Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Pertempuran Sengit


__ADS_3

Sejenak Lucifer mencoba untuk berpikir dengan keras, mencoba mengambil sebuah keputusan yang dua-duanya akan mendapat untung dan ruginya.


Begitu keras dia berpikir, hingga sebuah suara Auman dari dalam lautan yang mata keras terdengar, membuat dia tidak tahan untuk tidak menceburkan dirinya ke dalam lautan.


"Aku tidak peduli akan kekuatanku!" ucap pria dan kemudian berlari secepat kilat menuju arah laut, dan bayangan dia pun seketika menghilang.


"Lucifer!!!" panggil semua teman-temannya.


Namun mereka telah terlambat. Lucifer tak lagi mendengar mereka, pria itu telah berada di dalam kawasan Ratu Laut, dan tidak mudah bagi pria itu jika ingin kembali ke atas.


"Dasar kau!!" umpat William dengan kesal.


"Sekarang kita harus bagaimana?" tanya Wilson dengan wajah cemasnya.


"Kita tidak bisa melanggar aturan kelompok, Wilson! jadi tidak ada yang bisa kita lakukan selain berdiam di sini dan menunggu mereka kembali!" ucap William penuh sesal.


"Tapi bagaimana kalau mereka dalam bahaya?" tanya Rosella membuat rasa cemas semakin menjadi-jadi.


"Mereka tidak akan kembali, dan kalian juga akan mati!!" sebuah suara datang dari arah langit, menuju kepada mereka.


Suara yang bercampur dengan datangnya pasukan burung gagak hitam legam, yang mengiringi makhluk itu mendekat ke arah mereka semua.


"Ah? Lucas! itu Lucas!" ucap Wilson dengan ketakutan.


Kini mereka menjadi was-was. Situasi yang mulanya tenang dan damai kini mulai berubah menjadi waspada dan menegangkan.


Mereka semua terlihat memasang kuda-kuda, mencoba untuk berjaga-jaga saat ada penyerangan mendadak.


Hahahaha.....


Namun tawa seseorang membuat mereka terdiam seribu bahasa, dan mematung penuh keterkejutan.


Prok! Prok! Prok!


Tepuk tangan yang menggambarkan kebanggaan terdengar dengan jelas muncul dari balik semak-semak di dalam hutan.


Mereka semua menoleh, ingin melihat siapa yang sebenarnya datang dan ikut menimbrung pula di sana.


"Jayden!"


"Vincent, dan Manora!" ucap William dengan kesal.

__ADS_1


Dua manusia yang berdiri di belakang Jayden nampak merunduk tak mampu berkata-kata. Bagaimana tidak, William dan kawan-kawannya bahkan rela berbagi makanan dan berbagi kehidupan dengan mereka.


Tapi dengan tidak malunya, mereka malah memilih untuk kembali pada Jayden dan mengkhianati The Tiger. Benar-benar muka pengkhianat.


"Kalian terkejut?" tanya Jayden dengan sombong.


Kakinya tidak terlihat terluka sedikitpun, entah apa yang terjadi pada mereka sebelum ini, hingga tidak ada tanda-tanda mereka kesulitan dalam perjalanan.


"Sayangnya tidak!" jawab William dengan kesal.


"Cuih!" meludah, "tahu begini, aku tidak akan memberi potongan rusaku untuk kalian! rupanya hati pengkhianat selamanya akan tetap jadi pengkhianat!" ucap Wilson dengan keras.


"Seharusnya dari awal kalian menurut pada omonganku, menyelamatkan mereka hanya akan membawa nasib sial saja, tapi sayang sekali, kita terlalu baik hingga wajah penipu dan wajah ketulusan kita tak mampu membedakannya!" ucap Rosella.


"Tak usah banyak bicara! sekarang kalian hanyalah seekor binatang yang tidak bisa melakukan apapun, dua anggota kelompok kalian sedang bertaruh nyawa di dalam sana, dan kalian, kalian hanya seperti kutu yang tidak berguna dan merugikan!" ucap Jayden pada mereka bertiga.


"Kau bilang aku kutu? baiklah! mari kita lihat, apa kutu-kutu ini akan menghabisi nyawa kamu dengan mudah!" ucap William sambil meletakkan pedangnya, dan berubahlah menjadi sosok harimau yang ganas.


