Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Berburu Buah-buahan


__ADS_3

Pria itu masih saja termenung di tempatnya, sambil sesekali mencoba memejamkan kedua matanya. Jujur saja, rasanya lelah sekali saat harus bertempur melawan iblis dari neraka itu selama hampir satu malam penuh.


Dia bahkan tidak bisa menikmati makanan seenak apapun di mulutnya. Rupanya efek membakar dari tubuh Lucas bisa sampai sejauh ini.


Lambungnya terasa terbakar hebat, hingga membuat asamnya naik, dan otomatis, jika dia makan sesuatu, rasanya akan sangat mual, dan ada rasa pahit juga di dalamnya.


Ugh! hal ini sungguh sangat menyulitkan.


"Arkh! meskipun aku tidak tidur semalaman, tapi seluruh tubuhku yang panas tetap saja membuat aku tidak bisa terlelap." Ucap Lucifer sambil membangkitkan tubuhnya.


Luka di perutnya sudah lebih baik. Entah bagaimana gadis itu mengoleskannya. Jika dulu biasanya saat Rosella yang merawat lukanya, tidak bisa sembuh secepat ini, tapi kali ini, lukanya sudah mulai menutup sempurna.


Sesungguhnya ini adalah hal yang sangat menakjubkan.


"Bagaimana dia bisa melakukannya? apa dia punya kekuatan Supranatural sampai dengan mudahnya menyembuhkan luka sebesar ini?" tanya dia pada dirinya sendiri.


"Dia harus menemukan jati dirinya yang sesungguhnya!"


Mendadak suara itu datang bersamaan dengan Tan Ash yang sedang berusaha berjalan dengan kedua tongkatnya.


"Ah? ayah? apa yang sedang ayah bicarakan?" tanya Lucifer agak bingung.


"Dia hanya gadis biasa, tapi saat masuk ke dalam sini, ada sebuah kekuatan yang mengikutinya, dan hendak berbaur di dalam tubuhnya, aku yakin, ibumu yang telah mewariskan kekuatan itu padanya." Dia terduduk di samping Lucifer.


"Bagaimana ayah tahu dia punya kekuatan?"


"Selama ini, hanya dia yang mampu mengusir Lucas dengan sapuan garam yang ada di sakunya. Apa kau pernah berpikir kapan dia akan memasukkan garam itu ke dalam sakunya?"


Lucifer berpikir keras menemukan jawaban atas pertanyaan dari ayahnya. Tapi sekuat apapun dia berpikir, tetap saja tidak bisa menemukan jawaban yang dia inginkan.


Iya juga, si. Kalian ingat, kan? saat Andrea juga kebingungan soal dari mana butiran garam itu datang? apa ini juga termasuk bantuan yang datang padanya?


"Aku rasa anak itu telah mendapat pelindung dari Roh Martha saat dia datang ke tempat ini." Ucap Tan Ash lagi.

__ADS_1


Lucifer masih setia mendengarkan dongeng sang ayah tentang gadis itu.


"Aku yakin garam yang ada di sakunya, sama seperti serpihan keringat Martha yang bisa di jadikan penolak bahaya, dan pengusir iblis! aku yakin ibumu lah yang sudah berusaha untuk membantu gadis itu!"


"Jika ibu memiliki senjata di tubuhnya untuk melawan Lucas, kenapa Lucas bisa membunuhnya?" sejak tadi, itulah pertanyaan yang selalu mengganjal di benak Lucifer.


"Aku rasa, itu karena dia yang baru saja keluar dari kawasan Ratu Laut, siapapun yang masuk ke dalamnya, maka dia tidak akan bisa keluar dengan selamat, mungkin saja karena Martha memiliki kekuatan besar dalam tubuhnya, sehingga dia mampu melawan kematian di tempat itu, tapi dia tetap harus kehilangan separuh raganya, hingga dia kehilangan sebagian besar s*njata yang tersimpan di tubuhnya, dan akhirnya, Lucas mengambil kesempatan itu untuk mencelakai ibumu!"


Penjelasan yang masuk akal.


