
"Mulai sekarang, kalian sudah sah menjadi suami istri.."
Prok! Prok! Prok!!
Wohowwwwwww....
Teriakan dari seluruh tamu undangan atas suksesnya pernikahan di atas pelaminan keduanya.
Sepasang pengantin itu tak malu-malu terlihat saling mendiamkan bibir mereka untuk beradu di depan semua tamu undangan yang hadir di sana, menyaksikan mereka berdua bersatu di atas Altar dan memulai kisah baru sebagai pasangan suami istri yang sah.
"Aku mencintaimu, Lucifer.."
"Aku tahu kau akan tetap mencintaiku, meski kau tahu aku adalah kakek tua yang berusia empat ratus tahun..."
Andrea terkekeh dalam pelukan suaminya, dalam tarian dansa menawan yang tengah mereka lakukan di hadapan puluhan pasang mata.
"Kau bagiku sama seperti empat ratus tahun lalu, saat aku menjumpai kamu dengan kulit yang sangat erotis."
"Apa maksud kamu sekarang aku tidak lagi erotis seperti dulu?"
"Aku tidak mengatakan hal itu padamu.."
"Tapi aku anggap kau mengatakannya.."
Cup!
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Dor!
Dor!
Dor!!
Suara kembang api memeriahkan acara pesta di malam harinya, usai mereka melakukan janji suci pada siang itu.
Pesta yang tak juga besar-besaran, hanya di hadiri oleh keluarga penting Andrea dan juga sahabat-sahabat seangkatan dengan Lucifer.
Mereka bersorak atas keberhasilan komandan tua yang akhirnya mempersunting gadis idamannya juga, dan menemukan cinta mudanya kembali.
Semuanya senang sekali, menuangkan wine ke dalam gelas dan kemudian bersulang untuk meminumnya.
"Bersulang!!!"
Tring!!
__ADS_1
Mereka semua bersorak gembira menikmati pesta yang di gelar di depan rumah Andrea yang baru saja di renovasi selama dua hari dua malam akibat kerusakan parah yang di lakukan oleh pertempuran antara Lucifer dan Lucas.
Dan di malam ini, semuanya menjadi saksi, atas kebahagiaan yang sejak lama di impikan oleh Lucifer, berjumpa dan menikahi gadis muda idamannya.
"Aku tak yakin apa aku harus senang akan pernikahan ini..." Ucap Jack dengan wajah lucu karena menahan air mata di sana.
"Apa yang sedang kau bicarakan? bukankah kau sendiri yang mengantar putrimu menuju pelaminan untuk di pinang oleh laki-laki yang ia cintai?" sang istri terlihat murka, "jangan main-main dengan semua ini, Jack! aku tahu sejak awal kau memang sudah stres karena kehilangan semua dunia uangmu!" sambung dia lagi sambil membawa beberapa kue ke arah sahabat-sahabat Lucifer.
"Hei! para pria!! makanlah hidangan malam ini!! nikmati pestanya dan buatlah malam ini semakin meriah!!!!"
Sementara Jack yang masih terduduk di samping Sam terlihat makin parah menahan air matanya. Apa dia merasa sedih dengan pernikahan putrinya? bukankah seharusnya dia senang?
"Hei, Jack? apa yang sebenarnya membuat kamu sedih?" tanya Sam lumayan perhatian dengan sahabat baiknya itu.
Lama sekali pria itu tidak menjawab, hanya bisa menyeka air matanya yang mencoba mengalir keluar.
"Hahh!"
"What?" Sam makin terlihat bingung.
"Aku hanya sedih, karena putriku harus menikahi pria yang lebih tua dari kakek buyutnya, apa aku salah jika memiliki perasaan seperti itu?"
Brak!
Sam menggebrakkan tangannya di atas meja. Meski terdengar keras, namun hal itu tidak terlihat mengganggu orang-orang di sekelilingnya, termasuk juga Jack.
"Apa itu?"
Apa pria itu sungguh polos? siapa yang tak tahu apa yang di lakukan sepasang suami istri yang baru menikah pagi tadi?
"Kau memang payah! jangan-jangan kau tidak pernah melakukannya dengan istrimu! aku yakin kau punya masalah serius, segeralah pergi ke dokter dan minta obat untuk penyakitmu," beranjak dari kursi tempat dia duduk.
