Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Pada Akhirnya....


__ADS_3

Wajah Jayden terlihat kesakitan, apa lagi di bumbui dengan keringat yang bercucuran di keningnya.


Pria itu bersandar di pohon besar, dan tengah tertidur dengan lelap.


Melihat situasi yang sangat membingungkan, membuat Lucifer sejenak berpikir dengan keras.


Anak ini bahkan bisa saja mati karena darah akibat dari gigitan buaya itu tak juga berhenti mengalir.


Sementara itu, Vincent dan Manora terlihat berlari ke arah pemuda itu, ya, mungkin mereka masih menaruh sedikit kecemasan untuk si licik itu.


"Jay! bangunlah!" panggil Manora sambil menepuk pipi Jayden.


"Heng! pengkhianat sampai kapanpun juga akan tetap jadi pengkhianat! lihat saja! dia baru saja menjadi bagian dari kita, dan sekarang, saat mereka sudah menemukan Jayden kembali, mereka langsung lupa daratan!" sindir Rosella dengan tajam.


Manora dan Vincent tidak menggubris. Mereka hanya terus mencoba membangunkan Jayden, dan menutup luka gigitan buaya di kaki pria Itu menggunakan kain sobekan baju Vincent.


"Apa dia akan baik-baik saja?" tanya Manora dengan cemas.


"Dia hanya di gigit di bagian kakinya, mungkin tidak akan berpengaruh pada nyawanya." Jawab Vincent sambil mengikatkan kain di luka Jayden.


"Kak, apa kita akan menunggu mereka?" tanya Wilson dengan lirih pada sang kakak.


"Tidak perlu! dengan melihat semua ini saja, aku sudah tahu, mereka tidak pantas untuk aku kasihani!" jawab Lucifer, lalu terlihat bergerak menjauh dari tempat itu, dan kemudian melajukan kudanya secepat yang dia bisa.


Setelah Lucifer terlihat jauh, Wilson dan Rosella pun terlihat menyusul, kini yang ada di posisi paling belakang adalah William.


Pria itu nampak sangat kecewa dengan sosok Vincent yang sangat menyedihkan. Dia terus menatapi Vincent yang tengah mencoba menolong Jayden. Padahal pria itu baru saja dia percayai, setelah sekian lama dia tidak ingin menaruh kepercayaan itu pada Vincent.


Tapi kali ini, dia akhirnya mengerti, sahabat lama bukan berarti tidak akan pernah menimbulkan luka, hanya saja, kadang kau perlu sedikit belajar untuk mengerti luka apa yang pernah dia sayatkan padamu.


Kretak! kretak! kretak!


Sudah cukup puas, dan cukup merasa kecewa dengan pemandangan menyedihkan dari sosok sahabatnya, kini William akhirnya memilih untuk pergi dan menyusul kawan-kawan satu kelompoknya.


Meski rasa sakit itu memang benar masih ada dan masih bisa dia rasakan saat ini, tapi baginya jelas dia terlalu bodoh jika merasa pengkhianat itu akan selalu mengingat dirinya.

__ADS_1


Cih! dia hanya seorang pengkhianat, kenapa aku sampai bisa merasa kasihan padanya!


Sementara itu, Vincent terlihat diam dengan lamunannya. Dia telah berhasil membalut luka Jayden dengan kainnya, namun pikirannya melayang-layang, membayangkan betapa kejamnya dia pada William barusan.


Dia bahkan membiarkan pria itu pergi dengan penuh kekecewaan. Namun bukan tanpa alasan dia melakukannya, itu semua karena, dia sudah bukan lagi orang yang patut William percaya, pria itu, terlalu baik untuk menjadi sahabatnya.


Iya, aku terlalu baik untuk kembali menjadi temanmu, jadi ada baiknya kita memang tidak perlu lagi berteman


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Gadis itu memilih untuk beristirahat sejenak, dan memakan buah-buahan yang dia petik dalam perjalanan.


Dia terduduk di bawah pohon, dan di depannya terlihat setumpukan kayu bakar dan beberapa ikan hasil tangkapan sang beruang untuknya.


Brak!


