Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Bantuan Datang


__ADS_3

Semua orang terlihat menatap ke arah Andrea.


"Dia sangat parah, mungkin nyawanya juga dalam bahaya.." jawab Vincent pada Andrea.


"Apa kalau aku menolongnya, dia tidak akan berusaha menangkapku?" tanya Andrea membuat semua orang tersentak.


"Dre!? apa yang kau katakan? kenapa kau malah ingin membantu mereka!? mereka musuh kita! mereka bukan kawan, mereka juga uang pernah menculikmu!" cegat Rosella.


"Tapi membiarkan Jayden dalam bahaya bagaimana menurut kamu? bagaimana kalau dia tewas? apa kau tidak akan merasa bersalah karena itu?" tanya Andrea pada Rosella.


"Kenapa harus merasa bersalah? dia bukan kawan, Dre!"


"Kawan atau lawan, saat dia membutuhkan kita, sebisa mungkin kita harus membantunya, kau dengar itu?"


Sekarang Rosella dan yang lainnya terlihat diam. Kebijakan yang di ambil oleh Andrea tentu saja membuat perasaan mereka semua tidak menentu.


Bak pemimpin dan ketua yang bijak, Andrea bahkan lebih pantas mendapat peran sebagai pemimpin.


Meski sejujurnya, Andrea sendiri bahkan tidak pernah tahu sejak kapan dia punya kebijaksanaan semacam ini.


"Di mana dia sekarang? biar aku yang datang mengobati lukanya.." ucap Andrea dengan mantap.


Manora terlihat menatap Andrea penuh rasa canggung. Maklum saja, telah bertahun-tahun dua ras ini bermusuhan, lalu sekarang, gadis yang di rawat oleh The Tiger malah menawarkan bantuannya pada mereka.


Sungguh sangat memalukan..


Manora dan Vincent berjalan lebih dulu di depan, sementara Andrea dan ketiga kawannya terlihat berjalan membuntuti mereka di belakang.


Mereka semua hampir tiba di gua yang di maksud oleh Manora. Tempat di mana Jayden terkapar membiru dengan luka yang sangat memprihatikan.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Sementara itu, di sisi hutan yang lain, Lucifer tengah berusaha mencari keberadaan mereka semua.


Menggunakan insting, indera penciuman, dan pendengaran yang tajam, mudah saja baginya untuk menemukan jejak ke empat kawannya.


"Kalian pergi begitu jauh.. dasar anak-anak bandel!" gerutunya saat mendapati tanda-tanda mereka semakin menjauh.


Namun, mendadak dia malah mencium aroma yang lain. Aroma yang sangat khas dan tajam di bekas jalanan yang di lalui ke empat kawannya barusan.


"Serigala?"


Dia semakin cemas saat mencium bau darah dan nanah yang sangat tajam itu. Buru-buru dia merubah dirinya, dan berjalan semakin cepat, demi menggapai keberadaan mereka semua.


"Awas saja kalau ada apa-apa dengan mereka!!"


Kretak! kretak! kretak!!


Derap langkah kakinya terdengar begitu menakutkan, dan membuat seluruh penghuni hutan terdiam dalam persembunyian masing-masing.

__ADS_1


Namun sayangnya, Lucifer datang bukan untuk berburu.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


"Kita sudah sampai.." ucap Vincent menunjukkan sebuah gua yang gelap, dan menakutkan.


Semua orang masuk ke dalamnya, dan berjalan menuju arah Jayden..


"Di mana dia?" tanya William pada Vincent.


"Dia di dalam, tidak aku izinkan untuk keluar, takutnya memancing binatang seperti kalian untuk mendekat.." jawab Vincent.


"Cih! aku tidak suka daging alot seperti kalian!" jawab Rosella dengan judesnya.


Kini mereka telah tiba tepat di hadapan Jayden yang tengah berbaring di atas bebatuan.


Tubuhnya membiru, dengan luka-luka yang parah di sekujur tubuhnya. Vincent terlihat mendekat ke arah Jayden, lalu membangunkan pria itu.


"Jay!? bangunlah.."


"Arkh!!" pekik pria itu, setelah terkejut akibat di bangunkan oleh Vincent.


"Bangunlah.."


"Sakit sekali.." ucap pria itu lagi.


