Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Takdir Andrea


__ADS_3

Brrrrrtttttt!!


Suara gemuruh api yang seolah membakar seluruh tubuh Andrea, namun tetap saja gadis itu tidak merasa kepanasan, atau kesulitan sedikitpun.


Dia berkeringat, bahkan dari kedua lubang hidungnya, keluarlah darah mimisan yang begitu banyak, seolah hampir saja membanjiri seluruh tubuhnya.


"Dre!?" Rosella mencoba memanggil-manggil namanya, dengan sekuat tenaga yang dia miliki, namun gadis itu tidak juga terbangun.


"Andrea!?" bahkan saat William juga mencoba memanggilnya, Andrea sama sekali tidak bergeming. Gadis itu masih setia dalam diamnya, dan mencoba merasakan hawa panas akibat api yang membakar tubuh dan rohaninya itu.


Swoshh!!


Mendadak sekelebat bayangan muncul di depan matanya. Bayangan itu seolah bersemayam di kelopak mata Andrea, jadi meskipun gadis itu sedang memejamkan mata, bayangan api itu masih kyga terlihat dengan jelas olehnya.


Brrrrrtttttt!!


Dan api itu, api yang membakar dirinya, makin lama makin panas saja, semakin terasa menusuk, dan membakar bagian dalam dari tubuhnya.


Keringatnya bercucuran semakin deras. Darah mimisannya pun makin lama makin mengucur, dan perlahan juga membasahi pakaiannya.


"Dre!! bangunlah!" dua sahabatnya sudah terlihat cemas, mencoba membangunkan gadis yang biasa mereka panggil Dre itu, namun Andrea tetap saja tidak bergeming dari tempatnya, bahkan bergeser pun tidak sama sekali.


"Dre!! ayolah! bangun!"


Samar-samar Andrea mendengar suara Rosella dan William yang memanggilnya bersahutan, mencoba membuat Andrea terbangun.


Lalu setelah itu, datang pula Wilson dengan kayu bakar yang ada di pundaknya.


Anak itu pun terkejut, tatkala mendapati tubuh Andrea yang di penuhi keringat bercampur darah.


Gubrak!!


Membuang tumpukan kayu bakarnya.


"Dre!!" Wilson langsung saja lari ke arah Andrea, dan mencoba melihat apa yang terjadi pada gadis itu.


"Apa yang terjadi padanya?" tanya Wilson dengan sangat cemas.


"Dia sedang bermeditasi, tapi darah ini keluar dari hidungnya, dan makin lama makin banyak," ucap Rosella penuh kecemasan, "aku mencoba membangunkan dia, tapi dia sama sekali tidak bergerak!"


Rosella terlihat mengusap setiap darah yang keluar dari hidung Andrea dengan sobekan kain bajunya, tapi tetap saja sampai kain itu basah pun, dia tak mampu membendung darah itu.


"Di mana kakak?" tanya Wilson pada William.


"Dia pulang, ada yang harus di bicarakan dengan ayahnya!!" jawab pria itu atas pertanyaan dari rekannya.

__ADS_1


"Apa dia bahkan belum sampai juga ke sini? padahal aku sudah dapat banyak kayu bakar, dia pasti masih bicara dengan pria tua itu!!" ucap Wilson.


Seoshhh!!


Dalam bayangan Andrea, nampak begitu jelas ada sosok yang sangat besar, dengan dua sayap megah, lalu sepasang mata yang berwarna biru, seolah menyalurkan cahaya energi pada dirinya.


Gadis itu terdiam, dan membeku di tempatnya, tak mampu berkata-kata lagi, apa lagi saat dia tahu betapa indah burung itu saat sedang merentangkan kedua sayapnya.


"Kau!!"


Panggil Andrea pada sosok itu dengan lirih.


"Izin mengikuti anda, Nona..."


Bruk!!


Dan anehnya lagi, burung itu terlihat menunduk, membungkuk di kaki Andrea, dan dengan tunduknya, sampai kaki Andrea pun serasa benar-benar di sentuh oleh burung itu.


"Kenapa kau ingin mengikuti aku!?"


Tanya Andrea pada sosok itu.


"Anda adalah pemilik segel yang akan menentukan nasib masa depan ras di bumi, jadi izinkan saya mengikuti dan membantu anda di setiap kesulitan anda."


Jawab burung itu lagi, dengan hormatnya.


