Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Anak Pintar


__ADS_3

Sssshhhhh!!


Seoshhhh...


Suara gemericik air sungai yang mengalir, bercampur dan beradu bersama semilir angin yang menyejukkan.


Suara itu terdengar begitu lembut menerpa telinga Andrea, yang kini tengah mencoba terduduk dan memfokuskan pikirannya..


Dia terduduk sambil sesekali menikmati alur di mana air mengalir, lalu menatap matahari yang baru saja hendak muncul di ufuk timur.


Rupanya bangun pagi sungguh hal yang sangat menarik.


"Kau akan mulai berlatih hari ini!" pria itu mendadak datang entah dari mana.


Andrea terlihat menoleh dan mendapati Lucifer yang tengah berdiri di atas bebatuan, "kenapa kau menyuruhku datang sepagi ini? rasanya kepalaku masih sedikit pusing akibat minum anggur semalam.."


"Jadi petualang itu harus siap bangun pagi, atau bangun saat kamu baru saja terlelap, namun mendadak ada musuh yang datang menyergapmu." Jelas Lucifer pada Andrea.


Gadis itu hanya terlihat menganggukkan kepalanya, "jadi latihan apa hari ini? tapi kau juga harus menemani aku menengok Jayden, aku sudah janji akan melihat lukanya selama satu Minggu penuh, kau juga sudah berjanji padaku, kan?"


Lucifer mendekat ke arah Andrea, lalu berjongkok dan menatap tajam dua mata hijau zamrud milik Andrea tersebut, "menurut kamu kita ini mau apa? kalau mau latihan, ya, harus fokus latihan, jangan banyak pikiran!" beranjak, "fokuskan otakmu! kita akan latihan bagaimana kamu akan mengendalikan kekuatan Phoenix di tubuhmu!" sambil berlalu.


"Apa katamu? kekuatan Phoenix!? hahahaha..." tertawa dengan sangat puas, "kekuatan Phoenix!? menurut kamu aku percaya? mana ada kekuatan seperti itu di tubuhku!? yang benar saja kamu!" ucap Andrea sambil terkekeh.


"Kau memang belum melihatnya, tapi seharusnya kau tahu tubuhmu rasanya aneh sekali, dan itu karena Phoenix itu masuk ke dalam jiwamu tanpa sadar."


"A?" wajah serius, mungkin dia mulai agak mengerti, "apa yang kau bicarakan tentang Phoenix itu benar adanya?" dia baru berpikir serius.


"Kau pikir aku ini sedang bercanda? dasar kau memang tidak tahu diri! cepat duduk dengan benar, dan mulai fokuskan pikiranmu!"


"Tunggu dulu, Lucifer! aku mau tanya dulu sebelum melakukan ini.." gadis itu malah berulah lagi.


"Mau tanya apa?" tapi nampaknya hal itu membuat Lucifer penasaran.


"Apa, semalam, kita berciuman?" dia bahkan tanpa rasa malu saat menanyakannya.


"A?" bingung yang luar biasa.


Apa yang harus aku jawab? masa iya aku jawab aku mencium bibirmu karena kau yang memaksa..

__ADS_1


Arkh!


Yang benar saja!


"Hey!!" mengagetkan Lucifer, "kenapa kau malah diam? kenapa kamu malah melamun?"


"Tidak, aku tidak mencium kamu, lagi pula masa aku mencium kamu saat kamu sedang tidur? Aish! sudahlah! mulai latihannya! kita harus segera membuat dirimu mahir mengendalikan kekuatan itu!" dia mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Baiklah, aku akan memulainya.."


Andrea terlihat mengatur posisi duduk yang baik, bak tengah bersemedi di atas batu, yang letaknya tepat berada di tengah aliran sungai, lalu juga mulai mencoba untuk memfokuskan pikirannya pada tubuhnya sendiri.


"Pelajaran pertama! kau harus fokus terhadap dirimu! angin dingin yang menusuk kulit kamu di pagi hari, biarkan dia masuk! biarkan tubuhmu melatih suhu tubuh sendiri, kau harus terbiasa dengan hal itu!" ucap Lucifer sambil berlalu, dan kemudian terduduk di atas bebatuan.


"Lakukan dengan benar! kau butuh waktu lebih dari satu jam untuk melakukannya!"


