
Mereka terluka oleh sebuah sayatan pedang dari bayangan itu. Kini hanya tinggal sekitar dua ratusan anggota yang tersisa, dan mereka semua masih tetap menjaga sang tuan dari marabahaya.
Jayden semakin was-was, mengingat bayangan itu berhasil melumpuhkan lebih dari tiga ratus nyawa anggotanya dalam sekejap, dan tanpa memunculkan wajahnya.
"Keluar kamu!!"
Merasa geram dengan bayangan itu, Jayden menyuruh bayangan itu untuk keluar dari persembunyiannya, ingin tahu saja siapa yang telah berani membunuh setengah dari pasukannya di hutan kawasan milik mereka itu.
"Keluar kamu pengecut!!! jangan bersembunyi! kalau berani, hadapi aku secara langsung!!? keluar kamu!!!!"
Ucap pria itu di tengah-tengah perlindungan dari para anggotanya.
Sebuah mata yang menyala merah terlihat mengawasi Jayden dari atas pohon, dengan sosok hitam karena gelapnya malam, tanpa sinar rembulan.
"Keluar kamu!!! jangan jadi pengecut di depanku!!!"
Ucap Jayden lagi.
Bayangan itu hanya memiringkan senyumnya, masih mengawasi Jayden dari kejauhan.
"Belum saatnya aku muncul!"
Ucap bayangan hitam itu usai melihat sosok Rosella dan Manora yang bergerak cepat menuju arah rombongan Jayden.
"Karena mereka yang akan menghabisi kamu, bukan aku!!"
Swosh!!!!
Datang sebuah panah dari arah yang tidak terduga sebelumnya, mengenai tiga pengawal sekaligus. Panahan dari si raja panah yang masih berjarak sekitar delapan puluh meteran dari sisi barat.
Hingga akhirnya Jayden merasa takut dan cemas. Dia ayunkan pedangnya ke sana kemari, bak orang gila yang takut akan di tangkap petugas rumah sakit jiwa.
"Cih! lihatlah dirimu! kau bahkan bukan termasuk lawanku!" gumam Lucifer di sana.
Sampai pada titik berikutnya, saat rombongan Rosella dan Manora terlihat tiba di sana, dengan Wilson yang terus memanah di atas kudanya, dan menghabisi sekitar dua puluh nyawa anggota dengan panahan mautnya.
"Kami datang, Jayden!!!"
"Dan kami datang untuk membunuh kamu!!!"
Lucifer memiringkan senyumannya, dan terjunlah dia dari atas pohon, langsung menuju ke arah para pasukan yang berjumlah ratusan orang itu.
Blam!!!
"Lucifer!?" para sahabat pun agaknya terkejut melihatnya!
"Jayden adalah bagian kalian!! ini tugas akhirnya!!"
Manora dan Rosella terlihat mengangguk, sambil berusaha merubah diri mereka menjadi manusia biasa, dan kemudian terlihat melayangkan pedang mereka dengan kompak.
Brrrrrrr!
Nyala pedang api mereka pun terlihat, karena amarah mereka, dan dendam di hati mereka untuk Jayden, pedang mereka pun nampak berkobar, menyalakan api yang gahar dan penuh dendam.
Hiyaaaaaa!!
Rosella dan Manora terlihat mengarahkan pedang milik mereka menuju arah Jayden, namun dengan kecanggihan tangan Jayden, pria itu berhasil menangkis serangan demi serangan yang di lakukan oleh Manora dan Rosella padanya.
Peperangan pun tak bisa terhindarkan. Manora dan Rosella yang terus mencoba bertarung dan menghabisi Jayden, dan Lucifer bersama adiknya yang dengan mudah melawan para pasukan serigala gunung itu.
Trang!
Trang!
Trang!
"Mau membunuh aku? kalian masih belum cukup kekuatan untuk itu!!" ucap Jayden pada dua wanita yang ingin menyerangnya.
__ADS_1
"Tapi kami ingin membuat kamu bertanggung jawab pada kematian dua sahabat kami!!" jawab Rosella.
"Cih! kau sungguh munafik! apa lagi kau!!" menatap ke arah Manora.
"Takdir menuntun aku menuju tempat yang jauh lebih baik dari pada di sisimu!!"
Hiyaaa!!
Trang!
Trang!
Trang!
Wosh!!
Blam!!
Dan suara-suara menakutkan dari pertempuran mereka semakin terdengar jelas sampai malam semakin larut.
