Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Pernyataan Dari Manora


__ADS_3

Jayden kemudian terlihat bangun dan beranjak dari tempatnya, mengusap baju kebesaran miliknya yang terkena darah kental sang beruang.


"Aish! ini bahkan jauh lebih jorok dari yang aku kira!" pria itu terlihat mengusap semua yang bisa dia bersihkan, dan sisanya, dia biarkan saja mengotori bajunya.


"Aku harus mengejar dia! entah sudah sampai mana dia sekarang, aku bahkan tidak lagi bisa mencium aroma tubuhnya, tentu saja karena dia memakai jubah kebesaranku!"


Pria itu kemudian merubah dirinya menjadi serigala nan besar kembali, lalu berlarilah dia mencoba menyusul dan menemukan Andrea.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Kini Lucifer dan rombongannya sudah hampir menuju ujung dari hutan yang di penuhi oleh lembah tersebut.


Mereka pun masih terus berjalan, sampai akhirnya, mereka semua berhenti di sebuah titik yang sama dengan jalur yang di lalui oleh Andrea beberapa saat yang lalu.


Tempat itu hanya berada beberapa meter saja dari jurang yang amat dalam. Lucifer berhenti, dan melihat bekas api unggun yang mungkin saja di nyalakan malam tadi.


Sial! kalau saja aku tidak beristirahat, mungkin aku bisa menemukan Andrea sejak semalam!


Benaknya terus berbicara, semakin di buat menyesal dengan kebodohannya sendiri.


Lucifer turun dari kudanya, tapi tidak dengan kawan yang lain. Lucifer melihat beberpaa sisa buah apel dan kulit pisang yang berserakan di sana.


Dia pasti sangat kelaparan!


Hatinya teriris, dan pedih saat dia tahu betapa menderitanya Andrea saat bersama Jayden, namun benarkah Andrea merasa sangat menderita seperti itu saat bersama Jayden!?


"Lucifer!?" panggil William, menyadarkan lamunan Lucifer.


Lucifer terlihat menoleh, dan menatap William beserta ke empat anggota lainnya yang tengah berusaha menunggu di depan sana.


"Mau duduk berapa lama di sana? percuma saja kau merenung, Andrea dan Jayden sudah pergi jauh, kalau tidak cepat, kita tidak akan bisa menyusulnya!" ucap William pada Lucifer, membuat pria itu akhirnya memilih bangkit dari duduknya, dan berjalan kembali ke arah kudanya.


Benar juga! kita harus bergegas, untuk segera menemukan kamu!

__ADS_1


Kali ini Lucifer memilih untuk melajukan kecepatan kudanya, menambah kecepatan untuk kudanya tidak sulit, dia hanya butuh konsentrasi lebih saat mengendalikannya.


"Baiklah, mari kita berjalan lebih cepat!" ucap Lucifer terlihat berjalan ke depan kawan-kawannya, dan berusaha untuk memimpin.


"Tunggu!" namun suara Manora menghentikan langkah kaki Lucifer.


"Ada apa!?" tanya Lucifer, menatap tajam ke arah Manora.


"Ada yang harus aku beritahu padamu!" ucap Manora, dari wajahnya masih saja terlihat ragu, tapi dia benar-benar berusaha untuk segera mengatakannya. Mungkin saat ini dia lebih mempercayai Lucifer di banding dirinya sendiri.


"Katakan saja!" ucap Lucifer dengan yakin.


"Andrea, dia, dia lupa segalanya!" ucap Manora di depan wajah Lucifer secara langsung.


Mendengar perkataan dari Manora barusan, Lucifer terkejut. Pria itu mendekat ke arah Manora, mendekatkan juga kuda mereka berdua, lalu tatapan matanya menjadi sangat tajam saat itu.


"Apa? lupa segalanya?" Lucifer masih saja tidak percaya, dan seakan menganggap ucapan Manora sebagai lelucon.


"Iya, bagimu, apa dia menderita saat berjalan bersama kami? tidak Lucifer! dia terlihat amat gembira, dan tentunya, itu semua karena lupa ingatan yang terjadi padanya!" wanita itu perlahan-lahan memberi semua jawabannya.


"Katakan semuanya dengan jelas, aku tidak mau gagal paham untuk urusan ini!" ucap Lucifer dengan suara yang dalam, membuat Manora terlihat semakin yakin untuk memberitahu semuanya.


