
Jalan yang dia lalui sangat terang, seterang matahari terbit dan terus menyorot ke arahnya. Perjalanan Andrea menjadi semakin mudah, apa lagi kehadiran Phoenix yang sangat membantunya.
Kretak! kretak! kretak!
Langkah kaki kudanya yang semakin dekat dengannya, sangatlah berirama, bahkan terkadang Andrea mengelus lehernya karena sangat senang dengan kebahagiaan sang kuda di sisinya.
"Dasar kau! aku sangat menyayangi kamu!" ucap Andrea pada kudanya, yang langsung di sahut saja dengan suara khas dari kudanya.
Hahaha..
Dia tertawa riang, mungkin dia juga gembira karena akhirnya mereka bisa bebas dari sosok Jayden yang kejam itu.
Namun rasanya, entah kenapa Andrea selalu merasa ada yang terus mengikutinya dari balik semak-semak.
Gadis itu memang menjadi sangat awas, apa lagi kali ini suara langkah kaki itu terdengar amat besar di telinganya. Bahkan saat mereka berlari, terdengar pula langkah kaki besar itu ikut berlari. Mungkinkah dia akan bertemu binatang buas lagi.
Merasa benar-benar ada yang tidak beres, Andrea memicingkan matanya, dan menarik kendali kudanya untuk berhenti.
"Tunggu sebentar, Nak!" ucapnya pada si kuda baik hati.
Langkah kaki kuda itu pun berhenti dengan mulus.
Andrea melihat ke sekelilingnya, dan dengan insting kuatnya, dia merasakan hawa kuat binatang buas yang tengah mendekati mereka.
Swosh!
Andrea yang tidak punya perbekalan apapun selain keberanian dari dirinya sendiri hanya bisa mencoba untuk memasang kuda-kuda sebisa dia, dan bersiap melawan apapun dengan tangan kosongnya.
Iya, dia bahkan tidak membawa senjata apapun dalam perjalanan ini. Oh, ini sungguh memusingkan.
"Ada anak manis yang ingin bermain denganku.." Ucapnya sambil membersitkan senyumannya.
Dia punya ide yang sangat cemerlang. Di tempat itu memang banyak tulang belulang binatang yang mati berserakan di atas tanah.
Meski saat ini suasana sudah berubah menjadi terang nan hijau, tapi tulang belulang itu tetaplah ada di sana.
Andrea mengambil satu tulang berukuran segenggaman tangannya, lalu melirik ke arah semak-semak.
__ADS_1
Dedaunan sedikit bergerak, dan itu artinya, memang ada sesuatu yang mengawasinya dari sana.
"Keluar kau makhluk kecil! atau aku yang akan menangkapmu!" mendadak jiwa pendekar itu keluar dari dirinya.
Telah lama ia menunggu, si kecil yang mengawasi pergerakannya masih tidak mau juga menampakkan diri.
Andrea jadi kesal di buat binatang ini, dia akhirnya berinisiatif untuk mengarahkan ujung tulang itu, dan kemudian melemparnya ke arah semak-semak.
Swosh!
Bukk!
"Aduh!!" pekik sesuatu dari balik semak-semak, yang langsung saja membuat Andrea melongo bingung.
"A? apa dia manusia?" tanyanya dengan lirih.
Merasa ada yang ganjil, Andrea akhirnya memilih untuk mendekati sesuatu yang misterius itu, lalu kemudian, dia menemukan seekor beruang besar yang tengah mengelus wajahnya dengan kedua tangannya.
"A?!" sontak saja Andrea terkejut, "kau beruang?"
"Aduh! nyonya, kenapa anda melemparku menggunakan tulang? kau merusak ketampanan yang aku miliki!" ucap beruang itu sambil mengusap bagian hidungnya yang cenat cenut.
"Apa yang anda maksud? tentu saja aku bisa bicara, aku sengaja menyusul nyonya, dan ingin mengikuti nyonya dalam perjalanan ini, tapi pria itu membunuhku, dan aku harus mati lebih dulu!" ucap beruang itu semakin membuat Andrea tidak mengerti.
"A? apa yang sedang kau katakan?" tanya Andrea sambil keluar dari semak-semak dan mencoba duduk di atas rumput.
