
Dia akhirnya memilih untuk bangkit, dan beranjak dari ranjang tidurnya. Seharian dia berada di atas kasur membuat badannya jauh lebih sakit dari biasanya.
"Arkh!!" mencoba melemaskan otot-otot yang semula kaku.
"Entah apa yang dia berikan padaku, tapi rasanya benar-benar mujarab, aku yakin dia akan jadi tabib hebat di masa depan.." Ucapnya bergumam sendiri.
"Kemana kiranya dia pergi!? apa mereka masih belum selesai membereskan kekacauan semalam?" tanyanya lagi.
Sesungguhnya dia terlihat amat cerewet pada dirinya sendiri sejak tadi.
Pria itu bangun dan berjalan keluar dari rumahnya. Dia mendapati suasana pedesaan yang telah kembali normal seperti semula.
Para pemuda desa yang terlihat bergotong royong membawa kayu bakar masuk ke desa, para wanita yang sedang di sibukkan dengan dapurnya, lalu anak-anak yang sudah bisa bermain dengan riang di sana.
Tak terasa senyum merekah di bibirnya. Ada sedikit rasa senang karena kedatangan gadis itu. Dia bahkan tidak pernah menyangka, kalau gadis itu akan menyelamatkan mereka semua dari Lucas.
Betul sekali apa kata ayahnya, dia harus menjaga gadis itu. Pemegang mutiara yang akan menentukan nasib mereka kelak.
Tapi ngomong-ngomong, di mana mereka? oh! lebih tepatnya, di mana gadis itu berada? kenapa dia tidak terlihat di sini?
Juga tiga kawan lainnya, kemana sebenarnya mereka pergi?
Atau jangan-jangan....
"Mereka pergi ke dalam hutan?" gumamnya penuh kecemasan.
Tanpa peduli rasa sakit di bagian perutnya, Lucifer langsung bergerak menuju ke pedalaman hutan.
Dia memang tidak bisa membiarkan sahabat-sahabatnya berada dalam kesulitan. Meskipun dia sudah berhasil melumpuhkan Jayden beberapa hari yang lalu, tapi rasanya agak risau saja kalau membiarkan ke empat orang itu berkeliaran di tengah hutan tanpa pengawasan darinya.
"Dasar anak-anak nakal!" Ucapnya.
Dia terlihat mengambil pedang api miliknya, dan bergegas pergi untuk menyusul rekan-rekannya.
ππππππ
ππππππππ
Kretak! kretak! kretak!
__ADS_1
Suara langkah kaki yang menginjak ranting-ranting pepohonan yang telah terjatuh dan mengering itu terdengar semakin jelas mendekati mereka.
"Aku bisa menciumnya! serigala betina, dan serigala jantan! hanya dua saja! tidak ada yang lain!" ucap William si ahli mengendus.
Srek! srek!
Dan benar saja, dua sosok serigala terlihat muncul dari balik semak-semak, dan merubah wujudnya menjadi manusia biasa.
"Oh? Vincent, sungguh suatu kejutan yang besar!" ucap William kembali menyembunyikan pedang ke dalam sakunya.
William tersenyum kecut, mendapati sosok sahabat lama yang kini akhirnya harus berpisah karena ketegangan antar dua kelompok di masa lalu.
"Kenapa kau tidak menyerang kami?" tanya Manora pada kawanan The Tiger.
"Menyerang kalian? kami bukan pengecut, yang menyerang lawan saat mereka diam!" jawab Rosella sedikit kesal.
"Lagi pula, kedatangan kalian tidak membawa aroma buruk bagi kami, kecuali satu orang yang kalian kawal, dia kenapa memangnya?" tanya William, mencium aroma nanah Jayden yang ikut terbawa di tubuh Manora.
Dua serigala itu hanya terlihat saling menatap satu sama lain, sebelum akhirnya mereka berkata tentang semuanya.
"Dia sakit keras! karena cakaran Lucifer hari itu," ucap Manora, tidak membuat rombongan William terkejut.
"Cih!" terkekeh, "bahkan si sombong itu pun akan kesakitan saat terkena kuku Lucifer!? aku sempat berpikir dia sangat hebat.." Ledek Rosella.