"Pria tua itu memberi mantra pada Andrea, supaya dia melupakan semua tentang kamu, dan juga sahabat-sahabat kamu, lalu berpikir kami lah rekan perjalanan dia," ucap Manora.


Semua orang masih mencoba mendengarkan dengan serius.


"Dia lupa segalanya, tapi Jayden berhasil memperlakukan dia begitu istimewa, karena sejak awal, pria tua itu mengendalikan ofak Andrea, dan membuat Andrea berpikir, kalau Jayden adalah kekasihnya!"


"Apa? yang benar saja!" Rosella langsung terkejut tatkala mendengar akhir kalimat yang sangat membuat dirinya geram, "pria tua mana yang kalian maksud? bagaimana kalau aku bunuh saja saat kita sudah kembali? aku sungguh tidak sabar untuk membunuhnya!" sambung Rosella merasa geram.


"Bukan itu yang jadi masalah menurut aku, tapi lebih tepatnya, apa kalian pernah melihat mereka saat melakukan adegan sepasang kekasih?!" pertanyaan William pada Manora dan Vincent membuat hati Lucifer bertambah resah.


Dia mencoba mengatur nafas dan degup jantungnya yang berdebar tidak menentu. Bergemuruh sekali, sampai-sampai kedua telinganya pun bisa merasakan hawa panas dan membakar di sekujur tubuhnya..

__ADS_1


Apa benar mereka pernah....


Dia mulai berpikir yang aneh-aneh, mulai menaruh kecemasan dan kekhawatiran akan semua ini.


Namun dia tidak mau larut dalam bisikan-bisikan yang mencoba menjatuhkan nyalinya. Dia terlihat berbalik, dan kembali menatap arah jalan depan, lalu wajahnya terlihat lebih gahar di banding sebelumnya.


"Baiklah, ini bukan saatnya kita membicarakan sepasang kekasih, karena pada dasarnya, perjalanan ini hanya soal penyelamatan Andrea, jadi mari kita fokus pada hal yang satu itu!"


Lucifer terlihat kembali melajukan kudanya, mencoba jauh lebih cepat dan jauh lebih keras.


Meskipun itu artinya ia harus lebih fokus saat dalam perjalanan, tapi setidaknya dia bisa sedikit melupakan masalah tentang sepasang kekasih yang menghantui otaknya.


Andrea! aku tahu kau tidak akan mungkin serendah itu! aku sungguh percaya, kau tidak akan merendahkan dirimu sendiri, meskipun kau dalam pengaruh sekalipun!


Benaknya terus saja berbicara, mencoba menguatkan dan meyakinkan dirinya sendiri soal gadis itu.


Padahal gadis itu bukanlah siapapun di sisinya, tapi mengapa seolah ada kecemasan dan rasa kesal sendiri saat mendengar William menanyakan pertanyaan yang menang masuk akal itu?


"Kau bertanya hal yang salah, Wil!" ucap Vincent di dalam barisan mereka.


Sementara itu, kuda Lucifer sudah terlihat berada di jarak sekitar sepuluh meteran dari mereka.


"Apa aku sudah salah bertanya!?" tanya William pada mereka semua, yang tentunya dengan wajah polos tanpa dosa.


"Maafkan aku, mungkin ini sangat mengejutkan untuk kalian, terutama untuk Lucifer, tapi aku tidak bisa kalau tidak mengatakannya, aku sungguh percaya pada kalian, bantulah kami untuk mengembalikan jiwa Jayden yang sesungguhnya, jiwa yang seharusnya menjadi patriot, dan pemimpin yang baik bagi kami semua, aku tahu kalian bisa membantu kami!" ucap Manora dengan wajah penuh kesedihan.


Rosella mendekat ke arah wanita itu, dan menepuk pundak Manora dari atas kudanya, lalu membersitkan senyuman indahnya.


"Aku tahu kalau kalian adalah orang yang sangat baik, jangan cemas, ada kalanya kita harus di khianati, karena, pada dasarnya manusia memang tidak pernah luput dari masalah, kami yakin semua masalah ini hanya ada satu jalan keluarnya, yaitu mutiara itu!" ucap Rosella sambil terus tersenyum.


"Kau benar, mutiara itu adalah jalan satu-satunya!"


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Udah sejauh ini, tapi Andrea sama Lucifer belum juga ketemu, duh, semoga cepet di pertemukan, deh 😁😁😁


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2