
Lucifer mendadak datang dan mendorong Ratu Laut dengan segala kekuatannya, hingga tubuh wanita itu terhempas dari hadapan Andrea.
"Andrea, bangunlah!" dia mencoba membangunkan Andrea meski dia sendiri bahkan amat kesulitan untuk bernafas apa lagi berbicara dua kata itu di dalam air.
Blam!!
Kini semakin terlihat dengan jelas tubuh Lucifer yang di lemparkan dan di banting saja di atas bebatuan, hingga terlihat dengan jelas pria itu menyemburkan darah dari dalam mulutnya.
"Uhukk!"
Sang Ratu Laut mendekat ke arah Andrea, gadis itu pun terlihat mulai menunjukkan mutiara dari dalam sakunya.
"Ya! benar! berikan padaku!" ucap Si wanita iblis dengan segala tipu dayanya.
"Hanya aku yang mampu membuat kamu pulang ke rumah, bukankah kau ingin segera pulang?" bisik iblis itu di telinga Andrea.
Lucifer masih juga tidak mampu untuk bergerak, dia melihat Andrea yang perlahan-lahan mulai menunjukkan mutiara itu di tangannya pada iblis wanita itu.
Namun seolah hal itu telah mengirim kekuatan besar untuk Lucifer agar segera bangkit dan kembali melawan Ratu Laut dengan sisa-sisa kekuatannya.
Berlarilah Lucifer dengan cepat, lalu dia hempaskan saja tubuh Si Ratu Laut kembali menjauh dari hadapan Andrea.
Blam!!!
Alhasil, mutiara itu pun tidak tersentuh sedikitpun oleh tangan iblis itu. Jatuhlah wanita itu di atas bebatuan.
"Andrea bangunlah! aku mohon!" ucap Lucifer sambil mencoba menepuk pipi Andrea agar segera sadar.
Swosh!!
Blam!!!
Namun lagi-lagi, Si Ratu Laut menyerang Lucifer. Dia di serang dengan air yang di kendalikan oleh sang Ratu Laut, hingga tubuhnya lagi-lagi menghantam deretan bebatuan di dalam air.
Ia memekik kesakitan, saat merasakan ia tak punya kekuatan lagi untuk sekedar melawan wanita itu.
Wanita itu terlihat mendekat, berdiri dengan angkuhnya di depan Lucifer, dan menginjak dada Lucifer.
Pufffff!
Darah seketika menyembur kembali keluar dari mulut Lucifer.
"Kau telah berani menembus larangan, maka nyawa kamu yang akan melayang! selamat tinggal putra Tan Ash!"
__ADS_1
Tangan wanita itu bergerak ke arah kepala Lucifer, dan mencoba membunuh pria yang telah lemah tak berdaya itu.
"Aaaaaaaaa!!"
Lucifer terdengar memekik dengan keras tatkala ia merasa seolah nyawanya mulai berjalan hingga ke arah tenggorokannya.
Namun apa yang dia lakukan di sisa-sisa hidupnya, ia memanggil Andrea, memanggil wanita itu dengan lirih dan tulus, mencoba menyadarkan Andrea yang masih terpaku dan mematung di tempat akibat hipnotis yang di perbuat oleh Ratu Laut.
"A-Andrea.... Bangunlah..." Ucap Lucifer dengan lirih, namun anehnya, ucapan itu seakan tiba di telinga Andrea, membuat wanita itu mendadak tersadar.
"Aaahhhh!!!" pekik wanita itu kesakitan.
Mendengar Andrea yang bersuara, lantas saja Ratu Laut menghentikan aksinya untuk membunuh Lucifer. Dia berbalik ke arah Andrea, dan mencoba untuk membuat wanita itu terhipnotis lagi oleh kekuatannya.
"Uhuk! uhuk!!" Lucifer terlihat amat lemah, berbaring tak berdaya di atas bebatuan.
Dia benar-benar telah kehilangan seluruh kekuatan yang ada pada tubuhnya, hingga rasanya seluruh tubuhnya remuk tak berdaya.
"Berikan mutiara itu padaku!!" Ratu Laut mencoba untuk kembali mengacaukan pikiran Andrea.
Tapi anehnya, Andrea tidak lagi merasa seperti itu, dia malah terlihat menatap dengan tajam Sang Ratu Laut di depannya, bahkan tanpa berkedip.
