Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Kedatangan Sang Phoenix


__ADS_3

Tak tak tak tak tak!


Suara derap langkah kaki kudanya yang di buat sedikit lebih pelan, karena dia merasa sudah lebih aman sekarang.


Suasana di dalam kabut gelap ini sungguh memusingkan. Dia sendiri bahkan tidak pernah tahu kemana dia sedang melangkah, entah dia benar-benar menuju arah barat, atau dia hanya sedang di putar-putar saja untuk menuju arah yang lain.


Andrea bak pendekar sejati, yang tidak lagi takut akan kematian, jangankan binatang buas atau apapun, andai kata sekarang takdir mengirimkan Jayden untuk menyusulnya pun, dia tidak lagi merasa takut.


Hingga di tengah-tengah kebingungannya, dia barulah ingat, soal Phoenix yang dia miliki di dalam tubuhnya.


"Oh iya, aku punya kekuatan semacam itu, kenapa aku bahkan tidak ingat?" tanya Andrea pada dirinya sendiri.


Gadis itu mencoba turun dari kudanya, dan duduk tenang di atas batu besar. Dia ingat Lucifer pernah bilang, kalau Phoenix itu akan membantunya, dan akan selalu menyinari setiap jalan yang kau lalui, mungkin memang dia harus mencobanya sekarang.


Dia bersemedi di atas bebatuan, lalu mencoba untuk fokus dengan otaknya. Dia barulah sadar, ternyata selama ini otak yang runyam dan dia pikir adalah dua atau bahkan tiga pemikiran yang berbeda dan saling bergelut di dalam otaknya adalah, milik jiwa Phoenix api, dan ruh Martha yang bersemayam dalam dirinya.


Kini dia benar-benar fokus. Ajaibnya lagi, kuda gahar dan beringas yang semula di kendalikan Jayden, kini terlihat berdiri di samping Andrea, seolah membuat perketatan dan kekuatan ingin melindungi gadis itu.


Benar saja, binatang pun terlihat merunduk padanya, seakan memberi hormat untuk seseorang yang begitu tinggi.


Bebatuan tempat Andrea duduk terlihat basah, rupanya dari batu itu, muncullah air yang kemudian terus mengalir menjadi aliran sungai nan deras, yang di sampingnya kemudian tumbuhlah pepohonan dan rumput-rumput kecil, membuat suasana menjadi hijau, meski masih tertutup awan hitam.


Pepohonan yang pada mulanya semuanya mengering, dan tempat yang semula terlihat mati, kini berangsur-angsur mulai menunjukkan pemandangan hijau nan asri.


Gadis itu bahkan tidak sadar bahwa dia lah embun yang pernah hilang. Saat dia datang, embun pagi tidak terlihat, karena malu akan kehadirannya yang menghidupkan dunia saat itu.


Dia memang bukan seorang gadis yang terkenal di kota, bukan juga gadis yang selalu mendapat pujian dari teman-teman kampusnya meskipun dia cantik dan juga pandai.


Tapi tidak bisa di pungkiri, Andrea adalah pemilik segel dunia yang di penuhi ras siluman, dan dia juga yang memiliki kekuatan alam bawah sadar untuk menyatukan ras yang terpecah belah di masa lalu, demi kehidupan masa depan yang jauh lebih baik.


"Kekuatan Phoenix!! aku memanggilmu!!"


Cahaya bersinar dari seluruh tubuhnya, bertambah bersinar saat tiba-tiba keluar api yang memancar, menyorot dari ubun-ubunnya, dan terlihat memberi penerangan bak matahari di sana.


Koakkkkk!!


Suara keras burung memekik..

__ADS_1


Groarrrrrrr!!


Dan di tambah lagi suara gahar menakutkan itu. Burung Phoenix itu terlihat keluar, dan terbang mengelilingi Andrea yang masih memejamkan mata.


Swosh!!


Swosh!!


Swosh!!


Angin bertiup cukup kencang, apa lagi setelah burung itu terlihat mengepakkan kedua sayapnya yang ujungnya terlihat api membakar dan terus menyala.


Blam!!


Burung api nan besar dan megah itu terlihat membungkuk di depan Andrea, dan memberi penghormatan.