Vincent terlihat membantu Jayden bangkit dari tidurnya, dan menegakkan tubuhnya yang polos, hanya menggunakan bagian bawahnya saja.


Pria itu nampak perlahan-lahan mulai bangun dari tidurnya dan mencoba terduduk menghadap sinar matahari menyorot langsung ke arah wajahnya.


"Ah?!"


Semua orang yang ada di sana semakin di buat terkejut oleh penampakan wajah Jayden yang sangat memprihatinkan.


Dari sorot cahaya matahari yang menimpa wajahnya, memang bisa di lihat dengan jelas luka-luka menyeramkan di wajah dan tubuhnya. Luka yang mungkin saja hampir membusuk jika tidak segera di tangani.


"Kenapa kalian membiarkan dia seperti ini? apa kalian sungguh manusia bodoh?" tanya Andrea geram pada Vincent dan Manora.


Mendengar suara yang asing di telinganya, membuat Jayden mencoba membuka matanya lebih lebar, dan kemudian menatap siapa yang datang di sana.


"Aish! kau membawa musuh untuk datang menengokku?" tanya Jayden pada Manora dan Vincent.


"Jayden! kau harus sembuh dari lukamu, kalau sampai lukamu terlambat di obati, kamu bisa saja tewas!" jawab Manora.


"Tapi kenapa harus mereka? kenapa tidak tabib atau orang lain selain mereka?" tanya Jayden agak kesal.


"Apa kau malu pada kami? kau malu atas bantuan yang kami tawarkan, karena kekejaman ras mu di masa lalu pada kelompok kami?" tanya Rosella, "heng! setidaknya kau masih punya rasa malu!"


"Malu? kau pikir aku tidak berharga begitu?" sekarang Jayden nampak di buat kesal oleh Rosella.

__ADS_1


"Ya sudah, kalau tidak mau mendapat tawaran dari kami, kita pergi saja, orang seperti dia memang pantas mati! ayo, Dre! kita harus pulang.." ajak Rosella pada Andrea.


"Tidak!"


Tapi Andrea malah menolaknya. Ada rasa kasihan dan tidak tega saat melihat wajah Jayden yang sangat kesakitan itu.


Tubuh yang dingin, dan keringat yang terus mengucur, seolah membuat basah di lukanya semakin terlihat menakutkan.


"Dre!?" dia makin kesal pada Andrea.


"Dia sedang sekarat! kalau sampai terlambat, dia bisa tewas!" ucap Andrea begitu yakin.


"Apa kau akan menolong pria jahat ini? apa kau sungguh tidak waras?"


"Rosella, sampingkan dulu rasa permusuhan kalian, dan lihatlah, betapa kasihannya dia dengan luka-luka ini, tinggallah di sini, kita obati dia bersama.."


"Hahh!"


Mendengar ucapan dari sahabatnya, membuat Rosella tidak punya pilihan lain selain diam, dan mengalah.


"Baiklah, aku akan membantumu," ucap wanita itu setelah sekian lama dia berpikir, "tapi itu artinya, kau punya hutang pada kami semua!!"


"Siapa juga yang mau kalian obati!" Jayden malah menolak tawaran dari mereka.


"Dasar bodoh! kau malu pada kami? bilang saja! tapi kau bisa saja mati karena luka ini! apa yang akan kau pilih!? pilih nyawa, atau gengsi?" tanya Andrea pada pada Jayden.


Sejenak pria itu berpikir, sebelum akhirnya, kedatangan Lucifer mengejutkan mereka semua.


Groarrrrrrrrrr!!


"A?"


"Tahan dia! jangan sampai dia menyerang Jayden lagi!" ucap Manora pada Vincent.


Seoshhhh!!


"Tunggu dulu!" seka William pada mereka semua, "kalau kalian mengangkat pedang, anak itu akan semakin gila," ucapnya.


Mereka semua akhirnya terdiam, dan memasukkan pedangnya kembali ke tempatnya.


"Aku yang akan bicara.." ucap William pada semua orang.


Pria itu terlihat keluar dari gua, dan mendapati Lucifer yang tengah merubah dirinya menjadi manusia biasa.


"Apa yang terjadi di sini? di mana para serigala itu?" tanya Lucifer tanpa basa-basi.


"Masuklah! mereka butuh bantuan kita!"


"Bantuan?"

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2