Beruang itu membantu Andrea berburu, karena sejatinya Andrea memang bukan seorang pemburu dalam dunia ini atau pun dunianya sendiri.


"Terima kasih sahabatku, kau benar-benar sangat baik!" ucap Andrea sambil mengelus beruang dengan manis.


"Aku amat senang saat kau mengusap kepalaku, boleh kau melakukannya lagi? aku akan membakar semua ikan ini kalau kau mau mengelus kepalaku lagi.." Ucap sang beruang dengan amat sangat memohon.


Sang beruang dan kudanya pun ikut mendekat, merasakan sentuhan halus dari tangan mungil Andrea, lalu tanpa sadar keduanya terbuai.


Mereka memejamkan matanya, dan merasakan betapa halusnya sentuhan Andrea yang memabukkan.


"Aku belum tahu siapa nama kalian berdua? apa kalian tidak punya niat untuk berkenalan denganku?" tanya Andrea sambil terus mengelus kepala dua binatang manja ini.


"Aku Modi, aku terkenal paling berbahaya di hutan ini, hehe, maaf aku terlalu membanggakan diri.." Ucap beruang dengan malu-malu.


"Kalau kau sendiri? nama apa yang tuanmu berikan padamu?" tanya Andrea pada kudanya.


"Namaku Demy, dia memberiku nama itu karena aku pun lebih kuat dari ketiga saudaraku!" jawab kuda Andrea.


Andrea menyuapkan beberapa apel pada kudanya, sementara itu, sang beruang masih terlihat ingin bermanja-manja di pangkuannya, hingga akhirnya, terlihatlah petang sudah menjelang.

__ADS_1


Merasa perutnya sedikit lapar, Andrea memutuskan untuk memindahkan kepala beruang yang tertidur dari pangkuannya.


Dia menyandarkan beruang besar itu di atas rerumputan, dan kemudian mulai lah dia menyalakan api.


Cessssss!!


Bzzzzzzzzzzzz


Dia menyalakan api dengan menggunakan dua buah batu yang kemudian di gesekkan, lalu dari situlah api akan muncul.


Tak lama setelah itu pun, api terlihat membakar kayu bakar, dan makin lama, api itu makin membesar, membuat hawa hangat dan nyaman pada tubuh mereka.


Andrea memutuskan untuk membakar puluhan ikan hasil tangkapan sang beruang barusan, sambil terus menatapi langit.


Menatapi langit, pun meratapi nasib. Gadis itu merasa konyol dengan nasibnya sendiri. Awal mula kedatangannya dalam dunia ini yang begitu konyol, dan tidak berbeda seperti sebuah mimpi, lalu makin lama dan makin kesini, dia memang masih mengira dunia ini adalah negeri dongeng, meskipun dia sendiri pernah membaca soal suku manusia yang berubah menjadi harimau dalam sebuah buku.


Tidak dapat dia pungkiri, hatinya memang merasa takjub dengan keindahan dunia yang menang tidak tahu keberadaan pastinya ada di mana.


Namun dunia bak negeri dongeng ini membuat dirinya tahu, seorang gadis tidak selamanya harus di sebut cupu, apa lagi tidak di perbolehkan berpetualang.


Haha... rasanya memang sangat lucu sekali, dia yang pada mulanya di kekang oleh dua orang tuanya, bahkan hanya menghabiskan satu hari penuh di dalam rumah, tapi sekarang, dia sedang berkeliaran bebas di negeri penuh petualangan hebat.


"Kalian tidak akan pernah menyangka anak perempuan kalian ini telah berada dalam dunia yang seperti ini! Heng! aku bahkan tidak mampu menjelaskan pada kalian nanti saat aku pulang," ucap Andrea dengan raut muka penuh kesedihan.


Namun dia mengalahkan perasaannya. Dia lupakan perasaan sesak dan sedih di dalam dadanya, dan mencoba untuk melakukan pekerjaan, ya, setidaknya sedikit membuat dirinya lupa akan semua masalah ini.


"Andrea!!!"


"A?"


Namun panggil seorang wanita membuat dirinya terkejut!


Tak tak tak tak tak tak!


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Wow, kira-kira mereka siapa, ya?


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2