"Nyonya, kau lupa tadi pagi apa yang kau temui? bukankah kau melihat aku bertarung dengan gagah dengan pria serigala itu?" tanya sang beruang membuat Andrea terkejut.
"A? jadi kau yang bertarung melawan serigala itu? kau yang bertarung dengan Jayden?" tanya Andrea, rasanya masih juga belum terlalu percaya.
"Kau benar, aku yang bertarung melawannya, aku seharusnya sudah mati sekarang! tapi untunglah nyonya yang menolong kami!" ucap beruang lagi-lagi membuat Andrea bingung setengah mati.
"Aish! kau tahu? aku sungguh tidak pernah mengerti apa yang kamu bicarakan! lagi pula katanya kau sudah mati, kenapa masih bisa menyusul aku sampai kemari?"
"Aku sudah bilang, anda yang membuat kami bangkit kembali! entahlah, aku yang di takdirkan untuk kembali hidup, dan buaya itu, dia mungkin sudah menerkam serigala itu sekarang!"
"Apa katamu? buaya menerkam siapa?"
__ADS_1
"Pria serigala itu, aku sungguh senang bisa membalaskan dendamku lewat sahabat lamaku, dia juga tidak bisa hidup sebelumnya, tapi itu karena tidak ada air sungai yang mengaliri kami semua sebagai sumber kehidupan, dan nyonya sudah duduk di batu itu, tanpa sadar anda telah membuka aliran sungai yang deras, dan itu akan jadi tempat tinggal buaya selanjutnya!"
"Ah, aku tetap saja tidak mengerti, sudahlah, jadi apa mau kamu sampai menyusulku kemari?" tanya Andrea sambil sebisanya mengacuhkan percakapan sebelumnya dengan sang beruang.
"Kau datang seorang diri?" tanya Beruang itu pada Andrea.
"Memangnya kenapa?"
"Menurut legenda, seharusnya Martha kedua akan datang bersama seorang pria yang tampan, yang akan menemani perjalanan kamu menuju mutiara itu, dan kau akan memberikannya pada seseorang yang menemani kamu sampai ke ujung di mana kamu harus mengambil mutiara itu!"
"Kau belum puas mendengar jawaban tidak mengerti dariku? ayolah! berkatalah yang sedikit masuk akal, sejauh ini aku hanya berdua dengan Jayden, ada dua orang yang bersama kami, tapi selain mereka, tidak ada lagi!"
"Jadi begitu, ya?! hahaha.. apa mungkin aku pria yang di katakan oleh legenda?" percaya dirinya sangat tinggi dan baik sekali.
"Cih! kau hanya beruang gemuk yang hidup kembali, apa istimewanya bagiku?" ledek Andrea seolah benar-benar tidak puas juga melakukannya.
"Nyonya jangan terus menghinaku," π ( tekanan batin yang sangat kuat ).
"Aku tidak menghina kamu, lihatlah dirimu! kau sangat gemuk, kalau saja kau boneka, akan aku jadikan kau sebagai kasur gulungku saja, kau pasti sangat empuk!" ucap Andrea sambil membersitkan senyuman di bibirnya.
"Kau masih saja meledekku!" muka kesal, "lihatlah dirimu! tubuh kamu saja sangat kecil dan pendek, apa kamu benar-benar pendekar yang di katakan oleh legenda? dari wajah kamu memang sangat mirip dengan Martha, tapi aku juga tidak bisa memastikan apakah memang benar ini wajah asli kamu!" tatapan menelisik yang sangat tajam.
"Terserah saja apa katamu! aku mau pergi! tolong jangan ikuti aku!" ucap Andrea sambil mencoba untuk bangkit dari duduknya, dan berjalan menuju arah kudanya.
"Kau tidak mau mengajak aku ikut bersamamu?" tanya Beruang sambil memasang wajah memelas di sana.
"Kau binatang yang sangat besar, akan sangat merepotkan kalau kau juga ikut! diam saja di tempat kamu, tidak usah mengikuti aku!"
Andrea terlihat naik ke atas kudanya, dan bersiap untuk pergi.
"Tapi nyonya..... jangan biarkan mimpiku pupus! huaaaaaaa!!" πππ
"Aish! dasar anak manja!"
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Sudah paham kalau sebenarnya beruang itu memang hidup kembali, ya, karena tanpa sadar, kedatangan Andrea membawa banyak keajaiban di sana πππ
__ADS_1
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