Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Cerita Sahabat Baru


__ADS_3

Suasana di kampung terpencil, yang Andrea sendiri bahkan tidak pernah tahu di tempat apa dia kini berada memang sangat mempesona.


Berbanding terbalik dengan kehidupan di kota, yang meskipun memiliki banyak orang di sekitarnya, tapi satu pun, tidak ada yang bisa dia percaya.


Mendadak dia tersenyum, membersitkan sebuah kebahagiaan bisa berada dan tersesat di tempat ini.


Apakah dia bersyukur?


Sejujurnya dia hanya terkesima melihat suasana yang begitu hangat, dan penuh kebahagiaan ini.


Dia tidak pernah merasakan hal sehangat ini, selain dari ayah dan ibunya. Tapi kadang kala, mereka juga sama, berperilaku dingin, sedingin es.


Namun dia sadar, malam ini, di tempat ini, dia tidak boleh merasa dingin. Karena saat hangat, dia harus segera menikmati dan menghargainya.


Kau tidak tahu mungkin saja hari esok, dingin akan kembali melanda, yang pasti, saat hangat, gunakan waktumu sebaik mungkin, dan hargai orang-orang yang membuat dirimu berada dalam kehangatan.


Kembali lagi pada Andrea.


Dia tengah bersusah payah membakar rusa hasil buruan Lucifer dan Wilson. Dua ekor rusa tentu saja tidak akan membuat kenyang seluruh penduduk desa.


Iya!


Lucifer dengan Wilson, juga William sudah berangkat berburu sejak siang tadi. Dan ini sudah malam, seharusnya, mereka sudah kembali.


Tapi kenapa mereka masih belum terlihat batang hidungnya juga?


Kemana mereka berburu? ah! pertanyaan konyol macam apa ini?


Yang perlu di tanyakan adalah, apa yang kiranya terjadi pada Lucifer dan dua kawannya hingga membuat mereka bertiga tidak bisa kembali dengan cepat?


Mendadak Andrea menjadi begitu cemas. Dia terlihat gusar dan wajahnya memunculkan ekspresi tidak karuan di sana.


Rosella menyadari kalau sang sahabat memang sedang punya beban pikiran. Baru beberapa hari saja mereka berkawan, sejujurnya Rosella sudah paham dengan sifat Andrea yang kadang suka berubah-ubah dengan cepat.


"Kau ini kenapa? ada masalah apa sampai melamun begitu?" tanya Rosella sambil terus membakar daging.


Beberapa orang sebelum acara bakar membakar itu, sudah membuat tusukan dari bambu, dan membuat daging rusa yang di tusuk dengan bambu itu lebih mudah saat di bakar.

__ADS_1


"Apa kau tidak mencemaskan mereka? mereka belum kembali sampai sekarang! apa mungkin mereka dalam bahaya?" tanya Andrea pada Rosella.


"Andrea, berburu dan menjadi pemburu bukan sesuatu yang mudah, perlu insting yang kuat, kecepatan, dan fokus yang luar biasa." Jawabnya, "kau tahu? Lucifer punya itu semua!" dia terdengar memuji Lucifer.


"Cihh! kau jatuh cinta pada pemuda itu!?" tanya Andrea sambil tersenyum meledek.


"Ah? tidak! mana mungkin aku jatuh cinta padanya? dia itu perjaka tua! dan jujur saja, selama ini, dia tidak pernah menyukai wanita manapun!" ucap Rosella.


"Oh ya? benarkah?" wajah Andrea penuh keraguan.


Iya!


Memang patut di akui, kalau Lucifer memiliki paras yang tampan, juga perawakan yang cukup bagus.


Mungkin andai saja dia tidak sejutek itu dengan Andrea, gadis itu mungkin saja akan jatuh cinta.


Arkh!


Kenapa jadi berpikir sampai kesitu.


Buru-buru Andrea membuang jauh-jauh pikiran anehnya tentang Lucifer. Dia tidak mau terlalu larut dalam khayalan aneh tentang dia. Seharusnya memang tidak bukan?


Yang di ajak bicara hanya bingung saja. Sebenarnya apa yang sedang di katakan oleh wanita ini? kenapa Andrea sama sekali tidak mengerti setiap ucapan Rosella?


