Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Ayah Yang Tidak Peduli


__ADS_3

Mendengar pertanyaan konyol dari Andrea barusan, membuat tiga orang di depan gadis itu hanya bisa saling pandang dan juga bingung.


Jujur saja, tiga orang itu merasa kesulitan untuk menghadapi sifat Andrea yang masih kekanak-kanakan itu.


Kenapa Andrea manja banget si? pikir lah, di dunia aneh seperti itu, dia masih bersikap seperti anak kecil. Mau jadi apa kalau dia terus menerus seperti itu?


Lucifer menarik nafas dia dengan dalam, hingga akhirnya mengeluarkan kembali. Dia mencoba untuk bicara pada Andrea selemah lembut yang dia bisa.


"Andrea, aku tidak bisa menjelaskan semuanya padamu, tapi kamu tidak bisa terus menerus seperti ini di tempat kami," ucap Lucifer, yang juga mendapat anggukan tanda setuju dari dua orang rekannya.


"Dia memang mungkin tidak terlalu suka padamu, tapi, itu hanya hal kecil saja bukan? lagi pula, memang salah kalau kamu tinggal di sana, bukankah hanya ada tiga pria di tempat itu? lebih baik kamu tinggal di sini bersamaku bukan?" tanya Rosella mengembangkan senyuman.


Andrea mengusap air matanya, dan beralih memandang Rosella dengan sorot mata sayu.


"Kau memang benar, tapi yang aku tanyakan, kenapa Tuan Tan Ash begitu membenci aku? kenapa dia tidak suka denganku? aku jadi bingung dengan beliau! aku merasa datang kesini hanya membawa petaka saja.." Ucap Andrea.


"Sejujurnya memang iya!" ucap Wilson pada mereka, hingga tiga orang itu akhirnya menyorotkan mata mereka tajam ke arah Wilson.


"Apa maksud kamu?" tanya Rosella pada pemuda itu.


"Ayah pernah bilang di malam itu, saat aku dan Rosella berhasil menyelamatkan Andrea, dia bilang padaku, andai Andrea mati pun, dia tidak akan peduli, tapi itu sebelum dia tahu, kalau ternyata kerang yang berisi mutiara itu juga akan terbuka tanpa segel saat gerhana matahari yang hanya terjadi setiap seratus tahun sekali..." Jelas Wilson pada mereka semua.


"Aku yakin, ada alasan lain kenapa ayah tidak menyukai Andrea," ucap Lucifer.


Entah mengapa, dia menjadi begitu peduli. Bahkan dia tidak mampu menyangkal, andaikata sang ayah tidak menyukai Andrea hingga akhir, maka dia akan ada di baris paling depan untuk membela Andrea.


Pria itu sejenak berpikir. Mencoba memecah masalah sang ayah yang memang punya dua kepribadian. Satunya tegas dalam mendidik, dan kedua, selalu saja membuat kebingungan.


Itulah dua sifat yang paling menonjol dari sisi sang ayah. Lucifer memang tahu, ayahnya selalu menyembunyikan banyak rahasia darinya di masa lalu. Termasuk kematian sang ibunda, Martha, yang sampai sekarang, Lucifer bahkan tidak pernah tahu apa yang terjadi, dan apa penyebabnya.

__ADS_1


Dia menatap tak tentu arah. Tiga orang di sisinya hanya bisa terdiam dan menunggu Lucifer bangun dari lamunannya.


Hingga akhirnya, dia mengambil sebuah keputusan. Dia selalu yakin dengan langkah yang dia ambil, meskipun tanpa persetujuan dari orang lain sekalipun.


"Malam ini, kita ajak semua orang untuk makan hasil buruan kita, termasuk juga ayah!" ucap Lucifer.


Tiga orang di sana terlihat menatap Lucifer penuh tanda tanya.


🍂🍂🍂🍂


Brakkk!!


Lagi-lagi dia marah dan menghabiskan barang-barang di dalam kamarnya. Mungkin dia perlu perawatan serius untuk membuat emosi dia tidak terlalu membahayakan.


Pikir saja, baru beberapa hari lalu dia menggebrak meja dan menghambur-hamburkan kasur di dalam kamarnya, dan sekarang, setelah seluruh pelayan dia baru saja menggantinya, dia malah melakukannya lagi.


