
POV
ANDREA!!
Sebuah cerita yang amat mengesankan, berkisah tentang perjalanan hidup aku sendiri, yang kemudian aku tuangkan dalam sebuah tulisan, dengan harapan, seseorang akan mengerti dan ikut merasakan betapa perasaan aku yang tiada bisa aku ungkapkan...
Aku Andrea, seorang gadis yang selalu menentang kedua orang tuaku di masa lalu, karena berpikir aku butuh sebuah kebebasan, aku ingin menjadi seperti mereka yang seolah tak pernah merasa terkekang dan juga memiliki penekanan dalam hidupnya.
Ya!
Pada mulanya aku memang berpikir demikian, berpikir bahwa kedua orang tuaku begitu kejam, sampai masa mudaku yang seharusnya aku habiskan dengan healing dengan teman-teman sebaya, menikmati dunia luar yang penuh kebebasan, dan juga merasakan bagaimana mencintai seseorang di masa muda, namun aku tak pernah melalui hal itu di masa mudaku.
Sayang sekali, mungkin aku bukan salah satu di antara para remaja yang bisa melakukannya di masa muda mereka.
Hanya sekali saat aku mulai berhubungan dengan laki-laki bernama Gilbert, aku mulai berani menggunakan akal dan kemauanku, tak peduli bagaimana kedua orang tuaku menjaga tubuh yang manis ini hampir dua puluh tahun lamanya....
Ya, kalau di ingat-ingat, menyesal juga karena sudah jadi anak yang nakal meskipun aku hitung belum genap satu bulan aku mulai melanggar aturan dari orang tuaku.
Mungkin mereka juga memikirkan yang terbaik untuk putrinya, apa lagi aku anak satu-satunya, pun anak gadis pula, seharusnya aku paham betapa cemasnya mereka memiliki gadis seperti aku.
Tapi apa aku memikirkan itu? mungkin iya, namun mungkin juga tidak, ya, sejujurnya lebih banyak aku mengabaikan pemikiran itu, dan masih saja aku bersikeras untuk menghadapi jalan hidup yang sudah aku atur sendiri.
Hingga kejadian di siang itu, saat kedua orang tuaku berpamitan harus melakukan pekerjaan di luar kota, aku amat senang, untuk pertama kalinya, aku bisa bebas dari mereka.
Aku senang sekali, sampai rasanya semuanya aku lupakan, hanya ada nama Gilbert dan jalan-jalan dengan laki-laki itu, atau mungkin menginap di suatu tempat, aku tidak lagi peduli tentang hal lain.
Tanpa pernah aku sadari, sesungguhnya malam itu akan menjadi malam yang dalam seumur hidup, aku pasti akan selalu mengingatnya.
Malam di mana aku hampir di jatuhkan kesucianku, dan malam di mana takdir mempertemukan aku dua kali dengan seorang manusia, yang akan menjadi takdir cintaku selanjutnya.
Entah apa aku harus bersyukur atau aku harus menyesali kejadian di malam itu, tapi yang pasti dalam hatiku, aku senang karena kejadian itu menuntun aku menemui dia, Lucifer!
Kini aku tuangkan cerita ini dalam sebuah lembaran yang sampai kapan pun juga akan tetap melukiskan betapa indahnya pengalaman dan perjalanan hidup yang aku alami.
Tentang sebuah perjalanan mesin waktu ke masa lalu, lalu perjuangan hidup bersama dengan orang-orang kuno, dan segala hal yang aku lalui bersama mereka semua..
Aku tersenyum, saat menyadari betapa baiknya takdir yang Tuhan berikan padaku, membiarkan aku jatuh dalam sangkar burung pemakan daging, lalu mengizinkan aku mendapat tempat persembunyian, yang dari tempat itu, di antarlah aku menuju ke dunia Lucifer yang di penuhi dengan keajaiban.
__ADS_1
Ia bahkan selalu memeluk tubuhku setelah kami menikah, dan hidup bahagia selama satu tahun dua bulan terakhir.
Meski aku tak pernah menampik, kadang aku merasa kesepian karena kesibukannya yang menjadi anggota penegak hukum, tapi lihatlah! karena kesepian itu, aku mampu menciptakan diriku yang kuat, diriku yang kokoh dan tak lagi tumbang di terpa angin kencang.
Aku yang dulunya di kenal si cupu, kuper, kutu buku, semua yang dulu mengatakan hal seperti itu, mungkin kalau melihat aku yang sekarang, mereka akan merasa malu.
Mereka akan merasa malu karena nyatanya gadis yang dulunya mereka anggap si culun ini, sekarang telah bermetamorfosa menjadi kupu-kupu yang terbang bebas di langit, tanpa adanya kekangan dari ayahnya....
Aku dengan sayap indahku, terbang di langit biru, meskipun aku pernah mengalami harus terjatuh, dan terjebak dalam lubang penyesalan yang seolah tidak berujung, bahkan sampai sekarang pun, aku masih saja menyesal karena tak mampu menjadi anak yang penurut.
