Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Malam Bulan Purnama Yang Gelap


__ADS_3

"Arkh!" pekik Lucifer kesakitan, usai tubuhnya berhasil di banting oleh kekuatan kegelapan Lucas, dan membuat dirinya harus terjatuh di bawah pohon dengan rasa sakit yang luar biasa.


Anehnya lagi, semua yang ada di sana tidak ada yang bisa melihat di mana keberadaan Lucas. Wujud iblis itu tidak terlihat sama sekali. Hanya terasa seolah semua yang ada di sana semakin gelap, bersamaan dengan Andrea yang semakin tenggelam dalam kabut tebal itu.


Lucifer tidak bisa bangkit dari jatuhnya. Dia hanya bisa mengerang, mencoba untuk membangunkan dirinya.


"Lucifer!!" William bergegas mendekati Lucifer, dan kemudian menolong pria itu untuk bangkit.


"Bangunlah!" ucap William sambil membangkitkan tubuh Lucifer.


Sementara itu, semua orang kini terlihat lari pontang-panting berusaha untuk menjauh dari tempat yang sangat berbahaya itu.


Mereka lari berhamburan menuju ke hutan, dan mencoba untuk berlindung di sana.


Yang lebih aneh lagi adalah, di kawasan hutan yang hanya di sekat oleh aliran sungai yang mengalir tidak terlalu deras itu, nampak suasana yang sangat tenang, tanpa ada angin, atau suara apapun.


Bahkan sinar rembulan pun bersinar dengan terangnya, seolah memberi tanda bahwa malam itu sebenarnya tidak ada cuaca buruk.


Ini sungguh sangat aneh!


Tan Ash berjalan menuju hutan, bersama dengan semua rakyatnya. Namun hatinya tetap mencemaskan putra sulungnya yang kini tengah mencoba bertempur dengan Lucas, musuh terberat sejak zamannya dulu.


Sang peramal telah berhenti di sebuah pohon. Duduklah dia di sana, dan membuka pikirannya.


Dia memfokuskan semua pikirannya, dan mencoba memastikan apakah Andrea akan selamat dari Lucas atau tidak!


"Apa yang kau lakukan?" tanya Tan Ash pada sang peramal.


Sementara putra keduanya, Wilson terlihat mengatur barisan, dan kemudian membuat semua orang beristirahat sejenak di sebuah tempat yang aman.


"Istirahat dulu di sini! beri putri anda susu, dia terus menangis sejak tadi," ucap Wilson pada seorang ibu dengan bayi kecilnya.


Wanita itu mengangguk, dan terus gemetar di seluruh badannya. Agaknya wanita itu amat takut dan cemas. Sang suami yang juga berada di sampingnya terlihat sibuk mengurus anak pertama mereka. Dan itu sungguh terlihat sangat merepotkan.


Wilson beranjak dari tempat itu dan beralih melihat keadaan yang lain. Sesungguhnya jiwa kepemipinan Wilson benar-benar terbangun saat dalam keadaan terdesak seperti ini.


Beralih pada Tan Ash dan sang peramal yang masih setia dengan aktifitas pikirannya.

__ADS_1


Tan Ash memandangi pria dengan rambut yang sudah memutih seutuhnya. Memang sekujur tubuh sang peramal sungguh di dominasi oleh warna putih. Hanya kedua mata peramal itu saja yang berwana biru.


Fuhhhhhh!!!


Pria peramal itu terlihat menghembuskan nafasnya, dan mengakhiri penglihatan dia..


"Apa yang kau lihat?" tanya Tan Ash tidak sabar.


"Gadis itu, dia akan di buat terlena oleh fatamorgana, yang di ciptakan Lucas untuk matanya, dia harus bisa melawan bisikan itu, atau kita semua, akan menjadi musuh di matanya..." Ucap sang peramal pada Tan Ash.


Pria lumpuh itu terlihat cemas. Sejak dahulu kala, Lucas memang iblis yang begitu sulit untuk di kalahkan. Tapi saat dia bersama istrinya, dengan kekuatan yang dia miliki, dia masih mampu melindungi istrinya.


Namun, apa kali ini Andrea bisa dia selamatkan? rasanya tidak! kutukan dari Lucas ini, mantra yang Lucas tiupkan di kedua kakinya membuat seluruh tubuhnya serasa melemah.


