kau menindihnya!"
Namun gadis itu malah menjawab dengan tidak jelas, semakin merecoh, dan bergerak semakin liar saja.
"Kemarilah harimau kecil! aku akan mendekap mu!" recohnya.
"Ah? lepaskan! kau!" mencoba melepaskan diri dari pelukan Andrea yang membuat dirinya tidak nyaman.
Tapi, apalah daya, dia terjebak pula dalam perangkap mematikan itu.
"Ayolah, Andrea! lepaskan aku!"
"Shuttttt!!!!" dia kembali membungkam mulut Lucifer dengan satu tangannya, sementara satunya lagi masih berada di pundak Lucifer, menahan pria itu pergi.
Dia tidak sadar, karena itulah dia tidak tahu apa yang sedang terjadi.
"Kau sangat cerewet! aku ingin memelukmu, jangan ganggu aku!"
"Tapi posisi ini terlalu sulit, aku bahkan bisa sakit punggung kalau seperti ini terus.."
Puk! puk!
Andrea menepuk kasurnya, "berbaringlah! di sini sangat hangat!"
"Ah?!"
Keringat dingin bercucuran!
Hawa panas mulai memberontak, ingin di puaskan, atau harus menolak!?
Huhh!
Apa yang harus Lucifer lakukan???
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Terjebak di dalam situasi yang menyulitkan diri sendiri?
Bagaimana Lucifer akan lepas dari jeratan wanita yang tengah mabuk itu?
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Silahkan menunggu kembali βΊοΈβΊοΈβΊοΈβΊοΈ
Terima kasih ππ
__ADS_1
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