Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Bersembunyi Di Balik Punggung


__ADS_3

"Mau tahu apa?" tanya Andrea semakin di buat bingung.


"Kau akan tahu, sebenarnya, kau ini sangat polos, tapi tidak menyangka juga kalau kau akan menjadi berani seperti ini!"


"Apa maksud kamu?"


"Kau bahkan tidak mau di lecehkan oleh kekasihmu, tapi kau tidak tahu, kalau kau sudah membuat Rosella di lecehkan oleh orang yang dia cintai."


"Apa?" terkejut, "apa katamu?" terkejut.


Lucifer tidak menjawab pertanyaan dari Andrea. Dia hanya terlihat pergi, dan meninggalkan Andrea sendirian di depan pintu rumah William.


"Di lecehkan? apa mungkin...." baru sadar, "oh tidak! ayolah Rosella, aku hanya meminta kamu untuk mengutarakan perasaan kamu saja, jangan sampai lebih dari itu, kalian bahkan belum menikah.." Ucapnya sedikit risau.


Dia melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu, dan mencoba membuka pintunya.


"Ah!"


Tapi dia tidak bisa melakukan hal ini. Bagaimana kalau saat dia masuk, ternyata...


William, kenapa ini rasanya begitu nikmat...


Membayangkan...


Oh tidak!


Mendadak wajahnya berubah pucat. Apa yang sedang di takutkan oleh gadis ini?


Gadis polos itu memang merasa sedikit cemas, dia bahkan tidak pernah berpikir sejauh itu, tapi mungkin saja nyali Rosella bahkan jauh lebih kuat dari pada yang Andrea tahu.


"Bagaimana kalau.." dia punya ide.


Dia berjalan menuju sisi lain dari rumah William, dan mencoba mengintip dari celah lubang rumah William.


Dan..


"Hah!"


"Ugh!"


"Umh...."


Suara menakutkan itu, terdengar jelas di telinganya, di bumbui dengan sebuah pemandangan yang sangat memukau, bahkan bisa membuat seluruh tubuhnya terpaku.


"Oh tidak!" ucapnya lirih, "kau benar telah melakukannya..." benar-benar sangat terkejut.


Andrea bahkan tidak pernah menduga, kalau Rosella, ternyata bisa seberani itu.


Dia semakin di buat mematung, tak berdaya untuk sekedar beranjak, atau menutup telinga nya.


Hingga akhirnya ..


"Apa yang kau lihat?" seseorang yang bertanya membuat dia terkejut.


"Ah?" dia menoleh, dan mendapati Lucifer yang berada di sana.


"Kau!!! jangan terlalu keras! nanti mereka bisa dengar!" ucap Andrea pada Lucifer dengan lirih.


"Memangnya apa yang sedang kamu lihat? kau melihat sesuatu yang menakjubkan?"


"Dasar! kau pun belum pernah melihatnya!"


"Oh ya? kalau begitu, biarkan aku mengintip sedikit.." Ucap Lucifer sambil bergerak sedikit maju.

__ADS_1


"Eits!" namun dengan cepat, Andrea mencoba mencegat laki-laki nakal itu, "kau jangan coba-coba mengintip! aku akan menarik kuping kamu sampai terpisah dari kepalamu, kalau sampai kau melihat sedikit saja penampakan menakutkan ini!" dia terlihat was-was.


"Wohow, kejam sekali dirimu! baiklah, kau mau menyibukkan diri di tempat lain? kalau terus di sini, kau akan semakin liar, lalu mungkin saja akan memaksa aku melakukannya denganmu!" ucapnya dengan penuh ledekan.


"Cihh! kau bahkan tidak paham bagaimana melakukannya.." ucap Andrea, yang sejujurnya juga merasa sedikit canggung, "kau mau ajak aku kemana? ayo kita pergi sekarang saja! jangan ganggu mereka.."


"Baiklah, baiklah, ayo kita makan!"


"Aku sudah kenyang.."


"Baiklah, mari kita ajak ayahku untuk menikmati makan bersama malam ini.." ajak Lucifer, yang sontak saja membuat Andrea terkesan mundur.


Lucifer terlihat sudah melangkah lebih dulu dari tempatnya, sementara, Andrea masih terlihat terpaku dengan wajah yang takut dan ragu.


Lucifer mendapati gadis itu yang tidak bergeming sama sekali, dan akhirnya memilih untuk berbalik.


"Kau sedang apa? apa tidak mau ikut? ayo?!" ajak Lucifer agak memaksa.


"Tapi, bagaimana kalau ayah kamu tidak mau?"


"Bukankah kau ingin tahu, kenapa ayahku begitu dingin padamu?"


"Mungkin karena sifat dia yang memang dingin sejak awal?" tanya Andrea mencoba menebak.


