Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Bahagia Kamu Jauh Lebih Berarti


__ADS_3

"Tolong jangan ganggu beliau! beliau masih butuh istirahat sejenak, jadi siapapun yang masuk ke kamar beliau akan aku anggap sebagai pengkhianatan dan akan langsung di bunuh di tempat!!"


Semua orang tertegun dan tidak mampu berkata-kata lagi, namun mereka tidak berpikir terlalu jauh, hanya bisa mengira saja kalau sang pemimpin memang sedang sakit dan tidak bisa di ganggu oleh siapapun.


"Dengar kesini semuanya!!" Jayden terdengar memberi isyarat pada semua orang, "kita harus bertempur melawan kelompok musuh! Tuan Zhagler menginginkan mutiara itu, tapi sayang sekali, Lucifer telah merebutnya dari kita, jadi kita harus bertarung mati-matian untuk mendapatkan mutiara itu seperti yang diinginkan oleh tuan kita!!"


Semua orang masih dalam mode mendengarkan dengan sangat serius.


"Kita akan bergerak ke arah Utara, dan menuju pemukiman harimau!! kita akan menjatuhkan mereka, dan melawan mereka hingga titik darah penghabisan!! jadi bangkitlah! kita harus merebut kembali apa yang mestinya menjadi milik kita!!"


"Setuju!! setuju!! setuju!!!"


Semua orang mengangkat pedang mereka, hingga membuat Jayden tersenyum miring di sudut bibir sebelah kirinya, menandakan betapa dia amat senang karena rencana kali ini pasti akan berhasil.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Sementara itu, di ujung Padang pasir yang luas, mereka akhirnya tiba di perbatasan antara Padang pasir dan hutan yang menjadi awal perjalanan mereka.


Dan kesempatan yang sangat pas, hari sudah mulai gelap, dan mereka akhirnya tiba di sana, itu artinya mereka bisa kembali untuk beristirahat sejenak di sana.


Sudah dua malam mereka terus berjalan, itu pun singkat, karena bantuan langkah kaki Lucifer yang semakin cepat, dan kekuatan dia yang semakin besar, hingga akhirnya mereka tiba di sana jauh dari perkiraan.


Seharusnya mereka akan tiba sekitar besok pagi, atau mungkin besok lusa, tapi untunglah Lucifer membawa mereka berlari bersama, ia menggendong Andrea di punggungnya, sementara yang lainnya terlihat merubah diri dan berlari secepat mungkin untuk segera tiba di hutan terlarang.


"Akhirnya kita sudah tiba! lihatlah! ini adalah hutan tempat kita pertama kali melakukan perjalanan!" ucap Wilson pada mereka semua, usai dia merubah dirinya kembali menjadi manusia.


"Kita akan sampai besok lusa, kalau malam ini kita akan beristirahat, aku sudah gatal ingin membunuh Jayden dengan tanganku, semoga saja aku bisa cepat-cepat sampai di depan pria brengsek itu!" umpat Rosella pada dirinya sendiri.


"Tenang saja Rosella, kita hanya butuh satu malam dan satu hari lagi untuk bisa membalas dendam, malam ini, istirahat saja dulu!!" ucap Andrea.


"Dia benar, ada masanya kita harus mengumpulkan tenaga untuk menemui pria itu! dan aku rasa, aku juga membutuhkan energi lebih untuk bisa membunuh dia esok hari!!"


"Baiklah, buat perkemahan di sini, aku yakin kita akan menemukan tempat yang nyaman untuk kita istirahat di sini!" ucap Wilson.

__ADS_1


"Kau ingat hari itu, Manora?" tanya Andrea menatap pada Manora.


"Ingat apa?"


"Rumah pria itu, apa kau masih ingat?"


"Ah? kau benar! mari aku tunjukkan jalannya!"


Mereka semua berjalan beriringan membuntuti Manora, menuju tempat yang mereka tuju.


"Apa maksud kalian rumah tua yang sepi itu?" tanya Wilson pada Manora dan Andrea.


"Iya, kita bisa di sana sejenak untuk istirahat!"


