
Tubuh Lucifer terjatuh di atas tanah, lalu dengan rapalan mantra yang sempat dia ucapkan barusan, tubuh tinggi nan tegap itu makin terlihat dengan jelas di hadapan matanya.
"Heh! aku tahu kau iblis, tapi yang aku paham, kau iblis bodoh! tidak pernah terpikirkan, kalau manusia jauh lebih baik darimu!!" dia bangkit dari duduknya, dan terlihat mengangkat pedangnya tinggi-tinggi.
Tak tak tak tak tak...
Swosshhh!!!!!
"Hiyaaaaaa!!!!!"
"Ah?" Lucas terkejut melihat manusia itu mengangkat pedang ke arah nya, dan hampir saja melukainya..
Trang!!
Pedang di tancapkan, di tusuk menuju arah satu mata Lucas yang tercipta dari bara api yang menyala dengan rasa dendam, bercampur dengan amarah yang luar biasa.
Namun...
Seoshhhh!!
Lucas yang tercipta dari kabut, dengan gesitnya merubah dirinya menjadi kabut tebal yang terbang ke langit, berusaha melarikan diri dari tusukan pedang Lucifer.
"Ah?" Lucifer terkejut melihat dirinya yang gagal lagi menyerangnya.
Bles!!
Pedang amarah Lucifer tertancap dengan beraninya di atas tanah. Rupanya bukan cara bidikan Lucifer yang melenceng, tapi memang karena gesitnya Lucas yang mampu berlari secepat kilat dalam waktu beberapa detik.
Dan saat itu pula, Andrea tengah berada di tepi sungai. Gadis itu terlihat tidak baik-baik saja, dengan mata yang masih tersihir oleh tatapan Lucas.
Dua sahabatnya, Rosella dan William terlihat terus membujuk Andrea untuk bangun dan sadar.
Namun telinga Andrea seolah tertutup sesuatu yang sangat tebal, hingga membuat gadis itu tidak mampu mendengar ucapan orang lain, selain bisikan Lucas di telinganya.
"Andrea!! bangunlah! kau harus bangun!" ucap Rosella membujuk.
Namun gadis itu malah semakin jauh melangkah, hingga tibalah dia di sungai yang menjadi pembatas antara pedesaan dengan hutan.
"Ayolah! lari dari sini! jangan menentangku.. aku bisa memberikan semua yang kamu mau, termasuk, hidup yang abadi, dan kekuasaan..... teruslah berjalan, sampai aku menyusul dan membawamu, gadis kecil....."
Hingga akhirnya, entah mengapa hati kecilnya berbisik. Hati yang mulanya terasa mati dan tak mampu mengucap apapun, secara perlahan, Andrea mulai bisa berkata-kata dengan hatinya..
"Ah? aku tidak mau kekuasaan, yang aku mau, hanya pulang dari tempat ini saja....."
Hingga akhirnya..
"Ahhhhh!!!!!" dia mengedipkan matanya, dan seketika semua sihir di matanya hilang.
__ADS_1
"Andrea!!!!" William mencoba menangkap tubuh Andrea yang hampir tumbang.
Tubuh Andrea sejenak melemah, dan tak mampu bergerak sama sekali, hingga pada suatu saat, dia terlihat membuka matanya dengan sangat gagah, lalu bangun dari keterpurukannya..
"Andrea !!!"
Sring!!!!
Matanya terbuka dengan lebar, lalu dengan beraninya, berjalan mendekati Lucas..
"Yang aku inginkan bukan kekuasaan, tapi aku ingin pulang dari sini?!!!"
Andrea mengambil serbuk yang entah mengapa bisa berada di saku bajunya, lalu dengan cepat melempar mengarahkan serbuk putih itu tepat pada kedua mata Lucas.
Seoshhhh!!!
"Arkh!!" pekik Lucas saat serbuk itu berhasil mengenainya.
Bubuk seperti garam itu terlihat mengenai kedua mata Lucas, dan membuat iblis itu mengerang kesakitan..
"Aaaaaaaa !! aaaaaaaa!! aaaa!!" pekik iblis itu sambil memegangi wajahnya yang terasa terbakar habis.
Hingga pada akhirnya iblis itu terlihat makin menciut, dan kabut tebal pun perlahan mulai hilang, lalu sebuah cahaya purnama terlihat menyorot dengan indah dari langit..
Perbuatan Andrea telah menyelamatkan Lucifer dari bahaya kematian.
Pria itu nampak masih tersungkur di atas tanah, akibat serangan bayangan Lucas yang selalu saja berhasil menjatuhkan dirinya.