Lucifer terus menumbangkan satu per satu anggota yang berhadapan dengannya dengan sangat mudah, apa lagi asik kecilnya, yang kini semakin baik dalam pedangnya..
Mereka berdua cocok bersatu dalam tim penyerangan, dan agaknya, mereka begitu mahir dalam bekerja sama.
"Dengar, Nak! aku tidak ingin kau bersedih, tapi ada hal yang harus kau tahu!!" ucap Lucifer sambil menyerang para musuhnya.
"Aku memang harus tahu segalanya!!"
Blam!
"Ayahmu meninggal, dan mereka yang telah membunuhnya!!" ucap Lucifer sambil menjatuhkan satu tubuh anggota musuhnya.
Wilson terdiam, sambil mencoba menata degup jantungnya yang sangat berirama dan bergemuruh hebat.
Kabar mengejutkan dari sang kakak membuat dia lemas. Tapi bukannya dia akan lemah menghadapi mereka semua.
Bangkitlah anak laki-laki itu, dan dengan amarah yang ada di hatinya, dia menumpas semua pedang yang mengarah kepadanya.
Trang!
Swosh!
Blam!
"Dasar kutu rambut!!" umpat Wilson pada mereka semua, sambil terus menjatuhkan mereka dengan pedangnya yang tajam.
"Malam ini, kau pun harus mati!!" ucap Wilson lagi.
Sementara itu, Lucifer pun masih sama, terus menyerang dan memberantas para anggota yang seakan tidak ada habisnya ini.
"Aku lelah melawan kalian dengan cara seperti ini!!" ucap Lucifer pada mereka semua.
Pria itu pun bergerak dengan caranya sendiri, lari secepat yang dia bisa, memutari mereka semua, dan sambil menjulurkan ujung pedangnya, hingga akhirnya satu per satu para anggota itu pun ambruk, tak lagi tersisa.
Bruk!
Bruk!
Bruk!
Hosh Hosh Hosh!!
Nafas dua kakak beradik itu terdengar memburu. Dengan keringat yang bercucuran membasahi mereka berdua, nampak semakin gagah saja mereka setelah menjadi pemenang dalam pertempuran ini.
"Di mana dia?" tanya Lucifer pada adiknya.
Adiknya terlihat bingung, dan jangan lupakan juga rasa sedihnya..
__ADS_1
"Dia....."
Melihat ekspresi adiknya yang terlihat tak mampu melanjutkan kata-katanya, membuat Lucifer mengetahui dan menyadarinya...
Pria itu terlihat menganggukkan kepalanya, dan mencoba untuk tegar menghadapi semua ini.
"Ya... seharusnya memang begitu..."
Trang!
Blam!!
"Arkh?!"
Pekik Rosella terdengar usai Jayden menusukkan pedang ke tubuhnya.
Brukk!
Ambruklah Rosella dengan darah yang keluar dari mulutnya..
"Rosella!!!"
Teriak Manora yang kemudian juga mendapat serangan berulang kali dari Jayden.
Di tendang, di pukul menggunakan pangkal pedang, dan injak tubuh Manora dengan kakinya, seolah dia ingin sekali menyiksa pengkhianat ini.
"Kau wanita yang sangat menjijikkan! wanita yang paling aku benci di dunia ini! wanita pengkhianat!!"
Bukk!
Bukk!
Dam!!!
Blam!!
Brukk!
Puffffff!!!
Darah segar menyembur juga dari dalam mulut Manora, saat tubuh wanita itu telah ambruk di atas bebatuan.
"Kau tidak tahu betapa memalukannya seorang pengkhianat seperti kamu!!" ucap Jayden sambil melarak pedangnya mendekat ke arah Manora.
"Kau bahkan mengkhianati ayahmu sendiri! kau harus tahu betapa memalukannya dirimu sendiri di banding aku!!!"
"Aku tidak butuh ocehan dari mulut hinamu itu!!"
"Aku tidak peduli apa katamu!! bunuh aku! bunuh aku dengan pedangmu, dengan begitu, aku tak lagi berdosa, aku akan bahagia bersama dengan Vincent yang aku sayangi!!"
"Baiklah! akan aku kirim kau ke neraka!!"
Hiyaaaaaa!!!
Swosh!!
Blam!!!
Namun belum juga Jayden mengirim Manora ke alam baka, datanglah Lucifer mendorong tubuh Jayden, hingga jatuhlah pria itu menjauh dari tubuh Manora.
"Dasar sialan!! pengecut! pengkhianat!!"
Bukk!
Bukk!
Blam!!
__ADS_1
"Pria menjijikan!!"
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