Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Di Buat Lupa


__ADS_3

Jayden membawa gadis itu ke sebuah gubuk kecil yang letaknya berada di hutan, namun hutan yang sudah berbeda, tidak lagi yang berada di kawasan Lucifer, atau pun kawasan kelompoknya.


Tok! tok! tok!


Vincent terlihat mengetuk pintunya, dan pada beberapa saat kemudian, terlihat lah seorang pria dengan jenggot yang panjang, beserta rambut yang panjang keriting juga.


Pria itu nampak terkejut melihat siapa yang datang. Seorang pemuda dari ras serigala, dengan gadis yang tidak sadarkan diri dalam dekapannya.


Pemuda itu sudah sangat lama tidak pernah datang, semenjak kekuasaan ayahnya terkenal di mana-mana, bahkan sampai ke telinganya yang seharusnya tidak mendengar apapun karena keberadaan nya yang tepat di hutan asing.


"Jay!" panggilnya dengan lirih.


"Kau harus membantuku!" ucap Jayden pada pria tua itu.


Pria tua itu hanya mengangguk saja, dan mempersilahkan rombongan Jayden, yang terdiri dari empat orang termasuk Andrea untuk masuk ke dalam gubuk tuanya yang gelap, hanya di isi oleh cahaya buram dari nyala api.


Jayden terlihat membaringkan gadis itu di sebuah tempat tidur, dan kemudian membiarkan Andrea tak berselimut apapun.


"Apa yang harus aku lakukan?!"


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Swosh!!


Angin kencang menerpa Lucifer dengan ketiga kawannya, dengan empat kuda yang menjadi tunggangannya pada malam itu juga.


Masing-masing dari mereka terlihat membawa obor di tangan, sebagai penerang jalan mereka.


Geretak! geretak! geretak!


Suara langkah lari empat kuda mereka yang bersahutan, membuat malam itu semakin terdengar ricuh dari biasanya.


Dan kini mereka semua berada dalam perjalanan menuju tempat yang tidak pernah dia duga sebelumnya.


Perjalanan yang panjang, melintas perbatasan ras serigala, dan kemudian bergerak lagi menuju arah hutan terlarang, hutan yang menjadi pusat utama otak Lucifer saat memikirkan kemana kiranya Jayden membawa gadis itu pergi.


"Teruslah berjalan ke arah barat, gadis itu sedang dalam perjalanan menuju mutiara! ikuti dedaunan yang di sana tidak terdapat air embun menetes, namun daunnya terlibat lebih segar dari biasanya! maka tempat itulah yang telah di lalui gadis itu!" ucap sang peramal, sedikit memberi petunjuk pada Lucifer, "karena setiap tempat yang di lalui gadis itu, tempatnya akan berubah menjadi asri, lebih segar, bahkan binatang-binatang pun akan tunduk padanya"


Dan kata-kata itu terngiang dengan jelas di otaknya, dan menjadi petunjuk serta peringatan keras untuknya.


Andrea, aku akan segera menemukan kamu! aku janji!

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Pagi harinya...


Wajah gadis itu tertimpa cahaya matahari, yang masuk melalui lubang-lubang rumah pria tua itu.


Dia terbangun, dan menutup matanya karena merasa silau. Dia mendapati dirinya yang sedang berbaring di sebuah tempat tidur, dengan beberapa orang yang masih tertidur di sekelilingnya.


Sontak saja Andrea bangun dari tidurnya, dan menatap mereka semua. Menatapi satu demi satu wajah mereka, dan kemudian, wajah Jayden, yang terlibat damai di sisinya.


Andrea tersenyum, lalu mengusap wajah pria itu, membuat Jayden harus terbangun karena sentuhan lembut tangan Andrea yang mungil.


"Um!?" Jayden mulai mencoba membuka matanya, dan kemudian, nampaklah di depan matanya gadis itu tengah tersenyum simpul dengan tulus padanya.


"Sayang, kau sudah bangun? kau tertidur dengan pulas, maaf telah membangunkan kamu.." Ucap Andrea pada Jayden dengan lembut.


"Ah?" ada sedikit keterkejutan di hati Jayden saat pertama kali Andrea memanggilnya dengan sebutan sayang, dan itu baginya, sungguh sebuah kejutan besar.