"Nyonya, hamba siap melayani anda!!" ucap Phoenix itu sambil memberi hormat.


Andrea membuka matanya dengan lebar, dan entah mengapa dia tidak terlalu terkejut saat mendapati jiwa Phoenix itu muncul di hadapannya.


"Terima kasih, telah mengikuti aku, sekarang adalah tugas kamu sebagai anak asuhku, berikan penerangan sepanjang perjalanan ini, dan anggap tugas ini sebagai balas budimu padaku," ucap Andrea yang masih terlihat duduk di atas batu.


Swosh!!


Burung Phoenix itu terlihat mengepakkan kedua sayapnya, dan seketika angin kencang menerpa, meniup tubuh Andrea dengan keras, hingga akhirnya wanita itu memilih untuk menutupi matanya yang terpejam karena angin kencang itu.


Sang Phoenix terlihat naik ke atas langit, dan kemudian menyalakan cahayanya dengan api yang membakar seluruh ujung sayapnya tersebut, dan akhirnya, semuanya menjadi sangat terang, bak tiada lagi kabut yang menghalangi pandangan mereka.


Phoenix itu terbang ke arah Andrea, dan kembali diam di sana.


Swosh!!


"Masih adakah yang perlu hamba bantu?"


"Tidak perlu, kembali lah ke tempatku!"


Phoenix itu makin lama makin tersedot kembali menuju ujung jari telunjuk Andrea, dan kembali masuk ke dalam tubuh Andrea.

__ADS_1


Wanita itu tersenyum, menjadi sangat puas dan senang, setidaknya, dalam perjalanan ini dia tidak lagi sendirian, dan tidak lagi merasa kesepian.


"Aku tahu aku mampu mengendalikannya!" ucap Andrea dengan senang.


Dia kemudian berjalan ke arah kudanya yang hanya berjarak sekitar satu meter lebih saja dari Andrea, lalu berusaha untuk naik ke atas punggung kudanya.


"Ayo, sobat! jadilah rekan yang baik untukku, kita terus berjalan ke arah barat! mungkin tujuan kita sudah berada di depan mata, lajukan kakimu lebih cepat lagi sayang, aku tahu kau bisa melakukannya," rayu Andrea pada kudanya sambil terus mengusap bagian leher kuda tersebut dengan penuh kasih sayang.


Seolah mengerti apa yang di maksud oleh Andrea, kuda itu kemudian melajukan langkah kakinya, dan mencoba berlari lebih cepat. Di bandingkan saat bersama Jayden, kuda ini lebih penurut setelah bersama Andrea.


Lucifer, jika takdir mutiara itu untuk keadilan, aku harap orang yang akan memilikinya adalah kamu!


"Anak baik! jalanlah lebih cepat!"


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Sementara itu, Jayden di buat terkejut, saat kabut hitam nan tebal yang sejak tadi menyelimutinya, kemudian terlihat berakhir di sebuah tempat.


"Ah!?"


Dia terlihat terkejut saat di dalam kabut tebal itu rupanya ada aliran sungai yang membentang luas, memotong jalan yang dia lalui, dan parahnya lagi, sungai itu entah mengapa lebih luas dan lebih deras alirannya di banding saat Andrea meninggalkan tempat itu beberapa saat yang lalu.


"Aku tahu ini aneh, kecuali dia yang membuat semua ini terjadi!" gumam Jayden dengan tubuh yang masih menjadi sosok serigala.


Dia tidak punya cara lain, dia harus segera menyusul Andrea, tapi cara ini, cara yang sangat konyol baginya.


"Apa aku harus berenang? apa aku bisa?" tanyanya pada diri sendiri, merasa ragu dengan keahlian renangnya yang kurang baik.


"Tapi tidak ada cara lain lagi, aku memang harus melakukannya!"


Pria itu kemudian terlihat berenang, dan mencoba melawan arus untuk bisa sampai ke tepi yang lain, dia terus menggunakan ke empat kakinya untuk mengarungi aliran sungai itu, hingga akhirnya..


Krak!


"Arkh!!"


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Waduh, itu si Jayden kenapa, ya!?


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2