Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Bertarung Dengan Lucas


__ADS_3

Blam!


Tubuh Lucifer di jatuhkan, di banting berulang kali oleh Lucas, iblis neraka yang bangkit kembali setelah empat ratus tahun berada dalam kematian.


Entah mengapa takdir memberi kesempatan untuknya mencicipi kehidupan kedua, namun kali ini, tidak bisa di pastikan, apakah Lucas akan selamat dari Lucifer, ataukah iblis itu akan kembali mati, dan kemudian tidak akan di beri kesempatan bangkit kembali atau tidak.


Pertarungan masih saja berlanjut. Kali ini Lucas lah yang memimpin jalannya pertandingan, sampai terlihat dengan jelas tubuh Lucifer semakin lemah tak berdaya karena terus di hantamkan pada bebatuan yang terjal.


"Lucifer!!"


Andrea berteriak, saat kekasih hatinya terlihat bak boneka mainan yang tengah di pontang-panting kan ke sana dan kemari, di hantamkan dan hampir pula di habisi.


Dengan akal cerdik Andrea, dia bergegas berlari menuju ke arah pedang berapi, senjata usang milik Lucifer yang masih bisa ia kenali meski pada mulanya dia hanya samar saja mengingatnya.


Dia berlari dengan cepat, sementara dua mister Lu itu masih saja bertengkar, dan juga berusaha menghabisi.


Sedikit lagi dia sampai, menggapai pedang dan kemudian menggenggam pedang itu dengan erat.


Namun sesuatu terasa menimpanya.


Blam!!


"Arkh!!"


Sebuah batu besar retak dan jatuh akibat terkena gempuran dari Lucas dan Lucifer menimpa kakinya yang mungil.


Trang!


Dan pedang berapi milik Lucifer pun terpaksa harus kembali jatuh. Pekiknya menjadi sangat keras, apa lagi sakit di kakinya sudah tidak bisa lagi tertahan, sampai terasa mau putus kakinya.


Lucifer menyadari itu, meski dalam kekalahan yang amat luar biasa.


Tubuhnya juga hampir remuk karena terus di banting ke sana dan kemari oleh Lucas, hingga seakan-akan tiada daya upaya lagi yang bisa ia lakukan selain menyebut nama sang kekasih dengan lirih.


"Andrea...."


"Aaahhh..." Pekik Andrea semakin keras.


Wanita itu berkeringat hebat, kakinya yang tertindih batu besar sudah nampak biru dan memar, mungkin jika di biarkan sebentar lagi saja, ia bisa kehilangan penopang tubuhnya.


"Lucifer! aku tidak bisa bergerak..."


Dengan sakitnya yang amat luar biasa, dia masih mencoba merintih, berpikir Lucifer akan membantu dia memindahkan batu besar dari kakinya ini.


Mendengar rengekan dari kekasihnya yang amat menyakitkan, mendadak kekuatan Lucifer seolah kembali. Tubuh yang pada mulanya sudah lemah akibat serangan bertubi-tubi dari Lucas yang menghujam tubuhnya, kini berangsur-angsur membaik, hingga terciptalah kekuatan besar berkumpul di tangannya.


"Hidup empat ratus tahun, tidak ada gunanya bagimu!!"


Blam!!


Puff!

__ADS_1


Darah menyembur dari mulut Lucifer, meski begitu, dia malah terlihat gahar setelahnya, hingga senyum pun menyeringai di wajahnya yang tampan. Senyum yang bisa di artikan tentang kejayaannya, dan senyum yang mengartikan bahwa kekuatannya telah kembali.


"Kau pikir begitu? Lucas! hidupku selalu berguna, apa lagi kalau sampai aku berhasil membunuh kamu dua kali! hehh! aku akan sangat berguna di dunia ini!!"


Swosh!!


Bukk!


Blom!!


Blom!!


Pukulan maut yang keluar dari tangan Lucifer membuat Lucas terbang melayang, melepaskan jeratan cengkeramannya dari tubuh Lucifer.


Bruk!


Tubuhnya yang lemah pun terjatuh ke tanah, dan membuat Lucifer harus segera bergegas mendekat ke arah Andrea.


Langkahnya yang gontai menuju arah Andrea seakan akan terbang terbawa angin, namun nyatanya dia berhasil melewati jalannya, hingga akhirnya tibalah dia di tempat Andrea berada.


