Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Kembali Bersama


__ADS_3

"Kau menulisnya dengan sangat baik, Lucifer.." Ucap Andrea di samping ranjang Lucifer sambil membuka buku tulisan tangan Lucifer.


Andrea tersenyum ke arah pria itu, dan meletakkan buku di tangannya.


"Dokter pun tahu kau akan tetap hidup, bagaimana aku bisa tidak percaya kau akan hidup kembali..." Ucap wanita itu sambil memeluk erat tangan Lucifer dengan hangat.


"Kau tak pernah percaya denganku, bukan? bahkan kau hanya menganggap aku ini mimpi, dan sialnya lagi, kau anggap aku kekasih khayalanmu yang tampan.." Jawab Lucifer dengan lemah.


"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Andrea pada pria tersebut.


"Tentu saja aku tahu, bukankah sangat mudah bagiku untuk mengetahui segalanya darimu?"


Mendengar kata-kata tersebut, Andrea melukiskan senyuman lebar di bibirnya.


"Kau menunggu aku selama empat ratus tahun? apa kau tidak pernah tertarik dengan wanita lain?" tanya Andrea padanya lagi.


"Aku sudah kau nodai, mana bisa aku mencari wanita lain untuk bertanggung jawab?"


"Cih! aku menodai kamu? yang benar saja, kau duluan yang menggodaku.." Jawab Andrea.


"Aku dulu? bukankah kau yang selalu menggodaku dengan pesonamu itu?"


"Kau jangan banyak alasan, ya.. Aku ini masih gadis, jadi jangan bicara banyak hal di depan ayahku, kalau tidak, dia tidak akan merestui hubunganku dengan kakek tua sepertimu.." ledek Andrea pada Lucifer.


"Hem! kau yakin, Andrea?"


Andrea tersentak. Menoleh saja dia ke belakang, dan mendapati sang ayah dan ibunya yang sudah berdiri di belakang sana, mungkin sejak tadi mereka juga mendengar semua pembicaraan antara dirinya dan Lucifer.


Arkh!


Bodoh sekali kau ini!


Kau pasti akan kena hukuman lagi, Dre..


Bukankah kau sungguh kapok saat harus di kurung di dalam rumah selama satu Minggu?

__ADS_1


"Hey! pak komandan.." Sapa ibunya Andrea yang baru datang, dan terlihat di tangannya membawa satu kantong kresek yang isinya entah apa, hanya dia yang tahu.


"Hei, Bu! kau bawa apa kemari?" tanya Andrea pada ibunya, ya, sebenarnya sedikit mengalihkan pembicaraan, semoga saja ayahnya Andrea lupa soal barusan.


"Dre, pak polisi, kau masih punya urusan dengan ayah, jadi jangan mengalihkan pembicaraan, oke?" ucap Jack pada mereka berdua.


Seketika dada Andrea bergemuruh dengan cepat, tahu begini dia tak mau membiarkan kakek tua ini bicara satu patah kata pun tadi, huh! awas kau Lucifer, saat kau sembuh, Andrea pasti akan memukul kepalamu sampai benjol.


"Ayah, jangan terlalu di ambil pusing, bukankah kau sudah setuju ingin menjodohkan mereka? lagi pula tidak ada salahnya menikmati malam pertama lebih dulu sebelum menikah, iya, kan?" tanya ibunya Andrea yang lagi dan lagi harus membuat Andrea terkejut.


"Apa? apa maksud ayah? menjodohkan? apa aku dan Lucifer di jodohkan?" Andrea terus mencecar ayah dan ibunya soal perjodohan yang masih saja dia tak paham.


"Yah, ayah menyesal menolak perjodohan dari Sam hari itu, seharusnya ayah juga tidak egois, ingin menjaga dan melindungi kamu seorang diri, kau memang harus segera menikah, Nak! soal kuliah, kau bisa melanjutkannya, bukan?" ucap Jack penuh penyesalan.


"Sam? jadi kau kenal dengan ayahnya Siska?" tanya Andrea pada Lucifer.


"Dia anakku yang baik.." Jawab Lucifer membuat semua orang terlihat mengangkat alisnya.


