Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Berpisah


__ADS_3

Keduanya melencang meninggalkan pesta yang hampir usai, meski masih banyak tamu undangan yang masih setia berada di sana.


Namun agaknya pengantin baru itu sudah tak lagi bisa bertahan dari godaan kerinduan dan hasrat yang telah lama terpendam.


Dengan berjalan romantis, bergandengan tangan hingga tibalah mereka di kamar yang berhias warna putih dan merah. Kelopak bunga yang tersusun dengan rapi di atas sprei, dan wangi-wangian menambah suasana di kamar itu sedikit berbeda.


Namun sejujurnya bukan semua itu yang membuat suasana di malam ini terasa berbeda. Ada hal lain yang membuat malam yang akan berakhir singkat karena waktu yang sudah menunjukkan pukul satu dini hari itu pasti akan cepat berlalu.


Keduanya saling memandang di sisi ranjang, kemudian tersenyum, lalu saling membelai dengan mesra.


"Cintaku yang telah lama hilang, akhirnya aku menemukan kamu kembali, terima kasih kau masih mencintai aku meski pada awalnya kau hanya menduga aku sebatas mimpi..."


Andrea tersenyum menatapi sang suami yang seolah tiada habisnya menatapi wajah anggunnya.


Pria bertubuh besar dan kekar itu mengelus dengan lembut pipinya, kemudian beralih ke bibir ranumnya..


"Lucifer..."


Namun panggilan itu harus mengakhiri gerakan tangan Lucifer di sana, dan memilih untuk berdiam di ceruk leher Andrea..


"Ya?!"


"Jangan pernah tinggalkan aku lagi, bisa apa aku tanpa dirimu, sayang...." ucap wanita itu dengan sedih, seolah perpisahan di hari lalu sungguh memberinya cambuk kesengsaraan yang luar biasa.


"Bukankah seharusnya aku yang bilang begitu padamu? kau yang meninggalkan aku dan membiarkan aku menunggu empat ratus tahun hanya untuk menemui dirimu lagi, lihatlah, betapa kejamnya kau menyiksaku, Dre, menyiksa perasaanku yang selalu saja mencintai kamu, tak pernah satu detik pun terlewat di hatiku untuk mencintai kamu.."


Pria itu menjawab ucapan Andrea, dengan perasaan yang bergejolak, seakan-akan semua bayangan perjalanan waktunya menunggu gadis ini datang terlihat dengan jelas berada di depan matanya...


"Aku tak ingin kehilangan kamu lagi, Dre..."


Cup!


"Ugh...."


Keduanya terlihat saling menutup mata, merasakan permainan manja di bibir keduanya, mengisyaratkan permainan panas akan segera di mulai.


Di diamkan saja permainan itu di bibir Andrea, tak ingin cepat-cepat menuju ke yang lain sebelum kepuasan akan si bibir merah ranum milik Andrea itu kelelahan.


Tak berbeda jauh dari Lucifer yang masih setia menikmati kecupan lembut di bibirnya, Andrea pun tak ingin cepat berlalu.


Di diamkan saja keduanya berada dalam posisi saling memeluk dan saling menyalurkan kehangatan malam pertama yang mengasyikkan..


Hingga akhirnya, meluncurlah tangan Lucifer menuju kepada dua gundukan yang masih tertutup selembar gaun pernikahan berwarna putih bersih, menandakan pernikahan mereka yang tidak akan pernah ternoda..


Di bukalah gaun putih bersih yang melekat di sekujur tubuh Andrea, hingga terlihat dengan jelas seluruh tubuh wanita itu di hadapan matanya, tanpa terlewat satu inci pun juga.


Laki-laki itu berdegup kencang, untuk pertama kalinya ia kembali melihat tubuh indah ini setelah empat ratus tahun, bagaimana kiranya perasaan pria itu?