Dia selalu mendukung aku, mendukung setiap keputusan yang aku ambil, bahkan membebaskan aku dari jeratan tali yang sejak remaja membelenggu diriku.
Meski terkadang aku menolak, sudah terlalu nyaman dengan posisi di mana ayah ingin sekali melihat anak perempuannya tidak keluar dari rumahnya selama masih gadis, tapi berbeda dengan Lucifer yang membebaskan aku dalam segala hal.
Ya!
Bayiku memang butuh refreshing, bukan?
( Mengelus perutnya )
Dia akan lahir sebentar lagi, mungkin akan sedikit melenceng dari tanggal cantik, namun bukan itu inti dari semuanya, karena yang aku minta hanyalah, dia lahir dalam keadaan normal, tidak meniru ayah kandungnya.
Ya!
Karena aku tak mau anakku mendapat nasib serupa seperti ayah kandungnya...
Aku ingin dia punya masa depan lebih cerah yang tidak bisa di bandingkan dengan perjalanan kelam antara ayah dan ibunya, harus berkali-kali merasa mati, namun kemudian mencoba kembali bangkit dengan sisa darah di tubuhnya.
Sejauh ini, aku menjadi semakin berharga, dia yang memang selalu ada untukku, dan selalu memberiku semua hal yang aku inginkan.
Dan yang selalu menumpahkan segala keluh kesah namun juga kasih sayangnya padaku, selama satu tahun pernikahan kami, sekalipun aku tak pernah mendengar mulutnya berbicara aku lelah menghadapi dirimu yang konyol ini.
Hahaha....
Mau bagaimana lagi? memang begitulah sifat asliku yang konyol, pun juga menyebalkan.
Aku sangat berterima kasih padanya, terutama pada takdir yang telah memberi aku seorang pria penyayang dan setia meski harus menunggu aku selama lebih dari empat ratus tahun.
__ADS_1
Dan kini, di atas kertas ini, aku mengakhiri cerita yang di mulai dari tangan suamiku, membuat akhir bahagia cerita cinta pria berusia empat ratus dua puluh tujuh tahun lebih dalam penantian pada gadisnya.
Volume dua akhirnya berhasil di rilis..
Kini aku telah berada di ranjang operasi, menanti kehadiran buah hati pertama kami setelah sembilan bulan kami menantikan kehadirannya.
Sepanjang jalannya operasi, aku melihat bayangan Lucifer yang berdiri tegak dengan segala keluh kesah dan kecemasannya untukku, aku menyiratkan senyumku karena itu, merasa pada detik-detik antara hidup dan matiku, dia pun masih setia mencemaskan ragaku yang tiada berguna ini.
Uaaaaaaaaaa
Hingga akhirnya aku dengar suara bayi samar-samar menangis keras di telingaku, entah aku mimpi atau tidak, mulai malam itu, aku telah resmi menyandang status ibu muda di usia yang baru saja genap dua puluh dua tahun satu bulan yang lalu.
Aku cium putra pertama kami, dan dia pun sama, terus mengelus putra kami dengan lembut dan penuh tangis haru, dan mungkin, ini adalah akhir dari Andrea menemani kalian semua...
Meski begitu, telah lahir Lucifer Junior yang akan membuat perjalanan baru di masa depan...
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Terima kasih untuk kalian yang sudah setia menanti perjalanan cinta Andrea dan Lucifer di setiap harinya, meski kadang-kadang masih agak kacau, karena memang cerita ini hasil karya dari author recehan yang masih perlu banyak belajar...
Maaf jika ending dalam cerita kurang memuaskan di hati kalian, namun satu hal yang perlu kalian ketahui, author selalu mencoba menulis yang terbaik, menuangkan ide-ide yang ada di dalam otaknya hanya untuk membuat pembaca senang dan menikmati kehaluannya.....
Jadi terima kasih yang telah mendukung perjalanan Andrea sampai akhirnya menemukan titik di mana kalian mengantarkan Andrea dan Lucifer bahagia menjadi satu keluarga kecil di akhir cerita...
Terima kasih untuk kak Pii, Akun Tyas Fajar Wati, Akun Widya, Akun Chiisankasih, akun Ayya Cahya, akun Laila Antoni, akun Mom Abyshaq, akun Bangu Thry Wulandari, Akun Maria Aziz dan kawan-kawan lainnya yang sudah membantu author semangat dalam menulis dan akhirnya menamatkan cerita..
Ini bukan perpisahan, jadi jangan sedih kalau cerita ini harus berakhir, jangan pula rindu, masih ada Andrea-Andrea lain yang akan di masa depan dan menjadi penghibur kalian semua...
Jangan rindu pada authornya juga, karena rindu itu berat, kamu gak akan kuat...
😘😘😘😘😘😘😘
Salam sayang semuanya dari author.. ♥️♥️
Jumpa lagi di lain kesempatan... 👋👋👋
Bye bye... 👋👋👋♥️
__ADS_1
Sekian penutup dari saya, terima kasih ♥️♥️♥️🙏🙏🙏
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.....