"Lucifer."


"Andrea..."


Dengan sekuat tenaga yang ia miliki di sisa-sisa akhir mereka, ia mencoba mengangkat batu besar itu dari kaki Andrea.


Ia mengumpulkan seluruh tenaganya hanya untuk menyelamatkan kaki wanita ini dari luka yang lebih serius.


"Lucifer..."


Andrea menjadi iba, kasihan sekali pada pria yang ia cintai itu. Demi menyelamatkan nyawanya Lucifer bahkan rela mati untuknya, hanya saja, selamanya, dia tidak akan membiarkan Lucifer mati, bagaimanapun juga, mereka akan berjuang bersama melawan kematian.


Sekuat tenaga Lucifer mengangkat batu itu, sampai akhirnya terdapat celah bagi Andrea untuk menyelamatkan diri.


Dengan cepat Andrea menarik kakinya yang sudah legam dan memar keluar, lalu setelah itu bangkit dan memeluk kekasihnya.


"Lucifer."


Hap!


Pelukan itu terasa amat hangat, pelukan yang seolah lama sekali tidak dia rasakan, kali ini pelukan itu kembali terjadi.


Setelah empat ratus tahun lamanya..


Ya!


Setelah empat ratus tahun..


Senang sekali, saat kembali di dekap dan di sentuh penuh kemesraan oleh tangan kekar Lucifer yang ia rindukan.


"Sayang, aku merindukan kamu..."

__ADS_1


Ucap Lucifer dengan lirih, membisikkan kalimat yang sudah ia tahan selama empat ratus tahun terakhir, namun sayangnya, Lucas tak akan membiarkan hal itu terjadi.


Ia tetap saja ingin mengacau pasangan kekasih ini dalam menikmati masa kerinduan mereka.


Bangkitlah Lucas dari jatuhnya, di ambil dan di angkatlah semua batu-batu kerikil yang berserakan di sana menggunakan kekuatannya, hingga membuat Lucifer dan Andrea harus bergeming dari pelukan mesra mereka.


"Hahahaha... manis sekali pertemuan ini, tapi sayang, kalian akan segera tewas bersamaan..."


Iblis bermata merah itu berpikir akan menghancurkan keduanya di waktu yang sama pula dengan kekuatan besar yang ia miliki.


Namun kali ini Andrea dan Lucifer menghadapinya dengan keberanian. Di ambillah pedang yang mulanya basah terkena air oleh Lucifer, dan dari sana, muncullah kembali api yang berkobar membuat pemandangan yang cukup indah pun juga berani.


"Kau berani melawanku? masih ingin mati di tanganku rupanya...." Umpat Lucifer dengan gagah berani.


Di gandeng saja tangan Andrea dengan erat, sementara tangan satunya lagi ia gunakan untuk memegang pedang usang miliknya.


"Majulah, bayi!!"


Melihat sang penantang mencoba menjatuhkannya, Lucas bergegas merubah dirinya menjadi asap nan tebal yang kemudian bergerak dengan cepat memutari Andrea juga Lucifer di sana.


Bak angin ****** beliung yang berputar memakan korbannya, Lucas pun melakukannya pada mereka berdua, menjebak dua manusia itu di dalam pusaran angin yang amat kencang.


Namun keduanya tidak gentar, juga tidak tumbang.


Sring!


Sebuah kilatan cahaya mendadak muncul dari kening wanita itu, membentuk sebuah lukisan bergambar burung Phoenix yang di penuhi oleh api.


Sinar yang menyelubungi mereka berdua hampir-hampir membuat kabut Lucas perlahan-lahan terpental, dan akhirnya sebuah ledakan pun terjadi.


Bom!!


Bom!


Bom!?


Tubuh Lucas terpental, dan burung Phoenix yang gagah berwibawa nampak memunculkan dirinya di belakang sang Tuan.


"Kau datang di saat yang tepat, sahabat..."


"Aku masih setia bersamamu, Tuanku..."


Swosh!!


Kepakan sayap si burung Phoenix terlihat terbang mengarah ke arah Lucas, seirama dengan kendali yang di lakukan Andrea menggunakan jarinya.


Dengan lihai, Andrea memainkan peran sebagai tuan dari si burung Phoenix api, sampai akhirnya dengan mudah mereka mengalahkan Lucas.


Swosh!


Blam!!

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2