Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Andrea Harus Tahu


__ADS_3

"Aku ingin bertanya padamu," ucap Tan Ash pada sang peramal di sisinya.


"Tanyakan saja, tuan! mungkin aku bisa menjawabnya!" jawab sang peramal meyakinkan Tan Ash.


"Dari mana gadis itu berasal? apa dia dari ras kita, atau dia dari kelompok lain?" tanya Tan Ash dengan mantap, "kenapa dia bisa berada di tempat ini?"


Sang peramal terlihat mengeluarkan nafasnya dengan kasar, dan mulai memperbaiki posisi duduknya.


"Dia berasal dari dunia yang baru, dan halaman yang baru! hidupnya di lindungi oleh tembok kokoh, yang mengelilingi dirinya, dan benda tembus pandang yang bisa melihat keadaan di luar, meskipun dia berada di dalam," mencoba menjelaskan, "dia tidak menggunakan kuda atau keledai untuk pergi, tapi beberapa roda yang berputar, dan bahkan jauh lebih cepat menyaingi kuda tercepat saat ini yang kita miliki!"


Tan Ash hanya terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya, pertanda dia sudah sedikit mengerti kalau Andrea berasal dari tempat yang jauh lebih hebat dari tempat dirinya berjuang saat ini.


"Dia kembali ke 400 tahun sebelum dirinya lahir! gadis itu datang dari masa depan! dan itu, sudah pernah di katakan oleh peramal sebelum aku!" ucap sang peramal.


"Hahh! aku tidak terlalu yakin dengan anak itu! apa mungkin dia bisa mengambil mutiara itu untukku?"


"Kau tidak punya wewenang untuk meminta dia memberikan mutiara itu untukmu!"


"Tapi aku juga tidak bisa hidup abadi! aku sudah tua, dan sebentar lagi, ajal pasti akan menjemputku! jika dia memberikan mutiara itu untukku, seharusnya aku bisa hidup kekal..." Ucap Tan Ash, mulai terlihat keserakahannya.


Sang peramal hanya terdiam. Dia memiliki pandangan tersendiri, dan tidak pernah salah akan pandangan masa depan di matanya itu.


"Kau harus bisa membuat dia memberikan mutiara itu untukku!"


"Maaf tuan! aku tidak bisa ikut campur dalam urusan ini! ini adalah urusan tuan dengan gadis itu! aku hanya berusaha mendampingi tuan," jawab sang peramal.


"Hahh! lalu bagaimana bisa membuat dia mengambil mutiara itu? sedangkan, dia sendiri mungkin tidak pernah tahu apa mutiara yang kita maksud.."


"Takdir yang akan menuntunnya, dan takdir pula yang akan menemukan siapa orang yang tepat untuk memiliki mutiara itu kelak."


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Si gadis masih saja terlihat menangis. Meskipun matanya sudah memerah, dan kedua kantung matanya terlihat makin membesar, tapi tangisannya malah tidak kunjung berhenti.


Rosella terus mengusap punggung gadis itu, dan sesekali mencoba menenangkannya.


"Kalau saja aku bisa kembali, aku pasti akan minta maaf pada ayah dan ibuku, lalu Siska, dan aku akan berusaha menjadi gadis yang baik untuk keluarga dan teman-temanku!!" ucapnya penuh penyesalan.


Begitu dalam tangisan Andrea, hingga tanpa di sadari, rupanya dua pemuda yang baru saja terlihat berburu, kini telah sampai di hadapannya.


"Kenapa dia?" tanya Wilson cemas mendapati Andrea yang tengah menangis.


Namun berbeda dengan Wilson yang mencemaskan gadis asing itu, wajah Lucifer malah nampak biasa saja. Dia bahkan tidak terlalu memperhatikan tangisan Andrea.


"Dia ingin pulang!" jawab Rosella dengan pelan.

__ADS_1


Sementara, Andrea masih terisak saja. Dia tidak mampu membendung air matanya, dan malah semakin menjadi.


"Kalau ingin pulang, kenapa tidak pulang saja?" tanya Lucifer dengan dingin.


Seketika saja, dua pasang mata milik Rosella dan Wilson terlihat menatap pria itu dengan tajam, setajam ujung panahan Wilson.


Cihh!


Kata-kata macam apa itu? setajam ujung panahan Wilson?


Hahaha...


Oke!


Kembali lagi pada masa-masa serius mereka berempat.


Melihat tatapan membunuh kedua rekannya, membuat Lucifer menghentikan bualan, omong kosong yang dia keluarkan barusan.


