Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Masih Bertempur


__ADS_3

Ke empat kaki Wilson terlihat melompat tinggi, dan mencoba melewati aliran sungai yang menjadi pembatas antara hutan dan pedesaan.


"Aaaaaa!!!" gadis itu menunduk ketakutan, saat tubuh Wilson dan tubuhnya terlihat melayang di atas aliran sungai.


"Wilson!!!!!!"


Brakkk!!!


Tapi dengan mulusnya, Wilson mendaratkan kakinya di seberang sungai, lalu meneruskan perjalanan mereka.


Pedesaan sudah terlihat di depan mata mereka berdua. Keduanya terlihat lebih lega. Namun, sialnya, kaki Wilson sudah tidak mampu lagi berjalan.


Langkah kaki Wilson sudah semakin lambat, hingga akhirnya, memaksa anak muda itu untuk berjalan lebih lambat dari beberapa saat yang lalu.


"Wilson? ada apa denganmu!?" tanya Andrea agak bingung.


"Hahh! kau bahkan lebih berat dari seekor rusa!" ucap Wilson terlihat terengah-engah.


Sementara, di desa, semua orang terlihat keluar dari rumah masing-masing, dan melihat situasi apa yang terjadi di sana.


Mereka nampak ketakutan. Anak-anak mereka selalu berada dalam gendongan ibunya, sementara, para pria terlihat berkumpul di tengah keramaian, mencoba melihat kegaduhan yang terjadi di sana, termasuk Tan Ash dan William.


"Ada apa di sana? aku mendengar Auman serigala! apa mungkin itu mereka?"


Tanya para penduduk desa yang memang seolah dihantui oleh rasa was-was setiap kali mendengar Auman serigala yang begitu dekat.


"Tuan! mereka ada di sini!!" ucap sang peramal.


Mendengar ucapan peramal yang mengejutkan, membuat Tan Ash berinisiatif untuk memanggil seluruh penduduk desa, dan menyuruh mereka untuk membawa senjata apapun.


"Kalian semua!! bawa senjata masing-masing!! akan ada bahaya di desa kita!" ucap Tan Ash dengan suara lantangnya.


Semua yang ada di sana terlihat bergegas mengambil senjata yang ada di rumah masing-masing, dan kembali lagi berkumpul, membuat barisan benteng yang kokoh.


"Tuan Tan Ash!" William terlihat mendekati Tan Ash, "di mana Lucifer dan yang lainnya?" tanya pemuda itu.


"Dia sedang..."


Kretak!!


Kretak!!!!


Namun belum sampai Tan Ash menjawab pertanyaan dari William, datanglah seorang gadis yang berlari dengan kencang, sambil sesekali menengok ke arah belakangnya.


"Gadis itu!!" tatapan Tan Ash tertuju pada Andrea yang hampir keluar dari area hutan.


"Andrea!!!"


"The Wolf!!!!!!!!" teriak Andrea pada semua orang yang ada di desa.


"The Wolf!!?" semua orang semakin was-was, dan semakin terlihat mempersiapkan diri.


"Mereka benar datang! ini adalah awal mula bencana!"


"Jangan biarkan mereka masuk ke kawasan kita! ini sebuah pelanggaran!!" ucap Tan Ash.


Swosh!!


William mengambil pedang dari tempatnya, dan mengangkatnya tinggi-tinggi.

__ADS_1


"Tuan tidak perlu risau! harusnya ada Lucifer yang berada di garis depan, tapi karena dia punya kesibukan sendiri, maka saya yang akan menghadapi mereka!!!"


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Bajingan!!"


Bukk!


Blamm!!


"Kalau aku bajingan, itu artinya kamu juga!!"


Blam!!


Rrrrrrttt!!


"Lucifer!!!!" Rosella melihat sang sahabat yang berhasil di kunci oleh Jayden dengan laki-laki sang serigala itu.


"Arkh!!" namun dia kembali harus teralihkan, saat dua serigala yang lain juga terlihat mengarahkan gigi-gigi mereka tepat di hadapan Rosella.


Blam!!


"Dasar muka menjijikkan!!" umpat Rosella, sambil terus mencoba menyerang para serigala itu.


Hhhrrrrrr!!


"Aku hanya ingin gadis itu! berikan dia padaku!!" ucap Jayden pada Lucifer yang terlihat telah berada di kungkungan keempat kaki Jayden.


"Cuihh!" meludah sembarangan, hingga mengenai wajah berbulu milik Jayden.


Si Jayden terlihat memalingkan mukanya, dan mengerang marah..


"Dasar pengecut!! masih mau mencoba melawanku!!! padahal dirimu sendiri hanya buangan ayahmu!!!" ucap Lucifer menohok pada Jayden.


