Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Datangnya Si Kabut Hitam


__ADS_3

Swosh!!!


Angin meniup semakin kencang, hingga membuat selimut yang menutupi tubuh Andrea menjadi terbuka dan terbang jauh dari Andrea.


"Ah?" wajah Andrea semakin ketakutan.


Sampai akhirnya, matanya melihat dengan jelas, bagaimana rumah Rosella yang makin lama makin berubah, menjadi tanah lapang luas, di kelilingi pegunungan-pegunungan yang terjejer dengan rapi..


"Ah? di mana aku?" sekejap Andrea tidak melihat sosok yang memanggil namanya berkali-kali dengan lirih.


Dia memutar, dan mencoba melihat di sekelilingnya, berharap menemukan keberadaan orang itu, dan berharap dia tahu di mana kiranya dia berada.


Namun...


"Aku ada di mana?" ia semakin ketakutan, apa lagi saat menghadapi dirinya yang tidak berteman siapapun, sampai akhirnya ia melihat bunga kapas yang terbang menuju ke atas..


Tring!


Ssssshhhhhh...


Andrea menatapi bunga tersebut sampai pada titik kumpulan bunga yang makin lama makin terbentuk sebuah wujud yang sangat indah.


Mulanya terlihat dua sayap yang melebar, dan hampir menutupi cahaya matahari di sana, lalu akhirnya, terciptalah sebuah wajah nan anggun, di penuhi dengan cahaya yang sangat menakjubkan.


"Wow!" ucapnya merasa terkesima.


Matanya tersihir dengan pemandangan menakjubkan yang baru saja dia lihat.


Cahaya-cahaya yang keluar dari wajah sosok tersebut semakin menunjukkan sebuah bentuk yang sangat sempurna. Bentuk yang tercipta dari keindahan, di gabungkan dengan kelembutan dan kemurahan hatinya..


Andrea menyadari sesuatu yang sangat familiar baginya..


"Martha! kau adalah Martha!" ucap Andrea, secara sadar atau tidak, dia bahkan tidak tahu, karena wanita ini memang pernah mendatangi dirinya kala itu, dan membuat dia tidak bisa melupakan sosok yang amat menawan di hadapannya.


Wajah yang memiliki kemiripan dari segi manapun, bahkan rambut dan warna bola matanya pun sama, hijau zamrud yang membuat semua mata akan terkesima pada keindahan yang mereka miliki..


"Kau! kau memang sama seperti aku! bahkan kita bak kembar seiras, tapi aku bahkan tidak pernah menyangka kalau kita punya kemiripan yang sama persis seperti ini!" ucap Andrea sambil terkagum-kagum melihat keindahan di depan matanya.


Sosok itu kemudian terlihat terbang ke arahnya, hingga tidak di sadari, mereka telah beradu mata dengan jarak yang begitu dekat.


Bayangan tangan Martha mulai bergerak menyentuh pipi manis Andrea. Di sisi ini, nampak terlihat dengan begitu jelas betapa keduanya seolah seperti raga dan bayangan yang menyatu di cermin.


Mereka benar-benar seperti pinang di belah dua..


"Andrea... sadar atau tidak, kau adalah orang yang sangat penting untuk dunia ini... kau yang akan menentukan nasib mereka semua," ucap Martha pada Andrea, "jika kau memilih yang salah, maka masa depan dunia akan jauh lebih sulit, pikirkan baik-baik sebelum mengambil keputusan," bayangan Martha makin buram, dan makin tidak terlihat.

__ADS_1


"Tapi, bagaimana aku bisa mengambil mutiara itu! di mana kiranya aku bisa menemukan benda berharga itu!?" tanya Andrea pada sosok Martha.


"Takdir yang akan menuntun langkah kakimu, kau hanya harus mencari wilayah Ratu Laut, di antara dua batu yang terjejer membentuk sebuah gerbang, di situlah kamu akan tahu kalau Ratu Laut berada di dalamnya..."


Dan kemudian..


Swoshh!!


Bayangan Martha hilang, dan dalam sekejap bayangan Padang nan luas itu kembali berubah menjadi rumah Rosella kembali..


Dan tanpa dia sadari, ternyata..


"Andrea! bangunlah!" wanita itu telah berada di depan tubuhnya yang terduduk di atas kasur.


