Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Kembali


__ADS_3

Dengan puas hati, Lucifer menghabisi Jayden dengan tangan kosongnya, dan berusaha menumbangkan pria itu.


Sekarang terlihat dengan jelas wajah Jayden yang lebam, dan di penuhi dengan darah segar yang menetes di sana.


"Kau berbicara tentang pengkhianat, tapi kau tak sadar kalau kau sendiri adalah seorang pengkhianat!!" ucap Lucifer pada Jayden dengan geram.


Cuihh!


Jayden meludah di depan Lucifer.


Sekarang wajah Lucifer yang terkena ludah dari si Jayden yang tengah menjadi tumpuannya.


Dia memalingkan mukanya, dan membasuh wajahnya dengan sobekan baju yang dia ambil dari baju Jayden.


"Kau bahkan lebih menjijikkan dariku! munafik!!" ucap Jayden pada Lucifer.


Bukk!


Bukk!


Lucifer yang geram memukul Jayden tanpa ampun, hingga pria itu terlihat terkapar tak berdaya.


Sementara di sisi lain, terlihat Wilson yang mencoba menyelamatkan Rosella yang terkena pedang Jayden.


Wajah wanita itu semakin pucat, dan membiru, Manora pun ikut mendekat dengan sisa-sisa tenaga yang dia miliki.


Bruk!


Tubuhnya jatuh di samping Rosella yang tengah sekarat.


"Rosella, bertahanlah! jangan mati! aku mohon!" ucap Wilson dengan tangis sedihnya.


Namun Rosella hanya terus menggeleng dengan perlahan, tak kuat dan tak mampu lagi meski untuk sekedar mengucap kata-kata.


Mulutnya terus berusaha untuk mengucapkan satu bait kalimat yang mungkin akan jadi penutup perjalanan hidupnya..


"Balaskan dendamku, dan William..."


Ucap Rosella dengan lirih, hingga akhirnya jatuh pula tangan wanita itu, ambruk di atas tanah di penuhi dedaunan kering.


"Rosella!!?"


Panggil dua orang itu dengan penuh kesedihan.


"Tidak! Rosella! jangan mati!! aku mohon!!" ucap Manora dengan tangisnya yang tersedu.


Sementara Wilson terlihat menunduk, penuh dengan rasa sakit dan dendam di hatinya untuk Jayden.


Pria itu bangkit, dan menatap pertarungan yang tengah di lakukan oleh Lucifer dan Jayden di sana.


"Karenamu aku harus kehilangan segalanya!!" ucap Jayden dengan lirih.

__ADS_1


Dia mengambil busur panahnya, dan di arahkan dengan fokus menuju arah Jayden berada.


Meski terasa amat sulit, mengingat otaknya yang tidak terlalu fokus akibat harus kehilangan banyak orang di sampingnya, dan letak Jayden yang tidak tepat dengan bidikannya, karena selalu bergerak melawan dan menangkis Lucifer.


Namun anak itu, dengan segala kecerdasan dan kehebatan memburunya, akhirnya bisa melesatkan panah itu menembus jantung Jayden.


Brukk!


Lucifer terdiam, melihat sang lawan yang jatuh ke tanah, dengan panah yang menancap dalam tubuh Jayden.


"Seharusnya aku yang membunuhnya!" ucap Manora pada Wilson.


Dengan penuh dendam, Manora melangkahkan kakinya, mendekat ke arah Jayden, sambil terus melarak pedang di tangannya.


"Aku akan mengirim kamu ke alam baka!!"


Kini wanita itu telah berdiri di atas tubuh Jayden yang masih sedikit bisa bernafas.


Manora mengangkat pedangnya di atas kepala, dan bersiap membunuh Jayden dengan pedang miliknya.


"Hari ini kematian kamu ada padaku, Jayden!!"


Hiyaaaa!!?


Bless!!


Dan menancaplah pedang Manora di tubuh Jayden, hingga darah segar pun menyembur keluar dari mulut pria itu, mengiringi kepergiannya dari dunia ini..


Mereka bertiga berdiri dengan penuh kesedihan namun juga di penuhi bahagia karena dendam di hati mereka telah terlampiaskan..


"Andrea sayang!!!!"


Teriak seseorang, yang mengejutkan Andrea dari tidurnya!!


Andrea terkejut dan membelalakkan matanya, menyadari di mana sekarang dia berada..


"Ah?"


