Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Mengikis


__ADS_3

Kretak kretak kretak!


Malam yang semakin larut, dan semakin gelap membuat suara derap langkah kaki kuda dari kawanan serigala menjadi jauh lebih jelas terdengar.


Seolah di serang gempa dengan kekuatan tinggi, tanah di hutan belantara pun bergetar, membuat hawa takut bagi siapapun yang mendengarnya.


Mereka telah tiba di kawasan para harimau, dengan persiapan pedang dan beberapa senjata yang lainnya.


Di sisi lain, para penduduk harimau mulai tidak bisa tenang, tidur mereka mulai di penuhi rasa cemas dan kerisauan. Termasuk juga Tan Ash.


Pria yang menjadi pimpinan bangsa harimau dalam dunia itu, kini terlihat dengan perlahan membuka matanya, usai merasakan getaran tanah yang semakin hebat terasa.


"Tuan! ada mereka di sini!!" ucap sang peramal di sisinya.


Semenjak Lucifer dan kawan-kawannya pergi beberapa waktu lalu, sang peramal tidak pernah beranjak dari tempatnya, selalu menemani sang tuan apapun yang terjadi.


Dan pada malam hari ini pun, dia juga tetap berada di sana, terduduk sambil menjaga sang tuan dari bahaya.


Tan Ash membuka kedua matanya lebar-lebar, usai menyadari ada yang tidak beres di sini. Dia bergegas keluar dari rumahnya, tentunya masih dengan bantuan tongkat yang ada di tangannya, untuk membangunkan semua orang yang ada di sana.


Tak! tak! tak!


Dia memukul batu di depan rumahnya, dan berniat untuk membuat seluruh penduduk desa terbangun dan terjaga.


"Bangun! ada penyerangan!!'


Sekuat tenaga dia berusaha membangunkan semua penduduk, namun tidak sia-sia. Seluruh penduduk desa terbangun, dengan perlengkapan senjata di tangan mereka, dan telah bersiap untuk melakukan segala hal yang akan terjadi pada malam itu.


Semua pria berbaris, barisan paling depan adalah perisai, barisan kedua berisi ahli panahan, barisan ketiga adalah mereka yang berlari membawa pedang, dan tak lupa juga mereka yang akan bersiap mencakar musuh dengan kekuatan kuku-kuku tajam di jarinya.


Sementara itu, banyak kaum wanita yang di sembunyikan di bawah ruang persembunyian, yang letaknya berada di bawah tanah, dengan perlengkapan yang seadanya. Masing-masing dari wanita itu di bekali sebuah pisau kecil, yang mereka sembunyikan di dalam saku baju mereka.


Anak-anak banyak yang masih tertidur, terlelap di dalam pangkuan ibunya, sementara yang sudah bisa di andalkan, ikut seperti ibunya, membawa pisau yang ia letakkan di bajunya.


Semua orang sudah bersiap, menghadapi apa saja yang akan terjadi selanjutnya.

__ADS_1


Hingga pada beberapa detik setelah itu, terdengarlah suara kuda yang bergerak dengan laju yang cukup cepat, dan kemudian, dari jarak sepuluh meter di depan, tampak obor mereka menyala, membuat rasa panas pertempuran mulai terasa.


Mereka masih siap berjaga, belum mendapat aba-aba dari sang komandan untuk menyerang, sampai pada akhirnya mereka mendapati di depan sana obor-obor itu di lempar dengan serempak, menuju ke arah mereka semua.


Wush!!!!!


Brakhh!!


Obor yang di lempar dan jatuh di atas tanah tempat para pria harimau berdiri, membuat sekelilingnya terbakar, hingga akhirnya sang komandan pun mengarahkan untuk mulai menyerang.


"Serang!!"


Pada mulanya beberapa panah di lesatkan, meski anggota mereka hanya terdiri dari puluhan orang, tapi mereka melakukannya dengan sangat baik.


Di lesatkan saja berulang kali panah ke arah musuh, hingga membuat banyak anggota musuh terjatuh dan kemudian tewas terinjak-injak kaki kuda yang mereka tunggangi.