"Kau ini kenapa si? bayangin apa? pasti hal yang aneh-aneh!? iya, kan?" tanya Andrea sedikit meledek.


Rosella langsung menghentikan bayangan indah wajah seorang pria yang berhasil memikat hatinya sejauh ini, lalu kembali beralih pada Andrea.


"Kau tahu? William jauh lebih baik dari Lucifer!" ucapnya, seakan memberi kode pada Andrea, kalau dirinya jauh lebih mengagumi William di banding Lucifer.


"Akhirnya kau mengaku juga! hahaha...." Tawa Andrea terdengar amat puas.


"Ish! kau ini! selama ini, aku tidak punya kawan perempuan seperti kamu! kau pun bisa melihat sendiri, hanya ada aku, Lucifer, Wilson, dan juga William, aku ingin bercerita dan berkeluh kesah padamu.. tapi, kau malah menertawai aku.." Ucap Rosella memanyunkan bibirnya.


Andrea hanya masih tertawa, lalu mengangguk-anggukkan kepalanya, "ha.. iya, baiklah, aku minta maaf, bukan maksud aku seperti itu," ucapnya sambil mencoba menghentikan tawanya.


"Aku sudah mengagumi dia sejak lama, tapi dia juga tidak melihatku! entahlah! padahal menurut aku, dia tidak sedingin Lucifer, tapi ternyata, dia memang tidak begitu mudah membuat aku merasa hangat.."

__ADS_1


Melihat kesedihan terpancar di wajah Rosella, membuat Andrea merasa kasihan. Mungkin kisah hidupnya yang miris memiliki kemiripan dengan wanita ini.


Mendadak Andrea seakan punya teman seperjuangan.


"Kau tahu Rosella?"


Rosella menoleh ke arah Andrea, dan menatap gadis muda itu dengan tatapan datar.


"Kenapa?"


"Aku juga pernah mencintai seorang pemuda.." Ucap Andrea mendadak terlihat serius, "dia orang yang tampan, dan juga menjadi idaman semua wanita di sekolah kami.. pada suatu hari, dia mendatangi aku, dan menyatakan cintanya padaku, di depan semua mata yang menyaksikannya, mungkin ribuan orang, aku tidak tahu pasti, yang jelas, aku sangat bahagia saat itu, hingga aku pun memutuskan untuk bersama dengan dia, meskipun orang tuaku melarangnya.."


Yang di ajak bercerita hanya terdiam seribu bahasa.


"Namun pada suatu hari, penyesalan itu datang! aku yang sangat mencintai dia, dan mengagumi dia, seolah di buat buta olehnya, hingga tanpa aku sadari, ternyata dia hanya mengincar tubuhku saja!" jelas Andrea penuh kesedihan.


Rosella semakin terlihat serius mendengar cerita memilukan dari sahabat barunya itu.


"Hingga akhirnya, aku telah sadar, rupanya dia tidak mencintaiku! aku tahu dia Casanova sejak awal, tapi aku bahkan tetap menaruh cintaku padanya, dan sekarang, aku ingin kembali lalu membuat diriku yang lebih baik! tidak ingin mengenal dia, atau mungkin kembali berhubungan dengannya lagi.." ucap Andrea penuh penghayatan.


Rosella mengangguk saja, tanda dia juga merasakan kesedihan yang mendalam tentang perjalanan cinta Andrea yang rumit.


"Aku bahkan selalu ingin mendekati William lebih dulu, tapi kau tahu? aku tidak punya keberanian semacam itu. Aku takut dia tidak menyukai aku, lalu pergi sejauh mata memandang." Ucap Rosella pada Andrea.


Andrea hanya menatap mata Rosella dalam, lalu tersenyum, "aku tahu jalan cerita kalian berbeda! semoga saja impian kamu untuk hidup dengannya akan segera terwujud!"


Keduanya tersenyum, lalu saling merangkul satu sama lain, hingga akhirnya, ketiga pemuda pemburu itu telah tiba.


"Heyy!!!"


Teriak Wilson dari kejauhan, membuat dua orang itu menoleh, dan melepaskan pelukan erat mereka.


"Mereka sudah kembali, kenapa tidak berusaha mulai malam ini?"


Tanya Andrea pada Rosella, membuat wanita itu bingung..


"Apa maksud kamu?"

__ADS_1


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


__ADS_2