Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Menang Di Pertempuran Bersama Lucas


__ADS_3

Tubuh Lucifer kembali di banting lagi di bebatuan, mungkin kalau itu Andrea, Lucifer sudah pasti akan hancur berkeping-keping.


Tapi terlihat dengan jelas, pria itu masih bisa bangkit dan mencoba berdiri dengan tegak di atas tebing.


Hingga kemudian, Lucas kembali datang dengan senjata panjang di tangannya. Dua pedang yang mengkilat, melengkung, dan punya ujung yang amat tajam.


Swosh!


Tak tak tak tak tak tak tak!


Terlihat kaki Lucas menyentuh bebatuan di atas tebing, dan berjalan perlahan mendekat ke arah Lucifer yang masih dalam keadaan lemah tak berdaya.


"Kau akan mati! kali ini kau akan menemui ajalmu, Lucifer!"


Hiyaaaaaa!!


Pedang di hunus, di arahkan ke dada bidang yang di miliki oleh Lucifer, dan pada beberapa detik kemudian..


Blessss!!


Pedang Lucas akhirnya tertancap di dada bidang Lucifer, hingga dari sana, terlihat dengan jelas darah mengalir berwarna merah, membuat Lucas semakin senang di buatnya.


"Lucifer!!" teriak Andrea dari kejauhan, menyaksikan sang kekasih yang kembali harus di tumbangkan oleh iblis itu.


"Hahahaha.... kau tetap bukan lawanku, kau hanya anak ingusan yang tidak tahu diri, mencoba melawan aku tanpa kau tahu betapa hebat kemampuanku!"


Lucas berbalik, dan menuju ke arah Andrea!!


Namun, keajaiban pun terjadi.


Grep!!


Tangan Lucifer menggapai kaki Lucas, dan menahan kaki iblis itu untuk tidak bergerak.


"Ah?!" sang iblis pun tak habis pikir, dia terkejut saat mendapati Lucifer yang malah terlihat semakin tangguh, meski di dadanya terdapat dua luka yang cukup besar dan lebar.


"Kau!!" umpat Lucas merasa bingung dan kesal.


"Lucas, kau mungkin lupa, kalau aku tidak akan mudah kau lukai! kini kau lah yang tidak berumur panjang!'


Dengan sekuat tenaga Lucifer mencoba mengambil pedangnya, dan dari pedang legendaris miliknya, terlihatlah api yang membakar dari pangkal hingga ujung dengan sangat bergejolak, menggambarkan kemarahan Lucifer pada saat itu.

__ADS_1


"Cih! kau mau membunuh dan membakar aku? Lucifer, aku bukan mahkluk lemah seperti kalian, aku di takdirkan untuk hidup jutaan tahun, atau bahkan seumur hidup! jadi mau bagaimana pun kau ingin membunuh aku, tetap saja, aku tidak akan bisa mati!!"


"Oh ya? lalu kenapa Ratu Laut tewas setelah kau bakar dan kau penggal kepalanya?!"


Lucas diam dan bingung, ia sendiri pun tahu dia bisa saja mati dengan pedang Lucifer yang amat legendaris itu.


"Kita lihat saja! apa kau masih bisa berumur panjang atau tidak dengan pedangku ini!!"


Lucifer terbang ke atas, dan mengayunkan pedangnya.


Crasssssssss!!!


Pedang di turunkan, bersamaan dengan tubuh Lucifer yang juga turun dan terduduk dengan gagah.


Di belakangnya, nampak kepala Lucas yang jatuh bersimbah darah, dan berkobar lah api yang di sebabkan oleh pedang Lucifer.


Brakkk!


Kepala Lucas terjatuh dan menggelinding menuju permukaan laut, dan jatuhlah dia ke dalam laut, dengan api yang masih berkobar di kepalanya.


Sementara tubuhnya, Lucifer biarkan saja tubuh itu terbakar di atas tebing, dan kembalilah dia menuju ke arah sang kekasih.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Sementara itu, terlihat dengan jelas pertarungan Jayden dan dua saudara seperjalanannya yang masih saja belum berakhir.


Tetap saja, dua lawan satu, yang masih di menangkan saja oleh Jayden. Vincent dan Manora yang akhirnya mundur, karena luka yang telah menghiasi sekujur tubuh mereka.


Vincent terkapar di atas bebatuan, usai Jayden menendangnya tanpa ampun dan membenturlah tubuhnya ke batu di pesisir pantai.