Andrea terlihat mengusap kepala si burung raksasa dengan dua sayap megah yang ujungnya terlihat memunculkan api.


"Ikutlah denganku, jadi lah hewan peliharaan yang setia bersamaku, mulai sekarang, aku adalah tuanmu!! datanglah saat aku butuh bantuan kamu.."


Dalam perbincangan di alam bawah sadar itu, Andrea nampak tersenyum, dan begitu senang, karena untuk pertama kalinya, dia mendapat petualangan hebat, dia langsung di kenalkan dan di sukai oleh makhluk istimewa ini.


"Aku senang memilikimu.."


"Terima kasih, Nona.. hamba berjanji, tidak akan mengkhianati dan mengecewakan Nona..."


Andrea tersenyum lagi, lalu mengangguk. Setelah itu, dia merasa sekujur tubuhnya benar-benar sakit, sakit uang luar biasa, bahkan tidak lebih parah seperti saat dia di cambuk dengan besi yang terbakar pada hari itu.


Hingga akhirnya...


Puffffff!!!


Dia memuntahkan darah yang amat banyak dari mulutnya, lalu terlihat memegang dadanya yang lumayan tersiksa akibat kejadian itu.


"Dre!?" panggil Rosella lagi, sambil mengusap dada dan punggung sang sahabat.

__ADS_1


Sementara itu, William terlihat mengambil air sungai dengan menggunakan daun, lalu meminumkannya pada Andrea.


"Kau baik-baik saja?" tanya Lucifer yang entah kapan dia sampainya.


Mungkin sekitar lima menit, atau bahkan lebih sebelum Andrea sadar.


Andrea hanya terlihat menganggukkan kepalanya saja, lalu kemudian tersenyum songar.


"Baguslah, istirahat dulu, jangan terlalu memaksakan diri.." Pesan dari Lucifer, mengisyaratkan betapa cemasnya dia akan kejadian yang baru saja menimpa gadis manis itu.


Pria itu kemudian terlihat pergi ke pesisir sungai, sambil sesekali menoleh, melihat keadaan Andrea yang masih dalam fase kesakitan.


Dia sendiri sejujurnya tahu betapa sakit yang Andrea rasakan saat pertama kali menemui kekuatannya sendiri, tapi, dia bahkan tidak mampu menolong gadis itu.


Mendadak dia tidak mau terlalu terbuai dengan keindahan wajah Andrea yang di padu padankan dengan tubuh molek nan indah itu.


Lucifer benar-benar di buat gila, gila oleh sebuah kata-kata yang baru saja dia dengar dari mulut sang peramal.


Dia sendiri bahkan tidak pernah mengira, pertemuan ini akan terjadi begitu singkatnya. Pertemuan dengan gadis yang datang dari masa depan.


Namun, bagaimana pun indahnya kebersamaan mereka, suatu saat harus ada yang hilang.


Iya, memang harus ada yang hilang. Jadi jangan pernah terbuai atau mungkin sekedar menaruh perasaan pada gadis itu. Karena dia bukan di takdirkan untukmu Lucifer.


"Baru aku tahu, takdir gadis itu di tempat ini, benar-benar sangat singkat!!"


Swoshh!!


Mendadak ingatan itu kembali terngiang, dan di putar otomatis saja oleh otaknya. Suara peramal itu sendiri, dia bahkan masih bisa mendengarnya dengan begitu jelas.


"Dia akan kembali ke tempat asalnya, jadi melakukan perjalanan lebih cepat, itu lah yang lebih baik!!"


Dia membuyarkan pikirannya, dan entah kenapa, rasanya benar-benar sama sekali tidak bisa fokus.


Teringat hari kemarin, saat dia mencium dan dengan mesranya mencoba menaklukkan gadis konyol itu, ah, andai takdir tidak sekejam ini.


Tidak!


Kau tidak boleh terpengaruh akan semua otak negatif yang kamu miliki. Sekarang adalah waktunya kamu berjalan, dan menemukan mutiara itu.


Perjalanan harus benar-benar segera di mulai. Tidak ada waktu lama lagi, gadis itu sudah punya cara sendiri untuk kembali, dan sudah di atur waktunya oleh takdir kapan dia harus kembali, jadi lebih baik, sekarang pikiran tentang petualangan itu.


Iya, mungkin itu sedikit lebih baik..


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Wah, kenapa lagi ini? jangan sampe lah, mereka berdua kenapa napa.. 😐😐


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2