Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Apa Kau Tidak Melihatku?


__ADS_3

Tiga pria pemburu itu terlihat membawa beberapa ekor rusa gemuk dengan jumlah mungkin lebih dari delapan ekor rusa.


Ketiganya terlihat tersenyum puas, karena buruan yang mereka dapat hari ini begitu banyak. Tentu saja sudah cukup untuk para penduduk desa.


"Kita akan mengadakan makan malam besar besaran malam ini! lihatlah!!" Wilson menunjukkan beberapa tangkapan di kedua tangannya, sementara, Lucifer dan William langsung beralih memotong-motong rusa di tangan mereka menjadi lebih kecil.


Andrea dan Rosella hanya tersenyum manis saat itu. Mereka juga terlihat senang akan hasil kerja keras tiga sekawan tersebut.


"Hei! sudah berapa tusuk kau menghabiskan daging rusanya?" tanya Wilson mendapati beberapa tusuk daging yang telah habis bersih tanpa sisa sedikitpun daging yang membekas di sana.


"Apa? kau menuduh kami? kau pikir kami yang telah menyantap daging rusa itu?" tanya Rosella.


"Sejujurnya memang iya.. hahahaha...." sahut Andrea tertawa terbahak-bahak.


"Kalian!!" Wilson hanya bisa pasrah saja. Niatnya sejak tadi ingin segera pulang dan memakan uang sudah matang, nyatanya berakhir pupus, karena sisa daging yang sudah matang hanya tinggal seberapa saja.


"Bukan kami saja yang makan! kami ajak anak-anak untuk makan bersama kami! mereka sangat senang..." Puji Andrea.


Meninggalkan mereka bertiga yang sedang bercanda ria dengan sekelompok anak-anak yang asik bermain riang, kita coba lihat apa yang tengah di lakukan oleh Lucifer dan William.


Kedua pria tersebut memang tidak terlalu suka bergerumul semacam itu. Mereka lebih suka menghabiskan waktu untuk hal-hal yang lebih penting.


Mereka terlihat masih memotong daging rusa menjadi beberapa bagian, lalu setelah itu, mencucinya dalam sebuah wadah.


Keduanya nampak serius melakukan pekerjaan ini, dan tentu saja harus menyertakan bantuan dari beberapa tangan wanita di kelompok mereka.


Tek! Tek!


Suara daging yang di potong kasar oleh Lucifer dan William terdengar bersahutan.


"Lucifer, apa kau sudah berkata pada ayahmu?" tanya William di tengah-tengah pekerjaannya.


"Belum! rencananya sambil berbaur dengan penduduk nanti," jawab Lucifer dengan singkat.


"Memangnya apa yang ingin kau bicarakan?" tanya William lagi.


Dan pertanyaan itu sukses membuat Lucifer menghentikan pekerjaannya..


"Kau tahu? ada banyak hal yang bisa mengingatkan kita pada masa lalu, kau pun pasti tahu apa yang aku maksud!" jawab Lucifer, yang kemudian kembali bekerja seperti semula.


William lalu terdiam, tidak mampu lagi bertanya, atau sekedar bergurau dengan anak ini. Bagaimanapun, Lucifer bukanlah pribadi yang suka bergurau atau semacamnya.


"Baiklah! malam ini, aku ingin kejutan besar untuk malam ini," ucap William.


"Kejutan apa?"


"Daging yang banyak ini, apa ini bukan kejutan? kau pikir di hari-hari biasa, kita akan mendapat buruan sebanyak ini? ini namanya berkah yang turun dari langit, dan bagiku, ini adalah sebuah kejutan.." Ucapan yang konyol.


"Terserah lah!" Jawab Lucifer pada William.

__ADS_1


"Aku harus mengambil beberapa kayu bakar di rumahku! kau tahu? entah firasat apa yang membuat aku juga dengan rajin memungut kayu bakar di hutan, padahal biasanya, aku sama sekali tidak tertarik, tak ku sangka, ternyata memang akan berguna.."


"Pergilah jika kau mau! tidak ada yang melarang kamu pergi!" jawab Lucifer dengan lantang.


William memiringkan senyumnya, lalu beranjak pergi ke rumahnya. Sesuai ucapan William, pria itu berniat mengambil kayu bakar yang ada di dalam rumahnya.


Sementara, Andrea dengan diam-diam, mencoba mengawasi perginya William dari mereka semua.


Dia melihat pria itu mulai memasuki rumahnya, dan kemudian, dia memiliki sebuah ide yang cemerlang.