Namun di banding dengan pasukan harimau yang hanya terdiri dari puluhan orang saja, pasukan serigala jauh lebih banyak anggota, dan jauh lebih lengkap persenjataannya.


Mereka yang terdiri dari ratusan, bahkan hampir mendekati ribuan nyatanya memang begitu sulit untuk di kalahkan.


Hingga saat panah itu mengenai sekitar enam puluh orang anggota pun, mereka masih mampu merapatkan barisan, dan semakin dekat mengarah ke kelompok harimau.


Semuanya bersiap berperang di desa mereka, meskipun mereka semua tidak pernah ada yang tahu alasan pasti mengapa para serigala ini menyerang desa mereka.


"Serang!!!!!!!"


Hiyaaaaaaaa!!


Semua anggota maju dan menyerang musuh dengan berbekal pedang yang ada di tangan mereka. Meskipun jumlah mereka tidak lebih dari anggota musuh yang berjumlah sepuluh kali lipat jauh lebih banyak di banding mereka, tapi bisa di lihat begitu jelas, mereka yang sangat bersemangat dan berjiwa patriot untuk maju ke depan, apapun yang akan terjadi.


Trang!


Trang!


Trang!

__ADS_1


Blam!


Hingga suara Pertempuran antara dua pedang dari tangan yang berbeda pun terdengar semakin jelas, dan semakin terasa menakutkan.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Di sisi lain, jauh dari tempat pertempuran itu terjadi, terlihat lah Lucifer yang masih terduduk di samping Andrea yang telah berbaring dan tertidur.


Rumah si pria tua yang kini menjadi tempat mereka untuk beristirahat rasanya entah kenapa tidak begitu nyaman.


Pria itu sesekali mengusap wajahnya, dan berusaha untuk tidak risau, namun hatinya tidak bisa di ajak berkompromi. Cemas sekali rasanya, seolah bayangan sang ayah selalu membayangi otaknya, dan menghantui perasaannya dengan kecemasan.


Dia akhirnya memilih untuk bangun, dan beranjak keluar dari rumah tersebut. Di pandangilah langit yang sudah berwarna gelap bercampur biru, dengan lukisan bulan dan bintang di sana.


Ia menatap dengan penuh kebimbangan, melukis sebuah perasaan campur aduk di hatinya.


Kini dia beranjak duduk di teras depan rumah tersebut, dan mulailah dia mencoba untuk menenangkan diri.


Sampai pada akhirnya, dia menangkap sebuah getaran hebat yang berasal dari bawah tanah sana. Gerakan itu begitu cepat, bak gempa bumi yang melanda di sekitarnya.


Dia berjongkok di bawah, dan merasakan getaran itu dari tangannya, mencoba mengetahui apa yang terjadi di sana.


"Ada yang tidak beres di sini!!!"


Tanpa mempedulikan kawan-kawannya, atau lebih tepatnya, dia tidak ingin membahayakan nyawa mereka semua lagi, Lucifer bergerak dengan cepat, berlari menuju arah pulang seorang diri.


Ia bergerak bak angin yang ****** beliung yang hanya menggunakan detik saja untuk sampai ke pemukimannya. Perasaan dia yang cemas seolah mengantarkan dia untuk segera melihat keadaan ayahnya di sana.


Kini dengan berbekal keberanian, Lucifer terus berlari sekencang yang dia bisa, hingga akhirnya, tibalah dia di kawasan hutan miliknya.


β™₯️β™₯️β™₯️β™₯️β™₯️β™₯️β™₯️β™₯️β™₯️


Andrea terbangun, merasa seolah ada darinya yang hilang, merasa sekujur tubuhnya aneh, dan tak bisa dia kendalikan.


Mendadak tubuhnya bak tersapu angin, seperti debu yang tertiup angin, dan terbanglah tubuhnya secara perlahan, mengikis sedikit demi sedikit, hingga akhirnya, dia terlihat kehilangan tangannya yang terbang ke atas awan..

__ADS_1


"Ada apa denganku?"


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2