Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Pemburu Terhebat


__ADS_3

Tubuhnya yang telah berubah, dengan langkah seribu kali lebih cepat, di bandingkan manusia biasa, memberi dirinya kemudahan untuk dengan cepat menyergap satu ekor rusa di depan matanya.


Rusa yang jaraknya lebih dari seratus kilo meter dari tempatnya bersembunyi. Namun keahlian berburunya bahkan jauh lebih baik dari yang dia kira.


Dengan secepat kilat, tubuh lorengnya bergerak, berlari ke arah rusa tersebut, sambil sesekali menunjukkan kedua taring runcing yang dia miliki.


Di sisi lain, panah sang adik terlihat tengah melesat, menuju bidikan yang tepat. Tubuh rusa yang menjadi target adiknya bahkan tidak bergerak satu senti pun dari tempatnya, dan itu sungguh memberi kemudahan untuk panah Wilson.


Kretak!


Kretak!


Langkah kaki Lucifer yang secepat kilat, di tambah lagi dengan insting yang kuat, membuat dia tidak terlalu kesulitan menggapai rusa tersebut.


Hingga akhirnya...


Hap!!


Gigi taringnya berhasil menusuk bagian leher rusa malang itu, hingga rusa itu tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri.


Perburuan ini memang sangat mudah. Rusa yang tidak mendengar langkah kaki Lucifer, dan Lucifer yang mampu dengan cepat menggapai rusa tersebut, meski telah mengintai mangsanya dari jarak seratus meter lebih.


Dan terlebih lagi, karena rusa itu tidak punya kesempatan untuk melawan, atau pun sekedar meloloskan diri.


Itulah sedikit gambaran kemampuan Lucifer yang memang seorang ahli berburu terkenal di daerah miliknya.


Melupakan sang kakak, mari kita kembali pada Wilson, yang panahnya juga telah mendekati mangsa.


Bisa di bayangkan bukan, betapa cepatnya kaki Lucifer melangkah menggapai rusa mangsanya?


Dua ekor rusa itu memang sedang asik menikmati hijaunya rerumputan di Padang hijau, tapi antara panah milik Wilson, dan langkah kaki milik Lucifer, rupanya keduanya tiba hampir di waktu yang bersamaan.


Blesss!


Dan panah Wilson pun menancap dengan sangar di bagian perut sang rusa, hingga membuat rusa itu tidak lagi bisa berbuat apapun.


Lari?


Mungkin hanya jarak beberapa meter saja, sebelum akhirnya di juga tumbang, karena tidak lagi mampu menahan rasa sakit.


"Wohhh!" teriak Wilson dari kejauhan.


Adik laki-laki yang tampan itu terlihat menyusul kakaknya di tengah Padang, sambil terus berlari kegirangan. Rusa besar telah menantinya untuk di jadikan santapan makan malam.

__ADS_1


Dan kini sang kakak telah kembali ke wujud manusianya. Dia terlihat tengah mengusap sisa-sisa darah rusa yang dia gigit dengan dua taring tajam miliknya, hingga membuat darah segar itu berceceran di area bajunya.


"Ssshhh! dagingnya sangat alot! aku tahu ini rusa yang sudah tua!" ucap Lucifer sambil mengikat dua pasang kaki milik rusa tersebut.


"Kau pemburu yang hebat! panahku saja tidak bisa mengalahkan kecepatan kakimu!" ucap sang adik sambil ikut membantu mengikat rusa milik kakaknya.


"Hehh! kau baru tahu, ya? gunakan kekuatan kamu sekali-kali! jangan hanya menggunakan otak kamu saja!" ucap sang kakak sambil membersitkan senyuman.


"Kak! apa mungkin gadis itu masih belum tahu siapa kita?" tanya Wilson padanya.


Sejenak Lucifer terdiam, sebelum akhirnya berbicara, mencoba menjawab pertanyaan dari sang adik.


"Sama seperti kita, yang masih belum tahu siapa dia, namun ada baiknya dia tahu hal ini lebih dulu!" jawab Lucifer, sambil mengangkat hasil buruannya, dan nenenteng satu ekor rusa itu pergi, "kau tidak mau mengambil hasil panahan kamu?"


"Tunggu aku! aku akan mengambilnya!" jawab sang adik, sambil bergerak cepat menuju mangsanya.


