Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Sosok Wanita Dalam Laut


__ADS_3

Ia terus berjalan mendekat, dan mencoba menggapai mutiara itu. Namun, sesuatu di luar dugaan malah terjadi padanya.


Swosh!


Blam!


Seekor monster, dengan ribuan gigi-gigi tajamnya terlihat datang, dan berusaha untuk merebut mutiara itu dari dalam kerang.


Andrea belum sempat mencapai mutiaranya, namun mereka lebih dulu datang, datang mengacaukan segalanya.


"Nyonya! bertahanlah!" ucap si duyung pada Andrea, dan kemudian bergegas mencoba melawan beberapa monster laut yang mengerikan.


Mereka semua bertarung, dan mencoba mengambil mutiara itu di dalam kerang.


"Nyonya! ambillah!" ucap si duyung sambil terus mencoba melawan para monster di dalam sana.


Tanpa berbasa-basi lagi, segera saja Andrea mengambil mutiara itu dan memasukkannya ke dalam sebuah wadah berbentuk kotak yang ada dalam genggaman tangannya.


Ia segera berenang untuk bersembunyi dari para monster yang mencoba merebut mutiara itu darinya.


Si duyung pun terlihat lari menyusul Andrea, mengingat dia tak akan mampu melawan empat monster besar itu.


"Nyonya! akan aku bawa berlindung lebih dulu! baru nanti kita cari cara untuk sampai ke atas sana!" ucap si duyung, sambil mengarahkan Andrea ke suatu tempat.


Andrea hanya bisa mengiyakan ucapan si duyung itu, ya, mau kabur ke permukaan sekarang pun rasanya tidak akan berhasil, jadi ada baiknya dia menunggu para monster ini jengah.


Berenang saja Andrea mengikuti duyung itu, hingga tibalah dia di sebuah istana mewah nan besar, dengan api yang menyala dan seakan terlindungi oleh sesuatu yang membuat ia menyala terus menerus meski berada di dalam air.


Andrea pada mulanya terkagum-kagum, apa lagi saat dia berjumpa dengan seorang wanita, yang terlihat anggun di atas singgasana megahnya, namun satu hal yang tidak ia mengerti, wanita itu tidak mempunyai kaki.


Oh! atau lebih tepatnya, kakinya serupa dengan air, tidak terlihat.


Ya!


Ia tahu meski wanita itu mengenakan dres panjang, dengan sentuhan warna merah dan oranye yang berpadu menjadi satu.


Entahlah!


Karena pada mulanya dia tak pernah tahu siapa wanita itu.


"Selamat datang, Nyonya! Anda datang di waktu yang sangat tepat!" ucap wanita itu sambil berdiri.


Saat berdiri seperti itu, rasanya Andrea melihat wanita ini terlihat terbang, namun ia tak begitu yakin, karena dres panjang itu menutupi hampir seluruh tubuh wanita itu.


Andrea hanya terheran-heran, bahkan tak bisa berkata-kata bagaimana situasi yang ia rasakan saat masuk ke dalam istana bawah laut itu.

__ADS_1


"Anda selamat dari para monster itu, jauh lebih baik dari yang aku bayangkan! apa kau sudah mendapat apa yang menjadi tujuan kamu?" tanya wanita itu sambil bergerak menuju ke arahnya.


Duyung yang sejak tadi menyelamatkan dirinya telah pergi entah kemana, Andrea tak tahu.


Kini yang ada dalam ruangan itu hanya dirinya dan juga wanita itu.


"Kau tahu siapa aku?" tanya Andrea pada wanita itu.


Di sekeliling wanita itu terdapat sebuah gelembung, yang entah apa fungsinya, tidak ada yang tahu, bahkan Andrea sekalipun.


Ia tak ingat sesuatu yang mengganjal di hatinya pada saat itu tentang semua yang ia lihat saat ini. Yang ia tahu hanyalah, kedua telinganya pernah mendengar sosok wanita yang di lindungi oleh gelembung, selebihnya, ia tak ingat lagi.


"Tentu saja aku tahu, aku telah menanti kedatangan kamu sekian lama, dan aku sungguh mencemaskan keberhasilan kamu, rintangan yang kamu lalui begitu besar dan berbahaya, namun lebih lucunya lagi, aku meragukan orang yang salah!"


