Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Malam Yang Indah


__ADS_3

William terpaku, tak mampu bergerak, atau mungkin berkata-kata. Dia terdiam seribu bahasa, namun matanya seolah tak mampu berbohong. Dia juga terkesima dengan wanita ini.


"Will, aku, aku sudah menyukai kamu sejak lama, tapi, aku, aku tidak yakin, aku tidak yakin kau pun begitu.." ucapnya semakin gugup saja, "Arkh! apa yang aku katakan? sudahlah!" wanita itu memilih untuk bergerak, dan hampir melepas pegangan tangannya dari William.


Namun..


Grep!


"Ah?"


Tangan William dengan cepat menangkap tangan Rosella yang hendak menjauh, lalu menatap kedua mata wanita itu dengan lekat.


Kini salah satu tangan William terlihat meraba pipi Rosella yang lembut, dan sangat dekat.


Nafas mereka semakin memburu, dan detak jantung keduanya semakin jelas terdengar antara satu sama lain, seolah memang tidak ada lagi jarak yang memisahkan mereka berdua.


"Hahh..."


Nafas Rosella yang semakin terdengar memburu, dan mulai terasa panas itu membuat William semakin bergerak maju ke arah wajah wanita itu.


Kini wajah mereka sangat dekat, hingga kedua hidung mereka bersatu, dan terasa sangat lekat.


Dengan perlahan, William bergerak ke arah bibir Rosella, dan mengunci wanita itu di dalam kecupan manisnya yang lumayan lama.


Keduanya terpaut, tak mampu lepas, apa lagi terpisah. Kini api yang nyalanya tidak terlalu terang itu, menjadi saksi, dua insan yang telah bersatu, di dalam balutan asmara yang menggiurkan.


"Aku juga mencintaimu, Rosella...." bisik William, melihat wanita itu kini telah jatuh dalam kungkungannya, bahkan Rosella telah di buat tak berdaya oleh William.


Dia yang gagah, dengan senyuman hangat yang khas, telah berhasil memikat hati seorang wanita pejuang di dalam kelompoknya.


Dan wanita tangguh itu, pun tanpa sadar selama ini membuat William mabuk kepayang.


Keduanya kini telah menikmati indahnya bercinta di malam yang remang-remang. Saling mencium, dan saling menikmati betapa hangatnya sentuhan dan perlakuan setiap tangan yang menyentuh tubuh keduanya.


Tak terasa, mereka bahkan terlalu larut dalam indahnya percintaan yang sangat memabukkan.


Suara des*han, bercampur dengan suara basah yang khas, terdengar begitu memporak-porandakan telinga mereka. Hingga tanpa di sadari, mereka telah menghabiskan waktu yang begitu lama untuk saling menikmati indahnya percintaan ini.


🍂🍂🍂🍂


Andrea kali ini hanya bisa terus tersenyum, saat mendapati dua orang itu begitu lama menghabiskan waktu di dalam rumah William.


Dia tahu kalau rencana ini pasti akan berhasil. Hihihi..

__ADS_1


Maaf Rosella, telah mengejutkan kamu, karena kalau Andrea tidak memaksa kamu, mungkin kamu tidak akan pernah mendapatkan momen seperti ini dengan William.


Hihihi...


Tanpa sadar, Andrea terus saja tersenyum meskipun dia tengah sendiri.


Dan hal itu sukses membuat Lucifer terheran-heran. Pria itu terus saja menatapi Andrea yang bertingkah laku seperti orang gila.


"Dasar gadis aneh!" umpatnya lirih.


Namun agaknya Andrea bisa mendengar. Kuping Andrea memang masih tajam, jangan hanya memuji Lucifer yang memang ahli berburu, karena Andrea juga termasuk gadis pintar di sekolahnya dulu, dan itu juga termasuk karena kupingnya yang masih berfungsi dengan baik.


"Hei! aku bisa mendengarnya!" ucap Andrea mengarah pada Lucifer.


Gadis itu memang sedang membakar hasil buruan tiga sekawan tadi bersama dengan para wanita kelompok tersebut. Suasana di malam itu juga agak ramai, namun tentunya tidak membuat pendengaran Andrea menjadi buruk.


"Oh ya? kau mendengarnya? baguslah! kalau begitu, aku tidak perlu mengumpat lagi, dasar gadis yang aneh!!!" ucap Lucifer dengan lantangnya.