Dan hal itu perlahan-lahan telah membuat kekuatan yang ada padanya semakin memudar. Ini suatu hal yang sangat buruk.


"Apa kau bisa melihat masa depan mutiara itu?" tanya Tan Ash pada sang peramal.


Sang peramal terlihat kecewa mendengar pertanyaan dari tuannya. Oh bukan, lebih tepatnya, dia kecewa karena ia tak mampu melihat masa depan mutiara itu. Sungguh tidak mampu.


"Maaf, tuan, aku pernah berusaha untuk melihatnya, tapi, seolah ada kabut yang menghalangi pandanganku tentang mutiara tersebut..." Ucap sang peramal pada Tan Ash.


"Apa sungguh mutiara itu memang sangat berharga untuk masa depan kita?" tanya Tan Ash lagi, mengingat masih banyak yang harus dia ketahui soal mutiara itu.


"Mutiara itu tidak terlalu berharga, tapi kalau mutiara itu jatuh di tangan yang salah, masa depan seluruh dunia akan hancur, dunia yang mulanya aman, akan berubah menjadi gelap, dan di penuhi oleh sihir! jika Lucas atau Ratu Laut yang berhasil mendapat mutiara itu, maka pintu gerbang antara dunia nyata dan dunia kasat mata dari neraka akan terbuka lebar! kau tahu apa yang akan terjadi pada saat itu?" tanya Sang peramal pada Tan Ash.


Pria yang di tanya hanya terlihat menatap datar saja.


"Sejarah apa berubah! masa di mana gadis itu lahir, akan di selubungi oleh kegelapan, dan ada kemungkinan, gadis itu tidak akan bisa kembali di masa itu! lalu kita, kau sudah bisa menduganya apa yang akan terjadi pada kita semua." Ucap sang peramal lagi, "ras harimau, dan ras serigala akan hancur! dunia si buat binasa oleh iblis yang rakus dan tamak akan kekuasaan itu! dia akan membuat kehidupan kita berakhir!!"


Tan Ash merasa ngeri mendengar tragedi yang akan datang, apa bila gadis itu sampai memilih jalan yang salah.


"Bagaimana kita bisa melindungi gadis itu?"


"Hanya Lucifer yang bisa! bukan Wilson, atau kau dan aku!"


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

__ADS_1


"Kemarilah, Nak! mendekat lah! akan aku buat kau berada di surga! dengan kekuasaan, dan kemewahan yang akan aku kabulkan! mendekat lah......"


Bisikan itu selalu terngiang di telinga Andrea, dan membuat gadis itu terus berjalan menuju sosok Lucas yang dia lihat.


Namun yang lain tetap saja tidak melihat apapun di sana. Hanya kabut hitam saja yang sejak tadi menyelimuti mereka bertiga.


Entah itu Lucifer, William, atau pun Rosella, ketiganya tidak ada yang bisa melihat di mana Lucas yang sesungguhnya.


"Sial! aku sungguh tidak suka kabut! dia tidak terlihat di manapun!" ucap Lucifer kesal.


"Lucifer, dia mulai mendekat ke arah semak belukar!!" ucap Rosella, menunjuk pada Andrea.


Dua lelaki di samping Rosella terlihat ikut melihat.


"Sial! iblis durjana! kau berani menculik apa yang menjadi milik kami!! asal kau tahu saja Lucas...." ucapnya sambil mengangkat pedang apinya..


Seoshhhh!!


Brrrrrtttttt!


Api di pedang Lucifer menyala dengan gaharnya, menggambarkan kemarahan yang luar biasa di hati Lucifer.


Sring!!


Mata Lucifer terbuka, dan nyala api di pedangnya, terlihat pula terlukis di dalam bola matanya. Dia maju dengan sangat berani, dan mulai menggunakan rapalan mantranya pada iblis itu.


"Aku benci iblis!!!!!!"


Tak tak tak tak tak tak!!


Matanya melihat sebuah sosok yang samar-samar di hadapan Andrea..


Hingga akhirnya...


Trang!!!!


"Aku sungguh benci iblis!! sepertimu Lucas!!"

__ADS_1


Brukk!!


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


__ADS_2