Jayden dengan gagah berani berjalan mendekat ke arah Vincent, dan berdirilah dia di atas tubuh Vincent dengan satu kakinya.


"Jay, jangan lakukan!" ucap Manora mencoba menyadarkan laki-laki bernama Jayden yang kini otaknya sudah di penuhi oleh keserakahan.


"Tidak ada hal yang paling aku benci, selain seseorang yang mengkhianati diriku sendiri!"


Vincent tidak berdaya, dia biarkan saja saat Jayden dengan gagah menaikkan pedangnya, bersiap untuk mengeksekusi dirinya, dan kini, dia pun telah pasrah, jika memang ini adalah hari kematiannya.


"Tidak Jayden?!" teriak Manora..


Hiyaaaaaa!!

__ADS_1


Cresssss!!


Pufffff!!


"Vincent!!!!!!!" teriak Manora tatkala mendapati sang sahabat yang di bunuh dengan pedang panjang milik Jayden, dan kemudian, dari sekujur tubuhnya, mengalirlah darah dengan deras yang membasahi seluruh pakaian yang ia kenakan.


Jayden tanpa berdosanya mencoba menarik kembali pedangnya, usai berhasil membuat nyawa Vincent melayang.


Di samping jasad Vincent yang terkapar tak bernyawa, Manora menangis, merasakan kehilangan yang luar biasa dalam atas meninggalnya Vincent.


Entah mengapa dua sahabat karib itu meninggal di waktu yang bersamaan, dan mati oleh pedang yang sama pula.


"Vincent!!"


Pada mulanya Jayden yang puas memang ingin sekali menghabisi nyawa Manora sekaligus, tapi tak berselang lama setelah ia membunuh Vincent, datanglah Andrea dan Lucifer ke arahnya, dan membuat dia berhenti untuk berbuat gila pada dua sahabatnya.


"Dasar serakah!!" umpat Lucifer pada Jayden, membuat pria berusia dua puluh enam tahun itu menoleh, dan menatap Lucifer dengan tajam.


"Serakah? memang tabiat ku sudah serakah sejak aku di lahirkan!" jawab Jayden sambil berjalan ke arah Lucifer, dan menatap pria itu lekat-lekat.


"Kau telah mengambil mutiara yang harusnya jadi milikku!!" ucap Jayden dengan kebenciannya.


"Mutiara itu hanya akan datang pada orang yang telah di takdirkan, dan kau, aku rasa sejarah dan takdir pun tidak memihak padamu, kasihan sekali!!"


Mendengar ledekan dari Lucifer, membuat dia marah, dan kemudian memilih untuk kembali, menyatukan kelompoknya lagi, dan bersiap untuk rencana yang jauh lebih besar.


Dengan secepat kilat tubuh Jayden berubah menjadi serigala, dan berlarilah makhluk itu menuju ke tengah hutan dengan cepat, hingga kemudian, akhirnya tidak terlihat lagi.


Lucifer dan beberapa kawan yang tersisa di sana hanya bisa saling menatap heran. Bagaimana bisa Jayden yang seperti itu lahir, dan di besarkan di dunia oleh Tuan Zhagler, kecuali dia memang hanya ingin melampiaskan semuanya pada putra semata wayangnya itu.


Di sisa-sisa waktu yang sudah mulai senja, mereka akhirnya bersama-sama, mencoba bangkit, dan mengurus dua sahabat yang tewas dalam pertempuran ini.


Di gali lah lubang di pesisir pantai, dan kemudian di masukkan saja jasad William dan Vincent dengan posisi yang berjejer, menandakan persahabatan mereka yang bahkan bisa awet sampai ajal menjemput.


Acara pemakaman dua sahabat di iringi tangis kesedihan dan dendam di hati mereka, termasuk dan terutama adalah Rosella dan Manora, yang menjadi orang paling kehilangan atas meninggalnya mereka berdua.


Bukan maksudnya Lucifer tidak merasa kehilangan, William adalah tameng yang selalu melindungi dia kemana pun dia pergi, dia pun merasa sesak saat harus mendapati sang sahabat yang tewas dalam pertempuran ini, hanya saja, takdir memang telah berkata lain.


Ajal menjemputnya, dan menjadi pahlawan yang akan dia kenang selama hidupnya.


Terima kasih atas pengabdianmu padaku, William!!

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2