Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Menuju Mutiara


__ADS_3

Dengan penuh rasa sesak dalam dada, Lucifer melepas kepergian gadis itu. Rasa bersalah ini semakin terasa membuat jiwanya meronta, seolah memaksa Lucifer untuk masuk ke dalam lautan, meski mungkin ia akan melanggar sebuah aturan.


Tapi lihatlah, dan bayangkanlah sendiri, Andrea masuk dalam lautan yang bahayanya jauh lebih menakutkan di banding dengan daratan, sementara itu, tidak ada yang boleh menemaninya selama berjuang di dalam lautan.


Huhh!


Rasanya cemas sekali. Bahkan Lucifer tak lagi bisa mengalihkan pandangan matanya dari air sedikitpun. Terus mengawasi, dan berjaga jika sampai terjadi sesuatu pada gadis itu, dia bisa langsung menceburkan dirinya.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Sementara itu, di dalam lautan yang hanya di penuhi oleh warna biru dari air yang jernih, dan beberapa binatang yang mengisi tempat itu di dalamnya, terlihat Andrea yang dengan nekadnya berusaha untuk mencapai dasar lautan.


Entah mengapa dia amat mudah berada di dalam air, meski dia tidak menggunakan alat bantu pernafasan sama sekali, ya, sepertinya dia juga punya kemampuan khusus untuk bernafas dalam air.


Dia bahkan bisa mendengar dengan jelas kumpulan ikan-ikan yang berbicara, menyambut kedatangannya dengan ramah.


"Nyonya sudah datang!!" teriak mereka semua dengan lirih.


"Nyonya sudah datang!!"


Kenapa Andrea di sambut dengan begitu antusias di tempat ini? entah di daratan, atau di lautan pun dia tetap bak legendaris yang di tunggu kehadirannya oleh para binatang ini.


Ya, dia memang sosok legendaris, yang telah tertulis dalam ramalan, dan di takdirkan untuk memenuhi janjinya, membuat sejarah tak goyah dan tak berubah, demi masa depan yang terbebas dari perebutan mutiara antar iblis.


Antara Ratu Laut dan Lucas, dan antara Zhagler dan Tan Ash, atau pun Lucifer dan Jayden, Andrea lah yang akan menjadi penengahnya.


"Kalian bisa bicara denganku!?" tanya Andrea pada ikan-ikan penghuni lautan itu.


"Tentu saja Nyonya, kami memang di takdirkan untuk menuntun anda!"


"Baguslah, maka tunjukkan padaku di mana aku harus menemukannya!" ucap Andrea, lalu setelah itu meluncurlah dia ke dalam lautan yang lebih dalam lagi, hingga dia berjumpa dengan beberapa binatang besar nan menakutkan di dalam sana.


Pada mulanya Andrea benar-benar takut, ya, coba saja di bayangkan, seumur hidup ayahnya tidak akan pernah membiarkan anak gadisnya yang lugu bisa bertemu binatang raksasa semacam paus dan binatang raksasa lainnya, tapi dia kali ini benar-benar menjumpai mereka, bahkan seolah berinteraksi dengan mereka.


"Nyonya tidak perlu takut, di tempat ini, semua binatang laut bisa kamu percaya, kecuali jika anda bertemu monster yang menjaga kawasan Ratu Laut, anda tidak boleh mempercayai mereka!" ucap si ikan kecil itu.

__ADS_1


"Kenapa tidak boleh?"


"Ya, mereka penipu dan pembohong besar, anda hanya akan di tipu oleh mereka semua, jadi harap jangan pernah percaya dengan wujud monster, apa lagi kata-kata yang memang selalu halus saat di depan anda!"


"Baiklah, jujur saja, aku sedang di buat terlalu bangga pada diriku sendiri, karena aku ini bukan sosok petualang hebat di negeriku, tapi saat aku datang kemari, seolah semuanya berbanding terbalik, aku jadi seseorang yang berani, bahkan mampu berinteraksi dengan alam, maaf sedikit mengungkapkan isi hatiku!"


"Aku tahu anda sangat senang, tapi aku ingatkan, perjalanan ini tak semudah yang kau bayangkan, ada lebih dari ratusan penghalang untuk anda sampai kesini, dan di saat seperti ini pun, kau masih punya satu halangan yang memberatkan kamu untuk memenuhi takdirmu!"