Meski dia menatap mata wanita iblis itu, tapi tetap saja, dia tidak terpengaruh dengan kekuatan Ratu Laut. Dia malah terlihat makin gagah dan gahar.
Namun sang Ratu Laut ingin menggagalkan rencana wanita itu. Dia kejar Andrea sampai terkena lah kaki Andrea, dia tarik kaki Andrea sekuat tenaganya, hingga Andrea tak mampu menggapai Lucifer yang terkapar di atas bebatuan.
"Arkh! Lucifer! bangunlah! Lucifer!! aku mohon!!"
Andrea terus berusaha untuk menggapai Lucifer, meski kakinya di tarik terus menerus oleh Ratu Laut.
"Tidak, sayang! kau tidak boleh memberikan mutiara itu untuknya! karena Mutiara itu hanya menjadi milikku!!"
"Lucifer, aku mohon! bangunlah!" ucap Andrea, sambil terus berpegangan pada bebatuan, sementara tangan satunya ia gunakan untuk menggenggam mutiara itu dengan erat.
Padahal hanya tinggal satu jengkal lagi dia bisa menggapai tubuh Lucifer yang terkapar lemah, tapi apalah daya, Ratu Laut terus menarik kakinya tanpa ampun, hingga ia harus berada dalam kesulitan untuk menggapai pemuda itu.
"Lucifer bangunlah! aku ada di sini untukmu!!"
Swosh!!!!
Mendadak terdengar deburan ombak yang amat besar, ombak yang berhasil meluluh lantakkan istana Ratu Laut, hingga membuat wanita iblis itu mengalihkan dirinya dari Andrea dan Lucifer.
"Tidak! apa yang terjadi!? apa yang terjadi pada istanaku??" tanya Ratu Laut meratapi pemandangan atas hancurnya istana megah miliknya, beserta para penduduk di sana.
__ADS_1
"Tidak!!"
Dari kejauhan, ia melihat satu kepulan asap hitam yang menggumpal, bersamaan dengan kawanan ribuan burung gagak yang menyerang istana bawah lautnya.
Dari pemandangan itu ia bisa mengambil kesimpulan akan siapa yang harus bertanggung jawab pada kejadian ini.
"Lucas!!!" ucapnya dengan kesal.
Wanita itu akhirnya bergeming dari tempatnya, dan bergerak menuju atas permukaan laut.
Sementara itu, kini Andrea akhirnya bisa menggapai Lucifer dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki.
Dia berusaha menepuk pipi Lucifer dengan lembut untuk membangunkan pria itu. Tapi entahlah, pria itu bahkan tidak bergeming sedikitpun.
"Lucifer, bangunlah! aku mohon! hiks hiks..."
Bahkan tangis Andrea pun tak dapat lagi di bendung. Gadis itu terus menangis sambil mencoba untuk membangunkan kekasih hatinya yang telah tiada.
Ya!
Ratu Laut itu mungkin tidak bisa menemani Lucifer saat ajal menjemputnya, tapi dia lah yang mengantar Lucifer pada kematiannya.
"Hiks hiks.... Lucifer, bangun, aku mohon bangunlah, jangan tinggalkan aku!! Lucifer!!"
Berulang kali masih dia coba untuk membangunkan Lucifer, dia juga memberi nafas buatan untuk pria itu, tapi lagi dan lagi, ia kembali gagal menolong pria yang ia cintai.
"Hiks hiks...."
Tangisnya menjadi sangat keras, saat ia menyadari tidak ada lagi detak jantung Lucifer yang terdengar di telinganya.
"Lucifer!!!!!!!!!"
Teriaknya dengan keras, berharap bisa membangunkan Lucifer kembali.
Dia memeluk tubuh pria itu dalam dekapan tangannya, tak ingin kehilangan Lucifer, bahkan janjinya, jika ia bisa menghidupkan kembali Lucifer, maka ia akan mengabdikan cintanya pada pria ini untuk seumur hidup.
Tapi yang sangat di sayangkan, Lucifer tak berumur panjang. Pria itu telah tewas dengan seibu kenangan indahnya bersama Andrea.
Pria itu menjadi pucat, dan dari wajahnya terlihat membiru sempurna, menandakan dia mungkin telah terbang di langit bebas, meninggalkan Andrea dalam lautan sendirian!
Hingga pada waktu berikutnya, Andrea barulah sadar, jika mungkin benda yang satu itu, bisa membantunya!!!
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
__ADS_1