Di depan Zhagler, putranya sedang di obati dengan sangat serius. Dia juga hanya bisa untuk tidak peduli pada masa sulit putra tunggalnya. Ini sungguh membuat kesal saja.


"Bodoh!! tidak berguna! anak tidak ada gunanya!" begitulah umpatan bodoh dari Zhagler untuk putranya yang kini masih dalam kondisi sakit akibat kalah dalam pertempuran bersama Lucifer siang tadi.


Sang putra hanya terdiam saja. Sesekali anak itu terlihat nyengir kesakitan karena luka yang cukup parah.


Tapi mengapa ayahnya seolah tidak peduli? bukannya mengkhawatirkan dirinya yang sedang sakit, tapi ayahnya malah selalu menyalahkan sang putra dengan umpatan-umpatan kasar yang amat menyakitkan?


Jayden merasakannya, tapi dia juga tidak mampu berkata-kata. Baginya, ayah adalah segalanya dalam hidupnya. Setelah mendiang ibunya juga tewas di dalam hutan, dan dia sendiri sebenarnya tidak tahu pasti penyebab kematian ibunya beberapa tahun yang lalu, ayah adalah segalanya, dan ayahnya hanyalah satu-satunya orang yang dia miliki.


Sejujurnya yang membuat Jayden merasa dendam pada The Tiger adalah, bisikan kejam dari ayah dan Lucas di saat itu.


Mendiang ibunya yang memang sudah di temukan tewas di dalam hutan, dan kawasan hutan milik The Tiger lah yang menjadi awal mula masalah.

__ADS_1


Zhagler yang mengatakan sebuah cerita pahit tentang kematian ibunya, yang di katakan adalah ulah dari salah satu kelompok The Tiger. Tentu saja tanpa sadar, itu adalah bisikan licik dari Lucas di telinga Zhagler.


Pria neraka itu hanya ingin membuat dunia terpecah belah. Dan pada saat itu, dia lah yang akan menjadi penengah lalu secara otomatis menjadi pemersatu tiga kelompok di dunia ini.


Namun sekarang, setelah Lucas tahu, kalau mutiara itu bisa membuat dirinya memiliki kekuatan yang luar biasa, dia pun juga berpikir, kekuasaan mungkin akan berjalan mengikutinya, dia jadi lupa, dan akhirnya bersikukuh untuk mendapat mutiara itu sebelum terjadinya gerhana matahari yang mungkin akan terjadi beberapa bulan, atau mungkin hanya beberapa minggu saja.


Oke!


Kembali pada Zhagler dan putra bodohnya, Jayden.


"Hanya di beri tugas untuk mengambil gadis itu dari tangan mereka, padahal ini adalah waktu yang sangat tepat!!" ucap Zhagler sekali lagi menyudutkan putranya.


Namun Jayden masih saja belum bergeming dari tempatnya. Dia masih terduduk di tempat yang sama, sambil sesekali menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


Ayahnya kemudian berbalik, setelah lama membelakangi Jayden, lalu menatap kedua mata Jayden dengan tajam.


"Kau!! sebelum kamu mendapat gadis itu, dan membawa dia di hadapan ayah, kau tidak boleh masuk ke wilayah ini!!"


Deg!


Mendengar perkataan sang ayah, yang mengancam dirinya secara serius, membuat Jayden tersentak.


Ada rasa penolakan yang amat dalam, dan bergejolak ingin sekali memberontak, dan bertanya mengapa dia di perlakukan secara tidak adil.


Tapi dia berpikir mustahil!


Ayahnya bukan orang yang bisa dia lawan, atau mungkin bisa dia sentuh. Sifat yang keras, dan tidak ada rasa kasihan terhadap Jayden sedikitpun, membuat Jayden hanya bisa berdiri, lalu pergi untuk mengalah.


Sementara ayahnya, tanpa peduli rasa sakit yang di derita sang putra, dia masih saja berpikir dengan licik, mencoba berpikir bagaimana dia bisa mendapatkan mutiara itu.

__ADS_1


Bagaimanapun juga, mutiara itu harus menjadi milikku!!


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


__ADS_2