Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Jatuh


__ADS_3

Mereka berjalan seirama, Andrea yang mengendalikan kekuatan Phoenix nya dengan jari jemarinya yang mungil, dan Lucifer yang perlahan maju menghadapi Lucas yang juga tengah kewalahan menghadapi kekuatan besar Phoenix api milik Andrea.


"Kali ini akan aku kirim kau ke neraka!! biarkan kau di siksa di sana, dan tidak lagi kembali ke dunia ini!!!"


Hiyaaaaaa!!!


Swosh!!


Bom!


Bom!


Ledakan api terlihat begitu jelasnya saat Lucifer dengan gagah berani mencoba menyerang bagian inti dari Lucas, mencari jantung si iblis itu, dan ingin segera menghancurkannya dengan penuh ambisi.


Bles!!


"Arkh?!"


Serpihan-serpihan bara api bercampur daging jatuh dari tubuh Lucas dengan mengerikan, namun iblis itu masih belum mati juga.


"Matilah kau!!"


"Tidak akan!!"


Swosh!!


Syut!


Syut!


Kekuatan Phoenix terus berusaha membakar Lucas dengan apinya yang membara, dengan bantuan pedang berapi Lucifer yang telah menghujam jantung Lucas, seharusnya akan memudahkan mereka dalam menghabisi iblis ini.


Namun rupanya iblis ini masih juga membuka matanya, dan seolah enggan mati bersama.


"Kalau kau ingin aku mati, maka kau pun juga harus mati!!" ucap Lucas dengan suara serak miliknya.


Bles!!


Tangan runcing bak monster milik Lucas berhasil menghujam jantung Lucifer, mengalirkan darah segar dan luka yang cukup mengenaskan dari sana.


Lucifer terdiam, tak mampu bicara atau pun sekedar bernafas. Dadanya sesak sekali, karena sesuatu yang runcing itu benar-benar mengenai seluruh organ dalamnya, tiga jari runcing itu seolah ingin menghabisi dia tanpa ampun.


"Lucifer!!!!!"


Teriak Andrea dari kejauhan, saat mendapati kekasihnya yang tengah terluka parah akibat iblis serakah itu.


Trang!


Sebuah benda bulat dan berkilauan jatuh dan menggelinding di atas tanah, di dekat pertempuran antara Lucas dan Lucifer. Andrea menatapi benda tersebut sampai akhirnya dia menyadari benda itu adalah mutiara miliknya di masa lalu.


Dengan bergegas Andrea mencoba menggapai mutiara itu, karena jika tidak, maka kekasihnya akan tewas di tangan Lucas.


"Tidak! aku mohon!"


Ucap Andrea saat ia mendapati mutiara itu terus menggelinding ke arah api yang berkobar di ujung timur, menampilkan sebuah kawah besar bak berada di gunung berapi.


"Tidak! kemarilah! biarkan aku mengambilnya!!'

__ADS_1


Namun mutiara itu terus saja menggelinding, sampai pada akhirnya, jatuh sudah benda bulat itu ke bawah sana, menuju lautan api yang amat panas, dan kemudian tenggelam hancur tanpa berbekas.


"Tidak!!!!!!!"


Dengan kesedihan yang amat luar biasa, Andrea mencoba untuk tidak larut di tempat itu, ia harus segera bangkit dari sana, dan menolong kekasihnya.


Jika mutiara itu tidak ada, itu artinya nyawa Lucifer pun berada dalam bahaya..


"Hahaha... lihatlah dirimu! kau menusuk jantungku, tapi aku masih bisa hidup! tapi kau, kau telah kehilangan sumber dari kekuatanmu! sekarang kau hanya manusia biasa! bisa apa kau di hadapanku!!"


Jantung Lucifer mulai gelap, dan detakannya semakin lemah, karena mutiara yang bersemayam di sana telah jatuh dan hancur akibat tusukan jari Lucas yang tajam.


Dia tak mampu lagi untuk bergeming, luka di tubuhnya yang kini telah menjadi manusia seutuhnya memang membuat dia tak berdaya.


Namun dari arah bawah sana, terlihat sosok wanita dengan kegagahan dan keberaniannya mencoba untuk kembali mengendalikan burung Phoenix api miliknya.


Dengan sekuat tenaga, Andrea mencoba menyerang Lucas dari sisi yang tidak akan di sadari oleh iblis tersebut.


"Phoenix, bantulah aku!!"


Swosh!!