Namun dia membersitkan senyuman manisnya di depan gadis itu, dan memeluknya.


Hap!


"A?!" Andrea nampak terkejut, "ada apa?!" tanya gadis itu nampak polos.


What!? ini sebenarnya kenapa sama si Andrea? kenapa dia jadi aneh begitu?!


Baiklah, mari kita perhatikan cerita di bawah ini!


Jayden nampak mendekati sang pria tua yang tengah terduduk dengan beberapa rebung yang tengah ia bersihkan di teras rumahnya.


Jayden langsung saja terduduk, dan berdiam di sisi pria itu.


"Kau terkejut barusan?" tanya pria tua itu.


"Aku tidak tahu bagaimana caraku berterima kasi padamu!" ucap Jayden pada pria itu.


"Aku hanya melakukan tugasku, untuk membalas hutang budi ku pada putra Zhagler, yang aku hormati.." jawab pria tua itu.


"Dia memanggilku layaknya kekasih, apa kau juga sengaja membuat otaknya seperti itu!?" tanya Jayden pada pria itu.


"Kau hanya harus lebih dekat dengannya, dengan begitu, kau akan lebih mudah mendapatkan mutiara itu nantinya!" ucap sang pria tua.

__ADS_1


"Jadi begitu rencana kamu, padahal aku hanya minta kamu untuk melumpuhkan ingatannya saja, tidak ku sangka, kau berbuat sedemikian baiknya, aku berterima kasih padamu.."


"Yang pasti, jangan kau sakiti dia, dan cepatlah bawa dia menuju tujuan kamu, dia akan menjadi gadis penurut, tapi mantraku, hanya berlaku untuk satu bulan, setelah itu, tidak ada lagi yang bisa kamu harapkan dari dia! jadi gunakan waktu itu sebaik mungkin untuk mendapatkan mutiara itu!"


"Aku mengerti, bisakah kamu memberitahu aku, di mana aku akan menemukan tempat itu?" tanya Jayden pada sang pria tua.


"Aku pernah datang ke sana, hanya sekali saja, tapi aku ingat betul, di mana aku berjalan, dan ke arah mana aku membawa diriku menuju tempat itu!" ucap sang pria.


"Kemana kau berjalan?!" tanya Jayden lagi.


"Teruslah bergerak ke arah barat, makin lama, gadis itu akan mengingat jalan itu, meskipun dia tidak pernah mendatanginya, karena otak dan ruh Martha, akan selalu memberinya petunjuk!"


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Fushhhhhh!!


Lucifer menghembuskan nafasnya dengan lirih. Dia mendapat jejak yang baru, yang masih segar, dan masih bisa dia yakini kalau Andrea berada tidak jauh dari sana.


"Apa yang kau dapat?!" tanya Wilson pada kakaknya.


"Dia tidak terlalu jauh, ada seorang manusia yang bergerak di jalur yang sama dengan Jayden!" jawab Lucifer.


"Kemana kita akan bergerak selanjutnya?!" tanya William pada Lucifer.


"Terus saja ke arah barat! kita akan segera menemukannya! jika melihat sebuah gubuk, jangan berteriak minta tolong, mungkin saja, dia bukan di pihak kita," ucapan Lucifer membuat semua orang di sana terlihat was-was.


Sekarang Lucifer kembali ke kudanya, dan menunggangi kuda miliknya dengan cepat. Bukannya dia tidak sanggup berlari, hanya saja, membawa kuda di dalam petualangan semacam ini sungguh sangat membantunya.


Iya, setidaknya bisa membuat tenaganya tidak terlalu terkuras habis hanya untuk berjalan saja.


"Aku tidak yakin akan tempat ini Lucifer, semalaman di sini, aku bahkan tidak melihat satu binatang pun yang kita temui, apa ini bukan tempat yang berbahaya?!" tanya Rosella pada Lucifer.


"Kita sudah tahu, setiap jalan yang akan kita lewati, tentu saja berbahaya, hanya saja, bagaimana kita akan melaluinya, itulah pertanyaan yang harus kau tanyakan!"


Ciyatt!!


Geretak! geretak! geretak!


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Greget gak si?

__ADS_1


Kok aku greget ya!!?


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2