"Memangnya kenapa? bukankah ayah kamu hanya menggunakan kamu sebagai alas kakinya saja?" ucap Lucifer mencoba menjatuhkan keberanian Jayden, "kau tidak lain hanyalah ujung tombak ayahmu! dia tidak serius ingin memberikan kerajaannya padamu!! andai kau tidak sebodoh itu Jayden! namun sayangnya, kau sungguh pria yang sangat bodoh!!"


"Cukup!!!" Jayden telah berubah menjadi sosok manusia, begitu pun Lucifer.


Dia terlihat menekan leher Lucifer dengan sekuat tenaga, dan mencoba melampiaskan kekesalannya pada pria ini.


"Jika ayahku memang begitu, lalu apa kabar ayahmu!? dia juga hanya si tua yang penyakitan! dia yang membuat kamu tidak bisa menikah!!! iya, kan?"


Mendengar ucapan Jayden yang menohok, membuat kekuatan seolah masuk ke dalam tubuhnya.


Rasa berapi-api, dengan mata yang kemudian terbakar api kemarahan, membuat pria itu terlihat makin kokoh, hingga dia dengan mudahnya menyingkirkan Jayden dari atas tubuhnya.


Mendorong.


Brakkk!!


Tubuh Jayden terlihat terpental, dan ambruklah di batang pohon yang menjulang tinggi.


Sementara itu, Lucifer kini semakin terlihat kuat. Dia mampu berdiri lagi, dan bahkan semakin ganas menyerang Jayden yang saat ini sudah tumbang di bawah pohon nan rindang.


Hosh! Hosh!


Langkah kaki Lucifer kini terlihat berjalan mendekat ke arah Jayden, dan kemudian berhenti tepat di atas tubuh Jayden yang lemah.


Puffff!

__ADS_1


Dan pemuda itu kemudian menginjak punggung Jayden, hingga membuat darah keluar dari mulut Jayden.


"Kau mau menghina keluargaku? kamu pikir kamu pantas?" ucap Lucifer pada Jayden.


"Cihh!! kau pun sama saja! sudah beraninya menghina kami!!" jawab Jayden tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Tapi kami tidak serakah, kami hanya merebut apa yang memang menjadi milik kami, sedangkan kalian?" dia bertanya pada Jayden.


"Lucifer! gadis itu milik keluarga kami! kau jangan mimpi kau mendapatkan gadis itu untuk kalian!!!"


"Kau tahu? aku paling muak dengan maling, yang mengaku di malingi!!" ucap Lucifer sebagai penutup, hingga akhirnya, dia memilih untuk meninggalkan Jayden di sana.


Bersamaan dengan Lucufer yang telah selesai dengan satu The Wolf, Rosella pun terlihat sudah mengakhiri pertarungan asiknya dengan beberapa The Wolf yang lain.


Blam!!


"Huhh!!"


Dan itulah aksi terakhirnya dalam pertarungan kali ini. Membanting lawan, dan kemudian pulang dengan rasa puas.


"Kau sudah selesai?" tanya Lucifer pada Rosella.


Rosella hanya memasukkan kembali pedang miliknya, dan mengangguk, "ya! aku sebenarnya belum merasa puas! tapi mereka mungkin sudah telak di tanganku!" ucap wanita itu pada Lucifer, yang kemudian, setelah itu, mereka berdua akhirnya memilih untuk pergi dari sana.


"Kau tahu? aku mungkin akan tergoda dengan rusa panggang kamu!" ucap Rosella di tengah-tengah perjalanan.


"Cihh! bilang saja mau kenyang tanpa harus memasak!!"


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Dasar si bajing bau!!" ucap William saat mendapati beberapa ekor serigala yang tengah berlari mendekat ke arah Andrea.


Serigala itu hampir saja menangkap Andrea, hingga akhirnya...


"Will!!"


"Aku tidak akan memaafkan kalian!!!" pria itu terlihat mengangkat tinggi pedang di tangannya, dan berlari secepat kilat.


Lalu..


Hiyyaaaa!!!


Swoshh!!


Satu serigala berhasil di tumpas oleh William, sementara di belakang Andrea masih terlihat tiga anggota The Wolf yang semakin dekat dengan area pemukiman.


"Wilson!!"


"Aku mendengarmu!!" jawab Wilson lirih sambil terus mengarahkan panahnya pada target.


Swosh!!!


Bless!!!


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Hai semua πŸ€—πŸ€—


Mampir juga di karya temenku ☺️☺️

__ADS_1


Terima kasih ☺️☺️



__ADS_2