Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Ingat


__ADS_3

Grep!


Jayden meraih tangan Andrea dari arah belakang, lalu memutar tubuh Andrea hingga menghadap ke arahnya.


"Jay!? kenapa!?" tanya Andrea dengan wajah penasarannya.


"Kita harus melanjutkannya lagi," jawab Jayden dengan wajah datar.


"Karena Mutiara itu?"


Jlger!


Jayden terbelalak, saat telinganya secara khusus mendengar ucapan Andrea, hingga rasanya seluruh tubuhnya di penuhi getaran hebat.


"Jay, kau tidak harus menyembunyikan kepolosan kamu di depanku, aku sudah tahu semuanya, kau bukan rekanku, apa lagi kekasihku, kau hanya seseorang yang ingin memanfaatkan aku saja, hanya untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan!" ucap Andrea, dengan sorot mata tajam mengarah ke dua netra Jayden.


Laki-laki itu terpaku, dan diam di tempat, tak lagi mampu berkata-kata, apa lagi menyusun kalimat penolakan dari mulutnya hanya untuk bisa meyakinkan wanita ini.


"Kau memberiku mantra, agar aku bisa lupa segalanya, agar aku lupa siapa Lucifer, dan siapa sebenarnya kamu, tapi sayangnya, kamu tidak cukup pandai untuk itu!" dia terlihat bergerak maju, semakin jelas mendorong Jayden hingga laki-laki itu tersungkur dari atas bebatuan besar.


Bruk!


Tubuh Jayden jatuh dan menimpa batu besar di belakang tubuhnya. Meskipun rasanya tidak sakit sama sekali.


"Kau pandai berbohong, pun pandai menipu aku, tapi sayang sekali, otakku jauh lebih berkompromi di bandingkan dirimu!"


Jayden bangkit dari tempatnya, dan mendekat ke arah Andrea. Matanya terlihat menyorot tajam kedua mata Andrea, hingga bertemulah tatapan dingin di antara mereka.


"Jangan sok pintar! jangan sok merendahkan aku, kau hanya seorang gadis kecil! bisa apa kau selain merengek, dan meminta belas kasihan dariku?" dia terlihat menahan amarahnya.


"Kau bilang aku gadis kecil? kau bisa membuktikan seberapa rendahnya seorang gadis kecil bagimu? Jay, kau hanya seorang budak, sejak awal aku telah memberitahu kamu, kau hanya seorang budak, tidak lebih dari itu!"


Plak!!


Tangan Jayden menampar keras pipi Andrea, hingga membuat gadis itu tersungkur dari bebatuan, dan jatuh di atas rerumputan hijau.


"Arkh!"


"Kau berani melawan aku, seorang pria yang jika di bandingkan dengan dirimu, kau bukanlah apa-apa bagiku! kau hanya seorang wanita lemah yang bisa aku injak-injak dengan alas kakiku! kau tidak ada harganya sama sekali! tahukah kau! hanya karena segel itulah, kau bisa selamat dariku!!"


Tangan Jayden dengan keras menggapai tangan Andrea, lalu menarik tubuh mungil Andrea secara paksa, untuk bangun dari tempatnya.


"Kemari kau!!" ucap Jayden sambil terus mendesak dan menarik Andrea untuk bangun.

__ADS_1


"Lepaskan aku!" Andrea terlihat menolak, mencoba untuk lepas dan melarikan diri dari Jayden, "lepaskan aku! Jay! aku mohon! lepaskan aku!!"


"Kau jangan mimpi! hidup dan matimu sekarang ada padaku! ikutlah denganku, dan jangan berikan mutiara itu untuk orang lain!"


Jayden terlihat terus memaksa Andrea hingga pergelangan tangan Andrea terlihat mulai merah dan legam.


Cengkeraman tangan Jayden rupanya membuat tangan Andrea terasa keram, bahkan tak lagi mampu di gerakkan.


"Dengar! aku bisa saja memakan kamu sampai habis, tapi karena kau begitu istimewa, aku membiarkan kamu hidup sampai saat ini! sekarang, cobalah berusaha untuk membalas budi padaku!!" ucap Jayden, lalu mengangkat tubuh Andrea untuk segera menunggangi kudanya.


Dua orang itu bergerak menunggangi satu kuda, supaya Andrea tidak lagi lepas dari Jayden.