Lucifer terlihat bergerak pulang, dan meninggalkan adik remajanya tanpa permisi.


"Heyy! kau mau meninggalkan aku????"


"Kau sudah remaja, jadi aku sudah tega padamu!!" ucap Lucifer sambil terus berjalan.


"Bagaimana kalau ada yang menyerangku?"


Mendengar pertanyaan konyol dari adiknya, membuat pria itu berbalik, dan terkekeh, "ck! kau mungkin lupa, kalau dirimu ini harimau!! siapa yang akan menyerang kamu?" ucapnya lalu kemudian terlihat pergi sambil terkekeh.


"Kadang aku memang lupa!"


Hahaha....


💕💕💕💕💕


Gadis itu tengah berdiam di depan rumah milik Tan Ash. Dia mengenakan sebuah kain yang bisa menghangatkan tubuhnya, ya, meskipun tidak terlalu membuat dirinya hangat.


Tatapan mata Andrea terlihat selalu mengarah pada lalu lalang para warga di sini. Agaknya dia terkesan dengan tempat yang indah ini.


Mungkinkah dia menang belum tahu kalau tempat ini, mungkin saja adalah tempat paling berbahaya yang dia pijaki dalam seumur hidup?


Namun dia masih saja terkesima, dan masih saja tidak tahu mengenai hal itu. Dia tidak melihat sebuah keanehan selain pria yang berubah menjadi serigala kemarin.


Selain itu, dia tidak lagi memikirkannya. Maklum saja, saat di pemukiman The Wolf, dia tidak melihat dengan jelas seperti apa pemandangan di sana.


Dia bahkan tidak melihat dengan pasti wajah seorang pria setengah serigala yang berhasil mencambuk punggungnya semalam.

__ADS_1


"Huhh!!"


Otaknya kembali memutar betapa sakit yang dia alami saat cambuk itu menghujam tubuhnya. Entah mengapa rasanya begitu ngilu.


Mungkin ada baiknya kalau sejak awal, dia mendengarkan ucapan dan pesan dari ayahnya. Ini sungguh di luar dugaannya.


Liburan bersama sang kekasih yang di gadang-gadang akan membuat dirinya sangat bahagia menyambut tahun baru, nyatanya malah membuat dirinya terjebak di dunia yang aneh ini.


Dia ingin kembali!


Sungguh ingin kembali!


Tapi bagaimana dia akan kembali? di mana dia bisa menemukan pintu yang membawa dirinya untuk pulang?


Hahh!


Kenapa rasanya jadi sesedih ini?


Tak terasa air matanya menetes. Mendadak dia rindu, dia juga merasa bersalah pada dua orang tuanya, dan juga sahabatnya, Siska!


Ingin sekali kembali ke dunianya, dan meminta maaf pada mereka semua. Semua orang yang telah dia jauhi, dan dia kecewakan.


Tak!


"Ah?!" dia menjadi was-was saat mendengar seseorang terdengar duduk di sisinya.


Andrea menoleh, sesaat setelah dia membuyarkan lamunan menyedihkan tentang kilas hidupnya.


"Rosella?" rupanya suara tadi berasal dari pedang Rosella yang di letakkan di atas batu.


"Kenapa melamun? punya masalah?" tanya Rosella dengan senyuman khasnya.


Mendengar pertanyaan dari sahabat barunya, Andrea menjadi kembali sedih. Dia tak mampu menahan rasa penyesalan di hatinya..


Hiks hiks...


Hingga tangis di matanya kembali pecah, "aku ingin pulang, mereka pasti tengah menunggu aku untuk pulang! aku ingin memperbaiki semuanya..." ucap Andrea sambil tersedu-sedu.


Maklum saja, usianya masih begitu muda, dan dia memang anak yang agak manja. Gadis yang lahir dari keluarga kaya, tentu saja dia akan merasa tersiksa kalau terus hidup di dunia yang seperti ini.


Rosella hanya terdiam. Bagaimanapun juga, dia pun tidak tahu di mana dia bisa mengantar Andrea untuk kembali.


Wanita berusia sekitar dua puluh lima tahun itu terlihat tersenyum dan mencoba menegarkan hati Andrea.

__ADS_1


Setidaknya dia masih punya rasa kasihan dan iba pada gadis asing ini..


💕💕💕💕💕💕💕💕💕


__ADS_2