Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Andrea yang Tidak Sadar


__ADS_3

"Berbaring di sampingmu?" tanya Lucifer dengan lirih.


"Hu'um." Mata yang masih terpejam karena mabuk berat dan tidak sadar.


"Tidak! kau sungguh gila! kau perlu datang ke tabib! lepaskan aku!" desak Lucifer penuh pemaksaan.


Aku tidak mau menodai wanita yang masih belum resmi menjadi milikku..


"Tidak! pelukan ini sangat hangat, bagaikan sayur sup daging dengan sedikit rasa pedas, yang aku makan saat dingin, Hem, mendadak aku jadi lapar dan ingin makan sesuatu," merecoh tidak jelas.


"Kau sedang mabuk tapi kelakuan kamu masih saja konyol! menyingkirkan dari tanganku!" dia masih standar saja, belum terlalu kesal.


"Tidak," menggeleng.


"Menyingkir, atau aku akan.."


"Apa yang akan kau lakukan? kau hanya bisa marah dan bersikap dingin, hey, kau! sebenarnya kalau kau tersenyum lebih sering, wajah kamu lebih tampan tahu, tapi sayang, kamu tidak pernah tersenyum di depanku! dasar pelit!" sangat jujur sekali. Ungkapan hati Andrea yang dia pendam selama ini telah berhasil di bongkar oleh mulutnya sendiri.


Kekaguman akan sosok Lucifer yang gagah dan tampan, tapi sayangnya dia tidak ramah. Hum, sejujurnya lebih baik tidak terlalu ramah, dari pada yang manis bak gula, tapi lihatlah contohnya, Si Gilbert itu, dia bahkan ingin menggauli Andrea dengan bebas.


Iya, bisa di lihat sendiri mana yang lebih baik, pendiam tapi agak polos, atau romantis, tapi berbahaya.


Ah, sudahlah! kenapa jadi banyak bicara?


Sekarang kita kembali lagi pada situasi yang menegangkan antara mereka berdua.


"Kau ini sangat tampan, aku pun mengagumi kamu, tapi bagiku, sikap yang terlalu dingin, bisa merusak hubungan kamu dengan seseorang," masih mabuk, "oh iya, aku melihat wajah dan sorot matamu padaku, sejak pertama kali kita bertemu, sebenarnya sama, kau pun menyukai aku, tapi aku tidak tahu pasti, apa kamu memang menyukai aku yang sebenarnya, atau kau hanya menyukai aku karena aku mirip dengan ibumu.."


"Andrea diam!" ucap Lucifer mencoba menghentikan gadis konyol ini.


"Diam!!!!!!!" tapi dia malah berteriak dengan keras.


Shuttttt!!


Membungkam mulut Andrea dengan segera..


"Diam kau!"


"Mmh.. umh..." mencoba berteriak.


"Kalau kau terus mengoceh dan berteriak seperti ini, semua orang akan mendatangi kita, dan kau tahu apa konsekuensi yang harus kita dapat? jadi diamlah! jangan berteriak begitu!" ucap Lucifer makin di buat kesal.

__ADS_1


"Diam kau! aku sedang bicara padamu! jadi kau yang diam! aku sudah mengagumi kamu sejak lama, tapi kamu bahkan tidak pernah melihatku! dasar angkuh! dasar kulkas!"


"Apa itu kulkas?" manusia purba, jadi tidak tahu apa itu kulkas.


😁😁😁


"Sudah aku bilang, untuk diam!"


"Kau sudah lama mengoceh! tidurlah! lepaskan tanganku dan biarkan aku pergi!" ucap Lucifer mulai kesal.


"Baiklah, aku akan lepaskan," dia mabuk, tapi mengoceh begitu banyak, "tapi kau harus menciumku lagi seperti saat kita di sungai.."


"Apa kau gila?!"


"Cium!" memaksa padahal sedang tidak sadar.


Rupanya Andrea bukanlah gadis polos semenjak kenal Lucifer.


"Ba-baiklah, diam dan jangan bergerak," gugup yang luar biasa.


Perlahan Lucifer mendekatkan wajahnya ke arah wajah Andrea. Dengan perasaan yang sangat gugup, dia mencoba melakukan permintaan Andrea, supaya gadis itu lekas tertidur di sana.


Tenang Lucifer, ini hanya sebentar, jangan sampai terbawa mimpi!


Berbeda dengan Lucifer yang terlihat amat gugup, Andrea malah terlihat memajukan bibirnya, membentuk sebuah bentuk yang sangat ekstrim, dan begitu menarik.


