
Dua panah melesat dengan cepat, dan berhasil membuat dua serigala jatuh dan tewas di tempat.
"Hohh! aku tahu aku pemuda yang hebat!" ucap Wilson terlihat memuji dirinya sendiri.
Kini tubuh Andrea terlihat tiba di barisan depan Teh Tiger yang gagah.
Dia terlihat bersembunyi di sisi Tan Ash, dan melihat para serigala itu berlari mendekat.
Namun pada akhirnya..
Srrrrreeeett!!
Langkah kaki mereka terhenti. Mereka mendapati jumlah musuh yang sangat banyak, sementara mereka hanya tinggal empat saja. Dan itu, berhasil membuat nyali para serigala itu menciut.
"Kali ini gadis itu lolos, tapi aku tidak bisa menjamin, bagaimana esok!" ucap salah seekor serigala itu sebelum akhirnya mereka berbalik.
Mereka akhirnya berbalik, dan pergi menjauh dari sana. Semua perasaan cemas yang terus menyelimuti penduduk desa kini perlahan mulai di gantikan dengan rasa aman.
"Huhh! akhirnya mereka pergi!" ucap William setelah pedangnya hanya bisa melukai satu kaki anggota The Wolf.
Huhh! huhh! huhh!
Sementara nafas Andrea masih saja terdengar memburu, memberi suasana takut tersendiri dalam diri Andrea.
Semua barisan terlihat mulai bubar satu per satu, lalu akhirnya tempat luas itu mulai kembali longgar.
Hanya tersisa Tan Ash, Andrea dan William yang ada di sana. Sementara itu, Wilson terlihat tengah berlari dari dalam hutan, dengan busur panah yang masih ada dalam genggaman tangannya.
"Apa yang terjadi?" tanya Tuan Tan Ash pada Andrea.
Andrea hanya menunduk ketakutan, dan terdiam tanpa berkata-kata.
William juga terlihat menatap mata Andrea yang agak cemas, dan masih terlihat gusar.
"Kau istirahat saja! kamu sudah aman sekarang!" ucap William, yang akhirnya di anggukan oleh Andrea.
Wanita itu terlihat berjalan menuju rumah Tan Ash, hingga akhirnya pria itu membuat langkah kakinya berhenti.
"Malam ini, tidurlah di rumah Rosella! kau bukan anggota keluargaku!" ucap Tan Ash masih saja dingin pada Andrea.
Mendengar ucapan Tan Ash yang memang di tujukan padanya, membuat Andrea memilih untuk pergi menuju rumah Rosella.
Sementara Wilson telah terlihat sampai di tempat mereka. Sama seperti benak William dan Andrea yang bertanya-tanya kenapa Tan Ash mengusir Andrea, Wilson pun bertanya kenapa Andrea pergi ke rumah Rosella.
"Ayah? kenapa Andrea pergi ke rumah Rosella!?" tanya Wilson pada sang ayah.
__ADS_1
Namun ayahnya hanya bisa berbalik dan pergi dengan tongkatnya. Dia mengacuhkan pertanyaan dari putra bungsunya, Wilson, dan yang jelas, dia juga membuat semua orang bertanya-tanya, kenapa Tan Ash begitu membenci Andrea.
"Ada apa?" tanya Wilson dengan lirih pada William.
Dan apa yang di lakukan oleh pemuda itu?
Dia hanya bisa mengangkat bahunya saja, lalu berusaha untuk pergi dari tempat itu. Wilson tidak mau tinggal diam. Dia terus saja berusaha untuk mengejar William, dan mencari tahu jawabannya.
"Hey! kau tahu, kan? ayahku sepertinya memang tidak menyukai Andrea sejak awal, itu masalah besar buatku, kan? bagaimana kalau kami saling jatuh cinta!? bagaimana kalau kami jatuh cinta dan mau menikah, tapi ayahku tidak menyetujui kami?" tanya Wilson pada William yang masih terus berjalan ke arah rumahnya.
Pemuda yang di ajak bicara oleh Wilson nampak tidak menggubris sama sekali. Pemuda itu bahkan terlihat kesal dan gundah.