"Oh, ayolah, jangan buat aku merasa canggung padamu, kau mungkin berusia empat ratus tahun lebih tua dariku, tapi lihatlah wajahku sekarang, aku jauh lebih tua darimu, jadi jangan anggap Sam sebagai anakmu, karena itu artinya, aku juga anakmu.." Ucap Jack pada Lucifer, seketika membuat semua orang tertawa gembira.


"Hei, kau lupa, kau masih punya masalah denganku!" ucap Jack pada Lucifer.


"Masalah apa lagi si, yah? bukankah barusan sudah di katakan, kami boleh melakukannya karena kami akan menikah, benar begitu, kan, katamu?" tanya Andrea sambil terus menggenggam erat tangan Lucifer.


"Aish! awas saja kalau kau tidak menjaga putriku dengan baik, aku pastikan kau akan beruban sama seperti aku.."


Cklek!


"Hai semuanya!!!!"


Teriak seseorang dari arah luar, yang datang entah membawa apa di kedua tangannya. Semua orang pun lagi-lagi harus menoleh dan melihat kedatangannya yang membuat gempar seisi ruangan itu.


"Si ratu berisik sudah datang..." Gumam Andrea pada Lucifer.


"Cih! jadi Siska yang kau maksud itu gadis tengik ini?" ledek Lucifer pada Siska, anak gadis yang sudah dia momong sejak kecil, sampai akhirnya ibunya Siska meninggal pun, Siska harus berada dalam lindungannya, karena pada saat itu, Sam harus bekerja mencari nafkah untuk putrinya itu.

__ADS_1


"Om, kau sungguh makin jahat! aku datang hanya untuk lihat keadaan Andrea, kok! Dre, selamat, ya, kau sudah bertemu dengan Lucifer mu kembali.." Ucap Siska sambil memeluk sang sahabat.


"Terima kasih, Sis, aku bersyukur pernah mengalami kejadian itu di Villa, karena aku tak akan bertemu dengannya kalau aku tak pergi ke sana.."


"Tapi jangan berpikir untuk berterima kasih pada Gilbert, ya! aku tidak akan pernah setuju kau mengatakannya!"


"Haha, iya, iya, aku tahu kamu tidak akan pernah setuju," jawab Andrea sambil tersenyum ke arah sahabatnya itu, "apa yang kau bawa?"


"Oh iya, aku bawa kue, cukup untuk semua orang di dalam ruangan, kok!" jawab Siska.


"Baiklah, ibu juga bawa buah-buahan, sangat bagus kalau kita makan kue dan buah-buahan bersamaan, kalau begitu, mari kita makan.."


Semuanya tersenyum. Di bukalah bingkisan-bingkisan itu, lalu mereka memakannya bersama-sama. Kalian tahu? Andrea dan Lucifer tak pernah berpikir hal ini akan terjadi di masa depan mereka.


Ya!


Takdir siapa juga yang bisa menebaknya, masa depan, dan jodoh, mungkin kita hanya bisa menerka akan hidup dengan siapa, tapi takdir lah yang akan menentukan harus bersama siapa kita hidup.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Tak tak tak tak!


Langkah kaki Andrea yang tengah mendorong kursi roda Lucifer menuju ke arah taman rumah sakit nampak pelan. Entah karena dia merasa berat dengan beban tubuh Lucifer, atau memang karena dia hanya ingin menikmati kebersamaan ini setelah sekian lama, tidak ada yang tahu.


Kini keduanya sudah tiba di taman rumah sakit. Luka Lucifer yang memang sudah jauh lebih baik memang mengharuskan untuk sekedar berjemur di pagi hari di luar, sambil menikmati udara segar di sana.


Duduklah Andrea di depan Lucifer, lalu menatap kekasihnya lekat-lekat, seolah tak ingin lagi ia di landa kepedihan karena harus kehilangan dan berpisah dengan sosok pria ini.


"Apa kau menungguku selama empat ratus tahun, karena kau tahu aku akan kembali padamu?" tanya Andrea pada Lucifer.


Pria itu tersenyum ke arah Andrea, dan mengusap tangan gadis itu dengan lembut.


"Karena aku tahu kau kau masih mengabdikan cintamu untukku.."


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2