Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Ikat Rambut


__ADS_3

"Mustahil!" ucap Lucifer sambil terus memandang lembah yang hijau, dan terlihat segar dengan air yang mengalir deras dari atas, dan terkena sorot matahari pagi yang bersinar terang.


"Menakjubkan!" semua orang di buat terpana melihat keindahan ini, termasuk juga Rosella dan William.


Kedua orang itu terlihat melongo, sambil terus menatapi sebuah pemandangan menakjubkan nan mustahil yang berhasil mereka dapat.


"Kita masih menginjak gurun pasir, tapi di depan kita, sudah terlihat dengan jelas sebuah lembah yang hijau, apa ini benar-benar dunia dongeng?" tanya William pada ketiga sahabatnya.


"Tidak usah banyak berpikir, lebih baik kita segera datang, dan segera minum yang banyak!" ucap Wilson pada mereka semua.


"Aku melihat ada air jernih yang mengalir dari atas, aku yakin di sana memang ada air terjun!" ucap Rosella.


"Atau mungkin ini hanya fatamorgana!?" tanya Lucifer membuat semua orang beralih menatap wajahnya.


Semua orang di sana terdiam, dan sesekali melihat lembah itu lebih jelas untuk memastikan apakah ini memang ilusi semata!


"Tidak ada cara lain selain memastikannya sendiri, sebelumnya kita memang berada di hutan rimbun, kan? lalu setelah itu mendadak kita masuk ke dalam gurun pasir yang sangat luas, hingga harus menghabiskan waktu satu hari hanya untuk bisa keluar dari sana, mungkin ini memang nyata," ucap William mencoba meyakinkan sahabat-sahabatnya.


"Baiklah, aku setuju kalau kita memeriksanya dulu!" ucap Wilson ikut William.


"Baiklah, kita segera kesana!" dan akhirnya Lucifer mengikuti suara terbanyak.


Mereka semua terlihat berjalan menuju arah lembah yang mereka lihat, sambil terus memacu kuda mereka.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Di sisi lain, Andrea tengah mencoba membuka matanya, dan terbangun usai dia terlelap tidur dalam posisi duduknya.


Sejak dia mendengar bisikan semalam, dia tidak berani untuk sedikit saja bergeming dari posisinya, jadi dia sampai tertidur pulas tanpa berubah posisi.


"Ugh.." dia mengusap wajahnya, lalu terlihat matanya yang sedikit mengantuk karena tidak bisa tidur di waktu yang cukup.


Andrea menoleh sebentar ke arah Jayden, laki-laki itu masih terlihat tidur pulas, dalam posisi yang sama, bersandar di perut kuda tunggangannya.


Kuda miliknya bahkan tidak bergeming sedikitpun, entah karena memang sudah penurut, atau memang karena juga merasa nyaman, yang jelas, Jayden dan kudanya nampak begitu serasi.


Andrea terlihat bangkit dari duduknya, dan berjalan menuju mata air lalu meminumnya, dan membasuh wajahnya di sana.


Sementara itu, dari kejauhan, terlihat dua ekor kuda dengan empat penunggang yang terlihat gahar di atasnya.

__ADS_1


Andrea pun melihatnya, bahkan dengan jelas melihatnya, namun dia tidak mengenal empat orang itu. Dia malah ketakutan, dan bergegas menggapai Jayden yang sedang tertidur.


"Jay! Jay! bangunlah!" panggil Andrea sambil terus menggoyangkan tubuh Jayden dengan kedua tangannya.


Jayden terlihat bangun, dan menatap dengan kesal wajah Andrea di hadapan matanya.


"Kenapa lagi?" tanya Jayden dengan ketus.


"Coba kau lihat! di sana ada dua kuda yang bergerak kemari, apa mereka bukan orang yang berbahaya!?" tanya Andrea dengan polosnya pada Jayden.


Jayden terlihat menoleh dan mencoba melihat mereka dengan jelas, maklum saja, matanya yang baru saja terbangun, dan belum bisa berkompromi membuat dirinya sedikit merasa kesusahan untuk melihat siapa yang datang.


"Coba kau buka matamu! mereka terlihat makin dekat!" ucap Andrea terlihat memaksa.


Gadis itu bahkan tidak tahu, kalau yang datang adalah Lucifer dan beberapa kawan lainnya.