"Kau benar, bagaimana kau bisa tahu?"


"Karena memang telah tertulis dalam takdir, aku yang akan menemani kamu menghadapi segalanya di dalam sini, tapi dalam hatimu, sejujurnya tidak ada aku, hanya ada dia, Lucifer!"


Mendadak wajah Andrea berubah muram. Diamlah dia sejenak, sambil terus menuju ke dasar lautan yang amat dalam.


"Dia begitu mencintai kamu, tapi sungguh takdir kejam ini memang harus memaksa kalian untuk berpisah!" ucap ikan itu bak peramal saja.


"Ya, takdir memang kejam antara kami berdua, tapi setidaknya dia merelakan aku untuk menyelamatkan dunia dan sejarah peradaban manusia."


Andrea tersenyum, saat dengan mudahnya dia melalui semua ini, padahal hatinya tengah meronta, merasakan pedih dan sakit yang amat luar biasa.


"Ayah! anak kamu yang manja ini, malah jauh lebih berani dari yang kau bayangkan!" gumam Andrea dengan lirih.


"Nah! sekarang kita sudah sampai!" ucap ikan itu, dan berubahlah dia menjadi sosok si cantik berekor yang berhasil membuat Andrea terpana.


"Hei! kau bisa berubah jadi manusia?" tanya Andrea pada sosok wanita rupawan itu.


"Aku adalah ikan yang di tugaskan oleh Martha untuk menjaga harta warisan, sekaligus benda paling berharga yang ia miliki, sejak puluhan tahun lalu, saat Martha tewas, karena Lucas yang membunuhnya, aku selalu berada di atas, menunggu kedatangan anda," ucap si duyung cantik itu.


Jika di lihat dari awal, tentu saja tidak ada yang menyangka kalau ikan itu akan berubah menjadi sosok penjaga yang amat cantik, dan memiliki rupa bak manusia biasa.


"Martha telah meninggalkan harta itu untukmu, untuk kau teruskan, dan untuk kau jaga, seharusnya kau adalah orang yang pantas untuk menerimanya, dan menentukan bagaimana nasibnya!" ucap si duyung itu.


"Terima kasih atas segala bantuan kamu," Andrea tersenyum, dan segera mendekat ke bagian dasar yang hanya tinggal beberapa langkah lagi.


Ia melihat sebuah kerang dengan ukuran, yang lumayan besar, mungkin bisa ia tiduri saat dia membukanya nanti.

__ADS_1


Dari kerang itu memunculkan cahaya kebiruan, bercampur dengan sedikit warna ungu, dan putih yang berkilauan.


Belum di buka saja sudah seterang itu cahayanya, seolah memang menembus benteng penyimpanan kokoh yang sudah menjaganya selama puluhan tahun sejak kepergian Martha.


Andrea berdiri di depan kerang itu, lalu memejamkan matanya, entah karena apa, karena yang jelas, dia mendapat bisikan bagaimana cara membukanya.


"Phoenix! datanglah!"


Dia memanggil kekuatan phoenix nya, dan keluarlah cahaya api dari dalam tubuhnya yang mungil, seolah menyemburat dan menyebabkan luapan besar pada air laut itu.


Grrrrrrrrrr!?


Sang Phoenix bersimpuh di depan majikannya, dan bertanya apa yang bisa ia lakukan.


"Nyonya, apa yang anda butuhkan dariku?"


"Bantu aku untuk membukanya!"


"Baik!"


Si burung Phoenix terlihat mengepakkan sayap, terbang di atas kepala Andrea, dan kemudian, Andrea mengarahkan kekuatan itu menuju kerang yang keras dan kokoh, sekuat benteng pertahanan dari serangan musuh.


Swosh!


Swosh!


Blam!


Tak menunggu waktu lama, kerang itu terlihat mulai bereaksi, kekuatan Phoenix pada Andrea berhasil membukanya.


Grrrrrrrrrr


Senyum Andrea amat lebar, tatkala dia menatap sebuah cahaya terang yang berasal dari sebutir mutiara yang amat cantik.


"Syukurlah! perjalanan ini akan segera berakhir!"

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2