Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Selamat


__ADS_3

"Kirimkan bantuan segera! ada korban yang terluka di sini!! segera kirim ambulan!!" ucap dia sambil terus berjalan menggendong wanita itu.


Tak tak tak tak tak tak!


Langkah kaki pria itu semakin cepat, menuju ke arah depan Villa yang kemudian dari bawah sana terlihat ambulan yang bergerak dengan cepat menuju ke arahnya.


Dengan bergegas, pria anggota polisi itu meletakkan tubuh Andrea yang sudah berlumuran dengan darah di lehernya, di atas ranjang, dan di baringkan.


"Tolong selamatkan nyawanya!"


Kreb!


Pintu ambulan di tutup dengan rapat, dan akhirnya ambulan itu pun pergi dengan suara khasnya meninggalkan villa tempat Gilbert tewas.


Sementara di sisi lain, Gilbert pun di bawa menggunakan ambulans, dengan di dampingi oleh beberapa anggota kepolisian.


Mereka semua akhirnya berhasil menyelamatkan korban laki-laki Casanova ini.


Entah sudah berapa banyak wanita yang menjadi korban dari orang ini. Hanya beberapa yang terlihat melapor, namun semuanya masih berusia di bawah umur, karena itulah Gilbert di tetapkan sebagai tersangka kasus pelecehan.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Di rumah sakit, dokter terlihat sedang mengurus pasien gawat darurat yang tidak lain adalah Andrea..


Gadis itu terkapar tak berdaya usai lehernya hampir putus karena pisau Gilbert yang mencoba membuat nyawa dia melayang.


Sekarang dengan sekuat tenaga dokter canggih di rumah sakit itu mencoba menyelamatkan Andrea dalam sebuah ruangan operasi.


Hingga berjam-jam berlalu, Andrea masih belum juga di bawa keluar dari ruangan tersebut.


"Hubungi keluarganya!"


"Tidak ada yang bisa di hubungi, dia tidak punya kartu identitas!"


"Mungkin anggota kepolisian menemukan sesuatu di sana?"


"Baiklah, akan segera aku tanyakan!"


Suster wanita di ruangan depan terlihat mencoba menghubungi nomor kepolisian, yang kemudian akhirnya bisa tersambung juga.


"Ya!"


"Kami membutuhkan kartu identitas korban, untuk menghubungi keluarganya! apa kau menemukan sesuatu tentang gadis itu di TKP?" tanya suster itu melalui sambungannya.


"Baiklah, akan segera aku kirimkan padamu!" jawab polisi itu dengan singkat saja.

__ADS_1


Polisi itu segera melihat beberapa bukti yang ia dapat di lokasi kejadian, antara lain, KTP, dan juga ponsel korban.


Andrea!!


Polisi itu mengambil gambar KTP Andrea, dan kemudian mengirimkannya pada pihak rumah sakit beserta nomor yang bisa di hubungi.


Sent!


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Tak tak tak tak tak tak tak!


Derap langkah kaki dua orang yang kini tengah berusaha menggapai Andrea di ruangan operasi semakin jelas terdengar.


Namun langkah kaki mereka di berhentikan saja oleh seorang anggota jaga di depan ruangan operasi membuat mereka terpaksa menghentikan langkah kaki keduanya.


"Suster, kami mendengar putri kami terluka di villa, kami sungguh ingin tahu bagaimana keadaan putri kami.." Ucap ibunda Andrea sambil terus terisak menangis.


"Bagaimana keadaan putri kami, suster?" tanya sang ayah dengan wajah cemasnya, sambil berusaha untuk menenangkan istrinya.


"Bapak, ibu, tenang dulu, kami sedang berusaha menyelamatkan putri ibu sekarang, jadi mohon untuk menunggu dan bersikap tenang, ya, Pak, Bu.." ucap sang perawat dengan ramah.


Kedua orang tua itu akhirnya memilih untuk pergi dari ruangan operasi, dan terduduk di kursi tunggu.


"Semoga anak kita baik-baik saja," ucap ibunda dari Andrea dengan kesedihannya.


Tak lama setelah itu, keluarlah seorang dokter masih dengan pakaian hijaunya terlihat membuka masker yang dia pakai sejak tadi.


"Dokter!" dua orang di kursi tunggu langsung bangkit dan menghampiri sang dokter.