"Dasar bodoh! Wilson meniru dari ayahnya, kau kan tahu bagaimana Wilson yang selalu ramah pada siapapun!!" jelas Lucifer, "ayo! ajak dia ikut dengan kita!"


"Ba-baiklah!"


Apa kau sedang berusaha membunuh aku Lucifer?


Hahh!!


Baiklah!


Mereka telah tiba di sebuah rumah yang memang ukurannya sedikit lebih luas, dan bentuknya agak lebih baik di banding rumah-rumah lain.


Mungkin mereka sengaja membuat rumah Tan Ash seperti ini, untuk membedakan antara rumah sang tetua dengan penduduk biasa.


Iya, mungkin kan...


Di sana terlihat wajah Andrea yang semakin gugup saja. Dia bahkan terus bersembunyi di belakang tubuh besar milik Lucifer, dan enggan untuk menampakkan diri.


Hingga pada akhirnya, Lucifer terlihat hampir menggapai gagang pintu. Namun, dengan cepat, Andrea menarik tangan pria itu, dan menggelengkan kepalanya, memohon untuk di selamatkan.


"Jangan.. aku mohon..." lirih Andrea benar-benar merasa takut.


"Shut! tenanglah, tetap di belakang aku," jawab Lucifer mencoba menenangkan Andrea yang terlihat gugup.


Kini Andrea melepas pegangan tangannya di lengan Lucifer, lalu menyembunyikan diri di punggung Lucifer.


Pria itu terlihat hampir membuka pintu rumah ayahnya, sebelum akhirnya..


Kriett!


"Ah?"


Mereka bertiga sama-sama terkejut.


Rupanya malah Wilson yang keluar dari sana.


"Kakak?" tanya Wilson bingung.


Pemuda itu akhirnya menutup pintu rumahnya, dan mencoba bertanya-tanya pada sang kakak.

__ADS_1


"Ada apa kau di depan pintu seperti ini?"


Lalu matanya mendapati seseorang yang tengah bersembunyi di balik tubuh besar sang kakak.


"Ah? kau? kenapa kau bersembunyi di sana?" tanya Wilson pada Andrea, membuat gadis itu terlihat keluar dari persembunyiannya dengan pelan-pelan.


"Wilson?" bingung, "di mana Tuan Tan Ash?" tanya Andrea agak lega, karena rupanya yang keluar bukanlah tuan galak itu. Hahaha...


"Em, ayahku maksudnya?" tanya Wilson berbalik pada Andrea.


Andrea hanya mengangguk saja, sementara Lucifer terlihat terdiam di tempatnya, tanpa bergerak sedikitpun.


"Ummm, ayah, ayahku ada.."


"Ada di mana? kamu jangan buat gugup dong..." ucap Andrea agak merasa gugup.


"Andrea, ayahku, ada di belakang kamu..." ucap Wilson.


Seketika dua pasang mata yang sedari tadi terus menghadap ke arah Wilson, langsung berbalik menuju arah yang di tunjuk pemuda itu.


Andrea membelalakkan kedua matanya, hingga akhirnya dia memilih untuk berlari lalu bersembunyi di belakang Lucifer lagi.


Tan Ash sudah berdiri sejak beberapa menit yang lalu, bahkan mungkin sejak Andrea dan Lucifer baru saja ingin mengetuk pintu rumahnya.


"Lucifer, aku takut..." ucap Andrea dengan lirih pada Lucifer.


"Tidak apa-apa.."


"Apa yang kalian lakukan di sini?"


"Ayah, kami semua akan mengadakan makan malam bersama dengan penduduk desa, apa kau tidak mau bergabung dengan kami?"


Tan Ash terdiam, hingga pada beberapa saat kemudian, dia terlihat berbalik, lalu berjalan membaur dengan masyarakat.


🍂🍂🍂🍂🍂


"Ugh! Rosella, kau sungguh amat mempesona..."


Cup!?


Permainan keduanya kini hampir mencapai puncaknya. Keduanya melenguh, merasakan begitu nikmatnya rasa di akhir cerita malam ini.


Suara yang semakin terdengar ricuh, bercampur, dan bersahutan dengan suara sesuatu yang semakin basah membuat malam di rumah William begitu indah.


"Ugh!! Will... kau...."


Hingga akhirnya, sesuatu yang hangat terasa meluncur dengan deras menuju rahim Rosella, dan membebaskan rasa nikmat yang sangat luar biasa..


"Hahh!"


Hahh...


Nafas keduanya memburu, bersamaan dengan akhir klim*ks yang begitu memuaskan.


Kini keduanya berbaring di atas alas dingin, dan saling berpelukan satu sama lain..


"Kau tahu Rosella? kau bahkan tidak pernah tahu kalau aku menyukai kamu sejak kamu kecil..."


"Oh ya?"


Benarkah itu?


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

__ADS_1


__ADS_2