Di kecuplah gundukan itu dengan lembut, lalu di mainkanlah di ujungnya hingga tubuh Andrea terlihat menggelinjang di buatnya.


Tak ingin terlalu lama berada dalam himpitan si bola ajaib itu, Lucifer kemudian bergegas mencari inti dari sebuah keindahan yang hakiki.


Di baringkan lah tubuh Andrea di atas kasur pengantin di malam pertama mereka, lalu di bukalah dua kaki mungil milik Andrea. Seketika si merah ranum itu terlihat merekah, membuat darah Lucifer berdesir dengan cepat, hingga terasa tubuhnya mulai memanas, sesuatu yang di bawah sana pun tak bisa di tahan lagi, berdiri saja sesuka hatinya, sampai akhirnya Lucifer memberi sedikit ruang bagi benda pusaka milik ras harimaunya untuk leluasa.

__ADS_1


Jatuhlah seluruh pakaian Lucifer, hingga pria itu kini pun terlihat polos seperti Andrea, dan akan melalui malam pengantin ini dengan penuh kehangatan...


"Ugh...."


Tak ingin terlalu lama berada dalam pemanasan, segera saja Lucifer menembus batas kepemilikan Andrea yang telah basah.


Di hujamkan pusakanya, lalu di mainkan secara perlahan, menikmati betapa indahnya malam kedua setelah ia melaluinya bersama Andrea empat ratus tahun yang lalu...


"Dre..."


"Uhm?"


"Kau masih saja sama seperti dahulu, indah dan menawan," puji Lucifer di sela-sela permainan ganasnya..


Andrea menyimpulkan senyuman di bibirnya tatkala mendengar pujian itu terlontar dari mulut Lucifer untuknya..


"Pandai menggombal.."


"Ya, aku memang selalu pandai untuk itu..."


"Benarkah?"


"Lihat saja apa kau masih akan takluk dengan pria besar ini atau tidak..."


Cup!


"Ugh.."


Beberapa tanda atas kepemilikannya di cap pada beberapa tempat yang menjadi ikon favorit Lucifer.


"I love you, Dre...."


"Uhm...."


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Blam!!


Lucifer terlihat menutup pintu bagasi mobil di pelataran rumah Andrea yang di cat putih bersih, bercampur abu-abu itu.


Ia bergerak mendekati Andrea yang tengah berpamitan pada dua orang tuanya di teras rumah.


Ayah dan ibunya nampak tidak baik-baik saja saat anak perempuannya berpamitan, ingin segera pergi menyambut masa depan pernikahan yang cerah..


"Ayah, ibu, Andrea dan Lucifer pamit, ya.. do'akan kami berdua bahagia seumur hidup.."


"Nak, kau tahu? aku tidak yakin suami kamu ini bisa berselingkuh, lihatlah! empat ratus tahun dia setia tunggu kamu tanpa lelah, apa masih di ragukan lagi?" tanya Jack meledek menantu tuanya.


"Ayah ini, kau pun tak bisa berselingkuh dari ibu karena ibu terlalu cantik bagimu, tanpa kau sadari, kau juga sama seperti Lucifer.."


"Hei, hanya saja, aku bukan pria tua berusia empat ratus tahun, dan lagi aku bukan keturunan manusia harimau, ingat baik-baik kata ayah," ia lalu mendekat dan berbisik di telinga putrinya, "kalau dia nakal di ranjang, kau harus bisa mematahkan taringnya!"


Andrea terkekeh mendengar penuturan dari ayahnya..

__ADS_1


"Katakan lagi ayah, aku mendengarnya," ucap Lucifer sambil datang merangkul Andrea lalu tersenyum kepadanya, "bagaimana sayang? apa permainan bagimu lembut atau kasar?"


"Kau selalu memberi aku yang terbaik..."


"Aish....." sang ayah nampak di buat tercengang dengan jawaban dari putrinya, "baiklah, terserah kalian saja, asalkan, kau jangan panggil aku kakek saat kalian sudah punya anak, biar cucuku saja yang memanggilku kakek!" ucapnya pada Lucifer.


