Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Tiba di Laut


__ADS_3

Mereka telah tiba di atas bukit. Dari sana, nampaklah dengan jelas pemandangan sunrise dengan paduan warna oranye dan langit yang mulai membiru di atasnya.


Andrea dan Lucifer memaku di tempat, mau bergerak pun rasanya sulit sekali. Keduanya benar-benar terpana dengan keindahan pagi hari di ufuk timur. Sunrise yang melambangkan cahaya baru, kehangatan, dan juga semangat baru.


Andrea memejamkan matanya, satu tangannya berada dalam genggaman Lucifer, dan satu tangannya lagi terdiam di sisi pinggang.


Dia terlihat begitu cantik saat memamerkan keanggunannya dalam menikmati sinar mentari pagi.


Berbeda dengan dirinya yang begitu terpesona dengan indahnya sunrise itu, Lucifer agaknya lebih senang memandang wajah Andrea di banding matahari yang mulai muncul di ujung sana.


Laki-laki itu, untuk pertama kalinya menunjukkan keberaniannya dalam mengagumi gadis ini, ya, dia tak mau lagi menyembunyikannya, toh, ia pun tahu Andrea pun memiliki perasaan yang sama seperti dirinya.


Tangan laki-laki itu meraih wajah Andrea yang mungil, hingga membuat Andrea membuka matanya, dan beralih pandangan menuju Lucifer.


Kini keduanya terlihat berhadapan, dengan sinar matahari pagi yang menyorot pada wajah mereka, keduanya saling menatap penuh cinta.


"Aku tak pernah tahu, kapan rasa cintaku datang, tapi kau sungguh wanita yang telah merubah hidupku, mungkin karena itulah aku sangat mencintai kamu!" ucap Lucifer dengan tulus.


Andrea membersitkan senyumannya, meski dia tahu, akan tiba suatu masa di mana dia harus kembali ke dunia yang semula, namun, entahlah, dia menang mencintai pria ini, dan ia barulah sadar, kalau Gilbert, bukanlah seorang laki-laki yang pernah mengisi hatinya, melainkan hanya kagum saja, melainkan hanya seorang pria yang di matanya adalah sosok idaman, karena yang ia rasakan pada Lucifer saat ini, bahkan jauh lebih indah dari saat bersama Gilbert.


"Kau tahu aku tidak akan selamanya untukmu, tapi kau tetap pria yang aku cintai, tidak bisakah kau tahu betapa aku tersiksa dengan nasib malang ini?" tanya Andrea dengan sedih.


Tangan Lucifer dia benamkan di lehernya, di biarkan mengelus dengan lembut di sana, dan saat Lucifer menyingkap rambutnya, terlihatlah bercak noda merah yang terlukis dengan indah di sana.


Mendengar penuturan Andrea membuat hati Lucifer sedih. Dia memang tahu gadis ini tidak akan pernah di takdirkan untuknya, hanya saja, kenapa takdir begitu kejam?


"Maafkan aku, telah menunjukkan rasa cintaku padamu, jujur saja, aku tahu kau dan aku akan saling tersiksa dengan keadaan ini, maafkan aku, seharusnya aku tidak mencintaimu!"


Andrea menggeleng, menolak perkataan Lucifer dengan keras, "tidak! perasaan kita tidak pernah salah! hanya saja, takdir lah yang berkata lain, aku pernah punya kekasih, tapi dia mengecewakan aku, dan kini barulah aku sadari, mengapa aku takut memberinya tubuhku, sedangkan aku tidak pernah takut untuk memberikan semuanya padamu, aku tahu, karena memang, dia bukan orang yang aku cintai, dia hanya laki-laki yang di takdirkan untuk berada di sisiku, jadi menurut aku, bukan salah antara aku dan dia, tapi salah takdir yang mempertemukan kami, begitu pun dengan kita berdua, kau dan aku tidak pernah salah hanya karena cinta, tapi takdir yang salah, mengapa harus memisahkan kita dalam jarak waktu yang begitu lama," ucap Andrea panjang lebar.