"Kau mau pulang?" tanya Jack lagi dengan polosnya.
"Aku lelah menghadapi sahabat sepertimu," ucap Sam sambil berlalu pergi.
"Oh, ayolah, kau marah lagi, apa kau ini anak kecil?"
Sam hanya terlihat melambaikan tangannya sambil berlalu pergi dari sisi Jack yang sangat menjengkelkan itu.
Namun pesta meriah masih akan terus berlanjut, hingga malam nanti. Dan dari pesta pernikahan itulah sebuah cerita cinta di mulai.
"Kau tahu, Dre?" tanya Siska berbisik pada Andrea.
"Uhm?" wanita itu terlihat biasa saja tak bergeming dari tempat dia berdiri dengan gaun pesta yang masih ia kenakan di tubuhnya.
__ADS_1
"Aku ingin berkenalan dengan pria itu, bukankah dia sangat tampan?" menunjuk salah satu anggota kepolisian.
Andrea di buat tercengang oleh sosok pemuda yang di tunjuk oleh sahabatnya, pemuda yang gagah dan tampan, dan terlihat begitu familiar di matanya.
Lucifer tahu ada yang ia lupakan mengenai pemuda itu. Ia mendapati istri cantiknya sedang menatapi pemuda itu dengan raut wajah terkejut.
Buru-buru dia meninggalkan teman-temannya, dan mencoba menghampiri istrinya.
"Hei, kau minum malam ini?" tanya Lucifer pada Andrea dengan lembut.
"Ya!" jawab Andrea singkat, karena matanya masih saja berpusat pada pria itu.
"Yang jelas itu bukan Wilson!" ucap Lucifer di telinganya..
Ya!
Pemuda itu mirip sekali dengan Wilson, adik kandung Lucifer yang telah lama tewas. Dia juga terlihat lebih gagah dan memiliki postur tubuh yang lebih tegap dari pada dulu.
"Apa dia juga punya kemampuan memanah yang sangat hebat?" tanya Andrea pada Lucifer.
"Sembilan puluh sembilan persen, dia persis dengan adikku, kau mungkin juga akan terkejut saat melihat kawanku yang lain.."
Lucifer terlihat menunjukkan satu pasang kekasih di ujung sana, yang tengah berhadapan sambil bersulang.
"Mereka pun menjadi kekasih di masa kini.." Ucap Lucifer pada Andrea.
Andrea tersenyum, dan senyumannya bertambah lebar saat ia menyadari sahabat-sahabatnya di masa lalu, kini pun hadir di hadapannya, menjadi saksi atas pernikahannya dengan Lucifer.
"Aku memang tahu mereka akan berjodoh, bahkan di kehidupan selanjutnya, mereka akan tetap bersama, bukan?" tanya Andrea pada Lucifer.
"Apa kau tidak berpikir ingin mengenalkan Siska pada pria itu? dia juga sama seperti Wilson yang sendirian sampai ajal menjemputnya, jadi jangan buat takdir mereka seratus persen sama.." Ucap Lucifer dengan lirih pada istrinya.
"Baiklah, kau bawa dia kemari, aku akan membawa Siska untuknya.." Ucap Andrea dengan yakin.
Lucifer tersenyum, di langkahkan saja kakinya ke arah pemuda ber jas hijau army dengan tatanan rambut yang lebih dewasa, dan di ajaklah pemuda itu untuk menghampiri Siska.
"Dre, apa yang sedang suami kamu lakukan? dia mengajak pemuda itu kemari, apa kau yang menyuruhnya?"
"Kita lihat saja seberapa besar kemampuannya menghadapi wanita..." Jawab Andrea sambil tersenyum simpul.
"Hai, aku dengar kau ingin berkenalan denganku?" tanya pemuda itu gugup.
"Ya, mungkin, iya, memang, aku, ya, aku ingin berkenalan denganmu, bolehkah?" jawab Siska dengan canggung.
Andrea dan Lucifer hanya bisa tersenyum sambil berlalu meninggalkan dua muda-mudi itu, memberi waktu untuk saling mengenal lebih jauh.
__ADS_1
"Mari kita tinggalkan pasangan muda itu, karena kita juga punya cerita sendiri di malam ini..."
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