Wajah si gadis nampak memerah, dan lebih parahnya lagi, mendadak berubah menjadi merah padam. Mungkin dia merasa kesal dengan Lucifer.


Tak!


Andrea melempar satu tusukan daging ke arah wadah, kemudian bangkit dari duduknya, mencoba menatap Lucifer dengan tajam.


"Hehh!" berkacak pinggang, "apa maksud kamu? gadis aneh? sejujurnya kau yang aneh! dasar pria es!!" ledeknya berbalik pada Lucifer.


"Menyenangkan katamu?"


"Iya, apa kau sungguh tidak tahu? maka lupakan saja, aku tidak mau membuang waktuku untuk berdebat panjang denganmu.." Ucap Lucifer yang beberapa saat kemudian memilih bangkit.


Dia memang pria yang dingin.


"Eh? mau kemana kamu?" dan anehnya, meskipun dia terlihat kesal, namun dia juga peduli pada Lucifer.


"Apa pedulimu?" tanya Lucifer dengan singkat, lalu beranjak pergi menuju rumah William.


Anak itu! pamit cuma sebentar, tapi sampai aku selesai memotong sembilan daging rusa, dia masih saja belum kembali, apa yang sedang dia lakukan di dalam rumahnya?


Benak Lucifer bertanya-tanya, sambil terus melangkahkan kaki menuju ke arah rumah William.


"Oh tidak!" ucap Andrea setelah dia mendapati sebuah situasi darurat tengah mengancam sepasang kekasih di dalam sana.


Gadis itu kemudian bergegas menyusul Lucifer, dan berusaha untuk mencegat pria itu masuk.

__ADS_1


"Eits! kau tidak boleh ke sana!" cegat Andrea, membuat Lucifer bingung.


"Kenapa?"


"Pokoknya tidak boleh! kau tidak bisa masuk ke rumah William!" dan lagi-lagi, dia mengatakan hal yang sama seperti sebelumnya.


"Aku rasa ada yang aneh.." Ucap Lucifer mulai merasa curiga..


"Ah? tidak! aku hanya, pokoknya jangan masuk ke dalam rumah William, ini adalah perintah dariku!"


"Siapa kamu? berani memerintah saya?" agaknya dia mulai di buat kesal oleh Andrea.


"Hahh! Lucifer, aku tanya padamu, apa dia harus melulu berada di sampingmu? apa dia harus selalu menemani kamu bertempur di Medan perang?" tanya Andrea mulai mengulur pembicaraan, "tidak Lucifer! dia harus punya waktu untuk dirinya sendiri! dan kamu, jangan terus mengganggunya, atau dia tidak akan punya masa depan yang baik!" jelas Andrea antara panjang di kali lebar.


Yang di ajak bicara hanya terdiam seribu bahasa. Dia semakin merasa curiga atas tingkah laku gadis konyol ini.


"Hem, di mana Rosella?" tanya Lucifer mencoba menelisik.


"Ah? Rosella?" bingung, "aku, aku tidak tahu, aku tidak melihat dia.." gugup.


Melihat ekspresi yang sangat mudah di tebak itu, membuat Lucifer mengerti. Ada sesuatu yang terjadi di dalam rumah William, antara William dengan Rosella.


Dia menatap mata Andrea penuh pertanyaan.


"Ada apa menatap aku begitu? apa aku membuat kesalahan?" tanya Andrea pada Lucifer.


"Mereka sedang melakukan apa?"


"Apa? melakukan apa? apa maksud kamu? aku sungguh tidak mengerti, aku hanya.."


"Hanya apa?"


"Aku hanya meminta Rosella untuk bergerak malam ini.." jelas Andrea, atau mungkin dia keceplosan.


"Ooooo," mengangguk-anggukkan kepalanya, "apa kau sungguh tidak penasaran dengan kegiatan mereka di dalam sana?"


"Kegiatan apa? aku hanya menyuruh Rosella untuk mencoba mengutarakan cintanya pada William, memangnya apa yang ada dalam pikiran kamu?"


"Biasanya, saat seseorang mengutarakan cintanya, mereka akan melangkah... lebih jauh..." nada yang menakutkan.


"Apa?" bingung, "apa maksud kamu? apa yang sedang kamu katakan?"


"Hahh! kau mau tahu?"

__ADS_1


"Ah?"


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


__ADS_2