Lucifer hanya menganggukkan kepalanya saja, memberi tanda pada sang ayah kalau dirinya sudah paham akan cerita ibunya di masa lalu.


"Sama seperti Martha, yang datang ke sisiku, lalu menjadi tanggung jawabku, dia pun sama, kau lah yang bertanggung jawab atas gadis itu, temani dia, jaga dan lindungi dia, dia harus mencapai apa yang menjadi takdirnya selama ini, temukan tempat mutiara itu, kau harus mengantarnya menuju ke sana.."


"Di mana tempat itu berada?"


"Sayangnya, tidak ada yang ingat secara pasti di mana tempat itu sampai sekarang." Ucapnya sedih.


"Ah? bukankah ayah pernah datang ke sana? apa mungkin ayah juga lupa keberadaan tempat itu?"


"Sialan! rupanya dia yang jadi biangnya selama ini! jika saja dia tidak mempersulit perjalanan ini," geram Lucifer.


"Takdir yang telah mengaturnya, kita bisa apa selain menerima takdir ini, kalau saja aku tahu suatu hari akan terjadi hal seperti ini, mungkin aku akan meminta pada ibumu, untuk menelan mutiara itu ke dalam perutnya, dengan begitu, dunia akan aman setelahnya, tapi, inilah yang di sebut takdir, aku bahkan tidak pernah mengira kalau Martha bukan wanita yang di takdirkan untuk menentukan nasib mutiara itu..."


"Aku akan membalas dendam ini padanya?! iblis itu, harus musnah, entah di dunia manusia, atau di neraka sekalipun! aku akan menghabisinya!!"


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Srek! srek! srek!!


Suara langkah kaki mereka berempat yang menginjak rerumputan hingga semak belukar, terlihat meninggalkan jejak besar di tengah hutan.

__ADS_1


Perburuan lagi.


Mereka berburu lagi. Oh! bukan, kali ini, dia hanya ingin makan buah-buahan, kan? jadi ini bukanlah perburuan, mungkin lebih tepatnya perjuangan mencari sedikit makanan untuk mereka makan.


"Aku tidak melihat apapun sejauh kita berjalan," ucap Wilson pada mereka bertiga.


"Dasar si kecil yang cerewet! aku bahkan ingin sekali memukul kepalamu sejak awal, hanya saja, kau putra tetua kami, jadi aku tidak terlalu berani," ucap William pada si bungsu itu.


"Oh iya, ada yang ingin aku tanyakan padamu," ucap Rosella pada Andrea.


"A? tanya apa memangnya?"


"Kau berhasil mengalahkan Lucas, legenda yang selama ini tidak muncul, terakhir kali dia muncul, Nyonya Martha kehilangan nyawanya, dan Tuan Tan Ash, juga di buat lumpuh olehnya, kalau boleh tahu, bagaimana kau bisa melumpuhkan iblis sialan itu!?" tanya Rosella dengan wajah yang menang sangat penasaran.


"A? aku juga bingung bagaimana menjelaskannya.."


"Kau juga berhasil selamat dari hipnotis yang di hasilkan oleh tatapan mata Lucas, aku pikir, kamu orang yang memiliki ilmu tinggi."


"Ilmu tinggi? hahahaha... aku bahkan hanya bisa mengerjakan soal ujian dengan nilai sembilan puluh lima, bagaimana aku bisa mendapat julukan itu di tempat ini? hahahaha.. lucu sekali.."


"Apa kau sungguh tidak merasa aneh pada dirimu sendiri?"


"Ah?" nampak berpikir.


Benar juga, si? aku merasa jiwa penakut di dalam diriku, perlahan mulai hilang saat masuk dan hidup di tempat ini.. apa mungkin, aku benar memiliki kekuatan istimewa seperti yang di katakan Rosella? Arkh! yang benar saja, mana mungkin aku mendadak memiliki kekuatan super? kecuali kalau di gigit kelelawar dulu, atau mungkin laba-laba seperti di film, kan? hahahaha... jadi geli sendiri memikirkannya..


Seoshhhh!


Tingkat waspada tinggi!


"Ah?"


"Ada seseorang selain kita!! berhati-hatilah!!"

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2