"Rosella!!" panggilannya pada Rosella dengan suara yang agak lirih.


"Um?" gadis di sebelahnya, yang sedang asik makan daging pun terpaksa harus berhenti, "ada apa?"


"Ini kesempatan buat kamu!"


"Kesempatan apa?" tanya Rosella bingung.


"Aduuuh, cepatlah! kau harus segera mendapatkan hati William! dan ini adalah kesempatan yang sangat bagus untukmu!" ucap Andrea, yang kemudian mendorong Rosella bangkit, "dia ada di rumahnya! pergilah dengan cepat!"


"Aduh! kau ini! apa yang harus aku lakukan!? aku tidak mengerti!" tanya Rosella dengan lirih.


"Apa kau bodoh? buat dia terkesan padamu! buat dia jatuh cinta! ayolah! cepatlah pergi! jangan menyia-nyiakan kesempatan semacam ini!" ucap Andrea, yang kemudian mendorong keras tubuh Rosella, hingga wanita itu pun terlihat terpaksa melangkah dengan ragu menuju rumah William.


"Apa aku sungguh akan melakukan ini?" tanya Rosella pada diri sendiri yang merasa sangat gugup.


"Huhh! Andrea, kau benar! aku tidak bisa terus diam! aku harus mulai bergerak malam ini!" ucap Rosella mencoba yakin.


Rosella menghembuskan nafasnya yang agak tertahan, lalu berjalan dengan yakin menuju ke dalam rumah William.


Dia harus bisa mengungkapkan perasaannya pada William malam ini!


"Will!" panggilnya setelah berhasil membuka pintu rumah William.


Namun tidak ada sahutan dari William, dan hal itu berhasil membuat Rosella semakin penasaran untuk masuk.


Dia ada di mana?


Tanya Rosella dalam hati.


Kakinya mulai terlihat melangkah, dan mencoba mencari keberadaan William.


"Will!?"


Gubrak!!


"Ah?!" namun dia di buat terkejut, saat tiba-tiba tubuh besar itu terlihat terjatuh sambil membawa setumpukan kayu bakar di pundaknya, "Will?!"


Wanita itu langsung mendekati William dan mencoba membantu pria itu bangun.

__ADS_1


"Arkh!" pekik William, mungkin sedikit sakit karena terjatuh barusan.


"Kau baik-baik saja?" tanya Rosella agak cemas.


Pria itu samar-samar terlihat menganggukkan kepalanya. Memang penerang di dalam rumah Will tidak seterang biasanya. Dia hanya menyalakan satu tungku api saja sebagai penerang di dalam rumahnya.


Rosella membantu William bangun, dan mendudukkan pria itu di sebuah alas.


"Kau ini kenapa? kenapa bisa jatuh begitu?" tanya Rosella pada Wiliam.


"Entahlah! alas kakiku licin sekali, dan itu membuat kakiku terpeleset." Jawab William pada Rosella.


"Apa kau baik-baik saja?"


"Iya, aku tidak apa-apa, jangan cemas, kenapa kau datang kemari? apa punya urusan penting?" tanya William pada Rosella.


Mendengar pertanyaan dari William, membuat Rosella bingung. Iya, dia kan memang tidak punya alasan mengapa dia datang, selain karena ingin mendekati pria ini.


Hihihi, apa yang harus dia jawab, ya?


"Um, aku, aku... aku," wajah gugup yang tidak mampu dia kendalikan.


Untung saja rumah itu agak remang-remang, coba kalau tidak, sudah malu lah dia.


"Kau kenapa?"


"Aku hanya, aku, Will, aku, sebenarnya," dia masih saja gugup.


"Kau ini kenapa? kenapa gugup seperti itu? apa kau baik-baik saja?"


"Sejujurnya, ada yang ingin aku bicarakan padamu.." ucap Rosella mulai sedikit membaik rasa gugupnya.


"Ah? ada apa?" tanya William lagi.


"Will!" mencoba menghadap ke arah William, dan berkata serius.


Kedua tangannya mulai bergerak menyentuh, dan kemudian menggenggam erat satu tangan William. Dan hal itu sukses membuat William juga merasa gugup.


"Will, apa kau sama sekali tidak melihat aku?"


"Ah?"


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Hayo!!


Ini mau lanjut gak?


Yang mau lanjut, tinggalkan jejak ya 😁😁

__ADS_1


Terima kasih 🙏🙏


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


__ADS_2