"Hey, kak! kau bisa bantu aku, kan? aku baru saja membuat Andrea terpukau dengan aksiku menyelamatkan nyawanya dari para serigala itu, dan mungkin, dia sudah mulai jatuh cinta padaku!" ucap Wilson dengan sangat cerewet, "aku tidak mau seperti Kak Lucifer yang masih saja perjaka meski usianya sudah tua! aku mau menikah muda, bisakah kau membantu aku bicara dengan ayah?"
Huhh!
Ocehan-ocehan remaja konyol yang sangat menyebalkan.
Merasa mulai kesal dengan sifat Wilson, William kemudian memilih untuk berbalik, dan menatap kedua mata Wilson dengan tajam.
Kini mereka telah berhenti, usai mereka tiba di depan rumah William.
Merasa William menatap dirinya dengan aneh, membuat Wilson bertanya-tanya.
"Kenapa? ada apa? kenapa kau menatap mataku seperti itu? apa, apa aku bersalah?" tanya Wilson mulai bingung.
"Huhh!! Wilson! kau hanya bisa memanah! biasakan dirimu untuk tidak bangga saat menolong seorang gadis, karena itu juga salah satu hal lumrah bagi kelompok kita!"
Dan setelah itu, William terlihat masuk ke dalam rumahnya dan langsung menutup pintu, lalu menguncinya..
"Kak! Kak Will!!"
Pemuda itu terlihat bingung dengan perkataan William barusan. Dia akhirnya memilih untuk berbalik dan pergi dengan rasa bingung yang masih saja ada di hatinya..
"Apa aku yang bodoh, atau dia yang terlalu rumit dalam berbicara!?"
Wilson terlihat berjalan kembali ke rumahnya, hingga akhirnya dia berpapasan dengan dua rekannya yang baru saja kembali.
"Kak Lucifer? hai Kak Rosella?"
Pada mulanya aku jatuh cinta pada Kak Rosella, namun setelah Andrea datang, aku mungkin tidak lagi menyukai Rosella! hahh! dasar remaja yang konyol!
Benak Wilson.
"Di mana dia? apa kalian baik-baik saja?" tanya Lucifer.
__ADS_1
Yah!
Bagaimanapun dia merasa kesal pada Andrea, tetap saja ada rasa cemas saat mendapati gadis itu berada dalam bahaya.
"Emm, dia, dia," ucap Wilson agak gelagapan.
"Dia kenapa? kemana dia pergi?" tanya Lucifer mulai agak was-was.
"Dia, ayah memberitahu dia, untuk tinggal di rumah Kak Rosella," jelas Wilson dengan lirih.
"Ah? dia ke rumahku?" tanya Rosella.
Wilson hanya mengangguk saja..
Rosella dan Lucifer terlihat saling menatap, hingga akhirnya dua orang itu memilih untuk segera pergi ke rumah Rosella.
"Memangnya ada apa?" tanya Wilson yang kembali harus membuntuti rekannya.
Entah bagi mereka Wilson ini apa, hingga seolah dia tidak terlihat di mata mereka.
Huhh!
Apa mungkin dia seekor nyamuk? yang jelas, dia harimau juga, ya!!
Hihihi..
Mereka bertiga menuju rumah Rosella, dan melihat keadaan Andrea di sana.
Mereka membuka pintu, dan mendapati Andrea yang sedang terduduk lesu di alas tikar rumah Rosella.
Mereka bertiga saling berhadapan, dan tidak tahu harus berbuat apa.
Rosella mencoba mendekati Andrea, dan bertanya pada gadis itu apa yang telah terjadi antara dirinya dengan Tuan Tan Ash.
Rosella terduduk di samping Andrea, dan dua pemuda di muka pintu juga terlihat menyusul.
"Andrea, apa yang terjadi?" tanya Rosella dengan lembut.
Bukannya menjawab, Andrea malah kembali menangis. Tahu lah, gimana manjanya anak mommy!!
Dia menangis terisak, dan merasa seolah dirinya benar-benar gadis pembawa sial.
Yang di sisinya terlihat semakin bingung.
"Kenapa Tuan Tan Ash begitu membenci aku? kenapa dia tidak mau menerima aku di sini? apa aku berbuat salah padanya, hingga membuat dia tidak semudah itu menerima aku di tempat kalian?"
__ADS_1
Deg!!!
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