"Bagaimana keadaan putri kami, Dok?" tanya Ayah Andrea seolah tidak bosannya mencari tahu bagaimana keadaan terkini dari putrinya.


"Syukurlah, anak kalian baik-baik saja, kalian tidak perlu cemas, dia hanya harus mengalami koma selama beberapa hari saja, jadi tidak perlu di cemaskan.."


"Syukurlah, terima kasih dokter..."


"Ya, tidak masalah.."


Dokter itu terlihat mengenakan maskernya lagi, lalu setelah itu terlihat pula dia pergi melangkah menjauh dari tempat kedua orang tua Andrea.


Masih belum cukup bagi mereka untuk bersyukur, karena takdir sudah menyelamatkan anak mereka, kini terlihat lebih jelas sosok Andrea yang masih mengenakan oksigen di bawa keluar saja dari ruangan operasi, menuju ke ruang rawat inap.


Pagi memang sudah menjelang, matahari pun perlahan mulai terbit, menyorot ke arah jendela ruang inap Andrea.


Srek!

__ADS_1


Ibu Andrea terlihat menyibakkan tirai yang menutup kaca jendela ruangan tersebut, dan membiarkan cahaya itu masuk, mengenai wajah putrinya.


Dia tersenyum, sambil memeluk sang suami, bahagia rasanya saat mendengar putrinya selamat dari sebuah tragedi naas yang mengerikan, yang hampir saja membuat nyawa Andrea menghilang.


Kini mereka terlihat duduk di samping ranjang Andrea, sambil terus mengelus tangan putri mereka yang masih terbaring koma.


Kabar terkini! pelaku ped*fil telah di tembak mati, kali ini korban berhasil di selamatkan, meski harus mengalami luka yang cukup serius!


Pelaku melukai leher korban dengan menggunakan pisau, hingga membuat korban harus melakukan operasi, untunglah korban selamat! dan kini jasad pelaku sudah di kirimkan kepada anggota keluarganya, dan akan di semayamkan di kediaman pelaku, karena keluarga korban meminta jasad anaknya untuk di kuburkan di kotanya!


Sekian berita terkini.....


Ibunda Andrea terlihat menatapi putri cantiknya, memandangi dengan penuh cinta, hingga tak terasa jatuhlah air mata berderai menangis terharu dan bahagia, mendapati putrinya yang selamat dari kejadian mengerikan tadi malam.


Tok tok tok!


"Masuklah!"


Cklek!


Seorang anggota kepolisian terlihat masuk ke dalam ruangan Andrea, dan membawa sebuah benda yang di masukkan ke dalam plastik.


"Permisi, Nyonya, maaf, saya datang hanya untuk mengembalikan barang milik korban!" ucap anggota kepolisian itu sambil menyerahkan barang di tangannya.


Ibunya Andrea menerimanya, dan kemudian tersenyum ke arah polisi itu.


"Terima kasih kau sudah menyelamatkan nyawa putriku.." ucap wanita itu dengan sangat tulus.


Anggota kepolisian yang masih setia mengenakan masker di wajahnya itu terlihat mengangguk, lalu terlihat dengan jelas matanya yang memandangi wajah Andrea di atas ranjang.


"Dia gadis yang hebat, aku tahu dia akan selamat!" ucap polisi itu pada Andrea.


"Ya, dia memang anakku yang paling hebat, semua orang pun memujinya, terima kasih kau sudah memberi semangat pada putriku, kami dan putriku berhutang budi pada kalian!"


"Ya," polisi itu mengangguk, "kalau begitu, aku permisi!"


"Sekali lagi terima kasih..."


Laki-laki anggota polisi itu sekali lagi menoleh ke arah dua orang tua itu, dan mengangguk, memberi hormat pada mereka.


Kedua orang tua Andrea kembali berpelukan, saling menumpahkan kebahagiaan yang tercurah di antara mereka berdua, atas selamatnya putri mereka.


"Aku tahu dia memang sangat hebat, karena itulah kita juga harus semangat, kita bukanlah satu-satunya orang yang memberi dia dukungan, dia juga mendapatkan dukungan dari banyak orang, kau tahu apa artinya itu? jadi kita juga harus semangat melalui semuanya.." Ucap sang suami pada istrinya dengan lembut..


"Ya, aku tahu dia bisa melalui semua ini..."

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2