Brrrrrtttttt


Nyala api membara dengan hebat, melesat bersamaan dengan panah yang melesat dengan cepat menuju ke arah Lucas, lalu tanpa sadar menembus jantung iblis tersebut.


Syut!


Blam!


Dengan cepat Andrea berlari ke arah Lucifer, dan merengkuh tubuh itu dengan kuat..


"Lucifer!!"


Sementara di atas sana, tubuh Lucas perlahan-lahan mulai jatuh, saat ia tak lagi mampu menahan sakit di dalam jantungnya yang terbakar oleh panahan si burung Phoenix, dan juga tusukan dari pedang Lucifer yang usang.


Bayangan kabut hitam Lucas jatuh hingga ke dasar lautan berapi, dan tenggelam sudah tubuh serakah itu di dalam sana, terbakar dan kemudian mati.


"Tidak!!!!!!!!!!!"


Bom!


Bom!


Bom!


Mendadak ledakan besar terdengar begitu memekakkan telinga, dan membuat getaran yang hebat di sekitar mereka berdua.


"Lucifer, bangunlah! kita pergi dari sini!!" ucap Andrea penuh kecemasan.


"Tidak," suara Lucifer sudah semakin lirih, "aku akan mati, kau pergilah, gunakan pedangku untuk membuka pintunya, dan segera pergi dari sini.... atau.. kau.. kau akan terjebak di sini selamanya...."


"Tidak!" Andrea terus menggeleng, tak ingin meninggalkan Lucifer sendirian untuk yang kedua kalinya.


Sementara di sekitar mereka, batu-batu yang berada di atas sudah mulai turun, dan satu demi satu menimpa tanah, menciptakan getaran bak gempa bumi yang hebat di sana.


Andrea masih tak juga bergeming dari tempatnya, meskipun dia berada dalam bahaya saat itu.

__ADS_1


Sang kekasih berusaha untuk meyakinkan dirinya, untuk meninggalkan tempat ini apapun yang terjadi, meski tanpa dia sekalipun.


"Pergilah, tinggalkan aku di sini...."


"Tidak Lucifer!! aku tidak akan membiarkan kau mati!!"


"Pergilah, selamatkan dirimu..."


Bom!


Bom!


Blam!!


"Arkh?!"


Pekik Andrea saat dirinya hampir saja tertimpa batu yang amat besar yang jatuh dari atas.


"Tidak Lucifer!! bertahanlah! aku akan menyelamatkan kamu!!"


Dengan kemampuan khususnya, Andrea kembali mencoba mengendalikan burung Phoenix miliknya, dan mengangkat tubuh Lucifer yang hampir mati.


Sementara dia dengan bergegas mengambil pedang api milik Lucifer yang jatuh di tanah, dan mencoba membuka pintu keluar untuk mereka.


Bertahanlah Lucifer.


"Nyonya, aku akan hilang.. bergegaslah..."


Ucap Si Phoenix samar-samar terdengar di telinga Andrea.


"Apa? jadi kau juga akan hilang?" tanya Andrea.


"Bergegaslah Nyonya, kau harus cepat!!"


Tanpa berbasa-basi lagi, Andrea lekas memukul pangkal pedang milik Lucifer ke sebuah dinding batu, dan dari sana, muncullah sebuah lubang yang besar, yang sama persis seperti pintu masuk mereka semula.


Dengan perlahan, tubuh Phoenix itu pun lenyap, meninggalkan butiran-butiran bara api yang jatuh di atas tanah berapi.


"Tidak!!"


Tubuh Lucifer yang tidak lagi punya penopang, akhirnya hanya bisa ambruk ke tanah. Sementara di sekitar mereka, semuanya sudah berjatuhan, menandakan tempat itu akan segera runtuh.


Dengan cepat Andrea merengkuh tubuh kekasihnya, lalu memapah Lucifer menuju ke dalam lubang api itu.


Mereka tak ingin membuang waktu, karena mungkin, sedikit saja mereka terlambat, mereka pasti akan tewas di tempat tersebut.


"Sayang, cepatlah, kita harus segera keluar..."


Ucap Andrea dengan lirih, sambil terus memapah si badan besar itu keluar dari tempat tersebut.


Grrrrrrrrrr


Tempat itu semakin bergetar hebat, dan tak lama setelah itu, terlihat lah reruntuhan bebatuan yang jatuh dari atas menimpa dan menghancurkan tempat itu, bersama dengan pedang Lucifer yang juga tertinggal.


Akankah mereka berdua selamat dari dunia lain?


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2