Mereka tiba di gubuk tua itu, dan tidak mendapati kehidupan apapun di dalam sana.


"Heran?" tanya Lucifer pada Manora dan Andrea.


"Nyonya, anda lupa apa yang pernah aku katakan padamu.." Ucap si kuda.


"Ah? apa kau pernah mengatakan sesuatu tentang semua ini?" tanya Andrea pada kudanya.


"Aku pernah berkata padamu soal tuanku yang tewas karena dicekik oleh bayangan pria berwarna hitam!!"


Sejenak Andrea berpikir, hingga akhirnya dia ingat semuanya.


"Jadi maksudnya, pria itu sudah tewas? tapi bagaimana bisa pada hari itu dia menjamu kami semua? benar, kan, Andrea?" tanya Manora pada Andrea.


"Manora, dia adalah jelmaan Lucas, yang berubah wujud menjadi sosok pria yang menjamu kita," Andrea menjelaskan semuanya pada Manora.


Semua hanya terdiam, dan masuk saja, mencoba mencari di mana jasad pria itu sebenarnya.


Puas mereka mencari, hingga ketemulah letak jasad itu, jasad yang sudah di masukkan ke dalam peti mati, dan di letakkan di kandang kuda yang telah kosong.

__ADS_1


"Aku mengambil kudaku sendiri hari itu, bagaimana bisa aku tidak tahu ada peti mati di sini?" tanya Manora agak kebingungan.


"Namun begitulah kenyataannya, dia telah tewas sebelum kita datang kemari hari itu, kudaku yang mengatakan semuanya padaku.." Jawab Andrea atas pertanyaan dari Manora.


Semuanya kini terlihat berada di satu tempat, melakukan sebuah acara pemakaman, untuk menghormati pria tua ini, meski pria ini pernah membantu Zhagler dan Jayden mendapat kekuasaan, namun manusia mati tetaplah harus di kubur.


Sampai sekitar tengah malam, semuanya kini sudah terlihat berada di depan rumah, menyalakan api, dan membakar kembali daging sisa perbekalan mereka.


Mereka di buat kenyang oleh perbekalan itu, hingga satu demi satu manusia masuk untuk tertidur dan mengistirahatkan diri.


Tak luput juga Andrea dan Lucifer yang juga ikut masuk ke dalam rumah, dan membaringkan diri di sebuah alas yang berada di ruang depan, sementara ruang di ujung sudah di tempati Manora dan Rosella.


Dua wanita itu kini terlihat akur semenjak kehilangan dua laki-laki yang sangat mereka sayangi. Entahlah, ikatan itu makin lama makin terjalin dengan erat, hingga kini keduanya telah menjadi sahabat karib.


Kini berbaringlah Andrea di alas tikar di ruang depan, di samping Lucifer yang masih terduduk. Entah apa yang tengah di pikirkan pria itu, hingga dia selalu saja termenung meski semuanya sudah selesai.


"Kau masih memikirkan bagaimana kalau aku pergi nanti?" tanya Andrea pada sang kekasih.


"Tidak, pergi atau tetap bertahan adalah keputusan kamu!"


"Lalu apa yang membuat kamu terdiam melamun?" tanya Andrea lagi.


Sejenak Lucifer mengambil nafas yang dalam, dan akhirnya dia menjawab, "aku tidak tahu bagaimana caraku melanjutkan hidup tanpamu.."


Ucap Lucifer tanpa menoleh sedikitpun ke arah Andrea.


Andrea terdiam membisu, tak mampu bertanya lagi, baginya jawaban tersebut telah mewakili segala hal yang ia rasakan juga dalam hatinya.


"Bagaimana kalau aku memilih untuk bertahan?" wanita itu bangun dan langsung meraih tangan Lucifer.


Lucifer tertegun, terdiam untuk sementara waktu, hingga akhirnya dia tersadar dari lamunannya, "tidak! kau juga punya keluarga di tempat itu! kau juga harus kembali, biar aku yang tersiksa di sini seorang diri, karena bahagia kamu, jauh lebih berarti bagiku!"


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2