"Lo? kenapa memangnya? benar kataku, kan? kalau ingin pulang, ya, pulang saja!"


Kini tidak hanya Rosella dan Wilson yang geram, tapi Andrea juga sama. Dia terlihat mendongak, menatap Lucifer, lalu menghapus air matanya.


Kini sorot kedua matanya telah berubah menjadi kemarahan.


Brakk!!


"Dasar tidak punya akhlak! bisa-bisanya kamu mengatakan hal itu padaku!" ucap Andrea sambil terus menarik baju berlumuran darah milik Lucifer.


Yang di serang hanya terdiam, tanpa membalas..


"Kau tidak punya hati! kau sungguh biadab! kau manusia yang tidak berperasaan!!" ucapnya melampiaskan kemarahan, dan kegundahan di hatinya pada pria kekar itu.


Hingga tanpa dia sadari, lumuran darah yang masih belum mengering di tubuh Lucifer itu, telah menodai telapak tangannya.


Dia terbelalak. Matanya membulat besar, sambil terus menatapi kedua tangannya yang merah segar akibat menyentuh pakaian Lucifer barusan.


"Hahh???"


Wajahnya pucat pasi, dan seluruh tubuhnya gemetar hebat. Dia mundur ke belakang beberapa langkah, sebelum mendapati tubuh Lucifer yang sangat menakutkan.


"Ka-kamu!! kamu ini.. kamu ini sudah apa?!" tanya Andrea dengan tubuh yang masih saja bergetar hebat.


Mereka semua nampak bingung, pun tidak tahu bagaimana caranya menjelaskan pada gadis ini.


Lucifer terlihat meletakkan hasil buruannya di atas tanah, dan beralih mendekat ke arah Andrea.

__ADS_1


Namun baru satu langkah kakinya mendekat, gadis itu malah makin jauh mundur.


"Jangan mendekat! jangan dekati aku! aku tahu! kau tidak ada bedanya dengan dia! kau sama seperti pemuda yang berubah menjadi serigala kemarin!" dia mundur ketakutan.


Tiga orang di depannya terlihat menghembuskan nafas mereka dengan kasar. Tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk mengatasi gadis ingusan ini.


"Andrea, dengarkan kami.." ucap Rosella mencoba menjelaskan..


"Cukup Rosella! aku sudah tahu semuanya! jangan katakan apapun lagi.." kini wajah Andrea semakin ketakutan, "atau jangan-jangan, kamu juga sama seperti dia!" ucapnya menohok ke arah Rosella.


"Hey! kau!!" sela Lucifer dengan keras.


Pandangan Andrea kemudian beralih pada Lucifer yang mulai terlihat kesal.


"Memangnya kamu ini apa? kamu ini siapa? kami memang seperti ini!"


"Seperti apa yang kamu maksud? Seperti para siluman serigala itu?" tanya Andrea agak lumayan keras.


"Wilson! aku tidak bisa mentolerir anak ingusan ini lagi! kau! bawa dia ke tempat lain, jika kita berubah di sini, semua orang akan mengira ada penyusup! mungkin di tanah lapang jauh lebih baik!" ucap Lucifer tertuju pada sang adik.


Pria itu kemudian terlihat berjalan menuju sebuah tempat. Sementara, dua orang rekan Lucifer terlihat berusaha mengajak Andrea untuk ikut dengan mereka.


"Kau mau tahu siapa kami? kalau begitu, ikutlah!" ucap Wilson pada Andrea.


Namun gadis itu malah meringkuk semakin ketakutan, "aku tidak mau!" tolak Andrea dengan cepat.


"Kau mau tahu atau tidak? kami tidak akan membunuh kamu!" ucap Wilson pada Andrea.


"Andrea, mungkin kami tidak tahu siapa kamu, tapi ada baiknya, kalau kamu tahu siapa kami semua.." Ucap Rosella pada Andrea.


Mendengar ucapan Rosella yang membujuknya dengan nada bicara yang lumayan halus, membuat hati Andrea mulai tergerak.


Perlahan, Andrea menganggukkan kepalanya, dan akhirnya mengikuti ajakan dua orang itu, untuk berjalan menuju tempat lapang.


Apa yang akan terjadi selanjutnya? apa mungkin Andrea akan terkejut, saat melihat siapa sesungguhnya mereka semua?


Ayo!!


Mampir dulu di sini!!


Jangan lupa tinggalkan jejak, ya.. ☺️☺️☺️


Terima kasih πŸ™πŸ™πŸ™


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2