Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Berhasil Selamat


__ADS_3

Rosella dan William terlihat terus berlari, jarak antara mereka berdua dengan burung unta itu hanya terpaut sekitar dua meter saja.


Krekatak! krekatak!


Hosh! Hosh! Hosh!


Nafas mereka berdua terdengar makin memburu saja, sampai terdengar begitu jelas di telinga keduanya.


Lari keduanya pun makin kencang, mungkin mereka berdua akan habis di makan burung unta itu kalau sampai sedikit saja lengah.


"Will, kudamu!" teriak Rosella sambil menunjuk ke arah kuda yang tengah berlari kencang di sisi kirinya.


"Baiklah, aku akan datang!" William terlihat memutar arah, dan mencoba mengalihkan kawanan burung unta itu, sementara tugas Rosella adalah mencoba untuk menggapai kuda milik William.


"Cepat kejar dia!" teriak William dari kejauhan.


Namun sayangnya ada sedikit kendala yang menimpa Rosella pada saat itu. Wanita itu terlihat begitu kesulitan saat hendak menaiki kuda yang terus saja memacu larinya itu.


"Ouh, ayolah, sayang, jangan buat aku geram!" dia terlihat mengoceh pada kuda itu sambil terus berlari seimbang dengan binatang tersebut.


Sedikit mengalami kesulitan di sisi Rosella, berbanding dengan Lucifer dan Wilson yang tidak ada habisnya menarik beberapa panah, sementara Lucifer nampak terus memacu kudanya dengan sangat tinggi.


Swosh!!


Beberapa panah di lesatkan, namun kawanan burung unta itu terlalu banyak, hingga membuat Wilson sedikit kelelahan karenanya.


"Kak, aku lelah, bisakah kau saja yang melawan mereka?!" tanya Wilson di belakang, sementara kakaknya terlihat fokus ke jalanan depan.


Tuk!


"Aw!" pekik Wilson saat ujung alas kakinya terkena Patukan dari si burung unta, "kenapa kau mematuk kakiku, hah?! ini sangat sakit!" dia terlihat kesal sekali.


"Kendalikan kudanya, aku harus membereskan binatang ini dengan segera!!" ucap Lucifer dengan gagah.


Wilson terlihat mengangguk, dan beralih posisi ke depan, sementara itu, Lucifer memilih untuk memberantas binatang-binatang itu dengan pedang apinya.


"Berhasil!" teriak Rosella saat dirinya berhasil menunggangi kuda milik William.


Wanita itu akhirnya membelokkan kuda William, dan berusaha mengejar kekasihnya itu dengan secepat yang dia bisa.


"Will, apa kau lupa kau adalah harimau!?" tanya Rosella berteriak.


William yang tengah mencoba berlari sekencang yang dia bisa pun, hanya bisa berpikir sendiri saja menangkap perkataan Rosella barusan.


"Arkh! mau jadi harimau pun akan terinjak-injak oleh mereka, apa kelebihannya!?" tanya William terlihat terengah-engah.


Swosh!

__ADS_1


Blam!!


Mendadak seseorang datang dan terlihat menghabisi burung unta yang hampir mendekat ke arah William.


"Kelebihannya adalah, kita punya cukup banyak persediaan makanan!" ucap Lucifer sambil memegang erat pedangnya, dan menghadap ke arah kawanan para binatang itu dengan gagah berani.


"Setidaknya kita tidak akan kelaparan, meski daging mereka cukup alot!" sahut William.


Pria itu pun sama, mengangkat pedangnya dengan tinggi, dan berada di dalam garis sejajar bersama Lucifer, dan berniat melawan musuh dengan gahar.


"Bersiaplah! pedang kamu akan patah nantinya!!" ledek Lucifer, beberapa saat kemudian sebelum pertempuran itu terjadi.


Hiyaaaaa!!!


Trang!!


Swosh!!


Blam!!


Satu demi satu leher burung unta di pangkas oleh pedang mereka berdua, kini tidak ada lagi yang namanya lari, atau mungkin bersembunyi, tentu saja karena tempat yang sangat terbuka.


Mereka berdua dengan gagah dan berani melawan satu demi satu burung unta yang datang ke arah mereka, dan hendak menyerang mereka.


Sementara itu, di sisi lain, Wilson dan Rosella yang sudah berada dalam posisi aman, tanpa gangguan, apa lagi kejar-kejaran, terlihat memutar balik kuda mereka, menggapai keberadaan Lucifer dan William.