Dua sahabatnya menyusul dan berdiri di belakang..
"Lucifer! kau tidak apa-apa?" tanya Andrea agak cemas.
"Hahh! hahh! hanya luka kecil di bagian perutku saja, ini tidak ada artinya..." Jawab Lucifer sambil terus menahan rasa sakitnya.
Mendengar jawaban Lucifer yang konyol, membuat Andrea geram.
Gadis itu terdiam beberapa saat sambil terus menatapi Lucifer, sampai pada akhirnya..
Plak!!!!!
"Aduh!!!!" pekik Lucifer, sambil terus mengusap pipi merah hitamnya yang sangat mempesona, "apa maksud kamu? dasar tidak sopan!!"
"Kalau sakit, ya, bilang sakit! tidak usah sok jagoan begitu! dasar tidak waras! sudah luka parah masih saja mau mengunggulkan diri sendiri!!" ucap Andrea nampak marah.
Dua orang yang kini terlihat saling merangkul di belakang Andrea nampak hanya tersenyum-senyum saja melihat kelakuan dua anak ini.
Entah mengapa, dalam hati keduanya, mendadak terbersit rasa bahagianya untuk Lucifer dan Andrea. Hingga sebuah kata-kata akhirnya terucap di hati mereka..
__ADS_1
"Iya, semoga saja mereka berjodoh..."
"Kau mau aku gendong? kau terlihat sangat lelah, kita pergi sekarang saja, rasanya, kita juga harus membiarkan mereka berdua punya waktu lebih.." Ucap William pada Rosella.
"Cih! bukankah kita hanya melihat dan memandangi pertempuran mereka berdua saja, bagaimana aku bisa terlihat lelah?" tanya Rosella berbalik pada William.
Yang lain terlihat saling bertengkar dan saling menyalahkan satu sama lain.
"Mungkin saja, kau lelah dengan permainan semalam.."
Cup!!
Keduanya mendaratkan ciuman singkat di bibir, lalu akhirnya, memilih untuk pergi saja meninggalkan dua anak yang tengah bertengkar hanya karena masalah sepele ini.
"Dasar kau! sok jagoan!"
"Apa bedanya denganmu? bukankah kau juga sok menjadi penyelamat barusan?!" jawab Lucifer dengan kesal.
"Aku berhasil menyelamatkan kamu dari pria itu! apa kau sungguh tidak melihat semua yang aku lakukan barusan!?" tanya Andrea merasa heran, "yang benar saja, inilah bukti jiwa yang keras dan tidak mau mengakui kehebatan temannya sendiri!"
"Teman katamu? apa aku pernah bicara soal teman padamu? dasar percaya diri sekali! kau bahkan selalu saja membuat aku kesal! apa itu yang di sebut seorang teman?"
"Cih! aku baru tahu kalau kamu ternyata pria yang banyak bicara! rupanya kau jauh lebih cerewet dari wanita!" ucap Andrea.
Setelah itu, Andrea nampak bangkit dari duduknya, dan melangkah menuju rumah Rosella.
"Hey! kau mau kemana?" tanya Lucifer merasa tidak mampu berdiri.
Gadis itu menoleh, dan berdiri mematung.
"Mau tidur!"
"Apa kau sungguh membiarkan aku duduk di sini sepanjang malam?" tanya Lucifer merasa tidak di perhatikan sama sekali.
"Bukankah kau seorang jagoan? bangunlah sendiri! dasar manja!!" gadis itu berbalik, dan kemudian melanjutkan langkah kakinya menuju rumah Rosella.
"Aku harus meminta pendeta untuk menikahkan mereka berdua, kalau sampai terlambat, aku khawatir Rosella akan hamil duluan...." gumam Andrea agak ketakutan, "tidak, tidak, jangan berpikir negatif Andrea, biarkan saja, urusan menikah atau tidak, itu urusan mereka berdua, jangan ikut campur.. iya, lebih baik jangan ikut campur dengan mereka..."
Dia semakin jauh melangkah, lalu kemudian berhenti sejenak..
Dia mulai ingat suatu hal yang sangat mengganjal di hatinya, lalu berusaha untuk meraba saku bajunya yang terlihat di isi dengan butiran-butiran garam halus di sana.
"Bagaimana aku bisa mendapatkan garam ini?"
.....
"Hey, kau!! bisakah kembali dan menolong aku? aku butuh bantuanmu..."
__ADS_1
"Hahh! pria itu!!!"
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