"Baiklah, baiklah, sekarang giliran ibu, kau sudah membuat waktu bicaraku semakin sempit.."


"Baiklah, aku mundur.."


Jack terlihat mundur dan memberi ruang pada istrinya untuk berbicara, mengungkapkan semua perasaan yang ada di hatinya.


"Mom.."


"Andrea, aku tahu meski dia pria tua yang berbadan besar dan berotot, tapi kau sangat mencintainya, jadi untuk kamu Lucifer, jangan biarkan anak ibu di sakiti oleh siapapun, dan kau juga jangan pernah menyakiti dia meskipun dengan ucapan dari mulut kamu sekalipun, aku percaya kau tidak lagi berubah menjadi manusia harimau, tapi kau tetap saja punya darah harimau di dalam tubuhmu, jadi jangan pernah galak padanya, apa lagi berpikir untuk memakannya.."


"Ibu, dia hanya memakan aku di ranjang, selain itu, aku tak percaya dia bisa melahap wanita yang ia cintai hidup-hidup, jadi tak perlu cemas.."


"Andrea, ibu ini tidak sedang bicara denganmu, jadi ibu mohon diamlah, kalau kau bicara ibu jadi rindu suaramu yang lembut itu.."


"Ouhhh, ibu..."


Ibu dan anak itu berpelukan dengan penuh kehangatan, merasa sedih dan haru harus mendapati perpisahan yang terasa begitu cepat.


Jack pikir akan menikahkan anaknya di usia dua puluh lima tahun, tapi nyatanya, sekarang saja Andrea masih berusia sembilan belas tahun, hanya kurang dua puluh hari lagi anak itu baru akan menginjak angka dua puluh tahun, ya, perpisahan yang lebih cepat dari yang ia bayangkan.


Tak apalah, asal putrinya bahagia, dan juga menemukan pria tepat untuk masa depannya, bisa menjaganya dari hal-hal yang buruk, jadi untuk apa di khawatirkan?


Ibunya melepaskan pelukan hangat mereka, tak ingin membuat perpisahan ini semakin mengharukan..


"Baiklah, Nak! pergilah dengan suami kamu, buat masa depan kalian bahagia, ibu akan selalu mendukung kalian di setiap do'a..."


"Terima kasih, ibu," ucap Andrea.


"Terima kasih untuk do'anya.." ucap Lucifer pula.


Kini mereka terlihat berjalan bergandengan menuju arah mobil, lalu masuk ke dalam mobil Lucifer dan menutup pintunya.


Blam!!


Keduanya menyempatkan diri untuk menatap kedua orang tua Andrea yang berjejer menatapi kepergian mereka, lalu terlihat mereka melambaikan tangan, memberi salam perpisahan untuk Andrea dan Lucifer.


"Hati-hati di jalan..." ucap sang ibu...


"Bye Mom, Dad....."


"Bye....."


Dengan perlahan Lucifer memarkirkan kendaraannya, memutar ke arah jalanan, dan akhirnya melesat dengan perlahan namun juga semakin jauh dari rumah Andrea...


"Ya, setidaknya dia empat ratus tahun jauh lebih dewasa dari putri kita.." ucap Jack pada istrinya.


"Apa kau masih saja mempermasalahkan empat ratus tahun itu, Jack?" tanya istrinya dengan bingung, "kau bahkan lupa kau juga sudah tua! ingat dia menantumu juga! jadi jangan panggil dia kakek tua lagi!" ucap istrinya sambil berlalu meninggalkan Jack di halaman depan menuju ke dalam rumah.

__ADS_1


"Ya, tapi dia memang lebih tua dariku, apa salahnya aku memanggilnya kakek tua!?" gumam Jack merasa sama sekali tidak punya salah.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2