Entah apa yang baru saja terjadi, tapi Andrea benar-benar tidak tahu kalau dirinya tengah tertidur dalam posisi terduduk.


"Ah?" terkejut.


"Andrea bangunlah!!!"


Woshh!!


Angin terasa kencang menerpa rumah mereka, hingga atap-atap rumah mulai terbang terbawa kencangnya angin di malam itu.


Andrea tersadar, dia terbangun dan sepenuhnya sadar kalau dirinya berada di rumah Rosella.


"Angin sangat kencang, semua orang sudah pergi meninggalkan rumah, takut saja kalau-kalau rumah mereka ambruk!" ucap Rosella sambil mengambil pelindung tubuhnya di dalam sebuah kotak, "ayo kita pergi! rumah ini mungkin akan segera roboh!" ucap Rosella yang kemudian terlihat menarik paksa tangan Andrea keluar dari rumah.


Swosshhh!!!


Suara yang terdengar semakin kencang membuat semua orang terlihat berkumpul di satu titik yang luas, dan bersama menyaksikan angin yang sangat aneh ini.


Termasuk juga Tan Ash dan Lucifer.


"Ada yang tidak beres dengan angin ini!" ucap Lucifer masih terus berdiri kokoh di tempatnya.


Sementara, Andrea terlihat menghampiri mereka, dan berdiri pula di sisi Lucifer dengan wajah yang juga merasa takut.


"Ada apa dengan anginnya?" tanya Andrea pada Lucifer.


"Tetaplah berjaga-jaga, takutnya ada pohon yang tumbang, jadi tetap waspada!" saran Lucifer pada Andrea.


Andrea hanya terus bersembunyi di balik Lucifer, hingga pada suatu waktu, entah mengapa kedua matanya seolah menangkap sebuah cahaya aneh dari balik semak belukar.


Dia yang tidak percaya dengan pandangan matanya, mencoba untuk melihat dan menyaksikan secara jelas soal benda yang bersinar di balik semak-semak itu..

__ADS_1


"Apa itu?" tanya Andrea membuat Lucifer dan Rosella terlihat ikut memperhatikan.


Tapi sayangnya, mereka berdua sama sekali tidak melihat benda apa yang di maksud Andrea.


"Memangnya apa yang kau lihat?" tanya Lucifer.


"Aku melihat...." mendadak kesadaran Andrea menghilang..


Dia melangkah tanpa sadar menuju cahaya yang telah menghipnotis seluruh pikiran dan jiwanya.


Begitu kuat di rasakan, sentuhan yang terus mendorong Andrea menuju cahaya itu, hingga tanpa sadar, dia telah pergi jauh dari titik perkumpulan.


Lucifer menoleh, dan mendapati Andrea yang melangkah jauh ke arah semak belukar. Sayangnya, Lucifer tidak melihat apapun di semak-semak. Yang dia lihat hanyalah, kabut hitam yang terus bergumul di tempat yang akan di tuju Andrea.


"Andrea!!" panggilnya sambil berusaha melangkah dengan cepat.


Tan Ash menoleh, melihat apa yang terjadi di tempat itu, hingga akhirnya dia tahu, kalau musuh terbesar mereka ada di sana.


"Lucas!!" ucap Tan Ash membuat sang peramal ikut waspada.


"Dia datang!" ucap sang peramal, "gadis itu terkena hipnotis matanya.."


Tan Ash melangkahkan kakinya dengan bantuan tongkat, dan bergerak menuju Lucifer.


"Lucifer! kau tidak bisa melihat wujudnya! dia menggunakan mantra penghilang di mata kita!! hanya Andrea yang bisa melihat matanya!" ucap Tan Ash pada putranya yang malah melangkah semakin jauh.


"Memangnya kenapa kalau aku tidak bisa melihatnya! wujud jauh lebih baik di banding kasat mata!!" ucap Lucifer bergumam.


Pria itu semakin mendekat ke arah Andrea, dan mencoba menggapai tangan Andrea yang berada dalam alam bawah sadar.


Namun yang terjadi adalah..


"Andrea!!!!"


Seoshhhh!!!


Blam!!


"Arkh!!"


Tubuh Lucifer terpental, mungkin sejauh beberapa meter, akibat hantaman dari angin yang sangat keras memukul tubuhnya..


Puffff!!


"Lucifer!??"

__ADS_1


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


__ADS_2