Groaaaarrrrrrrrr


Suara dia yang amat keras dan gahar di sahut saja dengan pertunjukkan selanjutnya, yang menampilkan Jayden yang juga merubah dirinya menjadi sosok binatang yang sesungguhnya.


Auuuuuuuuuu


Swosh!


Blam!!


Berulangkali Jayden terlihat menjatuhkan William dengan sekuat tenaganya, namun dia juga tak luput dari luka di tubuhnya.


William berhasil melukai satu kakinya, yang ia lihat masih belum sembuh sempurna. Entah apa yang membuat Jayden sembuh dari luka gigitan buaya itu dengan sangat mudah, atau mungkin Lucas lah yang membantu mereka.


"Hahh! aku tidak mau berurusan dengan para binatang ini!" ucap Lucas dengan kesalnya, "di mana aku bisa melihat gadis itu, aku bahkan tidak sanggup menembus batas penglihatan ku di dalam lautan ini!!"


Lucas terlihat terbang ke arah bukit yang menjulang, yang letaknya berada tepat di tengah-tengah lautan, berbentuk bak gapura selamat datang, dan itu artinya kawasan Ratu Laut tidak jauh darinya.


Dia mencoba melihat situasi di dalam sana, mencoba mencari tahu di mana keberadaan Andrea dengan mutiara yang dia bawa.


Fokus saja otak dan matanya bekerja sama untuk melihat situasi, hingga dapat lah dia akan jawabannya.


"Sial!"

__ADS_1


Namun dia menggerutu, saat ia melihat gadis itu berada dalam bahaya, sedangkan mutiara itu masih berada di tangan Andrea.


"Aku harus membuat wanita iblis itu naik dan meninggalkan istananya!!" gumamnya agak lirih.


Di panggilah kawanan burung gagak yang mengiringinya, di tambah lagi kabut tebal yang sangat pekat, yang bisa menembus perbatasan antara perjanjiannya dengan Ratu Laut.


Di arahkan olehnya untuk masuk ke dalam lautan sana, dan mencoba untuk mengecohkan Ratu Laut, ya, setidaknya ia tak perlu masuk ke dalam kawasan Ratu Laut hanya untuk Andrea dan mutiara itu.


Andrea sendiri yang akan mengantarkan mutiara itu untuknya.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Blubuk! blubuk! blubuk!


Lucifer telah terlihat masuk ke dalam istana yang menurutnya ini pasti kawasan Ratu Laut. Berbeda seperti saat Andrea masuk, yang kemudian seolah di sambut dengan hangat oleh penduduk air, ia bahkan hampir mati akibat berulang kali di serang oleh binatang raksasa semacam paus purba, dan lainnya.


Untunglah dia tak selemah yang di pikirkan. Meski tubuhnya terhempas berulang kali, tapi tetap saja dia bertahan hingga akhirnya tibalah dia di istana milik Ratu Laut.


Namun dia begitu tercengang, saat ia melihat dengan jelas sosok Andrea yang tengah tercekik oleh sebuah ikatan dari air yang mengikat seluruh tubuhnya.


Wajah Andrea semakin membiru, di sana terlihat pula Ratu Laut yang tengah mencoba mencari mutiara di tubuh Andrea, hanya saja, benar kata sang peramal, mutiara itu tidak akan menjumpai seseorang yang bukan takdirnya, apa lagi yang tanpa izin Andrea berani mengambilnya.


"Arkh! kemana kau menyimpannya!?" sekarang iblis itu sangat marah, karena dia tidak mendapati apapun di tubuh Andrea.


Ia mencekik leher Andrea, sampai rasanya Andrea hampir putus urat lehernya.


"Dengar! kau harus memberikannya padaku!" namun wanita itu tak akan kehabisan ide dan akal.


Ia menggunakan tatapan matanya untuk menghipnotis Andrea, dan akan dengan mudah memberikan mutiara itu untuknya!


"Berikan mutiara itu padaku!!" ucap Ratu Laut sambil mencoba mempengaruhi Andrea.


Hingga tiba saatnya, Andrea mulai termakan oleh hipnotis si Ratu Laut itu. Tangan Andrea mulai bergerak perlahan mencoba mengambil mutiara itu dari dalam sakunya..


"Iya, benar, ambillah untukku!"


"Tidak, Andrea!!!"


Blam!!!!


"Arkh!!!"

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2