"Aku benci kau burung besar!" umpat Lucifer beberapa kali sambil terus mengayunkan pedangnya, hingga tak terasa, pertempuran sengit itu telah berakhir.


Blam!!


Swosh!!


Bruk!


Bruk!


Bruk!


Dan semua burung unta itu kini terlihat jatuh di atas Padang pasir, dengan berlumuran darah, dan tentunya semuanya sudah tergeletak tak lagi bernyawa.


"Hahh!" nafas Lucifer dengan ketiga kawannya semakin terdengar ngos-ngosan.


Kini semuanya terlihat mendekat, dan berdiri sejajar di samping Lucifer, sambil terus memandangi kekacauan yang mereka dan kawanan burung unta ini di gurun pasir.


Tak begitu lama mereka terdiam, sampai pada akhirnya, Lucifer dan ketiga rekannya memutuskan untuk kembali berjalan.


"Kita tidak akan tidur tenang di sini, jadi lebih baik kita mulai jalan sekarang!" ucap Lucifer pada ketiga kawannya.

__ADS_1


Semuanya terlihat mengangguk, dan berusaha untuk kembali berjalan menyusuri Padang pasir dengan dua kuda yang tersisa.


Satu kuda untuk kakak beradik Lucifer dan Wilson, dan satu kuda lagi untuk bagian William dan Rosella.


Mereka melakukan perjalanan dengan perlahan, dan tidak terlalu tergesa-gesa. Mencoba menikmati sejenak waktu luang ini untuk bernafas, setelah sekian lama mereka merasa di buat penat di sini.


"Jangan pegang yang itu," tolak Rosella malu-malu kucing, saat William dengan tangan nakalnya mencoba menyentuh bagian dada yang menyembul keluar dari balik pakaian ketat Rosella, lalu setelah itu keduanya tertawa cekikikan.


Sementara itu, yang bernasib malang, harus berboncengan dengan adik laki-lakinya, terlihat muram terus menerus mendengar suara William dan Rosella yang sangat mengganggu kedua telinganya.


Hahh!


Andai saja dia dan Andrea seperti itu, huhh!


"Kak, apa kita akan terus berjalan di gurun pasir sampai pagi? kenapa tidak ada ujungnya!?" tanya Wilson pada sang kakak di depan.


"Mungkin ini memang tak berujung!" jawab Lucifer dengan singkat.


"Jika memang ini tidak berujung, aku jadi cemas sama Andrea, dia pasti kehausan, apa lagi berada di sini sepanjang hari, huhh! sekarang dia ada di mana, ya, kak!?"


"Tanya saja sama dirimu sendiri! kalau aku tahu aku pasti sudah menemukannya sekarang!" jawab Lucifer terlihat acuh saja, padahal hatinya sendiri sedang di buat kacau oleh gadis itu.


"Kau ini! tidak perlu jual mahal padaku, katakan saja apa yang sedang kau rasakan dalam hatimu, aku tahu kau menyukai dia sejak awal, tapi kau hanya selalu diam dan tidak mengatakan apapun padaku!" gerutu Wilson dengan kesal.


"Diamlah kau! aku juga bingung, lagi pula dia bukan untuk aku, atau bahkan kita semua!" ucap Lucifer nampak dengan pandangan kosong.


"Apa maksud kamu? jangan buat aku bingung.."


"Dia tidak berasal dari sini, jadi suatu hari nanti, entah kapan itu terjadi, dia pasti akan pulang ke tempat asalnya!" ucap Lucifer, dan masih dengan tatapan kosongnya.


"Jadi, dia tidak akan menetap di sini?"


"Ya," jawab pria itu singkat.


"Jadi sebenarnya yang sedang kau pikirkan adalah hal itu?"


Lucifer terdiam sejenak, hingga akhirnya dia hanya menjawab dengan singkat lagi, "ya!"


Wilson memalingkan muka, dan menatap kosong matahari terbit di ufuk timur, arah yang telah mereka tinggalkan, lalu kemudian mendapati sesuatu di ufuk barat.


Puk! puk!


Wilson menepuk punggung Lucifer, mencoba membangunkan pria itu dari pikiran kosongnya.


"Kak, lihatlah! ada lembah!!" teriak anak itu.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Huuu, kira" Andrea sama Lucifer bakal ketemu di lembah itu apa gak ya πŸ€”πŸ€”πŸ€”


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2