__ADS_1


Lucifer mendekatkan wajahnya, dan menyatukan dahinya dengan dahi Andrea, di diamkan dan di biarkan saja di sana, hingga akhirnya, bibir mereka pun lagi-lagi tak tahan untuk beradu, menikmati alur cinta mereka di pagi hari.


Cup!?


"Umh...."


Keduanya saling mem*gut, saling memejamkan mata, dan menikmati sentuhan lembut lidah keduanya yang bermain dengan cantik.


Bukan ahli ciuman, keduanya bukan ahli dalam menggoda, namun mereka benar-benar memiliki cinta yang tulus, dan tak pernah tergantikan, meski jarak akan memisahkan mereka begitu jauh.


Huhh!


Aku harap dua orang ini akan di satukan, bagaimanapun caranya!


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Perjalanan kembali berlanjut, mereka telah tiba di pesisir pantai, dengan ombak setinggi rata-rata tiga meteran lebih.


Tubuh mereka semua gemetar hebat, entah bagaimana bisa membuat dada mereka juga ikut bergemuruh.


Tak bisa di bayangkan, bagaimana jadinya jika Andrea masuk dalam lautan, sendirian, tak ada kawan, dan tak ada bantuan yang mungkin saja dia butuhkan saat dia harus bertemu dengan ratu laut nanti.


Iblis wanita yang tinggal di dalam air, dan di penjara di dalam sana. Kekuatan iblis itu memang tak lebih dari Lucifer, hanya saja, dia punya tipu muslihat yang sangat tinggi, dan juga kemampuan mengalihkan pemikiran yang amat hebat.


"Aku tidak yakin akan membiarkan kamu masuk ke dalam sana sendirian!" ucap Rosella untuk pertama kalinya, membuat lamunan semua orang buyar.


"Huhh! aku gemetar sendiri, bagaimana dengan kalian semua?" tanya Wilson dengan polosnya.


"Kita berjalan sejauh ini, demi untuk tiba di laut ini, tapi saat kita sampai, rasa gugup itu tak bisa aku atasi," ucap William.

__ADS_1


Berbeda dari ketiga kawan yang lain, yang amat cerewet dan begitu gusar, Lucifer dan Andrea hanya bisa diam, membayangkan akan takdir berat yang akan menanti mereka setelah ini.


Ya, jika perjalanan ini telah berakhir, itu artinya, waktu Andre di tempat ini juga akan berakhir. Dan itu artinya, mereka akan segera berpisah.


Hanya saja, pertanyaan yang tepat sekarang adalah, siapkah Andrea dan Lucifer untuk mengakhiri drama panjang ini?


Apa mereka akan mengalami nasib yang sama seperti Tan Ash dan Martha, yang akhirnya harus terpisah jauh di laut ini?


Apa takdir mereka berdua sekejam itu, hingga semuanya memang harus berakhir sampai di sini?


Ada rasa senang karena perjalanan akhirnya hampir berakhir, namun tak dapat di pungkiri, kalau Andrea merasa sesak dalam dadanya, ia terus saja menyalahkan takdir, karena takdir yang memang bersalah baginya.


Tapi untuk saat ini, bagaimana dia akan menyalahkan semuanya, mereka hanya bisa pasrah, karena mereka tak akan mampu mengubah takdir, namun takdir lah yang akan mengendalikan mereka berdua.


Mereka menoleh, dan saling bertatapan. Ada rasa sedih dan berat untuk melepas di antara mereka. Namun Andrea berusaha meyakinkan Lucifer akan segalanya, dia berusaha tangguh dan berani untuk turun seorang diri, dan menentukan nasib mutiara itu seorang diri.


Andrea tersenyum, dan menggandeng tangan Lucifer dari atas kudanya, "tidak apa-apa, bukankah ini yang kita harapkan? aku akan segera mengakhiri semuanya," ucap Andrea berusaha menguatkan Lucifer.


Namun tak bisa di bohongi, kalau Lucifer amat sedih dan tak mampu melepas gadis itu darinya.


"Aku tidak tahu, tapi aku rasa ini bukan jalan yang harus kau pilih!"


"Lucifer!?"


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Lo, Lo, Lo, kok jadi beda pemikiran lagi si Lucifer? apa dia mau Andrea tetap di sana sama dia?


Duh, jadi makin bingung nih

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2