Wanita itu menatap matanya dengan lekat. Dalam diri Andrea terasa panas, desiran darahnya entah mengapa seolah mendidih, panas dan membakar.


"Arkh!" pekik Andrea agak lirih, lalu kemudian, terlihatlah kekuatan Phoenix keluar dari tubuh Andrea, dan lenyap tak berbekas apapun.


Bruk!!


Andrea ambruk di depan wanita itu, namun wanita itu bergegas menolongnya.


"Apa yang terjadi padamu?" tanya wanita itu pada Andrea.


Wanita itu memapah Andrea menuju peristirahatan, dan membaringkan Andrea di sana.


Ya! dia terlihat begitu baik, begitu perhatian, dan tidak memperlihatkan wajah musuh. Karena itulah Andrea tidak berpikir negatif tentang apapun.


"Minumlah!" ucap wanita itu sambil menyodorkan minuman untuk Andrea.


"Dalam air aku minum?" tanya Andrea terheran-heran, "tidak! rasanya akan sedikit aneh!" tolak Andrea dengan cepat.


"Baiklah, kalau kau tidak mau!"


Wanita itu meletakkan satu cawan berisi minuman, dan kemudian mulai mencoba beralih ke arah Andrea.


"Di mana mutiara itu?" tanya wanita itu pada Andrea.


"Ada pada diriku!" jawab Andrea singkat.


"Boleh aku melihatnya?" tanya wanita itu lagi, kali ini sambil mengulurkan tangannya.


Sejenak Andrea berpikir, tak ingin terlalu gegabah dengan perbuatannya. Ia pun memilih menenggelamkan mutiara itu lebih dalam lagi di sakunya, dan menyembunyikannya sangat rapi.


"Kau tidak mengizinkan aku untuk melihatnya?"

__ADS_1


"Tidak! ini milikku, aku memilih menyimpannya untuk diriku sendiri!"


"Itu artinya kau serakah!"


"Kenapa aku yang serakah? bukankah mutiara ini memang milikku?" tanya Andrea pada wanita itu.


"Tidak! mutiara itu bukan milikmu, tapi kau hanya menjadi segel untuk melindunginya saja, kau tahu? aku lah wanita yang tertulis dalam ramalan yang akan mendapat mutiara itu, dulu Martha juga mempercayakannya padaku, asal kau tahu saja!" ucap wanita itu dengan sangat serius.


"Martha? mempercayakan pada wanita ini?" mendadak ingat akan suatu hal.


Jangan-jangan dia....


"Tidak ada yang bisa membuat kamu kembali, kecuali aku yang membuka gerbangnya! kau tidak akan bisa pulang kalau mutiara itu masih ada di tanganmu!"


"Ah? benarkah?" dia terlihat bingung.


"Kemarilah! hanya aku yang bisa menjaga benda ini dari Lucas dan mereka semua!"


"Tidak!" tolak Andrea dengan cepat.


Gadis itu terbangun dan beranjak dari tempat itu, lalu segera lari secepat yang dia bisa. Namun tak berapa lama, mendadak air mengalir dengan deras, menekan kaki, tangan, dan leher Andrea dengan erat, hingga rasanya Andrea hampir saja tercekik oleh air yang mengikat seluruh tubuhnya itu.


"Le-lepaskan ak-ak-u!!" pekik Andrea kesakitan.


Wanita itu mendekat ke arah Andrea, dan menatap kedua matanya lekat.


"Berikan mutiara itu padaku!"


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Rasanya lama sekali menunggu Andrea di dalam sana. Lucifer sungguh tidak karuan membiarkan Andrea mengarungi masalahnya seorang diri di dalam lautan.


Ia memang tak pernah tahu seperti apa kekuatan Ratu Laut yang katanya, sungguh sangat mengerikan, tapi karena cerita itulah dia menjadi cemas pada Andrea.


"Aku akan menyusulnya!" ucap Lucifer dengan gagah berani di hadapan tiga sahabatnya.


"Tidak Lucifer! kita punya pantangan khusus untuk masuk ke dalam sana." Ucap William mencegat.


"Pantangan khusus apa? aku tidak bisa membiarkan dia di sana sendirian!"


"Lucifer, kau akan kehilangan seluruh kekuatan kamu? lautan ini akan melumpuhkan kamu, dan itu akan membuat kamu tewas!!"


"Apa?"


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2