Jayden terlihat berjalan menuju mata air, lalu mencuci mukanya di sana, dan kembali berusaha menatap dua ekor kuda yang di maksud oleh Andrea.


Seketika kedua matanya membulat sempurna. Dia amat terkejut saat mendapati Lucifer dan ketiga kawannya sudah berada di hadapan mereka, mungkin hanya tinggal menunggu waktu saja untuk tiba, selama beberapa menit.


"Sial!" umpat Jayden dengan kesal.


"Hei, kalian! bangunlah! ada anak itu di sini!!" teriak Jayden tepat di kedua telinga dua kawannya, dan seketika membuat Manora dan Vincent terbangun dari tidurnya.


Keduanya terlihat gelagapan, sambil terus menata nafas dan detak jantungnya yang bergemuruh hebat.


Sama seperti yang di rasakan Vincent dan Manora, Andrea pun merasa cemas melihat Jayden dengan wajah yang seperti itu.


Dia tidak tahu siapa yang datang, tapi melihat ekspresi Jayden yang agak ketakutan, membuat Andrea juga merasa kalau empat orang itu adalah orang berbahaya.


Padahal sebenarnya dia sedang di tipu!


"Ayo semua! jangan sampai mereka melihat kita!" ucap Jayden mencoba membuat mereka semua bangun.


Dengan bergegas, mereka semua pergi menuju kuda masing-masing, lalu terlihat menaikinya dan berlari secepat kilat, meninggalkan tempat itu.


Di sisi lainnya, Lucifer dan rombongannya akhirnya tiba di tempat itu, tepatnya di sebuah lembah yang baru saja di jadikan tempat untuk Andrea dan Jayden beristirahat.


Begitu datang, aroma khas dari tubuh Andrea langsung tercium sangat menyengat di hidung Lucifer. Pria itu bahkan memilih memberhentikan kudanya, dan mencoba fokus dengan indera penciumannya.

__ADS_1


"Ada apa Lucifer!?" tanya Rosella pada pria itu.


"Mereka baru saja pergi!" ucapnya lirih.


Tak!


Wilson terlihat turun dari kudanya, dan mendapati sebuah ikat rambut yang semalam di lepas oleh Andrea dari rambutnya.


"Lihatlah! pasti Andrea tadi ada di sini!" ucap Wilson yakin, sambil menyerahkan ikat rambut itu pada sang kakak.


Lucifer menerimanya, dan menciumnya lebih dalam, benar saja, ikat rambut ini memiliki aroma yang persisi dengan rambut Andrea, mungkin Jayden yang memberikannya, atau apa, Lucifer tidak tahu, yang pasti, gadis itu telah memakainya, dan kemudian di lepas saja di tempat ini.


"Tapi seharusnya dia memakai kembali ikat rambut itu, kan?" tanya Rosella pada Lucifer.


"Atau bisa saja, mereka terburu-buru karena melihat kedatangan kita!" ucap William terdengar masuk akal.


"Kau benar! mereka masih belum jauh dari sini!" ucap Lucifer menyahut.


"Baiklah, kita harus mengejarnya sekarang! tidak boleh tertinggal lebih jauh lagi!!"


Wilson terlihat mengambil beberapa bambu yang dia bawa sebagai tempat penyimpanan air, lalu setelah itu mengisinya dengan mata air tersebut.


Beberapa bambu sudah dia isi, dan sudah dia sumpal, dan sekarang, perjalanan siap untuk di lanjutkan.


"Baiklah, aku sudah selesai! ayo kita berangkat!" ucap Wilson sambil naik lagi ke punggung kuda.


"Anak pintar! tidak sia-sia aku mengajakmu, Nak! pegangan yang erat, baunya masih sangat menusuk, mereka pasti belum jauh dari kita!" ucap Lucifer, sambil menajamkan sorot matanya.


"Baiklah, ayo kita memulainya lagi!!"


Kuda kembali di pacu, kali ini lebih cepat dari sebelumnya, dan jauh lebih semangat dari pada saat di gurun pasir kemarin.


Mungkinkah Lucifer berhasil menyusul Andrea, dan menyelamatkan Andrea dari tipu muslihat Jayden?


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Hallo semua πŸ€—πŸ€—


Salam cinta aja deh, buat yang baca 😘😘😘

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2