Gadis itu bahkan tidak sadar kalau kelakuannya sudah berhasil membuat sesuatu yang mulanya tertidur pulas, kini mulai terasa menonjol, dan agaknya mulai tidak menurut.


Bibir mereka berdua semakin dekat. Hingga dari jarak sekitar tiga sentinan itu, nafas mereka sudah saling beradu, dan lebih terasa panas.


Kini keduanya nampak saling beradu. Di kecuplah bibir Andrea yang ranum, lalu di diamkan saja bibir Lucifer di sana.


Kedua matanya terpejam, agaknya meskipun ini karena keterpaksaan, tapi Lucifer agak menikmatinya.


"Uhm..."


Makin lama kecupan itu makin berubah menjadi liar dan ganas. Kecupan yang mulanya hanya diam, kini semakin berubah menjadi penjelajahan dan petualangan yang sangat menakjubkan.


Bak di sihir dengan keindahan dan kelembutan bibir Andrea yang ranum, Lucifer seolah tidak mampu mengendalikan dirinya. Tidak mampu mempertahankan ketangguhan dan keperkasaannya saat menghadapi apapun.


Di depan wanita ini, dia sama seperti kucing, yang lebih suka berdiam dan bermanja-manja di kaki sang majikan.

__ADS_1


Sifat gahar yang biasa dia lakukan saat menghadapi musuh, saat dia berburu, bahkan saat dia hanya bisa berbicara saja, semua itu entah mengapa bisa lenyap bersamaan ketika kedua matanya menatap wajah gadis ini.


Jujur saja pada kami Lucifer, kalau kau memang menyukai dia, bukan? bukankah kau pun tertarik pada gadis ini sejak awal? kau bahkan mengagumi kecantikan Andrea saat pertama kali kau melihatnya di hutan, apa bagimu ini semua bukan termasuk cinta?


Ayolah! sadarlah Lucifer! kau mungkin saja telah jatuh cinta, hanya saja kau adalah pria yang acuh, kau mungkin masih belum menyadarinya.


"Umh..."


Wanita itu masih sedikit mengeluarkan suara nakalnya, sambil sesekali mer*mas punggung Lucifer dengan kedua tangannya.


Dua manusia itu ternyata malah tenggelam dalam adegan ciuman panas bak di hotel bintang lima, dengan rasa yang tiada duanya.


Kau memang sangat menarik, aku akui itu, kau sungguh cantik, dan juga menawan, kau mungkin memang telah membuat hatiku berubah, entah itu sudah mencintai kamu, atau masih dalam proses mencintaimu, aku sendiri tidak tahu, yang pasti, kehadiran kamu di sini, aku sangat menyukainya, Andrea....


Namun hanya sebatas itu saja, Lucifer ingin mewujudkan harapan yang telah lama dia inginkan. Tanpa adanya wanita yang ia nodai, mungkin menikah dulu barulah menikmati indahnya malam bersama dengan wanita yang dia cintai.


Mungkinkah maksud hatinya adalah Andrea?


Kini Lucifer nampak melepas ciumannya, gadis itu pun sudah tertidur dengan lelap. Bahkan saat Lucifer mengangkat tangannya dari sandaran Andrea, Andrea hanya bisa berguling, dan memiringkan posisinya.


Nampaknya Andrea tidak sadar kalau dirinya sudah di tinggal pergi oleh pria itu.


"Huhh! aku hampir menodainya, dia sungguh bisa menjatuhkan aku kapan saja, aku memang harus lebih berhati-hati padanya.." gumam Lucifer sambil menutup pintu rumah Rosella.


"Entah apa yang sedang di lakukan oleh William dan Rosella, awas saja kalau sampai Rosella tidak pulang, aku akan pastikan kalau Rosella akan hamil lebih dulu, hehh!!" dia terlihat terkekeh mendengar ucapannya sendiri.


Pria itu terlihat pergi dan bergerak menuju rumahnya sendiri.


Di baringkan lah tubuhnya di atas kasur, lalu dia mencoba untuk terpejam.


Namun, bayangan kenikmatan tatkala mengecup gadis itu, membuat dirinya tidak bisa tertidur dengan lelap.


"Jika begini terus aku tidak akan bisa tidur!"


"Huhh!"


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Tuh, tuh, kan, udah mulai gak bisa tidur... 😌


Mari kita buat dia sebucin mungkin!!

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2