Gadis itu terlihat terus menangis dan terus memberontak, memukul dada Jayden, dan sesekali terlihat mencoba mengeluarkan dirinya.


Sepanjang perjalanan di atas kuda, Jayden bahkan tidak merasakan ketenangan dan konsentrasi.


"Jay, lepaskan aku! kau tidak punya hak untuk memaksa aku ikut denganmu! lepas!" gadis itu terus berusaha meloloskan dirinya.


"Diam kau!" sekarang laki-laki itu di buat kesal, "diam atau aku bunuh kau!"


"Bunuh saja kalau kau berani! lagi pula jika kau membunuhku, bagaimana kau akan mendapatkan mutiara itu!?"


"Arkh! sial! kau! diamlah!"


Dia terus melakukan kudanya, sampai pada akhirnya, bertemulah dia di sebuah titik yang di penuhi kegelapan.


Kegelapan yang tidak ada ujungnya, yang sangat pekat, hingga kedua matanya tak mampu menangkap benda satu meter di depannya.


Bukan gelap seperti malam, hanya saja, gelap bak kabut dan asap hitam, yang terlihat menggumpal, dan tidak memberi mereka ruang sedikitpun untuk melihat ujungnya.


Jlger!


Petir menyambar, dan mengeluarkan suara yang mengejutkan. Meski begitu, tidak ada kilatan cahaya yang mereka tangkap, hanya sebuah suara gemuruh bak gunung berapi yang tengah erupsi saja.


Sang laki-laki yang tengah menahan Andrea hanya terlihat bingung, bagaimana dia akan menemukan jalan, apa lagi Medan yang di lalui mereka tak memungkinkan untuk di lewati, dengan kegelapan yang semacam ini.


Rrrrrrrrrrtttt


Mereka merasa was-was, dan berusaha seawas mungkin, tatkala suara binatang buas terdengar mengarah ke arah mereka.


"Ada binatang buas di sini!!"


"Biar saja dia mendekat, supaya dia bisa memakan aku! setidaknya mutiara itu akan tetap aman sampai gerhana matahari tiba!" ucap Andrea dengan ketus.

__ADS_1


"Aku akan membungkam mulut kamu selamanya!!" jawab Jayden.


Dia terlihat menatap ke sana kemari, sambil terus mencoba mengendus untuk mengetahui siapa yang datang.


Rrrrrrrrrrtttt


Bahkan suara itu semakin terdengar dekat, mungkin hanya dari jarak lima meter saja. Namun sayang sekali, keadaan yang sangat gelap berhasil membuat Jayden tidak melihat apapun di sana.


"Kemarilah, bocah kecil! kau hanya mainan buatku, tunjukkan dirimu saja!" ucap Jayden mencoba berani, padahal sebenarnya dia pun merasa amat takut.


Matanya melirik ke sana kemari, mencoba menangkap sesuatu yang tengah mengawasi mereka berdua.


Hingga pada detik berikutnya..


Roarrrrr!!!!


Seekor beruang dengan warna hitam legam bertubuh besar dan bergigi tajam terlihat mengarahkan kedua tangannya ke arah Jayden dan Andrea.


"Arkh!"


Andrea terlihat berteriak, dan memekik ketakutan tatkala dia menyadari dua binatang buas di sisinya mencoba untuk saling menyerang.


Jayden terlihat menangkis serangan demi serangan yang di lakukan oleh sang beruang ke arahnya, lalu beberapa saat kemudian, berubah lah Jayden menjadi sosok Serigala dengan tinggi kira-kira dua meter lebih.


Mereka bertarung, dan saling menjatuhkan satu sama lainnya, dan bagi Andrea, ini adalah kesempatan besar.


Gadis itu terlihat mencoba melepaskan diri dari jeratan tali yang di ikatkan Jayden ke tangannya. Dia berusaha sekuat tenaga yang dia bisa, namun agaknya dia benar-benar mengalami kesulitan.


"Arkh! sial! aku tidak bisa melepasnya!"


Gubrak!!


Roarrrrr!!


Sementara itu pertarungan dua binatang buas itu masih saja berlanjut, bahkan belum bisa di pastikan mana yang akan menang pada akhirnya. Mereka berdua terlihat sama-sama tangguh.


"Ayolah! selamatkan aku dari sini!!"


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Duh, semoga Andrea cepat" kabur 😬😬


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2