"Aahh.." Duduk di atas batu, sambil terus mengawasi gadis itu.


Iya, sejauh ini Andrea menang cukup pintar, tidak terlalu sulit untuk di atur, mungkin melakukan perjalanan penuh petualangan dengan anak ini, tidak akan terlalu sulit bagi Lucifer.


Apa lagi, wajah cantik yang mungil itu. Kenapa saat Andrea diam, wajah anggunnya makin terlihat dengan jelas saja?


Arkh!


Rasanya terbuai juga kalau terlalu lama memperhatikan gadis itu.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Bagaimana menurut kamu!? apa mungkin semalam mereka sudah...." tanya Rosella agak menjebak William.


Rupanya mereka juga telah tiba di semak-semak, memperhatikan apa yang di lakukan oleh kedua sahabat mereka.


Diam-diam keduanya melihat dan mengawasi dari jauh, mencoba untuk tahu sudah seberapa dekat hubungan antara Lucifer dan Andrea itu.


"Mereka mungkin saja tidak melakukannya, bukankah kau yang semalam begitu agresif.." Sekarang William nampak meledek sang kekasih.


"Kau suka gayaku, kan? gaya yang membuat aku terasa lebih gila darimu! kau hanya bisa bertekuk lutut saat aku berada di atas senjata milikmu!" dia terkekeh.


"Iya, kau benar, aku kalah dalam pertarungan semalam, tapi lain kali, akan aku pastikan, kau yang akan bertekuk lutut padaku!"

__ADS_1


"Heng! baiklah! lihat saja nanti!"


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Dia lumayan pandai juga, mengajari otaknya untuk fokus, rasanya tidak akan terlalu sulit, mungkin kalau di ajarkan sambil berjalan menuju tempat tujuan, dia juga masih bisa menjangkau kesulitan ini!


Benak Lucifer berkata-kata, mengagumi kemahiran Andrea dalam memfokuskan dirinya.


Dia terlihat melirik ke arah semak-semak, dan mendapati dua sahabatnya sedang asik saling tertawa di sana.


Lucifer memutuskan untuk mendekati mereka berdua..


"Jangan terlalu lama bermesraan, nanti kau akan hamil duluan!" ucap Lucifer meledek ke arah dua sahabatnya.


Mereka berdua terlihat membangunkan tubuhnya, dan berdiri seimbang di hadapan Lucifer.


"Apa yang kau butuhkan?" tanya William pada Lucifer.


"Tolong awasi dia! aku harus bertemu dengan ayahku!" ucap Lucifer lalu setelah itu dia beranjak pergi dari sana.


"Kau dengar? dia meminta kita untuk mengawasi gadis itu, jadi jangan berulah padaku, atau aku akan menghabiskan dua benda kenyal milikmu itu!" ucap William pada Rosella, sedikit ancaman memang.


Tapi wanita yang dia ajak bicara hanya tersenyum dan terkekeh saja, "baiklah, aku akan menurut saja.."


Lucifer terlihat berjalan menuju arah pulang, lalu bertemulah dia dengan sang ayah.


Rupanya kedatangan Lucifer sudah di tunggu oleh sang peramal.


Mungkin saja peramal itu tahu maksud hati Lucifer dalam kedatangannya kali ini.


"Dia sangat pandai!" ucap sang peramal pada Lucifer, "kau tidak akan sulit untuk mengajarinya, jadi lebih baik, ajak dia untuk pergi bersamamu!" ucap sang peramal tersebut saat Lucifer baru saja terlihat mendudukkan dirinya di alas bambu.


Sementara adiknya, Wilson terlihat tengah mengamati panah andalannya, mungkin dia juga sudah tahu perjalanan ini akan segera di mulai.


"Kemana aku harus membawanya pergi?" tanya Lucifer pada sang peramal.


"Bawa dia masuk ke sebuah hutan, yang di sekelilingnya terlihat gelap, tidak ada yang menyinari tempat itu, bahkan sinar matahari sekalipun, tempatnya di penuhi oleh kabut yang tebal, dan laut itu, ada di ujung barat! jadikan Phoenix di tubuh gadis itu, sebagai hewan peliharaan, yang akan menunjukkan di mana letak laut yang kita maksud!" jawab sang peramal.


Aku harap aku lekas mengerti akan semua ini!

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2