Dan kini dia amat terkejut, saat dia menyadari dia kembali di tempat semula, bersembunyi di belakang pintu Villa, dan meringkuk ketakutan di sana.


Jadi artinya, orang yang tengah memanggilnya adalah Gilbert...


Ya!


Benar!


Itu Gilbert!!


Dia begitu cemas dan ketakutan mendengar teriakan Gilbert yang terus saja memanggilnya, dan mencari keberadaanya.


Dengan terus mencoba meraba permukaan dinding yang pada mulanya dia bahkan melihat cahaya matahari disini, namun nyatanya, sekarang semua itu tak ada, semuanya benar-benar hilang.

__ADS_1


Dia menangis, sambil terus mencoba mencari jalan keluar, dengan tangisnya yang lirih, tidak akan membuat Gilbert tahu di mana keberadaannya.


Hanya saja, Gilbert tak sebodoh itu untuk tidak tahu apapun tentang gadis ini. Gadis yang pandai bersembunyi, dan pandai menyelip di sebuah tempat yang kecil.


Sampai akhirnya terlihat lah bayangan pria itu berhenti di depan pintu, dan mencoba mendobrak pintu tempat Andrea bersembunyi.


Brak!


Brak!!


"Aaaa!!!"


Andrea menangis, ketakutan, dan tak mampu beranjak dari pojokan tempat dia terdiam bersembunyi.


Sementara Gilbert terus saja mencoba mendobrak pintu yang menjadi tempat persembunyian Andrea di sana.


Andrea semakin meringkuk, tatkala pintu itu semakin rapuh, dan rasanya, sedikit lagi pintu itu pasti akan segera terbuka, menampilkan wajah ketakutan Andrea yang juga di penuhi kecemasan di sana...


Dia menangis terisak, dan semakin jelas menyayat hati siapapun yang mendengarnya.


Hingga pada akhirnya, benar saja, pintu yang semula masih terkunci dengan rapat, kini perlahan mulai memunculkan sela-sela kecil, pertanda pintu akan segera terbuka.


"Lucifer, tolong aku!!"


Pekik Andrea, seolah dia kini tengah berada di sisi Lucifer, dan terus meminta tolong pada pria itu. Padahal, sejak tadi dia berada di tempat yang sama, namun telah melalui beragam petualangan hebat bersama sosok Lucifer.


Jadi apakah Lucifer adalah nyata? atau proses itu hanyalah bayangan dan khayalan semata yang hadir dalam mimpi Andrea saat berada dalam tidur yang nyenyak di ruangan sempit tersebut?


Tapi bukankah Andrea sendiri tidak tahu bagaimana dia bisa tiba-tiba kembali lagi ke tempat ini?


Lalu apa dia benar-benar melalui perjalanan ke masa lalu, dan perjalanan itu membuat dirinya terjebak dalam dunia yang penuh dengan petualangan hebat, dan sosok pria tampan nan mengagumkan.


Apa semua itu nyata?


"Lucifer, andai kau nyata, kau pasti akan menolong aku...." Ucap Andrea sambil terus menangis, berpikir kalau semua yang telah dia alami beberapa saat yang lalu adalah mimpi semata.


Benarkah aku baru saja bermimpi? tapi kenapa mimpi itu terasa amat nyata? apa dalam dunia nyata benar-benar ada kamu, Lucifer? apa kamu sungguh ada dan hidup di sini? Aku malah jatuh cinta, jatuh cinta dan sempat menyerahkan kesucian ini satu kali padamu, tapi aku bahkan tak bisa mengerti, apa ini hanya mimpi belaka, atau kau memang pernah hadir, dan membuat aku jatuh cinta seperti ini?!


Gubrak!


Gubrak!


"Arkh!!"


Lamunan Andrea terhenti, saat Si Gilbert itu terdengar terus berusaha untuk membuka pintu dengan paksa, seolah ingin sekali menggapai Andrea, dan membunuhnya.


"Keluar sayangku!! jangan permainkan aku lagi!!"


Di tangannya sebilah pisau, dan di saku kanannya, terdapat pistol yang bisa saja membuat nyawa Andrea akan melayang kalau sampai terkena pelurunya.


Andrea semakin meringkuk ketakutan, tak mampu mengatakan apapun, hanya bisa menutup kepalanya dengan kedua tangannya..

__ADS_1


"Lucifer, datanglah untuk menolong aku...."


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


__ADS_2