William sempat ragu menjawabnya. Karena perpisahan dan pertarungan di masa lalu antar ras mereka membuat keduanya seolah terpisah jarak yang begitu jauh.
Namun, dalam hatinya, Vincent tetaplah sahabat yang terbaik baginya.
Dua mata William terlihat menatap Rosella, dan menemukan beribu-ribu tanda tanya di sorot mata wanita yang telah dia tiduri tadi malam.
"Apa kalian bersahabat?" tanya Wilson pada William dan Vincent.
"Hanya karena perseteruan yang tidak jelas itu, yang membuat kami tidak bisa bercengkerama dan bermain seperti dulu lagi," ucap Vincent menjelaskan situasi di masa lalu.
"Hah!? jadi dua ras ini juga sebenarnya bukan musuh?" Andrea memunculkan dirinya.
Manora dan Vincent mundur ke belakang, merasakan sebuah kekuatan besar yang muncul dan menusuk dada mereka dari gadis ini.
"A?" bingung.
__ADS_1
Mendapati mundurnya Vincent dan Manora dari hadapan mereka tentu saja membuat siapa saja bertanya-tanya.
"Ada apa? kenapa kalian menjauh? aku bukan orang yang berbahaya!" ucap Andrea bingung.
"Dia bukan harimau! siapa dia?" tanya Vincent pada William.
"Dia mungkin gadis yang di maksud Tuan Zhagler! mungkin gadis ini yang harus kita tangkap!" ucap Manora pada Vincent dengan cara berbisik.
Mendengar pernyataan dari sang sahabat membuat Vincent tersentak. Aura yang ada di tubuh Andrea, dengan hujaman kekuatan besar saat gadis ini muncul, semakin membuat dirinya takut, akan terjadi sesuatu pada Jayden.
Jayden tidak boleh menangkap gadis ini!
Benak Vincent.
"Katakan apa kalian bisa membantu kami!" ucap Vincent.
"Apa kau sungguh pria bodoh!?" namun wanita di sebelahnya menahan tangan Vincent, "mereka musuh kita, untuk apa meminta bantuan pada mereka!!?"
"Manora! apa kau ingin dia tewas di gua!? apa kau tidak takut kehilangan dia?" tanya Vincent, seketika membuat Manora terdiam.
"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Rosella, "memangnya siapa yang akan tewas?"
"Jayden dalam bahaya, seluruh tubuhnya di penuhi luka, dan dari lukanya mengeluarkan nanah, aku takut nyawanya tidak akan tertolong!" jelas Vincent pada Rosella, "oleh karena itu, mohon bantulah kami, kami harus mendapatkan seorang tabib handal untuk menyembuhkan luka Jayden!"
"Cih! dan kau meminta bantuan pada kami, begitu?" tanya Rosella dengan wajah acuhnya, "sayangnya, kami adalah orang yang kalian tindas, dan di tuduh melakukan pengkhianatan antar ras, dan kau tahu? itu sudah cukup membuka matamu!"
"Apa kau sungguh tidak punya rasa malu? meminta pada seseorang yang telah kau tindas sampai habis! ish! aku pikir hanya aku saja yang otaknya waras di sini!" ucap Wilson menimbali Rosella.
"Tapi nyawa Jayden terancam, dia juga di usir oleh ayahnya, tidak di bolehkan masuk ke desa selama dia belum mendapatkan gadis ini!"
"Shut! diam kau!!" seka Manora dengan cepat.
Namun sudah terlambat. Semua orang sudah tahu niat busuk mereka berdua. Sayangnya Vincent bukan pria yang pandai menyimpan rahasia.
"Oh! jadi karena itu dia sakit-sakitan di gua, dan tidak bisa di manjakan di sisi ayahnya? dari sini aku bisa menangkap sebuah pembelajaran, kalau kau pintar, kenapa kau tidak lari dari kandang harimau? jika memilih bertahan, artinya kau orang yang bodoh!" jelas Rosella nampak geram.
"Vincent, kau meminta kami untuk membantu menyembuhkan luka Jayden, lalu setelah itu, kalian akan melancarkan usaha kalian untuk menangkap Andrea!? kau pikir kami bodoh? hah?!" sekarang William pun terlihat kesal.
"Memangnya dia sampai separah apa?"
__ADS_1
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